BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Dua puluh tiga


__ADS_3

🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


đź’¬


*Marcel*


“Mama setuju Marcel


đź“©


Oke....


Oliv memegangi hapenya sambil berputar karna ia merasa di dukung oleh Mamanya.


Sementara itu Emma Montana ia menangis di sudut kamarnya.


“Apa kau tak takut disakiti lagi Liv, Mama khawatir sekali tapi saat melihat wajahmu berbinar Mama tak tega mengutarakan isi hati Mama, banyak hal yang kamu lalui, yang mungkin tak semua kamu ceritakan pada Mama”


“Aris... Kamu jangan datang lagi kesekolah aku”


“Selama aku disini aku akan antar jemput kamu”


“Aku nggak mau”


“Kenapa, aku tampan looh”


“Bukan masalah itu, nanti ada yang salah paham”


“Wahh pasti kamu ada gebetan ya”


“Ngga ada kok”


“Terus kenapa kamu takut aku ngaku pacar kamu”


“Aku hanya nggak mau, itu saja”


“Iya deh... Aku nggak akan Ngaku-ngaku lagi”


“Bagus “


“Hoooammm.... Aku mau tidur dulu ya”


“Oke... Aku juga mau balik kekamar “


“Love you Ca”


“Nih makan love you”


Ucap Ica sambil memberikan jari tengah pada Aris.


“Ca... Kamu sudah selesai “


“Iya... “berlari dari dalam rumah sambil membawa buku.


“Ma... Nenek....Aku berangkat “


“Hati-hati Ca”


“Oke”


🥭🥭🥭🥭🥭🥭🥭🥭🥭🥭🥭🥭🥭🥭🥭🥭


“Makasih tumpangannya Ris”


“Oke”sambil mengedipkan matanya.


(Semua cewek yang ada disekitar sana menjerit)


Kadang yang dikatakan Aris itu benar dengan ia mengaku jadi pacar Ica, Ica jadi terhindar dari ledakan kegatalan siswi-siswi di SMA itu, ia ingat saat Dev menjemputnya dulu.


Semua cewek-cewek yang ada di SMA SEMESTA dari yang belum cukup umur, guru yang masih single,hingga tukang sapu langsung minta nomor hape Dev, jadi agar tidak ribet Ica bilang kalau Dev sudah tunangan, simpel kan.


“Hehh....!!!


Ica menoleh dan Aris yang nongkrong di gerai es krim didepan jadi ikutan melihat.


“Sini kamu ! ! ! “


“Heh... Apaan sih !!! “


“Aku lihat Damar itu sering chat kamu ya”


“Ya ampun Jessi, Kak Damar itu hanya tanya seputar klub aja, kok kamu gitu sih”


“Bohong !!! “


“Kalau kamu nggak percaya ya udah !!! Aku nggak ada waktu”


“Gimana aku mau percaya !!!? “


“Aku harus apa ? “


“Keluar dari klub”


“Apa.... Disana kan banyak cewek juga, kenapa kamu labrak aku ? “


“Karna hanya kamu yang selalu dichat sama dia”


“Aku itu akan gantiin Kak Damar nanti setelah dia tamat, wajar dia ngajarin aku Jessi, aku juga nggak ada apa-apa kok sama Kak Damar “


“Pegang ya omonganmu, awas aja”


“Ya ampunn !!! “


“Kalian lihat apa !!! “


Ica membentak rombongan siswa-siswi yang melihat keributan antara dia dan Jessi.

__ADS_1


“Aku benar-benar kesal pagi ini”


Aris masih diam digerai itu hingga punggung Ica menghilang dari balik gerbang sekolah.


đź’¬*Dev*


Aku tahu orangnya Dev


Dan pas sekali


Dia yang ajak kamu chating itu, tapi dia malah memusuhi adikmu.


đź“©


Biarkan saja dulu Ris


Ica sekarang nggak bisa kasar sama dia, karna berbahaya untuk beasiswanya.


đź’¬*Dev*


Iya


Aku bantu awasi selama aku disini.


Aris akhirnya kembali pulang saat dirasa Ica sudah baik-baik saja.


“Ca... “


“Aduh kok dia datang sihh !!! “


“Nanti kamu latihan”


“Iya”


“Oiya....


“Aku duluan Kak”


“Ehh.... Ca... Aku belum selesai ngomong”


“Ica kenapa sih”batin Kak Damar.


“Aku sudah baik ya sama kamu !!! “


Menarik Ica ke toilet “ Belum sejam aku ngomong sama kamu !!! “


“Kak Damar yang ngomong sama aku duluan “


“Kamu sudah punya pacar tapi masih aja genit !!!


“Jess... Aku nggak mau ya ribut lagi, aku nggak mau terlibat masalah sama kamu !!!, aku cukup sabar sama kamu tapi kalau kamu maksa!!!


Ica memelintir tangan Jessi.


“Dengar ya Jessi jika kau tak ingin memberikan izin untuk Kak Damar bicara dengan siapapun, maka suruh dia diam dirumah, jangan kesekolah lagi pula buat apa aku naksir sama Kak Damar, jika aku mau makan aku bisa dapat dia dengan mudah !!! “


“Aku akan lepasin jika kau berhenti menganggap aku mendekati dia !!! “


“ Arghh hhhh sakit sekali Ica !!! “


Ica melepas tangan Jessi


“Jika kau ingin bersaing, bersainglah yang bersih”


Jessi menghentakkan kedua kakinya dan memegang tangannya yang sakit karna dipelintir oleh Ica, apalagi Ica anak silat, sudah jelas tangannya bukan tangan cewek pada umumnya.


“Apa yang aku lakukan ? Seharusnya aku bisa mengendalikan diri “batin Ica.


Saat keluar dari toilet, Ica berpapasan dengan Nesa.


“Loohhh Ca... Kamu pagi-pagi dah ke toilet”


“Iya... Tadi aku buru-buru kesekolah soalnya diantar Aris”


“Aris pacar kamu ? “


“Sssttt... Aris itu sepupu aku tapi kamu jangan bilang ke yang lain ya”


“Sippp”


“Tapi kenapa harus bohong Ca”


“Aris nggak mau kayak Dev, kamu ingat nggak, waktu dia pernah anter aku ke sekolah “


“Ya... Aku sangat ingat”


“Semua sok akrab sama aku hanya buat minta nomor hape dia”


“Itulah, mungkin Dev sudah cerita sama Aris “


“Kalau dia bukan pacar kamu, boleh buat aku ? “


“Kamu sudah move on ? “


“Aku bukan tipe-tipe sad girl Ca”


“Haehhhh... Aku tahu watakmu “


“Kalau saran aku jangan sama Aris, nanti kamu sakit hati”


“Kenapa gitu ? “


“Aku yakin dengan tampangnya yang mirip kodok batu itu aja, banyak yang suka”


“Hihihi... Kok kamu bilang gitu sih, orang Aris keren kok”


“Bagimu, coba aja kamu tahu keseharian dia”

__ADS_1


“Hehehe... Aku nurut aja deh sama kamu”


Di kelas


“Hari ini kita akan mengamati hewan peliharaan jadi berpasangan ya satu kelompok dua orang”


“Baik bu”


“Bu”


“Ya ada apa Nesa”


“Kelompoknya sama siapa ? “


“Teman sebangku aja “


“Apa ??? “


“Ya ampun ??? “


“Kenapa ? “


“Bu... “


“Ada apa Ica ? “


“Tapi saya sama cowok apa nggak bisa diganti ? “


“Maaf Ica... Kamu kan hanya kelompokkan, kenapa harus keberatan ? “


“Baiklah Bu”


“Kutandai kamu Bu”


“Baiklah diskusikan hewan apa yang ingin kalian pelihara ya”


“Selama satu bulan ini lihat perkembangannya ya”


“Baik Bu” ucap seluruh siswa siswi.


“Ini hari terburukku”


“Ca... Kamu mau pelihara apa ? “


“Terserah kamu saja !!! “


“Kelinci mau ? “


“Terserah “


“Besok kita beli ya”


“Kamu sendiri aja “


“Mana bisa Ca, aturannya kita berdua yang beli”


“Terserah “


Saat istirahat siang....


“Srrrruuttttttt...... “


Nesa, Gilang, Alex dan Fabian menatap Ica.


Saat Ica melihatnya, mereka pura-pura menatap makanan dan minuman masing-masing.


“Apaan... Puas kan kalian ? “


“Nggak kok Ca”


“Aku tahu dalam hati kalian ngolok aku kan ! “


“Nggak kok Ca, pikiran aku ngga ada kayak gitu “ucap Alex takut.


“Kenapa nasibku soal sekali”


“Ca.... Aku dengar kau dilabrak Jessi”tanya Gilang.


“Kamu tahu dari mana ? “


“cerita kayak gitu cepat menyebar Ca, mirip jamur “


“Hahh.... Aku juga heran sama Jessi, kenapa dia cemburu buta padaku, tapi aku tahu kok dia memang suka cari masalah sama aku”


“Terus kamu nggak lawan dia”


“Aku lemah saat ini Nes, karna aku baru selesai di skor, aku nggak mau cari masalah dulu”


“Iya juga sih, bahaya buat kamu”


“Kamu kira walaupun aku cucu yang punya sekolah, aku bebas peraturan gitu ? “


“Aku takut beasiswaku dicabut, Nenekku memang jarang marah tapi soal pendidikan dia sangat keras”


“Kamu sabar aja dulu”


Saat Ica dan Nesa akan balik ke kelas ia lewat jalan memutar dibelakang gudang dan ia mendengar suara.


“Ihhh... Jangan sentuh aku”


“Kemarin pas di cafe kamu nggak kayak gitu”


“Aku mohon jangan sebar video aku”


“Nggak mau, makanya bayar dulu 5000k”


“Aku nggak punya uang sebanyak itu”

__ADS_1


__ADS_2