BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Tujuh Puluh dua


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Ica menenangkan dirinya tapi ia sudah tak sanggup lagi.


Ica kembali ke toilet setelah memberikan lap pel pada Dev.


Ica mulai meneteskan air mata, ia kesal karna tak tahu apa yang sedang ia rasakan.


Ia membenci dirinya yang memiliki perasaan tak jelas.


Ica tak melihat jika jam sudah menunjukkan pukul 23.00 dan sebentar lagi lantai dansa akan dibuka.


Ica menarik nafas panjang sambil merapikan dandannya.


Nesa dan gengnya merasa gelisah karna tidak melihat Ica dikursi bersama dengan Dev dan keluarganya.


“Ica kemana Lex, tadi kamu bilang dia sama Kak Damar kesini ? “tanya Nesa pada Alex.


“Aku juga nggak tahu tadi dia ditelpon Dev untuk ambil lap pel katanya Dev numpahin es, habis itu dia nggak keliahatan lagi”ujar Alex.


Kak Damar yang sedang disana juga merasa bingung dan khawatir dengan Ica.


Nesa akhirnya memutuskan untuk menelepon Ica tapi ternyata Ica tak membawa hapenya dan hape itu berdering di tas Ica yang ada di meja.


“Ya ampun dia nggak bawa hape “ujar Fabian.


“Kita tunggu aja di lantai dansa ya nanti pasti dia kesana”ujar Kak Alvian.


“Iya deh”jawab Nesa namun masih khawatir.


Musik lantai dansa sudah mengalun tetapi puncak lantai dansa akan dimulai jam 24.00.


Beberapa siswa-siswi mulai menunjukkan kebolehannya dan akan dibuka dengan grup dance yang ada di sekolah, ada juga yang mulai belajar dansa semenjak sebulan lalu untuk mengikuti lantai dansa karna ini adalah acara yang ditunggu-tunggu dan termasuk bergengsi.


Para guru dan staf juga tak mau kalah saing, mereka semua belajar agar bisa bersama-sama menikmati lantai dansa.


Dev yang duduk dikursi khusus keluarga Montana dan para Dewan guru , terlihat gelisah dan Nesa memberikan tas Ica pada Dev.


“Maaf Kak Dev ini tas Ica “ujar Nesa hati-hati.


“Iya Nes tapi Icanya kemana ya ? “


“Aku tak tahu Kak soalnya aku dari tadi sama Kak Alvian “ujar Nesa.


“Oh iya tadi sih aku suruh ambil lap pel habis itu nggk tahu dia kemana “ujar Dev pada Nesa.


“Mungkin lagi ke toilet Kak”ujar Alex.


“Dia nggak bawa hape ya Nes ? “


“ Iya Kak hapenya Ica ada ditasnya”ujar Nesa lagi.

__ADS_1


“Ya sudah kalau begitu makasi ya Nesa”


“Iya Kak Dev”



Hampir setengah jam Ica mengurung dirinya dari keramaian, ia duduk bersantai di taman sekolah .


Ia merasa malas untuk kembali ke pesta.


Hatinya membuat ia merasa bodoh dan mengesalkan.


Ica melirik jam tangannya dan ia sadar jika sebentar lagi lantai dansa akan dimulai.


Dengan berat hati Ica kembali karna jika ia tak kembali pasti si Montana cs akan mengomelinya tujuh hari tujuh malam tanpa jeda bahkan tanpa pembelaan.


Ica setengah berlari menuju gedung utama dan diluar juga suasana sudah mulai sepi.


Ica melihat sekeliling ia pikir Dev akan mengomel atau menatap tajam padanya, namun kali ini pandangan Dev menunjukkan kekhawatiran.


Ica kembali ke kursinya dan Nesa juga melihatnya, perasaan Nesa dan gengnya menjadi lebih baik.


Nesa belum menyadari keberadaan Gilang di belakangnya yang sedang duduk bersama Kak Audi.


Gilang sengaja tidak memanggil Nesa.


Pembukaan lantai dansapun dimulai, pembukaan ini dilakukan oleh sepuluh pasang pedansa yang mengikuti ekskul dansa dan dance modern.


Para siswa dan siswi memberi tepuk tangan yang meriah untuk para penari itu.


Setelah selesai tepat pada jam duabelas malam lantai dansa akhirnya dimulai, para siswa dan siswi serta pada Dewan guru dan staf mulai unjuk kebolehan kemahiran berdansa mereka.


Guru itu belum mempunyai pasangan.


Dengan anggun Oliv mengiyakan tawaran dansa itu dan memberikan tangannya.


Semua guru yang melihat memberi tepuk tangan dan banyak juga yang mengabadikan moment itu.


Alunan melodi yang lembut membuat semua peserta pesta merasa dimabuk kepayang.


Ica juga ikut menikmatinya sambil berdendang dengan lagu westlife yang berjudul beautifull in whit itu.


Gilang akhirnya naik ke panggung dansa dan membuat Nesa serta gengnya terkejut kecuali Ica karna tadi ia sudah bertemu dengan Gilang di gudang bersama dengan Kak Audi.


Wajah Gilang terlihat tertekan tapi ia mampu menyembunyikannya dengan baik.


Ia memegang pinggang Kak Audi dan Kak Audi mulai melingkarkan kedua tangannya di leher Gilang.


Nesa dan Kak Alvian akhirnya maju untuk mengimbangi Gilang dan Kak Audi.


Nesa merasa jengkel karna Gilang tak pernah bercerita tentang hal ini dan ternyata ia menghilang karna bersama dengan Kak Audi.


Jessi juga tak mau kalah ia memilih teman yang paling tampan di angkatannya dan mengajaknya berdansa, tak banyak juga yang merasa iri dengan Jessi karna ia begitu mudah mendapatkan pasangan.


Kak Damar yang baru saja ingin mengajak Ica, ditarik oleh Naomi dan dengan terpaksa Kak Damar mengiyakan agar Naomi tak malu didepan orang banyak.


Yes Kak Damar dan Gilang pandai menjaga perasaan temannya tapi tidak pandai menjaga perasaan orang yang mereka sukai.

__ADS_1


Ica tetap stay cool sambil terus memperhatikan semuanya.


“Tahun ini banyak yang belajar dansa,pasti karna mereka ingin berdansa dengan orang yang disayang”batin Ica.


“Kamu mau dansa”tanya Dev tiba-tiba.


“Kalau kamu maksa aku mau”ujar Ica.


Dev mengulurkan tangannya pada gadis kedua yang mencuri hatinya setelah Mama.


Ica merasa bahagia diperhatikan oleh Dev entah sampai kapan karna jika ia menikah dengan Hanum, semua ini tak akan terjadi lagi.


Dev dan Ica mulai berdansa dengan baik.


“Jangan injak kakiku ya”ujar Dev pada Ica.


“Enggaklah, aku sudah bisa kok”


Dev tahu jika Ica sedang tidak baik-baik saja makanya ia berinisiatif untuk mengajaknya berdansa.


Tahun lalu Ica tak berdansa karna ia belum belajar dan saat itu Ica juga baru datang dari Bali , setelah mengikuti turnamen pencak silat.


Dev memegang pinggang Ica yang agak gembul dan Ica menggelayutkan kedua lengannya di pundak Dev.


Hal itu membuat Gilang dan Kak Damar tak fokus.


Alex dan Fabian yang tidak bisa berdansa hanya melihat dari kejauhan sambil menikmati minuman dan jajanan.


“Ica cantik banget “batin Alex.


Musik semakin sendu dan malam semakin romantis.


Dev dengan sengaja mendekatkan wajahnya pada Ica.


“Jika kau terus maju aku kan membunuhmu “bisik Ica pada Dev.


“Ayolah biar romantis “ujar Dev.


“Jangan kesempatan ya, aku ini adikmu”


“Aku nggak akan lebih kok Ca”ujar Dev.


Ica mengetatkan tangannya pada leher Dev dan membuatnya tak bisa bernafas.


“Iya iya aku minta ampun “ujar Dev menyerah.


Ica memandang sinis pada Dev yang dipaksa tersenyum akibat kelakuannya sendiri.


Gilang dan Kak Damar tak henti-hentinya melihat kearah Ica.


Sementara Kak Audi sengaja mendekatkan tubuhnya pada Gilang agar Ica melihatnya.


Ica tetap berusaha tenang dan ia akhirnya memeluk Dev.


Dev tahu jika Ica sedang tak baik-baik saja jadi ia memberikan ruang hangat untuk Ica, “Awas aja kau Gilang aku tunggu kau nanti.”batin Dev


“Tenang ya Ca, aku akan selalu membuat kamu nyaman disisiku. “

__ADS_1



__ADS_2