BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Empat puluh tujuh


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍



🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Jika skenario hidup bisa dibaca


Akan kuhapus bagian yang tidak aku inginkan.


Kecelakaan itu begitu cepat terjadi.


Ica luka-luka dan Nenek Ica juga terluka meski tidak parah, lagi dan lagi penyebabnya adalah orang teledor yang menggunakan sepeda motor.


Ica dan Nenek diserempet oleh pengendara bermotor yang ugal-ugalan, setelah diinvestigasi ternyata orang itu mabuk.


Padahal tidak ada firasat sama sekali saat itu, bahkan pulang dari Kantor, semuanya merasa senang dan bahagia.


Ingatan Ica masih tentang Mama dan Dev yang menikmati makan malam.


Tapi sekarang ia malah terbaring diranjang rumah sakit.


Dengan perlahan Ica berusaha bangun.


Dev yang tidur disampingnya terbangun saat merasakan pergerakan Ica.


“Ca... Kamu sudah bangun ? “


“Iya Kak, sakit banget”


“Pelan-pelan Ca”


“Kok bisa sih sampai segini parahnya Kak, Nenek bagaimana Kak ? “


“Sama tapi nggak parah kok Ca”


“Aku mau lihat Nenek Kak”ucap Ica ingin bangun dari ranjangnya.


“Nanti dulu Ca, tunggu kamu pulih dulu”ujar Dev.


Pintu ruangan Ica terbuka dan ada Papa Ica datang menghampiri Ica.


“Ica... Bagaimana keadaan kamu”tanya Papa Ica.


“Baik Pa hanya luka sedikit kok”


“Papa khawatir sekali sama kamu”


“Iya makasih Pa”ujar Ica


Wajah Dev mulai menunjukkan rasa tidak suka pada Papanya.


Ya Dev sangat membenci wajah ini, wajah yang membuatnya frustasi dan kehilangan arah hidup.


Dia bisa muncul dengan mudah dihadapan Dev tanpa rasa bersalah.


“Aku mau urus administrasi dulu ya Ca”


“Baiklah Kak”


Papa Dev hanya melihat kepergian Dev tanpa mampu mengucap sepatah katapun, ia tahu Dev pasti sangat membencinya .


“Lohh Dev, kok kamu keluar ? “tanya Mama Dev yang baru saja datang dari kamar Nenek Dev.


“Aku malas, ada Sam didalam”


“Dev, kamu jangan bicara seperti itu, bagaimanapun dia adalah Papa kamu”ujar Mamanya.


“Heee... Papa aku ? “ujar Dev dengan nada mengolok.


Oliv tak mampu membalas ejekan Dev, karna ia tahu jika membesarkan masalah ini, dia akan kehilangan Dev.


Sudah cukup Sam yang meninggalkan dia , jangan Dev lagi.

__ADS_1


“Maafkan Mama Dev” batin Oliv.


Dev berjalan menyusuri lorong rumah sakit, sesekali ia menghela nafas panjang.


Ia berusaha menghapus ingatan tentang Papanya.


Dev masih ingat berapa ia dimanja oleh Papanya.


Mainan mahal, tas mahal, sepatu bermerk bahkan liburan keluar negeri yang mungkin anak seusianya belum pernah rasakan sudah ia rasakan.


Tapi sekarang semuanya tinggal kenangan, bahkan ia pernah bermimpi bahwa ia dan Papanya tertawa hingga rambut mereka memutih.


Mimpi itulah yang sulit dihapus Dev dari ingatannya hingga ia terkadang benci dengan angannya itu.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Oliv mematung didepan kamar, dadanya berdegup kencang.


“Tak apalah aku masuk karna ini keadaan darurat “batinnya.


Oliv melihat Sam dengan pandangan yang tidak tega.


Mata Sam sembab dan ia dengan jelas bisa melihat kerut halus diujung mata Sam.


Oliv mendekati Sam dan Ica dengan dada yang masih nge dj.


“Hai Sam, sudah dari tadi ? “sapanya.


“Belum kok, kamu dari mana ? “Aku dari kamar Mama, di sebelah “jawab Oliv dengan kikuk sejujurnya dia salah tingkah.


“Apa aku boleh jenguk Mama ? “tanya Sam.


Oliv terdiam sejenak”jika tidak aku izinkan pasti aku dikira benci sama dia dan Mama juga tak pernah benci dengan Sam.


“Bagaimana Oliv , apa bisa aku melihat Mama ? “ulang Sam.


“Iyaaa bisa kok Sam”


“Bisa antar aku kesana ? “tanya Sam pada Oliv.


“Oke, Ca apa kamu nggak apa Mama tinggal sebentar keruangan nenek ? “tanya Mama Ica.


“Baiklah Ica Papa mau lihat Nenek dulu ya”


“Oke Pak, makasih ya”


“Iya sama-sama nanti Papa akan sering berkunjung “


“Baiklah Pa”


Sam melihat mantan mertuanya merasa tidak tega.


“Ya Tuhan seharusnya aku yang ada disini tapi aku malah berbuat bodoh, aku punya mertua yang begitu baik tapi aku adalah manusia yang pantas dihukum”batin Sam.


“Ma... “panggil Sam


“Eh Sam, kamu datang ya ayo duduk disini “ Nenek Ica mempersilahkan Sam duduk.


“Makasih Ma, Ma lekas sembuh ya, Sam hanya bisa menjenguk Mama”ujar Sam dengan muka tertunduk.


“Iya Sam, kamu datang Mama sudah bersyukur, walaupun kamu dan Oliv sudah berpisah tapi kamu tetap peduli dengan keluarga ini “


“Iya Ma... Mama memang baik dan pemaaf”


“Sam, semua orang punya jalan hidup masing-masing dan Mama tidak berhak menghakimi setiap pilihan orang lain”tutur Nenek Ica.


“Makasih Ma”


“Makasih terus dari tadi”Nenek Ica tertawa kecil.


Setelah berkunjung Sam duduk di kursi yang ada di taman rumah sakit.


Sam menghela nafas panjang sambil melihat ponselnya.


Sebelumnya ia sudah izin pada Ranti bahwa ia akan menjenguk Ica dan mantan mertuanya karna situasi sedang seperti ini jadi Ranti mengizinkannya.


Tetapi setiap beberapa menit Ranti selalu mengirimi Sam pesan whatsapp.

__ADS_1


💬


Cepatlah pulang...


Singkat, jelas, padat


Sam terkadang menyesali perbuatannya karna cinta yang sesaat itu, namun semuanya telah terjadi, Oliv tak bisa lagi menerima semua ini, untung saja Oliv masih mengizinkan ia bertemu dengan Ica, hal itu sudah cukup membuat Sam bahagia.


Dialah yang telah menghancurkan keluarga kecilnya dan dia pantas mendapat ini semua.


Ranti tidak seperti Oliv, yang mandiri, tegas dan bisa mengerjakan semuanya sendiri, Ranti adalah sosok yang manja dan selalu minta perhatian dari Sam, mungkin juga karna faktor usia Ranti yang masih muda .


Rumah Sam


“Bagaimana keadaan Ica mas ? “tanya Ranti


“Iya dia sudah baikan kok hanya saja Oliv sudah usut kasusnya dan katany orang itu tidak mabuk”


“Kok bisa sih, berarti orang itu sengaja ? “


“Iya dan motifnya belum diketahui karna kadar alkohol yang ia minum itu belum bisa dibilang membuat dia mabuk “


“Ya ampun, Ica harus lebih hati-hati dong “


“Ya begitulah Ran, aku mau istirahat dulu “


“Oke”


Ranti tersenyum penuh misteri.


⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️


💬Nesa


Ca


Kamu kapan masuk sekolah


Semuanya kangen kamu


📩


Sabar ya Nes


Aku sudah mendingan kok


💬Nesa


Oke


Setelah pulang sekolah kita kesana ya.


📩


Oke


Makasih 😌😌😌


Karna Mama Ica dibutuhkan di kantor jadi ia menyewa perawat untuk merawat Ica dan Mamanya.


Begitu juga dengan Dev, namun jika hal yang memang tak bisa di tinggalkan, jika masih bisa maka ia akan menyuruh asistennya saja.


Dev sangat setia mengurus Ica, malam harinya ia menginap disana dan untuk Nenek Ica, Mamanya yang menginap disana.


Ica sering merasa bosan dirumah sakit,untung saja Nesa dan gengnya sering menelepon jadi bisa mengurangi rasa bosannya selama dirawat disana.


Seminggu kemudian akhirnya Ica dinyatakan sembuh.


Ica senang bisa cepat pulang dari rumah sakit namun kesenangan Ica hanya sebentar.


Dengan kondisi Ica yang belum sempurna sekali ia belum bisa ikut latihan pencak silat dulu karna pencak silat membutuhkan fisik yang benar-benar sehat dan bagus.


“Nggak adil “ucap Ica saat ia menatap langit-langit kamarnya yang berbentuk awan ungu itu.


“Emang aku dikehidupan dulu itu punya salah apa ya, hingga untuk menjalankan hoby ku aku harus mengalami hal seperti ini, sungguh sakit rasanya”


Ica memejamkan matanya dan tak terasa ia meneteskan air mata, sambil menggenggam erat formulir turnamen seni yang akan ia ikuti bulan depan.

__ADS_1



__ADS_2