BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Sembilan Puluh Satu


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Ica masih merayakan kebebasannya karna Dev sudah pergi tapi sebuah pesan membuat semuanya buyar.


💬 Kak Damar


*Aku mau ajak kamu keluar bentar aja, apa diizinin sama Dev*


💬 Ica


*Kak Dev sudah balik ke Mataram, ada urusan penting*


📩 Kak Damar


*Kok cepat sih ? *


💬 Ica


*Kan aku sudah bilang ada urusan*


Ica menunggu Kak Damar dikamar tapi hingga setengah jam, Kak Damar belum juga datang.


📩 Kak Damar


*Aku sudah didepan*


Ica membuka pintu dan melihat Kak Damar sudah rapi plus ganteng.


“Ayo” Ajak Kak Damar tapi ia masih melihat Ica dengan tampilan santainya.


“Ayo deh”


Damar pikir Ica akan ganti baju tapi tidak, ia tetap pakai baju ala kasurnya itu.


“Kamu nggak mau ganti baju ? “tanya Kak Damar.


“Emang kita mau kemana ini ? “


“Mau ke street food”


“Nggak apa deh aku pakai ini aja”


“Oke kalau gitu”


“Iya”


“Kamu dah baca chat grup aku ? “


Ica terlihat melongo karna ia belum membukanya.


“Dah jangan jawab dari ekspresi di wajahmu kamu belum baca”ujar Kak Damar.


“Bagannya sudah keluar dan lawan kamu Naomi”


“Naomi kan ketua dia main juga ? “


“Iya”


“Masih seleksi tapi lawanmu Naomi aku jadi khawatir “


“Kakak ngeremehin aku ? “


“Bukan gitu aku takut kamu cidera aku nggak ngeraguin kamu kok Ca”


“Kak... Aku minta doa dan dukungan aja Kak”ucap Ica sambul berjalan keluar menuju street food yang tak jauh dari hotel.


“Baiklah”


Dikamarnya tadi Kak Damar merasa gelisah saat membaca bagan dan melihat lawan Ica.


Naomi


Yang membuat Damar khawatir adalah Ica baru saja sembuh dari kecelakaan waktu itu.


Tapi Ica adalah pribadi yang keras kepala jadi memang sulit untuk memberinya nasihat.


“Kamu beli apa Ca ? “


“Ini aku beli bakaran seafood sama sosis”


“Banyak banget”


“Enak sih ini, bisa jadi ini kurang Kak”


“Kayaknya aku harus kerja keras deh”ujar Kak Damar.


“Untuk apa ? “


“Untuk mastiin kamu nggak kekurangan jajanan”


“Aku juga punya uang kok”


“Dari Mamamu aku juga punya kalau dari Mama aku”


“Bukan aku kan jualan desain dan aku juga belajar investasi”


“Investasi bodong”


“Bukan aku jualan emas”


“Emas apa emas Jawa ? “


“Nggak emas beneran, aku lagi belajar jualan emas, kalau ada yang pesan aku cariin”


“Nggak takut rugi kamu Ca”


“Enggak “


“Kok gitu “Kak Damar merasa bingung dengan ucapan Ica.


“Kan belum di jalanin bisnisnya baru khayalan aja”


“Uekkkk kirain dah bikin”


“Baru berandai-andai Kak, aku lebih tertarik bikin Gym”


“Iya cocok buat kamu yang maniak otot”


“Iya dong emang itu tujuan aku yang tulus dan murni”


“Aku sih lebih kearah jijik dengernya “


“Sok jijik sekali nanti lihat cewek pakai baju seksi dikit aja matanya ijo kuning kelabu”


“Kamu kira balonku”



Ica dan Kak Damar terus berbincang hingga malam hari menjelang.


Lampu-lampu disekitar street food mulai dinyalakan hingga memperindah suasana di Kota Jakarta malam itu.


Namun dibalik asyiknya Ica dan Kak Damar, Ica merindukan Nesa , Alex, Fabian dan juga Gilang.


Apalagi ia dan Gilang sempat bertengkar sebelum ia berangkat ke Jakarta.

__ADS_1


Ica benar-benar rindu pada candaan Gilang dan jika ia pergi seperti saat ini pasti Gilang selalu menanyakan kabarnya.


Aku tak bisa menghilangkan perasaanku pada Kak Damar tapi sebagai sahabat Gilang aku juga kangen sekali dengan dia.


“Ca sudah jam sembilan malam nih, ayo balik ke Hotel “


“Iya Kak”


“Besok pagi kita lari -lari ya disekitar sini kan lusa sudah mulai seleksi “


“Iya Kak”


“Kamu nggak mau bungkus makanan ? “


“Nggak Kak”


Ica sudah sampai didepan kamarnya dan Kak Damar masih didepan kamar Ica memastikan jika Ica aman hingga kedalam kamar.


Ica melihat layar ponselnya, tak ada pesan dari siapapun ia pun kembali menutup ponselnya dan mengisi daya lalu tidur.


Pagi


Ica hari ini sudah bangun lebih dulu ia tak mau dibangunkan oleh si macan Kak Damar.


Rawwwrrrr 🐯🐯🐯🐯🐯


“Tumben kamu duluan bangun”


“Aku takut Kakak lihat bareface aku”


“Aku sudah sering lihat, tetap cantik kok”


“Dih, ada baru nggak ? Mau aku suapin batu “


“Kamu ini saking nggak ada yang muji ya “


“Aku ini banjir pujian cuma nggak pernah pamer aja tauk”


Ica menyemprotkan parfum di bajunya.


“Aku minta dong”


“Nih”


Kak Damar memandang wajah Ica yang sudah mandi.


Ia tampak lebih rapi dan manis, sikapnya juga lebih lemah lembut.


“HIiiiiiii” Kak Damar bergidik karna ia takut jika Ica kesambet.


Ica dan Kak Damar mulai berlari-lari di sekitar hotel, ternyata pagi ini banyak juga atlet lain yang sedang berolahraga. Termasuk si lesung pipi yang sering menganggu waktu Ica dan Kak Damar seperti hari ini.


“Hai Ica”


“Eh Hai “


“Aku belum kasih tahu nama aku ke kamu kan ya”


“Apa iya aku lupa “ucap Ica dengan santainya.


“Oke kalau gitu aku kasih tahu ya nama aku Yovi”


“Oh iya “ucap Ica tak terlalu menggubris.


Si cowok lesung pipi yang bernama Yovi itu melihat baju Ica yang bergambar simbol Anime.


“Suka Anime ya ? “


“ Oh tahu juga ya”


“Iya aku punya banyak miniaturnya”


“Serius ? “Ica mulai tertarik dengan Yovi dan seperti biasa Kak Damar menatap Ica seperti Elang pemangsa.


Ica yang sedang berbicara dengan si lesung pipi kemudian beranjak menjauh,saat Kak Damar menarik tangannya.


“Kenapa Kak”


“Sudah jelas kita lagi lari-lari malah ngobrol”


“Cemburu ? Akui saja “


“Aku hanya ingin kamu fokus, hal ini yang aku tak mau Ca”


“Cemburu bilang aja cemburu sulit banget kayaknya”


“Iya”jawab Kak Damar dengan wajah yang merah padam.


Ica menghentikan larinya dan Kak Damar menoleh padanya.


“Ada apa Ca ? “


“Wajah Kakak merah “


“Nggak ada kok”


Ica mendekat beberapa langkah ke wajah Kak Damar dan membuat Kak Damar sangat malu.


Kak Damar membuang wajahnya agar tak terlihat oleh Ica.


“Coba aja kamu mau jadian Ca “batin Kak Damar.


“Kita istirahat dulu yuk Kak”


“Oke”


Ica mengelap wajah dan lehernya dengan handuk.


“Menganga ! “Ujar Ica menyinggung Kak Damar yang sedang memperhatikannya.


“Apaan sih ! Aku lagi lihat cewek itu kok”


“Cewek apaan ? Tante-Tante itu “


“Terserah”


Ica dan Kak Damar duduk disekitar taman Hotel sambil menikmati sarapan pagi yang mereka beli di luar hotel.


“Aku sih masih nggak nyangka anak kayak kamu seleranya street food”


“Memang Kakak pikir aku kayak gimana ? “


“Ya kayak makanan yang harus di restoran gitu atau dimasakin sama chef “


“Kalau kayak gitu nggak ada bahagianya hidup aku di masa muda Kak, street food adalah The level of happiness “ucap Ica menirukan gaya bicara chef terkenal.


“Iya juga sih masa muda hanya sekali kan “


“Iya”


“Habis ini kamu mau kemana ? “


“Tidur”


“Lagi ? “


“Terus aku mau kemana ? “


“Kirain mau renang di kolam privat”


“Dasar otak bikini”

__ADS_1


“Mana ada aku kan hanya mengira-ngira”


Ica tersenyum kecil saat melihat Kak Damar salah tingkah saat Ica mengatakan bikini.


Ica yakin Kak Damar masih terkejut dengan penampilannya waktu itu.


“Kak”


“Apa ? “


“Lusa jangan jauh-jauh dari aku ya”


“Iya tenang aja kok”


“Pokoknya aku nggak mau Kakak perhatiannya ke Atlet lain”


“Ica nggak boleh gitu dong , aku kan Ketuanya”


“Awas aja kan Kakak bisa suruh Alvian “


“Iya deh aku akan suruh Alvian gantiin aku berarti fiks ya kita saling jaga perasaan .


“Kamu juga kayak gitu jangan buat aku cemburu lagi”


“Aku senang buat Kakak cemburu “ujar Ica senang.


“Nakal” Kak Damar mengelus rambut Ica dengan lembut layaknya pasangan kekasih.


📞 Mama


“Dari siapa Ca ? “


“Mama aku”


“Ayo kita sambil balik ke kamar”


“Oke”


“Ada apa Ma ? “


“ Kamu sedang apa Ca ? “


“Aku baru aja habis olahraga Ma dan sarapan “


“Bagus, kesehatan kamu gimana ? “


“Baik Ma”


“Oke kalau gitu, jangan jajan sembarangan ya”


“Iya Ma, bagaimana Nenek Ma ? “


“Nenek sehat kok Ca, dia bilang jaga kesehatan kamu “Baik Ma, aku lega dengarnya”


“Mama tutup dulu ya telponnya”


“Iya Ma”


Kak Damar masih didepan kamar Ica menunggu Ica selesai menelpon.


“Kamu nggak suruh aku masuk ? “


“Enggak deh Kak lain kali aja ya”


“Yadeh kalau gitu aku pamit ya”


“Iya”


Damar akhirnya kembali ke kamarnya ia tersenyum puas karna kali ini dia dan Ica bisa bersama untuk waktu yang cukup lama.


Even ini adalah kesempatan untuk semakin dekat dengan Ica ,banyak hal menarik yang terjadi antara dia dan Ica.


Damar baru saja ingin rebahan dan pintu kamarnya berbunyi.


Damar pikir itu adalah Alvian yang baru kembali tapi bukan.


“Ada apa Nom ? “


“Aku mau ajak Kakak makan malam “


“Ntar malam ya tapi aku sudah ada janji dengan Alvian”


“Aku ikut kalau gitu”ujar Naomi hingga Damar harus memutar otaknya.


“Maaf nggak bisa Nom kita mau ke tempat cowok-cowok kamu nggak bisa ikut”


“Oh gitu yadeh kalau gitu “


“Maaf ya”


Naomi dengan tak tahu malu mencium bibir Damar.


Damar sangat terkejut dan berhasil mendorong Naomi dengan cukup keras.


“Apa yang kamu lakukan Naomi ! “


“Aku suka sama Kakak”


“Aku sudah punya pacar Naomi !!! “


“Biarin tapi first kiss aku yang dapat kan”


“Salah tapi aku yang dapat duluan”suara itu membuat Kak Damar bergidik.


“Kamu bukan pacar dia kan Ca, semua orang juga tahu itu “


“Yang kamu katakan itu emang benar tapi aku sudah duluan ciuman dengan Kak Damar dikamar aku”ucap Ica.


“Dasar murah ! “ejek Naomi.


“Terus apa bedanya dengan kamu ? “


“Jika aku dan Kak Damar melakukan atas suka sama suka lah kamu malah jadi pencopet cihhhh”


“Riska Montana yang selalu main dengan cowok dan merasa diratukan pasti seorang yang handal, aku pikir Kak Damar itu terlalu baik untuk kamu”


“Baik atau tidaknya diriku itu bukan urusan kamu dan kamu tidak berhak menimbang dosa aku”


“Wajar jika aku memperhatikan kamu karna Kak Damar adalah cowok baik dan kamu adalah cewek gila”


“Terlepas dari ucapan kamu itu aku jadi tahu siapa yang gila dan waras”


“Dasar ! “


“Kecemburuan sosial buat kamu seperti ini, kamu itu persis seperti Bela yang selalu cemburu padaku “


“Aku bukan dia ya ! “


“Sudahlah aku malas berdebat dengan kamu Naomi, besok buktikan saja kemampuan kamu ya di arena “


Ica mendekati Kak Damar dan mencium bibir Kak Damar dengan brutal, ia tak takut jika ada yang melihatnya, ia ingin membuktikan bahwa Kak Damar adalah miliknya.


Naomi benar-benar kesal dan segera pergi.


“Ca aku “


Ica pergi ke kamarnya tadinya ia ingin mengatakan bahwa ia juga ingin makan malam bersama tapi yang Ica lihat adalah pemandangan yang membuat hatinya terluka.


Seharusnya ia tidak keluar tadi dan cukup SMS Kak Damar saja.


Kak Damar tak ingin memanggil Ica karna ia yakin Ica pasti membencinya tapi sungguh ia sama sekali tak menginginkan ini.

__ADS_1



__ADS_2