BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Duapuluh dua


__ADS_3

🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


“Lohhh... Semua sudah pulang, Ica mana ya ? “


“Permisi”


“Iya.... “


Gadis itu terpukau oleh Aris, dia bahkan lupa pacarnya yang ada disampingnya.


“Ada yang kenal sama Ica kelas 11Ips”


“Ya... Aku tahu Kak, ada apa ? “


“Aku belum lihat dia keluar dari kelas, padahal sudah mau sepi”


“Coba Kakak masuk aja”


“Emang boleh ya ? “


“Boleh kok”


“Makasi ya”


“Iya Kak... Sama-sama”


“Wee... Jaga mata jaga hati” Ujar pacarnya.


“Diam kamu, kapan lagi aku bisa lihat Dewa”


“Dewa otakmu rusak ya”


“Terserah.... “


Aris melihat kedalam kelas Ica, namun kelasnya sudah lengang.


“yoh... Dia pulang diam-diam ya”batin Aris.


“Aku kan sudah bilang kalau kau yang jemput dah dia juga balas chat aku”


“Apa aku tanya guru aja ya”


Aris bersebrangan dengan seorang anak yang memakai pakaian pencak silat.


“Ehhh... Kamu “


Anak itu berbalik dan menghampiri Aris.


“Saya Om ? “


Om..... Aku dipanggil Om...


😢😢😢


“Iya.... Kamu.... Kamu kenal Ica nggak ? “


“Ica... Dia lagi latihan pencak silat”


“Owwhhh... Owwwhhh owww.... Jadi dia sengaja ya”


“Oke... Akan aku balas nanti”


“Ehh... Tunggu dulu”


“Ah.... Eh.... Ah.... Ehhhh..... Kamu pikir aku nggak punya nama !!! “


“Yaa... Aku kan belum selesai ngomong “


“Ikut aja kalau mau ketemu sama Ica”


Aris mengikuti bocah somplak itu, ada ya cowok judes kayak gitu.


Ica terlihat sedang fokus latihan.


“Wahhhh keren sekali dia”batin Aris.


Aris kemudian duduk di bangku penonton.


“Ahhaaa sekarang waktunya”


Aris menggosok kedua tangannya dan bersiap akan menganggu Ica.


“Baby... Aku disini”


“SEMANGAT !!! “


Semua yang ada disana menoleh termasuk Jessi yang mulai ikut saat Damar latihan pencak silat.


“Ica sudah punya pacar ya”ucap Damar pada Jessi.


“Aku nggak tahu ya, bukan urusan aku”ucap Jessi.


“I love you Ica Montana”


“Ica.... Wahh... Aku patah hati ni”ucap Pelatih Ica yaitu Hendry.


“Ngawur”

__ADS_1


“Aku serius nihhh hehehe”


“Jangan bercanda”


Namun Ica belum membuka identitas keluarganya.


Ica kemudian tersenyum kearah Aris namun senyumnya siap untuk membunuh.


🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏


“Kau.... Apa yang kau mau”


Ucap Ica saat istirahat


“Kau kenapa menghilang di kelas, kamu sengaja kan”


“Mana ada, aku juga lupa ada jadwal latihan”


“Kamu bohong, bajumu ajaa wangi, pasti kamu baru bawa tadi, kamu kan diskor, mana mungkin bajumu duluan disini”


“Eeeitsss diamlah Aris”


“Kalau kau bertingkah lagi, dengan membuat Pangeran berkuda ini menunggu, kau akan aku usulin”


“Cukup Aris, kau ini kenapa sih nggak dirumah aja”


“Bosan “


“Kamu kan bisa pergi main, kemana kek gitu”


“Malas”


“Kalau kau mau ikutin aku, kamu nggak perlu ngaku-ngaku jadi pacar aku”


“Aku sengaja, supaya nggak ada yang naksir aku”


“Idih hhhh.... Ngerasa ganteng ya, rupa kayak kodok batu gitu”


“Kamu aja yang nggak tahu pria tampan”


“Uekkkk.... Uekkkk “


Ica tertawa dan Jessi merasa sangat Iri dengan Ica, betapa tampan cowok yang bersama Ica saat ini , padahal Aris adalah sepupu Ica.


“Kamu masih lama ? “


“Lagi bentar aku pulang, tunggu ya”


“Iya”


“Cowokmu keren juga Ca”


Saat pulang latihan Ica dan Aris mampir ke sebuah stand minuman untuk membeli boba.


“Kamu mau rasa apa ? “


“Matcha”


“Ngga mau rasa lain gitu ? “


“Nggak”


“Okelah”


“Duduk aja dulu “


“Aris... gara-gara jalan sama kamu, ngga ada yang godain aku”


“Biarin !!! “


“Dasar”


“Kalau kamu lagi jalan sama aku ya tandanya kamu milik aku lah”


“Kok bisa kayak gitu konsepnya “


“Bisalah kan aku yang bikin”


“Mas ini minumannya”


“Makasih Mba, Mba untuk makanannya ada apa aja”


“Kita ada pancake, kentang goreng dan roti bakar”


“Kamu mau apa Ca ? “


“Pancake aja”


“Baiklah, pancake nya dua ya”


“Iya Mas”


“Eh... Ca berarti tiap habis latihan, kamu mandi gitu ? “


“Iya”


“Kamu nggak takut ? “

__ADS_1


“Temanku kan banyak, lagipula apa yang harus aku takutin “


“Hantu”


“Ngga ada yang kayak gitu , lagipula SMA SEMESTA kan dibangun di lahan kosong, kamu mau berharap SMA nenekku itu kayak difilm-film”


“Hehehe”


“Kebanyakan nonton film horror kamu Ris”


“Aku kan nanya doang”


“Habisnya kamu lucu, seakan nggak tahu SMA SEMESTA”


“Terus ngga ada yang ngintip gitu ? “


“otakmu itu benar-benar ya isinya sampah semua”


“Aku diam deh”


“Baguslah”


Rumah Samuel


“Sialan !!! Dia masih kirim uang yang banyak ke anak-anak itu, sedangkan buat aku dia selalu perhitungan, lihat saja akan kubuat anak-anak itu menanggung malu terutama kamu Ica”


“Sam tidak mencintaiku seperti awal aku bertemu dengannya dan aku tak akan membiarkan hal itu terjadi”


Ranti bernostalgia saat ia pertama menjadi murid lukis Sam.


Sam yang tampan dan memiliki tubuh yang bagus membuat Ranti tertarik padanya padahal Ranti tahu jika Sam sudah punya istri dan anak yang seumuran dengan dia dan adiknya.


Namun karna dibutakan oleh cinta, ia terus mendekati Sam.


Ranti juga adalah wanita yang memenuhi standar kecantikan wanita, kulitnya kuning langsat dengan manik mata yang berwarna coklat muda.


Siapapun akan tertarik, meskipun pada awalnya Sam selalu menolaknya.


Sebenarnya Oliv mengetahui perubahan yang ada pada Sam tapi demi menjaga dia tetap diam dan seolah tak terjadi apapun.


Seperti yang sering dikatakan orang membuang berlian demi serpihan kaca, itulah yang didapat Sam, ia sadar ketika ia sudah jauh berbuat.


Pengaman yang biasa ia pakai ternyata selalu dilubangi oleh Ranti dan entah berapa kali ia lakukan.


Ya Ranti hamil dan Sam sangat terkejut dengan hal itu.


Ia tak percaya kalau Ranti melakukan hal tersebut padahal perjanjian awalnya tidak begitu.


“Aku tak mau hanya jadi pemuas nafsumu, aku juga ingin jadi bagian hidupmu “


“Tapi kamu sabar dulu ya Ranti, aku akan bicarakan sama Oliv dulu”


Pertengkaran akhirnya pecah dan selama itu Oliv menjadi uring-uringan dia menghabiskan waktunya di bar satu ke bar lainnya dan akhirnya dia mulai tidur dengan kolega-koleganya, hatinya terlalu hancur , rumah tangga yang ia jaga dengan sepenuh hati kini tinggal puing yang tak bisa dipungut kembali.


Hingga tiba waktunya Oliv menggugat cerai Sam.


Dengan berat hati Sam menyetujuinya karna terus didesak oleh Ranti.


“Maafkan aku Liv”


Itulah kalimat terakhir yang ia dengar dari Sam.


Namun semuanya sudah tidak berarti lagi.


Dev dan Ica yang sudah tahu tentang itu semua hanya bisa pasrah melihat orang tua mereka berpisah, Dev dan Ica tak berhenti menangis saat Papa mereka meninggalkan rumah yang memiliki banyak kenangan didalamnya.


Lama kelamaan tangis Dev menjadi kebencian yang membara dihati Dev, lukanya benar-benar dalam.


Hingga kini Dev tak mau bertegur sapa dengan Papanya lagi.


“Eh kalian sudah pulang, ayo makan dulu “Ujar Nenek Ica


“Iya Nek”


Setelah mencuci tangan keluarga itu makan malam bersama.


“Nenek buat ayam taliwang, kamu pasti suka Aris”


“Makasih Nek”


“Makasih buat apa ? “


“Iya kayak orang lain aja si Aris”ujar Mama Ica.


Hari ini tidak ada kesibukan jadinya semua berkumpul tepat waktu saat makan malam.


Malam itu suasana kembali hangat setelah Dev dan Mamanya bertengkar ditambah kedatangan Aris kesana.


“Maaa.... “


“Ada apa Oliv”


“Bolehkah Marcel berkunjung kesini ? “


“Boleh”


“Makasih Ma”

__ADS_1


“Mama nggak akan larang kamu Liv”


__ADS_2