
Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...
Dukunganmu sangat berarti .
😍😍😍
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
Setelah pulang dari kantor Kakaknya ,Ica memilih untuk jalan-jalan disekitar komplek rumahnya.
Ica ingin bermain ketaman belakang yang ada lapangan basketnya.
“Kapan ya terakhir kali aku kesana “ Ica bergumam sendiri.
“Hari ini sungguh ramai, apa hanya aku yang tumben kesini “ujar Ica lagi.
Disana banyak pedagang kaki lima dengan berbagai variannya dari dagang, cilok, gorengan, es kelapa muda, batagor hingga dagang casing hape.
“Aku tinggal didaerah sini tapi nggak update” Ujar Ica kemudian duduk untuk menonton basket.
Ica duduk kurang lebih setengah jam dan ditangannya ada berbagai varian jajanan yang tadi ia beli sambil berjalan.
Saat Ica fokus dengan jajanannya ,matanya menyorot ketempat yang agak jauh dari lapangan.
Disana ada lahan yang langsung tembus ke tanah kosong yang masih memiliki rumput yang luas.
Setahu Ica jarang ada yang lewat sana.
“Apa aku salah lihat ya, tapi aku yakin itu dia”
Ica mulai beranjak dari tempat duduknya dan menuju tanya kosong itu.
Disana ada beberapa orang yang sedang pacaran dan tidak ada dagang disekitar sana.
Ica terus mengikuti sosok yang ia kenal itu.
Perlahan namun pasti Ica berjalan sambil berjinjit.
Dibalik semak Ica melihat Dio dengan jelas.
Penampilannya beda saat ia ada disekolah, apa benar ini Dio.
Ica sangat penasaran tapi ia tidak sadar bahwa lapangan itu mirip bukit dan Ica tak melihat kakinya lolos .
Pada akhirnya ia menggelinding seperti bola.
Orang-orang yang sedang pacaran sangat terkejut karna suara debuman yang keras dan tiba-tiba itu.
Hal itu membuat semua orang menoleh termasuk cowok yang sedang Ica intai.
Cowok itu mengenali Ica dan ia kemudian kabur.
Ica merasa kakinya sangat sakit dan berusaha bangkit dibantu oleh beberapa orang yang ada disana.
“Ya ampun sepertinya dia kabur”batin Ica yang masih penasaran.
🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢
Ica si paling penasaran kemudian kembali ke rumah.
Ia mengobati lukanya dengan air hangat dan betadine.
“Mungkin hanya mirip, jika cowok itu benar-benar dia pasti dia bantu aku, tapi bisa juga tidak, karna aku sering jahat sama dia“batin Ica.
Ica berperang dengan perasaannya sendiri kemudian tertidur karna lelah.
Disekolah
Ica baru saja mengagumi sekolahnya dengan berkata.
“Pagi ini cuaca sangat cerah dan matahari bersinar hangat serta burung-burung bernyanyi riang gembira”tapi nampaknya ia menarik semua kata-katanya saat mendengar ribut-ribut dari gedung lantai dua.
“Ada yang mau bunuh diri ! “
“ Ada yang mau bunuh diri ! “
Please, ini bukan genre horor
Ica segera berlari dan menuju lantai dua.
Ica melihat Bela sedang ada di atas gedung.
“Gila ! ! ! Dia seberani itu”batin Ica.
Semua guru mulai berdatangan untuk menenangkan Bela yang sedang menangis, ia duduk dipinggiran gedung.
Membuat beberapa siswa dan siswi berteriak karna ketakutan.
“kamu bisa nggak sih jangan bikin masalah disekolah nenek aku”batin Ica.
“Carper banget dia “batin Ica lagi.
Setelah wara wiri akhirnya Bela diantar pulang dan hari itu hanya Bela yang jadi bahan perbincangan disekolah dari pagi hingga sampai saat pulang sekolah.
“Pansos banget sih Bela itu”ujar Jessi.
“Iya kayak sengaja gitu ya, aku mah nggak yakin dia bakal berani sampai bunuh diri”
“Bener tuh”
Ica hanya mendengar obrolan Jessi dan fokus pada bukunya.
“Ca, kamu sudah selesai aku bantu kumpulin ya”ujar Dio dan membuat Ica merasa kesal karna disapa olehnya.
__ADS_1
“Ya”jawab Ica datar.
Dio segera mengumpulkan tugas Ica.
Saat akan pulang sekolah Dio memanggil Ica.
“Ca”
“Ada apa Dio , aku ada hutang kah sama kamu ? “
“Nggak ada kok, aku hanya ngingetin nanti sore jadwal kita bersih-bersih apotek hidup “
“Astaga, hampir aja aku lupa”batin Ica.
“Oke, aku ingat kok tanpa harus kamu kasih tahu”ucap Ica, padahal jelas-jelas dia lupa.
“Baiklah”ucap Dio kemudian ia berjalan untuk pulang.
“Aku nggak yakin, apa aku ini seorang murid, jadwal aku banyak sekali, kayak anak presiden “ucap Ica.
Di mobil
“Mba Ica kok cemberut ? “tanya Sopir Ica.
“Ya, aku malas aja harus bersih-bersih nanti sore Pak”ujar Ica.
“Lahh kok malas, kan nggak disuruh bajak sawah,menanam pohon bakau terus bantu Song gokong nyari kitab suci”
Ica tertawa mendengar kalimat akhir dari sopirnya.
“Aku sih lebih baik bantu Song gokong Pak daripada harus berdua sama si cupu itu”
“Cupu siapa Mba ? “
“Ya si cupu Dio Pak”ucap Ica sambil menunjuk Dio yang baru saja keluar dari sekolah dengan sepeda gunungnya.
“Nggak cupu-cupu amat sih menurut saya Mba”
“Sebaiknya Bapak periksa mata saja Pak”
“Mata saya baik kok Mba”
“Terserah Bapak aja deh”
Sopir Ica hanya tersenyum saat melihat Ica mulai aktif berbicara lagi, semenjak Ica mengalami kecelakaan ia agak pendiam dan malas berbicara dengan siapapun dan hari ini Ica berbicara dengannya, ia sangat bersyukur sekali, bagi dirinya Ica sudah seperti anaknya sendiri, Ica sering berkeluh kesah dengannya saat ia pulang sekolah, akan banyak cerita yang ia dengar dari si tomboy Ica ini, bukan saat pulang dari sekolah saja Ica bercerita padanya, namun saat pulang dari manapun dan mungkin setengah rahasia Dev hanya sopir Ica yang tahu.
Mobil Ica melaju meninggalkan sekolah dan Ica fokus pada hapenya.
Ia melihat postingan Bela yang selalu saja alay.
“Dasar kenapa sih ia selalu caper kayak gitu, apa ia kurang perhatian dari keluarganya, aku saja yang ortunya pisah biasa aja”ucap Ica.
Dulu ortu Ica sempat bertahan karna alasan nama baik tapi setelah lama dan Papa Ica sampai punya anak, Mama Ica sudah tak peduli apa itu nama baik, hatinya sudah terlalu lama menahan semua sakit hati itu tidak ada perempuan yang sanggup diperlakukan seperti itu.
Keluarga bahagia yang Mama Ica harapkan kini hanya puing belaka, memang Mama Ica sering keluar dengan pria yang berbeda namun dilubuk hatinya yang terdalam, ia masih mencintai Papa Ica dan itu tak bisa diganggu gugat.
Cinta Mama Ica memudar, ya itu hanya sebatas perkataan saja agar ia bisa melupakan kisah rumah tangganya yang kandas.
🧩🧩🧩🧩🧩🧩🧩🧩🧩🧩
“Ica”
Ica sempat kaget saat Neneknya memanggil dia.
“Watashi kaget Nek”ucap Ica
(Watashi “saya dalam bahasa Jepang).
“Watashi watashi nanti Nenek lawan kamu bahasa Jepang, kamu malah kalah, eh bagaimana si Bela itu ? “
“Ohhh Bela, jangan bahas dia lagi deh Nek, aku kesal sekali sama dia, dia itu membuang waktu belajar saja, gara-gara dia jadi jam pertama kosong , sok artis dia”
Ica terus berjalan menuju ruang keluarga sambil meneguk air minum yang ada dimeja.
“Iya Nenek yang dikasih berita saja kaget Ca”
“Jangan kaget gitu Nek, dia itu ratu drama episode 2000 unlimited, mana berani dia bunuh diri”
“Ca Nenek berharap kamu jaga sikap juga ya”
“Maksud Nenek”
“Iya bagaimanapun kamu pewaris keluarga Montana”
“Kalau itu aku sudah tahu, emang Nenek yakin perusahaan nggak bakal bangkrut saat aku sudah dewasa”ucap Ica dengan entengnya.
“Hehh, kamu bicara seenak perut ya, bagaimana bisa kamu ngata-ngatain perusahaan sendiri Ica”Nenek Ica mengelus dadanya.
“Kan itu hanya omongan yang dibuang Nek, biar Nenek nggak tenang”
“Iya omongan yang dibuang tapi kamu tahu kan setiap perkataan adalah doa, atau kamu yang mau Nenek buang Mmm sita ATM ahhh”ucap Nenek sambil tersenyum melihat tas Ica.
“Ehhh maaf Nek, aku hanya bercanda kok, maaf ya Nek”
“Jangan bercanda yang berlebihan “
“Iya... Maaf maaf”
“Btw nih undangan “melempar sebuah amplop.
“Nek kayaknya hidup aku terlalu sibuk ya”
Ica meraih undangan yang ber amplop merah maroon itu.
__ADS_1
“Ica membaca kop surat”
Happy birthday Alvian
“Alvian ? “
“Alvian yang mana sih ini “Ica melihat gambar terakhir.
“Alvian pacarnya Nesa ! “
“Kapan dikasih Nek ? “
“Tadi”
Ica berfikir, kenapa nggak langsung di kasih disekolah atau di tempat latihan silat aja sih.
Namun Ica tahu bahwa jika ada undangan yang sampai dirumahnya, berarti jelas jika Alvian bukan orang biasa.
Ica semakin bingung dengan status teman-temannya kesimpulannya banyak teman Ica yang tajir tapi belum terlihat oleh orang pajak, eh maksudnya oleh Ica.
Ica tidak pernah terlalu kepo dengan kehidupan Nesa maupun Alvian tapi kali ini Ica akan tahu.
Ica membuka WA nya dan chat Nesa.
💬 🍒
Nes
Aku dapat undangan dari Alvian
📩🥭
Lahh, bagus dong artinya aku ada teman nanti.
💬🍒
Bukan gitu maksud aku Nes
📩🥭
Terus maksud kamu apa Ca ?
💬🍒
Alvian anak orkay (orang kaya)
📩🥭
Mungkin aja sih, aku pribadi nggak terlalu nanyak soal itu ke dia, ya aku tahunya pacaran aja deh.
💬🍒
Emang kamu nggak pernah ke rumah dia
📩🥭
Ya kali aku kerumah dia
Aku belum mau Ca
Aku tidak seserius yang kamu harapkan 😒
💬🍒
“Bukan gitu maksud aku Nesa
😠😠😠
Tapi ya kalau undangan sampai masuk kerumah Montana berarti ia orang terpandang.
📩🥭
Iya deh si paling montana
Btw kalau gitu kita beli baju yuk yang kembaran
Kuy
Kuy
Kuy
💬🍒
Nggak
Baju kamu pasti terbuka kayak jalan tol
📩🥭
Nggak kok
Kamu tenang aja
😘
💬🍒
Okey nanti aku pikirkan ya Nes
📩🥭
Okey baby
__ADS_1