
Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...
Dukunganmu sangat berarti .
😍😍😍😍
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
Damar tak melepas pandangannya pada Ica yang secara terang-terangan memperhatikan otot-otot yang sedang berpesta ria itu.
“Matamu emang nggk bisa dijaga ya “Damar menyenggol Ica.
“Mau jaga kayak gimana ? Aku juga kan nggak punya pacar “ Sambil menjulurkan lidahnya.
“Awas kamu ya” Mengejar Ica.
“Aisshhh jadian aja kenapa sih ! “ Ujar Alvian jengkel karna melihat kedua orang yang bucin ini tapi nggak niat pacaran.
“Dihh kok kamu yang sewot sih ! “balas Damar.
“Aku yang gemes lihatnya tau nggak sih ! “
“Bagus deh biarin aja Kak Alvian kesal”ujar Ica dengan enteng.
Alvian menceburkan dirinya kedalam kolam dan membuat scene seperti perenang profesional.
“Awokwkwkw dia kira keren banget “ujar Damar meledek Alvian.
“Heh turun loo !!! “balas Alvian yang kesal dengan ucapan Damar yang mencelanya.
“Sabar ... Aku pemanasan duuuuu.... “luuuuuu byurrrrrr !!!
Ica menendang punggung Kak Damar dengan keras hingga ia terjun bebas kedalam kolam.
Semua mata tertuju pada Damar.
“Ica !!! “
Ica terus tertawa dan anehnya Kak Damar tidak membalas melainkan berbisik pada Alvian.
Hal itu berhasil membuat Ica curiga karna mereka sambil menatap Ica.
“Maaf ya Kak”Ica pura-pura menyesal.
“Iya “ucap Kak Damar dengan datar.
“Kamu pakai baju itu Ca ? “
“Ini luarnya aja dalamnya beda”
“Nggak seru sekali “ujar Kak Alvian.
“Biarin yang lain juga pakai kayak gini”Ica tak mau kalah dengan Kak Alvian.
“Turun dong Ca “ujar Kak Damar yang melihat Ica hanya duduk di pinggir kolam setelah pemanasan.
“Sabar “Ica dengan ragu-ragu membuka kemeja panjang yang ia pakai dari tadi.
Kak Damar dan Kak Alvian sempat menganga ,karna memang lekuk tubuh Ica bagus untuk anak cewek yang aktif ikut Pencak Silat.
Benar saja para atlet cowok itu mulai melihat Ica dan itu membuat Damar merasa kesal.
Damar naik untuk menghampiri Ica yang masih sibuk main air di pinggir kolam.
“Kamu nggak ada baju renang lain nggk sih ! “tanya Kak Damar.
“Emang kenapa Kak, ini kan baju renang sekolah “
“Iya aku tahu lain kali beli size yang lebih besar”
“Horny ya”ganggu Ica
“Enak aja nggk mungkin aku horny sama kamu, cuma atlet-atlet cowok itu lihatin kamu aja”
“Bagus dong itu artinya aku emang cantik dan body aku mempesona “
“Iya tapi aku nggak rela mereka lihatin kamu termasuk Alvian”bisik Damar pada Ica.
“Terus aku harus gimana ? “
“Jangan renang”
“Kok gitu”
Kak Damar kemudian mengambil jaket yang ia bawa dan menutup tubuh Ica.
“Tadi ngajak renang sekarang nggak boleh”Ica bingung dengan sikap Kak Damar yang plin plan.
“Kamu boleh renang tapi pakai baju aku”
__ADS_1
“Panas dong “Ica tak setuju dengan saran dari Kak Damar.
“Kan renang”
“Kakak nggak berhak atur aku”
“Ohh aku ini Ketua kamu, aku berhak ngatur kamu”
“Tapi nggak sampai atur baju renang aku juga”
Setelah drama yang cukup panjang Ica tetap menurut pada Kak Damar dan berenang menggunakan bajunya yang bentuknya tidak estetik itu.
“Tega kamu , masak iya Ica dah effort pakai baju renang kamu malah suruh ganti”ujar Alvian.
“Diam !!! “
Meskipun sudah diganti menggunakan baju Damar, pandangan para Atlet cowok tak bisa lepas dari Ica karna memang dari sekian atlet cewek, dialah yang manis dan memiliki kulit yang bersih. (Andai mereka tahu jika dia juga anak dari pemilik perusahaan)
“Aku jadi posesif “gumam Damar dipojok kolam renang.
Terlihat beberapa Atlet cowok mendekati Ica.
Ica juga santai mengobrol dengan mereka.
“Ngelihatin Ica ya ? “Tanya Alvian yang ikut mojok dengan Damar.
“Nggak ! “
“Dih bohong lihat hidupmu tambah panjang”Mentoel hidung Damar.
“Aku lagi lihatin lain kok”ucap Damar bohong.
Dari pintu masuk kolam Naomi mulai mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kolam renang.
Dia pasti mencari keberadaan Damar, Damar yang siap siaga dengan perlahan naik ke permukaan dan berjalan cepat menuju ruang ganti.
Alvian yang menyadari itu hanya tertawa hingga terkekeh.
Setelah itu ia menyudahi mandinya di kolam.
💬 Kak Damar
*Aku ada perlu cepat keatas ! *
Ica yang sedang duduk di kursi kolam menuruti kemauan Kak Damar, meskipun ia agak ngedumel karna baru sebentar main air.
Para Atlet cowok yang sedang memperhatikan Ica merasa kecewa karna tak ada lagi yang bisa dilihat.
Setelah selesai berganti pakaian Ica menuju ruangan yang disebutkan Kak Damar tadi.
“Apa yang penting Kak”tanya Ica saat melihat Kak Damar duduk membelakanginya dan tampak menikmati secangkir teh manis.
“Emm ini ni jadwal kamu sudah keluar”ucap Kak Damar sambil memberikan hapenya pada Ica.
“Ohh iya makasih Kak, aku terusin ya”
“Iya”
Biasanya sih Kak Damar tinggal nerusin aja, tapi kali ini malah nyuruh buat kesini, emang lagi sinting kayaknya.
“Aku lagi nggak sinting ya Ca”
“Eh apa suara hatiku kedengaran ya, perasaan aku ngomong dalam hati deh”gumam Ica.
“Aku nggak ngomong apa-apa kok”ujar Ica.
“Aku tahu apa yang ada dalam pikiranmu”
“Terserah Kakak aja deh, aku mau balik dulu ya”ujar Ica.
“Duduk aja dulu disini “ujar Kak Damar.
“Aku mau tidur Kak”
“Banyak alasan ! “
“Iya deh aku temenin tapi bayarin ya”
“Siap Boss”
Ica menuruti kemauan Kak Damar meskipun dengan setengah hati, jujur saja ia lebih ingin tiduran dikasur hotel yang empuk dan nyaman itu daripada duduk dengan Kak Damar.
Saat sedang menikmati tehnya, Ica melihat atlet-atlet cowok yang tadi berbincang dengannya masuk ke dalam restoran hotel itu.
Salah seorang dari atlet itu langsung menuju tempat duduk Ica.
“Hai Ica “sapanya dengan senyuman yang sepaket dengan lesung pipi.
“Eh Hai”ucap Ica sambil melirik Damar.
__ADS_1
“Kamu sama siapa ? “tanyanya lagi.
“Sama Ketua aku”ujar Ica berusaha menjaga nada bicaranya karna Kak Damar terus memandangnya dengan tatapan yang menusuk.
“Oh aku kirain dia cowok kamu”
“Bukan”
Damar merasa sakit meskipun ia sadar kalau yang Ica katakan adalah fakta.
“Bagi nomor whatsapp dong”ujarnya lagi.
Damar merasa seperti cacing yang akan siap dijadikan obat typus.
“Oh maaf tapi Kakakku nggak izinin aku bagi nomer whatsapp ke sembarangan orang “
“Oh gitu salam deh sama Kakak kamu ya, mudahan dia kasih aku minta nomer kamu, bye Ica”ucapnya lalu pergi.
“Bye”
Damar merasa lega karna Ica tak memberikan nomernya pada Atlet itu.
“Kamu nggak kasih nomer kamu ke dia, kenapa ? “
“Apa semua orang yang minta nomer aku, harus aku kasihkan dengan mudah ? “Ica menatap Kak Damar dengan kesal.
“Bagus deh kamu memang pandai menjaga dirimu”
“Iyalah aku kan bukan cewek yang seperti itu, aku cukup punya teman yang bisa aku percaya saja”
“Oke oke”
“Kak ini sudah siang banget, aku mau istirahat dulu ya “
“Okelah”
Ica berlalu setelah membayar bill tanpa diketahui oleh Kak Damar, dua bilang hanya ingin memesan tambahan minuman, tapi ia membayar semua makanan itu.
“Akhirnya rebahan juga”ujar Ica saat badannya sudah menyatu dengan kasur.
📲 Dev
“Haissssssh”
Ica mengangkat telepon dari Dev dengan malas.
“Ica ! “
“Apaan sih ! “
“Kamu sudah makan ? “
“Sudah dong “
“Aisshhh ada nyeselnya aku nelpon kamu Ca tapi kalau nggak ditelfon Mama khawatir “
“Mama nggak khawatir soalnya Mama tetap kok chat aku Kak”
“Ahhh masak sih Ca ? “
“Iyalah jadi jangan coba mengarang cerita, ini bukan lagi pelajaran bahasa Indonesia yang tugasnya ber paragraf”
“Hehehe kamu ini, apakah perlu alasan buat nelpon kamu “
“Nggak sih Kak tapi aku senang karna masih diperhatikan “
“Iya dong karna lagi sebentar kita akan berebut warisan “
“Aku nggk mau ya berebut warisan, aku lebih suka dikasih modal buat buka usaha”
“Akhirnya kamu bisa berfikir lebih dewasa”
“Yang Mama katakan itu hampir semua benar Kak, tapi Mama tidak berhak mengatur masa mudaku”
“Iya nanti Kakak omongin lagi masalah itu Ca”
“Makasih Kak btw aku mau tidur ya Kak, aku ngantuk banget”
“Oke Ca jaga kesehatanmu ya jangan makan sembarangan kayak batu, kayu sama pecahan kaca”
“Kakak kira aku Kuda Lumping”
“Iya emang kamu kan Kuda Lumping, yang kamu ikutin saat ini itu kan”
“Bukan ini Pencak Silat, nggak ada acara makan kaca taukk”
“Oh aku kira makan kaca”
“Nggak ada ! “
__ADS_1
Ica tersenyum karna Dev sudah menanyakan kabarnya dan meskipun ia marah itu hanyalah akting saja.