
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
“Main saja terus, memang ini terlihat membosankan Dev, tapi jika kamu dewasa nanti, kau akan mengerti setiap waktu yang kamu buang”
“Mama urus saja perusahaan sendiri !!! “
“Dev !!! “
“Jangan harap besok aku datang ke kantor”
“Dev.....!!! “
“Aku tunjukin kalau aku bisa cari kerja ditempat lain”
“Coba saja dan berapa lama kamu bisa bertahan” Sambil tertawa sinis.
“Baiklah”
Ica melihat Mama dan Dev berseliweran kemudian masuk kamar.
“Hahhhh.... Orang dia ini selalu saja membuat sakit kepala” Batin Ica.
💬*Sonya*
Dev... Ada tas cantik
Bagi aku duit dong
“Sialan ini apa dia pikir aku suka sekali sama dia, aku beliin sekali dianya malah ngelunjak”
📩
*butuh berapa*
💬*Sonya*
Rp. 4***.***
📩
*baik aku transfer besok beli ya*
💬*Sonya*
Makasih Dev
|ヽ
| 〝゙゙゙゙ッ―、
ミ´∀` /
(ヽ (ヽミ
(( ミ ミ
ミ ミ
ミ〟 ソ
∪゙゙~゙^ヽ)
📩
Iya. ..
“Dasar alay, belum saja sebulan aku sudah tahu sifatnya “batin Dev.
“Tapi aku butuh dia juga sebagai pengalihan isu aku dan Yosiko karna Mama sudah curiga padaku”
“Kak..... “
“Ada apa Ca, apa kamu mau minta uang jajan tambahan “
“Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi, ada hubungan apa antara Kakak dan Tante Yosiko ? “
“Maksud kamu apa ? “
“Bicaralah jika Kakak sudah siap, karna aku sudah menahan ini sejak lama”
“Ini tidak ada hubungannya denganmu”
“Kak, aku mohon itu Tante kita, saudara Mama”
“Aku bilang jangan ikut campur !!! “
“Aku hanya ingin memastikan bahwa yang aku lihat itu tidak benar”
“Jangan ganggu kehidupan pribadi aku”
“Kak, aku begini karna aku peduli”
“Keluar ... “
“Kak..... “
“KELUAR !!! “
Ica nampak terkejut karna baru kali ini ia dihardik oleh Dev.
“Aku..... “
Ica kembali ke kamarnya dengan rasa kecewa, ia kecewa karna Dev tidak mau jujur padanya.
Dev.... Aku hanya mau jawabanmu saja, aku bisa kok menyimpan rahasia itu.
Namun Ica merasa itu hanya kebetulan saja karna ia melihat berapa romantisnya Tante Yosiko dan Deny calon suaminya.
__ADS_1
“Ca..... “
“Ada apa Ma ? “
“Ini buku tentang manajemen bisnis Perusahaan Montana, tolong baca-baca sedikit dan lihat data produk yang laris tahun ini”
“Tapi Ma”
“Ca.... Kamu juga mau seperti Dev ? “
“Dev yang marah kenapa aku juga kena sih Ma”
“Mama ajarin kamu supaya saat kamu dewasa, tidak bergantung pada laki-laki “
“Ma... Aku ini masih kelas sebelas lohh Ma”
“Mama hanya suruh kamu belajar sedikit”
“Ma.... Aku masih ingin menjalani kehidupan sebagai murid yang bahagia seperti pada umumnya, apa Nenek pernah maksa Mama buat jadi seperti ini, nggak kan ? “
“Mama.... “
Mama Ica mulai meneteskan air mata.
“Ma..... “
Ica merasa bersalah pada Mamanya.
“Mama hanya nggak mau kamu diremehkan”
“Ma... Mama tenang saja kok, nggak ada yang bakal remehin aku dan aku pasti akan bantu Mama nantinya, tapi belum untuk saat ini Ma, maafkan aku jika aku keras Ma”
“Ica.... Mama Minta maaf karna sering memaksakan kehendak”
“Aku paham perasaan Mama”
“Maafkan Mama Ca”
Hening
...
......
..........
Malam ini Dev kembali membisu meskipun bertengkar makan malam tetap di ruang makan, tidak ada yang boleh makan dikamar, itu sudah aturan semenjak zaman mendiang Kakek Ica masih ada.
Nenek Ica yang paham situasi hanya bisa menghela nafas.
“Kalian ada yang mau ayam goreng ini, tinggal satu loo”
“Ica mau” ujar Ica seenaknya.
“ahh rugi sekali rasanya” Nenek Ica tau kalau ayam goreng bumbu laos ini kesukaan Oliv dan Dev, jika mereka bertengkar Nenek Ica tak ikut campur, ia hanya memasak makanan kesukaannua saja dan itu bisa terlihat jelas dari mimik wajah Dev dan Oliv.
“Aku sudah kenyang” ujar Dev
“Makasih Ica”
“Sama-sama Nek”
🍚🍚🍚🍚🍚🍚🍚🍚🍚🍚🍚🍚🍚🍚
Ica kembali mencoba mengingat kata-kata Bela gara-gara Papa Ica, apa sih maksud Bela.
“Aduh aku kok nggak bisa ingat omongannya Bela ya”
💬*Gilang*
Foto saat Ica pakai gaun.
“ihhhhhh..... Benar-benar keterlaluan Gilang ini !!! “
“Sabar Ca.... Sabar..... “
Disekolah.....
“Ca.... Kita nggak bisa ghibah lagi deh”
“Nggak apa kok, kamu kan masih didepan aku, bisalah kiya ngomong lintas khatulistiwa “
“Ihhh iya juga ya kalau Gilang sama Fabian, terus Alex itu lintas apa ? “
“Lintas satwa”
“hihiiihiiii”
“Mohon perhatiannya sebentar anak-anak”
“Baik Bu”
“Kenalkan ini anak baru dikelas kalian “
“Haaaaaaa......................
....................... ....................... “
Seisi kelas menganga....
“Dia dari zaman old ya bu”celetuk Alex, diiringi gelak tawa seisi kelas 11IPS.
“Hussshhh Alex kamu bicara apa sihh, jangan begitu, ayo kenalkan nama kamu”
“Nama saya Andy Diotama, panggilan saya Dio,saya pindahan dari Sekolah SMA Sentosa,semoga kalian bisa menerima saya sebagai teman sekelas dan mohon bantuannya “
“Pindahnya kenapa ya, apa di DO”ujar Fabian
__ADS_1
“Saya kesini karna Papa saya pindah kerja”
“Aku pikir di DO”
“Iya aku bantu apa ? “ujar Nesa mengolok.
“Nesa !!! “ujar Bu guru lagi.
“Dio kamu duduk di.... Mana ya”
“Nahhh disitu ya dekatnya Ica”
Ica yang sudah menyadari ini akan terjadi dari tadi diam, pantas saja Ica diam, biasanya dialah yang suka menganggu apalagi siswa ini terlihat lain dan unik.
“Kamu bisa lihat jelas dari sana kan Dio”
“Iya”
“Hai... Aku Dio”
“Iya... Iya.... “ujar Ica sekenanya.
“Ayo buka buku kalian halaman 34,kita lanjutkan pelajaran kemarin”
“Aku bisa pinjam buku kamu Ca”
“Ini niiii nihhh”ujar Ica sambil melempar bukunya pada Dio.
“Makasi Rissska... “sambil melihat nama Ica di name tagnya.
Ica masih acuh tak acuh pada Dio, entah mengapa Ica merasa malas pada Dio.
Dio penampilannya zaman old, dengan kacamata minus dan rambut yang disisir rapi mirip anak TK.
Saat istirahat Ica dan genggnya berniat untuk menganggu Dio.
“Apa kita sembunyiin aja tasnya ya”
“Sippp”
“Apa nggak kelewatan ya”ujar Nesa.
“Nggak lah slow aja”
Geng Ica memulai aksinya saat Dio ke kantin.
Mereka membuang tas Dio di tong sampah.
“Ada orang lain nggak ? “
“Nggak ada”
“Yess.... “
“Yuk kita ke kantin”
“Cusss”
Saat masuk Dio bingung mencari tasnya namun dia tak banyak bicara ataupun bertanya,ia hanya berlari ke kopsis untuk membeli buku baru.
......Cupu....
Batin Ica..... Kemudian kembali fokus pada bukunya.
“Aku kok merasa benci sama dia ya” batin Ica lagi.
“Ca... Kok ada ya manusia yang diam saja tasnya hilang “
“Iya... Aku juga heran biasanya sih ngelapor gitu “
“Sudahlah ayo kita ambil tasnya dan taruh lagi “ujar Fabian.
“Kamu aja yang ambil, aku nggak mau “ucap Ica
“Iya bunda Ratu”
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
“Oliv”
Oliv segera bangun dari kursinya.
“Kok buru-buru”
“Liv”
“Apaan sih Marcel”
“Aku ingin bicara sebentar sama kamu”
“Aku nggak ada waktu dan Marcel pleaseee.... Jangan ganggu aku lagi”
“Liv.... Aku menunggu saat ini tapi sikapmu”
“Jadi kamu senang aku cerai gitu ! ! ! “
“Bukan itu maksud aku Liv”
“Marcel aku ngga ada waktu ladenin kamu”
“Liv lima menit aja !!! “
“Apaaa..... “
“Ngomong dan duduk dulu, kamu mau minum apa ? “
“Aku sudah cukup minum, jadi kamu mau ngomong apa ? “
__ADS_1
“Kita keluar besok yuk”
“Aku sibuk, dah ya aku mau balik ke kantor “