BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Enam Puluh Sembilan


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Perasaan Ica menjadi gelisah dan tak menentu, apa yang ia pikirkan tadi masa iya dia cemburu sama Gilang , rasanya ia ingin mengutuk dirinya.


Seharusnya dia tidak berfikir pendek seperti itu , apa yang ia lakukan tadi membuatnya menyesal.


Gilang 💬


*Ca kamu lagi dimana ? *


Ica 📩


*Aku lagi nunggu jemputan*


Gilang 💬


*Oh ok*


Gilang juga masih ada disekolah tapi dia tak menghampiri Ica karna dia sedang diajak ngobrol oleh Kakak kelas.


“Emmm aku benar-benar tak enak hati dengan Ica tadi , apa dia marah denganku ya”batin Gilang saat Gilang diajak berbicara dengan Kakak kelas dia hanya menyahut iya dan mengangguk saja, ingin rasanya ia cepat mengakhiri obrolan yang tidak berguna ini.


Setelah berbincang cukup lama Gilang ingin menyusul Ica ,namun sepertinya Ica sudah pulang karna tempat biasanya Ica menunggu sudah lengang.


Sekitar pukul empat sore cahaya matahari mulai meredup seakan ikut mengerti perasaan Gilang hari ini dipikirannya hanya Ica dan Ica.


Toko baju


“Kamu niat beli nggak sih Ca kok nggak semangat gitu padahal aku sudah effort buat anterin kamu”


“Niat Kak, aku lagi lesu aja”


“Kamu mau model apa “tanya Dev sambil menunjukkan beberapa potong gaun yang manis.


“Aku mau ambil ini aja Kak”


“Pakai celana ? “


“Emang kenapa ? “


“Kan princess prince ? “


“Ini baju princes snow white di film mirror mirror”ucap Ica sambil menunjukkan ponselnya pada Dev.


“Bah curang dong “


“Curang apanya”


Ica kemudian teringat apa yang dikatakan Dev barusan.


“Dev apa kamu yang punya rencana untuk membuat tema Prince dan Princess ? “


“Bukan”


“Bohong”


“Bukan “


“Tapi kamu tahu temanya”


“Wajar aku tahu, aku kan keluarga Montana kecuali aku keluarga Pangeran Inggris, ya mana aku tahu tentang ini”


“Terus siapa yang punya rencana ? “tanya Ica penasaran.


“Nenek sih”


“Nggak mungkin”


“Mungkin aja Ca “


“Mana mungkin Nenek tahu soal itu “


“Ca kalau ada acara kayak gini Nenek selalu bicara dengan Dewan sekolah, bahkan sebulan sebelum acara ini sudah dirapatkan “


“Kalau itu aku nggak bisa ngomong lagi, aku kalah”


“Makanya kamu ambil gaun yang ini , kamu bisa jadi prince bella”


“Dihhh, aku tetap pakai yang ini”


“Mama dan Nenek akan pakai dress kembar “ucap Dev.


“Terus jangan harap aku mau ya sama selera orang tua seperti itu”


“Ahhahaha sudah aku duga, padahal aku cuma bercanda looh”

__ADS_1


“Dasar ! “


“Aku bayar dulu ya “ujar Dev karna ia tak mau membuat Ica kesal lebih lama lagi.


“Iya aku tunggu”



Toko ini memiliki koleksi dress dan baju yang sangat banyak dia juga menyediakan kostum dan atribut serta accessories, tak heran pengunjungnya selalu ramai.


Saat Ica dan Dev akan keluar dari toko baju terlihat Gilang yang akan masuk dengan seorang gadis.


Ica tahu gadis itu siapa dia adalah Audi Kakak kelas yang tadi ada dibelakang panggung dengan Gilang saat acara perform ekskul


Ica berjalan dan tidak menyapa Gilang.


Dev menganga karna tak percaya dengan apa yang ia lihat.


“Ca bukannya itu Gilang ya ? “


“Terus ? “


“Kok kamu nggak nyapa btw itu Audi kan ? “


“Kakak tahu Audi ? “


“Gadis cantik disekolah mana mungkin aku tak tahu, apa mereka lagi pedekate ya ? “pancing Gilang untuk melihat reaksi Ica padahal dalam hati Dev sangat emosi karna ia merasa Gilang mempermainkan hati Ica.


“Kenapa Kakak nggak tanya sama dia, kok malah tanya aku ? “ucap Ica dengan tenang meski bibirnya agak bergetar .


“Hemm sudahlah Ca, ayo kita pulang “


“Iya “ucap Ica.


Ica tak paham apa yang ada dipikirannya, ia tak suka ataupun jatuh cinta pada Gilang tapi entah mengapa saat melihat Gilang dengan gadis lain dia merasa agak cemburu.


“Ini tak pantas “batin Ica


“Aku harus bisa menjaga jarak antara mana perasaaan dan persahabatan “


📲


Panggilan grup


Nesa 💚


*Ca mana dress kamu ? *(Nesa)


*Rahasia dong*(Ica)


*Biarin*(Ica)


Alex dan Fabian bergabung...


*Tumben Fabian gabung setelah sekian windu*(Nesa)


*Ya udah aku leave aja *(Fabian)


*Leave aja nggak ada yg butuh kamu*(🥴🥴🥴Nesa)


*Ca kamu pakai baju apa *(Alex)


*Dah aku bilang rahasia*(Ica)


*Eh tumben Gilang nggak online*(Nesa)


*Mungkin lagi nyuci baju*(Alex)


*Mana ada dia nyuci baju*(Fabian)


*Sibuk kayaknya ya kan Ca ? *(Nesa)


Ica terdiam seperti menghalalkan sesuatu.


*Ca ? *(Alex)


*Iya Lex, eh aku tutup dulu ya ngantuk*(Ica)


Ica mengakhiri panggilan grup dan segera mematikan datanya agar tidak terganggu.


Aku tak boleh main perasaan seperti ini Gilang tak pernah serius dengan perasaannya padaku, aku yakin yang ia katakan hanya karna aku dan dia sering bersama.


Ica terus mengulang kata itu dan berusaha membuang rasa cemburunya.


Gilang 💬


*Ca tadi kenapa kamu tdk menyapa aku ? Apa aku ada salah sama kamu .


Ica tak membalas pesan dari Gilang karna ia ingin merangkai kata yang tepat untuk Gilang.


“Sorry Gilang aku akan membalas pesanmu nanti saat ini aku mau tidur, Ica bodoh Ica menjengkelkan, Ica naif”

__ADS_1


Sementara dirumah Gilang merasa tak enak hati karna Ica tak membalas pesannya.


“Ica pasti kamu kecewa sama aku ,tapi aku nggak bisa apa-apa karna Audi yang akan bantu untuk aku bisa manggung dari satu tempat ke tempat lain, aku minta maaf karna aku tidak jujur dari awal dan aku juga sedang membentuk grup band sekolah dan sekali lagi Audi juga yang mensponsori band aku”


Gilang sama sekali tak bisa memejamkan matanya meski waktu semakin larut.


Perasaannya begitu berantakan dan rasa bersalah pada Ica yang menjerembab dalam relung hatinya.


Apalagi kemarin ia dilihat dengan Dev, apa yang akan Dev katakan pasti Dev akan membencinya.


Kamar Dev🧒


Data Audi


Dari Assistan Dev ;


Audi adalah seorang anak dari produser musik ternama di NTB dan mempunyai grup musik yang juga terkenal.


Audi adalah anak tunggal dengan kekayaan orang tuanya yang berjumlah 3m lebih.


Audi memiliki hobby bermain piano dan bernyanyi.


Skandal Papanya memiliki tiga istri.


Istri kedua dan ketiga siri sedangkan Ibunya Audi juga sering pergi ke club dan bermain bersama berondong, keduanya saling tahu tapi tetap pura-pura tak tahu agar perusahaan musik tetap berjalan dan hubungan keluarga harmonis.


“Aku nggak akan sibuk buat menjatuhkan keluarganya karna Ica belum resmi menjadi pacar Ica , aku juga yakin pasti ada alasan dia bersama Audi . Aku juga tidak akan bertanya pada Gilang.


Kalau dia pacar Ica dan ia melakukan itu, aku akan pastikan dia cacat seumur hidup.


Saat sibuk berargumen dengan dirinya sendiri tiba-tiba Hanum menelepon Dev.


“My sweetie Hanum”ujar Dev sambil mengangkat telepon dengan buru-buru.


📱


“Hallo Dev”


“Iya sayang ada apa ? “


“Maaf aku telepon kamu malam-malam, apa aku ganggu kamu ? “


“Enggak dong sayang aku lagi bertengkar nih ? “


“Hah bertengkar dengan siapa, apa kamu terluka ? “tanya Hanum polos.


“Aku bertengkar dengan perasaanku sendiri “


“Ya ampun aku kira sama siapa bikin kaget aja”ujar Hanum lega.


“Iya jadi gini, Ica lagi didekati sama temannya ya bisa dibilang teman dekatnya gitu “


“Aku nggak heran sih Ica kan cantik”


“Iya memang dia cantik akun akuin itu, tapi kemarin aku lihat cowok yang suka sama Ica jalan dengan cewek lain. Aku kenal sih ceweknya yang jadi masalah itu Icanya ? “


“Kenapa gitu ? “


“Iya ,kalau aku tanya cowok itu kan nggak bagus jika Ica memang suka sama dia kalau nggak kan aku yang malu “


“Iya juga sih tapi bagaimana ekspresi Ica pas lihat cowok itu sama cewek lain ? “tanya Hanum.


“Ica biasa aja sih kan tahu dia ekspresinya datar, Ica itu sangat pintar menyembunyikan reaksi wajahnya “ujar Dev.


“Ya lebih baik Dev tunggu aja Ica curhat, kalau tidak mending jangan ikut campur masalah percintaan dia takutnya merusak privasi dia”


“Iya itu yang aku pikirkan”


“Emm sabar aja ya Dev, jangan bertindak gegabah ya agar kamu tidak bertengkar sama Ica ? “.


“Iya Btw aku kangen sama kamu Num, minggu depan aku mau terbang ke Korea ya kamu didaerah mana ? “


“Serius kamu mau kesini ? Aku didaerah Seoul di Ibukota,Nanti aku kirim alamat ya”.


“Oke kamu servis aku ya selama disana “


“Iya ... Tunggu dulu servis kayak gimana nih ? Kok aku jijik dengarnya ? “


“Hehehe maksud aku ajak aku jalan-jalan gitu”


“Iya nanti pulang aku kuliah pasti aku ajak Dev jalan-jalan”


“Oke makasih ya Num, kamu tidur dulu deh ya emang disana jam berapa sih ? “


“Disini jam duabelas malam Disana pasti jam sepuluh kan”ujar Hanum.


“Iya tidur ya Num selamat malam dan mimpiin aku ya”


“Iya selamat malam juga Dev”


Dev tidur dengan hati yang tenang karna sudah mendengar suara Hanum yang begitu ia rindukan.

__ADS_1


Semenjak kuliah di Korea Hanum menjadi super sibuk jadi Dev tak ingin menganggu Hanum ia hanya bertanya kabar dan mengirim pesan kegiatannya selama di kantor, begitulah Dev merawat cintanya dengan Hanum.



__ADS_2