BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Dua puluh delapan


__ADS_3

🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


“Langsung saja Yosiko”


“Aku tak bisa bersama kamu lagi Dev, aku ingin mengakhiri semuanya “


“Kamu yakin dengan pilihanmu”


“Iya... Aku yakin”


“Baiklah jika itu yang kamu inginkan, aku lepas kau degan ikhlas”


“Makasih Dev dan silahkan cari pasangan untuk kamu”


“Iya pastinya, aku harap kamu bahagia sama Deny”


“Iya Dev” Ujar Yosiko sambil menyesap cappucinonya dengan bibir yang bergetar.


Dev juga menyesap americano nya.


“Kamu yakin Yosiko, aku bisa kok nggak nikah dan terus sama kamu , gimana ? “


“Nggak Dev, aku sudah tak mau lagi”


Dev tersenyum tipis membuat Yosiko semakin tak sanggup melihat wajah yang sering di atasnya itu.


“Apa Deny lebih baik dari aku ? “


“Iya”


“Aku dan Deny saling menerima satu sama lain”


“Kamu sudah cerita semuanya “


“Tidak, aku dan Deny tidak saling cerita tapi kami akan merajut impian bersama kedepannya “


“Oke tapi ini kesempatan terakhir kita ya, aku juga akan menikahi Sonya”


“Sonya ? “


“Iya”


“Kamu cinta sama dia ? “


“Terlalu banyak desakan dan aku rasa ia cukup pantas “


“Dia kan matre Dev, semua orang juga tahu”


“Semua orang tahu atau kamu yang cari tahu”


“Tidak, aku tidak cari tahu kok”


“Kamu perhatian juga ya, aku salut”


“Diamlah Dev”


“Kalau tidak ada yang dibicarakan lagi, aku pergi dulu ya”


“Iya”


“Aku ada transfer, buat kamu jajan terakhir “


“Dev”


“Apalagi”


“Ayo lagi sekali “


“Aku tak mau Yosiko, aku nantinya tidak bisa melepasmu “


“Sekali saja Dev”


“Yosiko kendalikan dirimu”


“Dev.... “


“Aku minta maaf, aku yang sakit jika kau terus begini dan aku tak bisa move on nantinya”


“Baiklah Dev”


Yosiko dan Dev akhirnya memutuskan hubungan yang memang jelas terlarang itu.


Ini adalah pilihan yang terbaik meski saat di mobil baik Dev ataupun Yosiko sama-sama menangis.


“Siapa lagi tempatku bersandar”


“eitttsss... “


Hampir saja Dev menabrak seorang gadis.


Gadis itu berlari kepada Dev dan minta maaf.


“Maafkan saya pak, saya lagi kejar kucing saya”


“Iya lain kali hati-hati ya”


“Iya”


Gadis itu berlarian sambil membawa kucing itu dan sebuah kantong kresek besar.


Karna penasaran Dev mengikutinya setelah memarkir mobilnya di pinggir jalan.

__ADS_1


Gadis itu sampai disebuah kebun dan ada sebuah rumah-rumahan.


“Aku nggak bisa bawa kalian pulang jadi , kalian tinggal disini dulu ya, aku janji akan selalu datang bawain makanan”


Dev sangat terharu dengan perbuatan baik gadis itu.


Dev kembali duluan dan mengingat tempat tersebut.


Dev yang mempunyai sifat penasaran, apalagi jika menyangkut gadis yang agak unik, ia pasti menelusurinya.


Dev jadi punya rutinitas yaitu setiap pulang kerja ia mampir dan memastikan kucing-kucing itu sudah makan.


Hal ini dilakukan Dev hampir selama lima hari.


“Sebenarnya aku tertarik dengan kucing atau dengan gadis itu ya”


Karna penasaran sekali tentang gadis itu akhirnya Dev mengikutinya pulang, mirip stalker memang.


Rumahnya tak jauh dari tempat ia memberi makan kucing tersebut.


Rumahnya sangat sederhana dan jauh dari kata modern.


Tapi gadis itu bisa berbagi.


“Kak Dev kayaknya bahagia deh”


“Iya padahal lima hari yang lalu ia pulang sambil masang wajah masam”


(Aris dan Ica jadi kompak membicarakan Dev, Ica seakan lupa siapa Kakaknya lebih tepatnya lagi, sejak kapan ia mulai akrab dengan Aris)


“Kak Dev makan yuk”


“Iya.... “


🍤🍤🍤🍤🍤🍤🍤🍤🍤🍤🍤🍤


“Aku harus kenalan “


Namun saat berkata begitu, keesokan harinya gadis itu tak terlihat.


Karna khawatir dengan kucing-kucing itu Dev pergi ke toko hewan untuk membelikan makanan kucing.


“Lahh... Kok aku yang repot ya”


Dev benar-benar kasihan, berarti anak kucing itu belum makan dari pagi, karna Dev selalu datang saat sore hari tepat setelah ia pulang kerja.


Namun betapa terkejutnya Dev ternyata gadis itu datang dengan koyo dikepalanya.


“Hey....!!! “


Gadis itu terkejut melihat Dev.


“Kamu mau apa ? “


Dev tak tahu harus bilang apa


Nggak mungkin kan dia bilang, aku ikutin kamu selama ini.


“Aku”


Gadis itu semakin bingung karna melihat Dev menenteng makanan kucing.


“Kamu mau kasih makan kucing ini ? “


Dev mengangguk...


“Ayo”


“Maaf ya mengejutkanmu”


“Iya nggak apa kok”


“Jadi saat aku hampir tabrak kamu itu, aku ikutin kamu karna kamu terlihat buru-buru”


“Terus”


“Aku ikutin kamu dan aku melihat kamu lagi kasi kucing ini makan”


“Ohh begitu “


“Iya dan setiap hari setelah aku pulang kerja, aku selalu kesini hanya untuk memastikan kucingnya sudah makan, tapi pas sore aku pulang kerja tadi, aku lihat kamu nggak ada dan aku pergi beli ini “


“Makasih ya”


“Kamu nggak marah aku ikutin kamu”


“Marah untuk apa, kan tujuanmu buat lihat kucing “


“ Aku lagi sakit makanya tekat datang dan aku sangat khawatir “


“Aku Dev”


“Aku Hanum”


Hanum dan Dev akhirnya berkenalan dan ngobrol sambil jalan.


“Itu rumah aku, mau mampir ? “


“Lain kali saja ya, sudah mau jam makan malam pasti keluarga aku menunggu “


“Baiklah Dev”

__ADS_1


“Oiya Hanum, aku bisa minta nomor hape kamu ? “


“Em.. Hapeku jadul, aku malu”


“Ngga apa-apa kok Num”ujar Dev.


Di tahun 2023 Ini masih ada yang pakai hape tunet.


“Aku boleh telepon kamu nggak Num ? “


“Boleh dong”


“Kamu masih sekolah ? “


“Aku baru aja lulus sekarang lagi cari kerjaan “


“Kerjaan apa ? “


“Aku sudah melamar sihh dibeberapa tempat yang aku baca lewat koran, semoga aja ada yang diterima “


Dev menyadari bahwa mencari kerja tak semudah ia melawan Mamanya tentang ia yang mau keluar dari perusahaan.


Dev tidak ingin menawarkan Hanum bekerja ditempatnya karna ia yakin Hanum adalah tipe gadis yang gigih.


“Kalau begitu aku balik dulu ya Num”


“Iya Dev”


Hanum dan Dev berpisah dijalan menuju rumah masing-masing.


Entah mengapa Dev merasa sangat bahagia hari itu, sikapnya membuat seisi rumah bertanya-tanya.


“Arghhhhh... Kenapa kau tak tutup pintu” teriak Ica.


“Kau yang masuk kamar tanpa permisi”Aris tak mau kalah.


“Aku cuma mau anterin cemilan kok”


“Untung aja kamu nggak lihat aset aku satu-satunya”


“Aku pun juga tak tertarik pada itumu, paling kecil”


“Enak aja jangan omongin punyaku apalagi menghina”


“Uekkk... Aku jijik ngomongin itu hii”


“Atau kamu mau lihat ya dan kamu sengaja”ujar Aris menggodanya.


“Buat apa aku lihat “


“AHhhh yakin “


“Yakinlah, aku mau keluar dulu lama-lama aku dica*** disini”


“Lihat dirimu, adakah sisi perempuan , semuanya rata”


“Emmm jangan salah nanti kamu tahu isinya, kamu malah terkejut”


“Aku nggak terkejut “


Style ciri khas Ica adalah kaos oversize dan celana pendek.


“Kau tahu Cara, sekalipun ada cowok lihat kamu bu**l, kayaknya mereka tak tertarik deh”


“Siapa juga yang mau seperti itu, kamu yang gila”


“Ca... Kamu pernah kiss-kissan nggak “


“Semakin ngaco ya kamu ngomong “


“Ngaco apanya ? “


“Dahlah aku mau keluar”


“Iya... Iya”


Ica keluar dengan dongkol.


“Mama dan Nenek kayaknya sudah tidur deh “batin Ica karna setelah makan malam Nenek dan Mamanya tidak terlihat.


Ica , Dev dan Aris tidur di lantai atas.


“Ca.... Ica”


“Apaan sih”ujar Ica kesal karna ia baru saja merebahkan badannya.


“Buatin aku minuman dong “ujar Dev


“Dua”tambah Aris lagi


“Ihhh kalian sangka aku pembantu.


“Sekali aja Ca, kamu kan maco”


“Aku nggak gampang dirayu ya”


“Sekali saja”


“Oke..... “


Ica akhirnya kedapur dan membuat jus jeruk, otaknya travelling saat melihat garam diatas meja dapur.

__ADS_1


“Kena kalian”ujar Ica.


__ADS_2