BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Delapan Puluh Satu


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


đŸŒșđŸŒșđŸŒșHappy ReadingđŸŒșđŸŒșđŸŒș


Audi merasa menang karna Gilang membela dia didepan Ica.


Audi ingin merangkul Gilang namun ditepis oleh Gilang.


“Jaga jarak ya Kak” Ucap Gilang, seketika raut wajah Audi langsung berubah.


“Mau kamu apa sih Gilang ? “


“Kakak yang maunya apa, kenapa harus bikin Ica kesal ? “


“Lahhh tadi kamu dukung aku kan”


“Aku lagi malas ribut Kak”


“Baiklah aku minta maaf ya Gilang”


Gilang tak menanggapi permohonan maaf dari Audi, dia hanya diam dan berjalan menuju ruang seni musik.


Disitu sudah berkumpul teman-teman anggota band Gilang.


Gilang tak banyak bicara seperti biasanya, ia hanya mengangguk dan merespon jika ada yang mengajak ia bicara.


Audi merasa kesal karna tadi Gilang tak sungguh-sungguh membela dia, dia terlalu cepat selebrasi.


“Suatu hari nanti aku akan membuat kamu memohon padaku Gilang”ujar Audi didalam hati.


Waktu istirahat sebentar lagi selesai dan Gilang akan kembali ke kelasnya.


Saat membereskan gitar dan alat lainnya, Kak Audi memeluk Gilang dari belakang.


Gilang sangat terkejut dan berusaha melepaskan pelukan Kak Audi.


“Kak apaan sih nanti jadi fitnah”ujar Gilang.


“Aku sayang kamu Gilang “ucap Kak Audi dan mencium bibir Gilang dengan cepat.


Gilang mendorong Kak Audi dengan kesal dan perasaan yang marah.


Bagaimana bisa ia semurah itu di hadapan Gilang.


Meskipun Gilang pernah punya mantan pacar, tidak ada yang segampangan Kak Audi.


Apa yang sebenarnya ia pikirkan.


Dikelas Ica membuka sebuah pesan whatsapp dari nomor baru.


Ia membukanya dan melihat foto Gilang sedang dipeluk Kak Audi.


Ada dua foto dan foto kedua adalah saat Kak Audi mencium bibir Gilang.


Ica tak menanggapi dan ada lagi sebuah pesan yang berisi.


08****


Gilang sudah untuk aku ya


Audi.


“Cihhh dia pikir aku bakalan cemburu dan dengan senang hati Ica meneruskan pesan itu ke Gilang.


💬 Ica


*lain kali jangan kampungan ya, aku jijik


Buat apa juga aku melihat kau berbuat tak senonoh disekolah !


Gilang yang dalam perjalanan ke kelas membuka pesan dari Ica.


Gilang sangat terkejut melihat pesan yang dikirim Ica.


Gilang ingin kembali ke tempat Kak Audi tetapi waktu pelajaran sudah akan dimulai jadi ia mengurungkan niatnya.


Saat masuk kelas Gilang tak sanggup menatap wajah Ica yang begitu membuatnya sangat ketakutan.


Ia merasa malu dan bersalah pada Ica.


Dio yang tidak pernah dianggap ada oleh Ica juga memperhatikan Ica yang tidak bersemangat, biasanya Ica mulai mencolek Dio dengan pensil, menyembunyikan pulpen atau buku milik Dio.


“Lah kok aku rindu dijahilin”batin Dio tak percaya dengan apa yang ia pikirkan.


Saat sedang mencatat Ica tanpa sadar menoleh kearah Dio, Dio lumayan juga jika ia mau merubah penampilan dia.


“Dihh kenapa jadi mikirin dia sih”ucap Ica kesal dan buru-buru kembali mencatat.


Dio


Tak banyak profile tentang dia yang bisa diceritakan.


Dio memang tak banyak bicara dan terkesan menutup diri, bisa juga dikatakan cupu karna penampilan dia yang jadul dan terlalu rapi.


Tapi kelebihan dia adalah memiliki analisis yang tepat.


Ica mengakui itu pada saat ia merawat tanaman dan membersihkan kandang hewan yang dilakukan secara bergiliran.


Ditengah menceritakan Dio, Ica baru ingat hari ini jadwalnya untuk membersihkan apotek hidup.


“Malasssss”batin Ica


Dio melihat kearah Ica seperti ingin mengatakan sesuatu tapi ia tak jadi.


Jujur saja Dio malas mengingatkan Ica karna Ica sering ketus padanya jadi hari ini ia memilih untuk diam saja.


Saat bel pulang Ica didatangi oleh Kak Damar.


“Ca katanya kamu mau ikut event ke Jakarta ya”ujar Kak Damar pada Ica.


“Iya Kak”


“Wah asyik dong”ujar Kak Damar girang.


“Iya Olimpiadenya kan dimajuin jadi aku bisa ikut ke Jakarta “


“Bagus dong “ujar Kak Damar lalu duduk disamping Ica karna Dio sudah pulang duluan.


Ica tersenyum pada Kak Damar sementara Gilang melirik kearah Kak Damar dan Ica.


Gilang tak tahu jika Ica akan jadi berangkat ke Jakarta, masak iya dia harus tak berikan Ica semangat, tapi Ica pasti benci padanya karna ia membentak Ica didepan orang ramai.


Gilang hanya bisa diam saja karna ia malu untuk menatap wajah Ica.


“Gilang kok nggak ngomong sama kamu Ca ? “tanya Kak Damar.


“Ohh masak dia harus terus ngomong sama aku Kak”

__ADS_1


“Iya tapi biasanya dia nyapa gitu atau pamit sama kamu”


“Sudah nggak apa kok Kak”


“Beneran ?, apa dia marah aku ngobrol sama kamu”


“Ngapain marah lagipula Gilang sudah punya pacar”


“Wah hebat dong bagus (sainganku berkurang) “


“Punya pacar aja hebat”ujar Ica sambil membereskan bukunya.


“Hehehe ayo Ca kita kedepan”


“Iya “


Tanpa ragu Ica merangkul tangan Kak Damar.


Panaskan kau wahai pembenci Ica.


Saat itu juga tanpa Ica sadari Naomi menarik rambut Ica dengan keras.


“Arrrgghhhh” Ica berteriak histeris karna sakit yang teramat sangat, hingga Kak Damar ikut tertarik saking kerasnya Naomi menarik rambut Ica.


“Apaan sih kamu Ca ! Centil banget jadi cewek”


“Loohh ada apa sih Naomi kok kamu marah sama aku”


“Kamu kan tahu aku lagi deketin Kak Damar dan kamu malah ikutan, apa nggak ada cowok lain selain Kak Damar. “


“Aku hanya merangkul tangan Kak Damar kenapa kamu mesti ngamuk”


Naomi ingin menampar Ica tapi langsung ditangkis oleh Ica.


Naomi tak terima dan dia ingin membalas.


Kak Damar meras tegang karna Naomi adalah ketua silat.


“Cukup ! “bentak Kak Damar pada keduanya.


“Apa kalian lupa pencak silat bukan untuk berkelahi seperti ini ! “


Ica dan Naomi akhirnya berhenti seketika.


“Apa kalian berdua ingin seperti jagoan ? “


“Aku yang malu jika seperti ini “Kak Damar memegang dadanya.


“Maafin aku Kak”ujar Ica


“Maafin aku juga Kak”ujar Naomi.


“Kau Naomi bukan begini caranya untuk menyukai seseorang, itu sama sekali buat aku benci melihatnya dan Naomi jangan pernah lagi bicara padaku”ujar Kak Damar tegas.


“Ayo Ca kita kedepan aja”


Naomi masih menunduk dan saat Kak Damar serta Ica berlalu, ia mengenggam sisa rambut Ica yang masih ditangannya.


“Awas aja ya kau Ica tidak ada yang tak bisa aku dapatkan dalam hidupku”


Ica merasa beruntung dibela oleh Kak Damar.


Padahal sebelumnya ia malah dibentak oleh Gilang dan sekarang ia dibela oleh Kak Damar.


Hal ini bisa menenangkan hatinya yang tadinya membeku.


“Makasih ya Kak”ujar Ica.


“Iya pokoknya makasih Kak”


“Tuh jemputan kamu sudah datang, aku mau balik ambil motor dulu ya”


“Iya Kak”


Ica berdendang kecil dan berlarian menuju mobilnya.


Ica melihat sebuah motor yang terparkir di halamannya.


Ica tak mengenali pemiliknya.


Ica mencoba melihat ke ruang tamu dan Ica menganga karna itu adalah Gilang.


Ica memandang Gilang dengan malas “Ada apa ? “tanya Ica ketus.


“Aku mau minta maaf Ca”


“Tentang apa ? “


“Aku bentak kamu kemarin itu”


“Nggak aku nggak akan maafin kamu”


“Aku nggak pernah pacaran sama Kak Audi”


“Gilang sekali lagi dengan segala hormat pulanglah Gilang, jangan pernah bicara padaku lagi “


“Tapi Ca”


Ica masuk ke kamarnya dan tak peduli pada Gilang yang melongo dan hampir meneteskan air mata.


Karna Ica tak kunjung keluar akhirnya Gilang menyerah dan pulang.


“Apa artinya aku mengejar ini semua jika aku hanya menyakiti orang yang aku sayang. “


Ica tak mampu mengeluarkan ekspresinya lagi, biasanya dia akan ikut menangis tapi kali ini tidak karna ia sudah berhasil menemukan tambatan hatinya.


Dia akan serius dan fokus padanya saja.


Bandara Incheon


Hanum membawa sebuah bendera kecil Indonesia agara mudah ditemukan oleh Dev.


Dev yang melihat Hanum dari kejauhan tak mampu lagi menyembunyikan rasa rindunya.


“Hanum Mmm”


Dev berteriak dan memeluk erat Hanum, Dev menggendong Hanum dengan sekali angkat.


“Aku rindu sekali sama kamu”


Hanum tersenyum pada Dev .


“Ayo kita cari penginapan dulu Dev”


“Lohh kita nggk nginap di tempat kamu ? “


“Enak aja ! “


“ Bercanda kok”


“Ini aku sudah ada rekomendasi hotel yang nggak jauh dari tempat tinggal aku”ujar Hanum sambil menunjukkan hapenya.

__ADS_1


“Coba yang ini dulu deh Num”


“Dev mau berapa hari disini ? “


“Kok berapa hari , berapa bulan dong”ujar Dev sambil tertawa.


Hanum memicingkan matanya karna agak kesal mendengar Dev.


Dev mendapatkan sebuah hotel yang tak jauh dari apartemen Hanum.


Jadi ia lebih mudah jika ingin jalan-jalan dengan Hanum diakhir pekan.


“Num”


“Iya Dev”


“Coba deh lihat pemandangan dari sini “ujar Dev sambil menunjuk kearah jalanan yang ramai.


“Bagus kok tapi tetap saja lebih bagus di Indonesia”ujar Hanum.


“Iya deh “


Dev melihat sekeliling dan ia memperhatikan Hanum yang sedang menonton tivi.


“Cari minum yuk “ajak Dev pada Hanum.


“Pesan lewat restoran hotel aja Dev, emang kamu nggak capek apa ? “


“Capek sih tapi sebelum aku pesan, minta peluk dulu”menunjukkan puppy eyes.


“Emm mulai deh jika aja klien kamu ngelihat wajahmu seperti ini, pasti mereka nggak yakin kamu adalah bos “


“Biarin aja”ucap Dev bermanja pada Hanum yang padahal juga kangen tapi malu.


Dev mengangkat dagu Hanum, cantiknya masih sama dan polosnya tetap sama.


“Aku nggak sabar ingin cepat menikah dengan kamu Num”


“Iya tapi tunggu aku selesai kuliah ya”


“Iya aku pasti tunggu kok”


Dev menautkan bibirnya pada bibir Hanum dan Hanum bersandar pada sofa.


Wangi parfum Hanum begitu merangsang Dev.


Ia membelai rambut Hanum dengan perlahan agar Hanum merasa nyaman.


Dev ingin menyudahinya tapi Hanum menarik Dev dan membiarkan Dev tidur pada kedua belah dadanya.


“Aku masih ingin bersamamu Dev”ujar Hanum dan membuat Dev semakin horny pada Hanum.


“Iya tapi aku takut kelolosan karna kamu cantik banget”


“Aku mau kok untuk hari ini”


“Jangan gitu, aku merasa jahat karna belum sah”ujar Dev tapi membiarkan ia tidur didada Hanum.


“Jangan sih berlebihan”


“Mana bisa kamu terlalu menggemaskan “


“Nggak apa kok nanti pasti bisa “Hanum terus merengek pada Dev.


Mana bisa seorang gadis menolak pesona dari Dev.


Dev memiliki wajah yang begitu berkarakter membuat siapa saja yang melihatnya pasti tertarik.


Bawaan Dev yang selalu tenang dan berwibawa tak akan mampu membuat wanita berpaling darinya.


Dev merangkul Hanum dan membawanya keatas kasur.


“Kamu yang minta ya”ujar Dev pada Hanum.


“Kamu nggak capek ? “tanya Hanum lagi.


“Nggaklah”


Hanum terlihat mengatupkan kedua kakinya.


“Jangan takut aku nggak akan kesitu kok”ujar Dev”aku tahu batasan. “


Dev mencium tengkuk Hanum dan berhasil membuat Hanum serasa melayang.


“Wangi banget Num”


“Makasih “ujar Hanum sambil menikmati permainan lidah Dev.


Dev semakin memburu dan nafasnya jadi tak teratur saat Hanum mulai melenguh kenikmatan.


“Kamu memang mampu membuat aku lupa jika aku seorang bos”


“Hehe “Hanum hanya tertawa kecil dan menarik Dev agar jatuh dalam pelukannya.


Dev kembali menjelajahi setiap inci tubuh Hanum.


Sepertinya Hanum mulai terbiasa oleh tangan jahil Dev yang berpetualang.


Dev membuka kancing baju Hanum dan melihat dada Hanum yang indah.


“Ini milikku kan Num”


Hanum mengangguk dan Dev terus menciumi bibir Hanum.


Dev membiarkan bahu Hanum terlihat olehnya.


“Aku takut nggak bisa kontrol diri Num”ujar Dev.


“A-aku nggak apa-apa kok Dev “


“Kamu nggak apa-apa tapi aku ? “


Dev tak percaya saat Hanum melepas bajunya di hadapan Dev.


Dev tak bisa lagi mengedipkan matanya.


Dev memeluk erat Hanum dan dengan ganas menikmati tubuh Hanum.


Dev membiarkan ia merasakan kehangatan Hanum.


“Giliran kamu Dev”ujar Hanum lalu membuka kancing kemeja Dev.


Terlihat badan Dev yang begitu terawat.


Hanum membelai tubuh Dev yang atletis.


“Nggak ada yang bisa menolak tubuhmu Dev”


“Iya soal itu hanya kau yang tahu Num. “


Dev terhanyut dalam buaian Hanum dan setelah itu Dev tertidur karna lelah diperjalanan.

__ADS_1



__ADS_2