
Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...
Dukunganmu sangat berarti .
đđđđ
đșđșđșHappy Readingđșđșđș
Audi merasa menang karna Gilang membela dia didepan Ica.
Audi ingin merangkul Gilang namun ditepis oleh Gilang.
âJaga jarak ya Kakâ Ucap Gilang, seketika raut wajah Audi langsung berubah.
âMau kamu apa sih Gilang ? â
âKakak yang maunya apa, kenapa harus bikin Ica kesal ? â
âLahhh tadi kamu dukung aku kanâ
âAku lagi malas ribut Kakâ
âBaiklah aku minta maaf ya Gilangâ
Gilang tak menanggapi permohonan maaf dari Audi, dia hanya diam dan berjalan menuju ruang seni musik.
Disitu sudah berkumpul teman-teman anggota band Gilang.
Gilang tak banyak bicara seperti biasanya, ia hanya mengangguk dan merespon jika ada yang mengajak ia bicara.
Audi merasa kesal karna tadi Gilang tak sungguh-sungguh membela dia, dia terlalu cepat selebrasi.
âSuatu hari nanti aku akan membuat kamu memohon padaku Gilangâujar Audi didalam hati.
Waktu istirahat sebentar lagi selesai dan Gilang akan kembali ke kelasnya.
Saat membereskan gitar dan alat lainnya, Kak Audi memeluk Gilang dari belakang.
Gilang sangat terkejut dan berusaha melepaskan pelukan Kak Audi.
âKak apaan sih nanti jadi fitnahâujar Gilang.
âAku sayang kamu Gilang âucap Kak Audi dan mencium bibir Gilang dengan cepat.
Gilang mendorong Kak Audi dengan kesal dan perasaan yang marah.
Bagaimana bisa ia semurah itu di hadapan Gilang.
Meskipun Gilang pernah punya mantan pacar, tidak ada yang segampangan Kak Audi.
Apa yang sebenarnya ia pikirkan.
Dikelas Ica membuka sebuah pesan whatsapp dari nomor baru.
Ia membukanya dan melihat foto Gilang sedang dipeluk Kak Audi.
Ada dua foto dan foto kedua adalah saat Kak Audi mencium bibir Gilang.
Ica tak menanggapi dan ada lagi sebuah pesan yang berisi.
08****
Gilang sudah untuk aku ya
Audi.
âCihhh dia pikir aku bakalan cemburu dan dengan senang hati Ica meneruskan pesan itu ke Gilang.
đŹ Ica
*lain kali jangan kampungan ya, aku jijik
Buat apa juga aku melihat kau berbuat tak senonoh disekolah !
Gilang yang dalam perjalanan ke kelas membuka pesan dari Ica.
Gilang sangat terkejut melihat pesan yang dikirim Ica.
Gilang ingin kembali ke tempat Kak Audi tetapi waktu pelajaran sudah akan dimulai jadi ia mengurungkan niatnya.
Saat masuk kelas Gilang tak sanggup menatap wajah Ica yang begitu membuatnya sangat ketakutan.
Ia merasa malu dan bersalah pada Ica.
Dio yang tidak pernah dianggap ada oleh Ica juga memperhatikan Ica yang tidak bersemangat, biasanya Ica mulai mencolek Dio dengan pensil, menyembunyikan pulpen atau buku milik Dio.
âLah kok aku rindu dijahilinâbatin Dio tak percaya dengan apa yang ia pikirkan.
Saat sedang mencatat Ica tanpa sadar menoleh kearah Dio, Dio lumayan juga jika ia mau merubah penampilan dia.
âDihh kenapa jadi mikirin dia sihâucap Ica kesal dan buru-buru kembali mencatat.
Dio
Tak banyak profile tentang dia yang bisa diceritakan.
Dio memang tak banyak bicara dan terkesan menutup diri, bisa juga dikatakan cupu karna penampilan dia yang jadul dan terlalu rapi.
Tapi kelebihan dia adalah memiliki analisis yang tepat.
Ica mengakui itu pada saat ia merawat tanaman dan membersihkan kandang hewan yang dilakukan secara bergiliran.
Ditengah menceritakan Dio, Ica baru ingat hari ini jadwalnya untuk membersihkan apotek hidup.
âMalasssssâbatin Ica
Dio melihat kearah Ica seperti ingin mengatakan sesuatu tapi ia tak jadi.
Jujur saja Dio malas mengingatkan Ica karna Ica sering ketus padanya jadi hari ini ia memilih untuk diam saja.
Saat bel pulang Ica didatangi oleh Kak Damar.
âCa katanya kamu mau ikut event ke Jakarta yaâujar Kak Damar pada Ica.
âIya Kakâ
âWah asyik dongâujar Kak Damar girang.
âIya Olimpiadenya kan dimajuin jadi aku bisa ikut ke Jakarta â
âBagus dong âujar Kak Damar lalu duduk disamping Ica karna Dio sudah pulang duluan.
Ica tersenyum pada Kak Damar sementara Gilang melirik kearah Kak Damar dan Ica.
Gilang tak tahu jika Ica akan jadi berangkat ke Jakarta, masak iya dia harus tak berikan Ica semangat, tapi Ica pasti benci padanya karna ia membentak Ica didepan orang ramai.
Gilang hanya bisa diam saja karna ia malu untuk menatap wajah Ica.
âGilang kok nggak ngomong sama kamu Ca ? âtanya Kak Damar.
âOhh masak dia harus terus ngomong sama aku Kakâ
__ADS_1
âIya tapi biasanya dia nyapa gitu atau pamit sama kamuâ
âSudah nggak apa kok Kakâ
âBeneran ?, apa dia marah aku ngobrol sama kamuâ
âNgapain marah lagipula Gilang sudah punya pacarâ
âWah hebat dong bagus (sainganku berkurang) â
âPunya pacar aja hebatâujar Ica sambil membereskan bukunya.
âHehehe ayo Ca kita kedepanâ
âIya â
Tanpa ragu Ica merangkul tangan Kak Damar.
Panaskan kau wahai pembenci Ica.
Saat itu juga tanpa Ica sadari Naomi menarik rambut Ica dengan keras.
âArrrgghhhhâ Ica berteriak histeris karna sakit yang teramat sangat, hingga Kak Damar ikut tertarik saking kerasnya Naomi menarik rambut Ica.
âApaan sih kamu Ca ! Centil banget jadi cewekâ
âLoohh ada apa sih Naomi kok kamu marah sama akuâ
âKamu kan tahu aku lagi deketin Kak Damar dan kamu malah ikutan, apa nggak ada cowok lain selain Kak Damar. â
âAku hanya merangkul tangan Kak Damar kenapa kamu mesti ngamukâ
Naomi ingin menampar Ica tapi langsung ditangkis oleh Ica.
Naomi tak terima dan dia ingin membalas.
Kak Damar meras tegang karna Naomi adalah ketua silat.
âCukup ! âbentak Kak Damar pada keduanya.
âApa kalian lupa pencak silat bukan untuk berkelahi seperti ini ! â
Ica dan Naomi akhirnya berhenti seketika.
âApa kalian berdua ingin seperti jagoan ? â
âAku yang malu jika seperti ini âKak Damar memegang dadanya.
âMaafin aku Kakâujar Ica
âMaafin aku juga Kakâujar Naomi.
âKau Naomi bukan begini caranya untuk menyukai seseorang, itu sama sekali buat aku benci melihatnya dan Naomi jangan pernah lagi bicara padakuâujar Kak Damar tegas.
âAyo Ca kita kedepan ajaâ
Naomi masih menunduk dan saat Kak Damar serta Ica berlalu, ia mengenggam sisa rambut Ica yang masih ditangannya.
âAwas aja ya kau Ica tidak ada yang tak bisa aku dapatkan dalam hidupkuâ
Ica merasa beruntung dibela oleh Kak Damar.
Padahal sebelumnya ia malah dibentak oleh Gilang dan sekarang ia dibela oleh Kak Damar.
Hal ini bisa menenangkan hatinya yang tadinya membeku.
âMakasih ya Kakâujar Ica.
âIya pokoknya makasih Kakâ
âTuh jemputan kamu sudah datang, aku mau balik ambil motor dulu yaâ
âIya Kakâ
Ica berdendang kecil dan berlarian menuju mobilnya.
Ica melihat sebuah motor yang terparkir di halamannya.
Ica tak mengenali pemiliknya.
Ica mencoba melihat ke ruang tamu dan Ica menganga karna itu adalah Gilang.
Ica memandang Gilang dengan malas âAda apa ? âtanya Ica ketus.
âAku mau minta maaf Caâ
âTentang apa ? â
âAku bentak kamu kemarin ituâ
âNggak aku nggak akan maafin kamuâ
âAku nggak pernah pacaran sama Kak Audiâ
âGilang sekali lagi dengan segala hormat pulanglah Gilang, jangan pernah bicara padaku lagi â
âTapi Caâ
Ica masuk ke kamarnya dan tak peduli pada Gilang yang melongo dan hampir meneteskan air mata.
Karna Ica tak kunjung keluar akhirnya Gilang menyerah dan pulang.
âApa artinya aku mengejar ini semua jika aku hanya menyakiti orang yang aku sayang. â
Ica tak mampu mengeluarkan ekspresinya lagi, biasanya dia akan ikut menangis tapi kali ini tidak karna ia sudah berhasil menemukan tambatan hatinya.
Dia akan serius dan fokus padanya saja.
Bandara Incheon
Hanum membawa sebuah bendera kecil Indonesia agara mudah ditemukan oleh Dev.
Dev yang melihat Hanum dari kejauhan tak mampu lagi menyembunyikan rasa rindunya.
âHanum Mmmâ
Dev berteriak dan memeluk erat Hanum, Dev menggendong Hanum dengan sekali angkat.
âAku rindu sekali sama kamuâ
Hanum tersenyum pada Dev .
âAyo kita cari penginapan dulu Devâ
âLohh kita nggk nginap di tempat kamu ? â
âEnak aja ! â
â Bercanda kokâ
âIni aku sudah ada rekomendasi hotel yang nggak jauh dari tempat tinggal akuâujar Hanum sambil menunjukkan hapenya.
__ADS_1
âCoba yang ini dulu deh Numâ
âDev mau berapa hari disini ? â
âKok berapa hari , berapa bulan dongâujar Dev sambil tertawa.
Hanum memicingkan matanya karna agak kesal mendengar Dev.
Dev mendapatkan sebuah hotel yang tak jauh dari apartemen Hanum.
Jadi ia lebih mudah jika ingin jalan-jalan dengan Hanum diakhir pekan.
âNumâ
âIya Devâ
âCoba deh lihat pemandangan dari sini âujar Dev sambil menunjuk kearah jalanan yang ramai.
âBagus kok tapi tetap saja lebih bagus di Indonesiaâujar Hanum.
âIya deh â
Dev melihat sekeliling dan ia memperhatikan Hanum yang sedang menonton tivi.
âCari minum yuk âajak Dev pada Hanum.
âPesan lewat restoran hotel aja Dev, emang kamu nggak capek apa ? â
âCapek sih tapi sebelum aku pesan, minta peluk duluâmenunjukkan puppy eyes.
âEmm mulai deh jika aja klien kamu ngelihat wajahmu seperti ini, pasti mereka nggak yakin kamu adalah bos â
âBiarin ajaâucap Dev bermanja pada Hanum yang padahal juga kangen tapi malu.
Dev mengangkat dagu Hanum, cantiknya masih sama dan polosnya tetap sama.
âAku nggak sabar ingin cepat menikah dengan kamu Numâ
âIya tapi tunggu aku selesai kuliah yaâ
âIya aku pasti tunggu kokâ
Dev menautkan bibirnya pada bibir Hanum dan Hanum bersandar pada sofa.
Wangi parfum Hanum begitu merangsang Dev.
Ia membelai rambut Hanum dengan perlahan agar Hanum merasa nyaman.
Dev ingin menyudahinya tapi Hanum menarik Dev dan membiarkan Dev tidur pada kedua belah dadanya.
âAku masih ingin bersamamu Devâujar Hanum dan membuat Dev semakin horny pada Hanum.
âIya tapi aku takut kelolosan karna kamu cantik bangetâ
âAku mau kok untuk hari iniâ
âJangan gitu, aku merasa jahat karna belum sahâujar Dev tapi membiarkan ia tidur didada Hanum.
âJangan sih berlebihanâ
âMana bisa kamu terlalu menggemaskan â
âNggak apa kok nanti pasti bisa âHanum terus merengek pada Dev.
Mana bisa seorang gadis menolak pesona dari Dev.
Dev memiliki wajah yang begitu berkarakter membuat siapa saja yang melihatnya pasti tertarik.
Bawaan Dev yang selalu tenang dan berwibawa tak akan mampu membuat wanita berpaling darinya.
Dev merangkul Hanum dan membawanya keatas kasur.
âKamu yang minta yaâujar Dev pada Hanum.
âKamu nggak capek ? âtanya Hanum lagi.
âNggaklahâ
Hanum terlihat mengatupkan kedua kakinya.
âJangan takut aku nggak akan kesitu kokâujar Devâaku tahu batasan. â
Dev mencium tengkuk Hanum dan berhasil membuat Hanum serasa melayang.
âWangi banget Numâ
âMakasih âujar Hanum sambil menikmati permainan lidah Dev.
Dev semakin memburu dan nafasnya jadi tak teratur saat Hanum mulai melenguh kenikmatan.
âKamu memang mampu membuat aku lupa jika aku seorang bosâ
âHehe âHanum hanya tertawa kecil dan menarik Dev agar jatuh dalam pelukannya.
Dev kembali menjelajahi setiap inci tubuh Hanum.
Sepertinya Hanum mulai terbiasa oleh tangan jahil Dev yang berpetualang.
Dev membuka kancing baju Hanum dan melihat dada Hanum yang indah.
âIni milikku kan Numâ
Hanum mengangguk dan Dev terus menciumi bibir Hanum.
Dev membiarkan bahu Hanum terlihat olehnya.
âAku takut nggak bisa kontrol diri Numâujar Dev.
âA-aku nggak apa-apa kok Dev â
âKamu nggak apa-apa tapi aku ? â
Dev tak percaya saat Hanum melepas bajunya di hadapan Dev.
Dev tak bisa lagi mengedipkan matanya.
Dev memeluk erat Hanum dan dengan ganas menikmati tubuh Hanum.
Dev membiarkan ia merasakan kehangatan Hanum.
âGiliran kamu Devâujar Hanum lalu membuka kancing kemeja Dev.
Terlihat badan Dev yang begitu terawat.
Hanum membelai tubuh Dev yang atletis.
âNggak ada yang bisa menolak tubuhmu Devâ
âIya soal itu hanya kau yang tahu Num. â
Dev terhanyut dalam buaian Hanum dan setelah itu Dev tertidur karna lelah diperjalanan.
__ADS_1