BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Tiga puluh satu


__ADS_3

🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


“Mereka hanya iri Ca”


“Iya... Nenek juga sering bilang kayak gitu Kak, tapi apa harus sampai segitunya”


“Makanya kamu jangan berulah, biarkan saja mana tahu nanti itu jebakan lagi kan”


“Iya Kak”


Ica memakai seragamnya, beberapa kali ia melihat pantulan dirinya di cermin.


“Emmm.... Aku nggak jelek-jelek amat kan”


Ica keluar dari kamar dan melihat Dev masih asyik dengan hapenya.


“Aku sudah siap Kak”


“Okey”


“Belajar yang baik Ca... Jangan bikin repot lagi”


Ica mengangguk


“Jangan hanya mengangguk saja”


“Iya”


“Kak... Dimana Kakak dapat surat keterangan itu ? “


“Oh itu Kakak bikin sama Aris”


“Niat banget ya ngerjain aku, kakiku sampai lemes”


“Niatlah, siapa yang duluan ? “


“Aku sih tapi, aku nggak kepikiran sampai jauh “


“Sudahlah... Lupain aja”


“Turunin aku agak jauh dari gerbang sekolah Kak”


“Lohhh.... Kenapa ? “


“Iya aja “


“Aku harus tahu dong alasannya “


“Aku nggak mau aja, kamu terlihat sama anak-anak cewek “


“Kan mereka sudah tahu aku punya tunangan “


“Itu kan sudah lama, bisa jadi mereka lupa, pokoknya turutin aja aku”


“Iya deh”


Sekolah


Ica melihat Fabian sedang asyik ngobrol dengan cewek.


“Ohh itu kayaknya cewek yang dimaksud Nesa, cantik juga sih”


Ica langsung ke kelas dan main hape.


“Ca... “


“Eh Gilang selamat pagi”


“Selamat Pagi”


“Kamu lihat Fabian nggak tadi pas mau jalan kesini ? “


“Lihat kok, lagi serius dia”


“Sudah jadian apa belum ? “


“Lagi pedekate”


“Ohh gitu”


“Oiya Ca... Habis semesteran ini biasanya kan semua kelas ngadain bazar terus kamu ada rencana nggak ? “


“Belum ada sih, coba aku tanya sama Ningsih, ketua kelas kita”


“Iya tanya dulu Ca, kita persiapan dari sekarang”


“Ehhh itu kan Ningsih “


“Ningsih”


“Iya Ca”


“Aku mau tanya sama kamu, selesai kita ulangan semester ini, kan biasa ada bazar, kamu sudah ada rencana ? “


“Belum Ca, ini yang juga mau aku omongin sama kamu, kebetulan kamu tanya”


“Kita jualan aja kayak tahun lalu”usul Ningsih.


“Bisa sih tapi ganti tema dong “ujar Gilang.


“Temanya apa ? “


“Kita pakai baju ala mafia gitu”


“Ya bagus itu, tapi pengumpulan dana jangan lupa ya”


“Iya”


“Ya udah Ningsih, kamu siapin semua ya jika ada yang kurang kamu kasih tahu aku ya, supaya nanti pas dekat bazar kita bisa santai “


“Okey”


Dio datang dari arah luar, Ica melengos.


“Aku banyak dengar dari anak-anak OSIS kalau habis ulangan ini kita mau tamasya “


“Dihhh... Kayak bocah”


“Iya... Aku juga mikirnya kayak gitu”


Nesa datang dengan mata yang sembab.


“Nes.... Apa yang terjadi ? “


“Nggak ada Ca, aku Cuma lelah”


“Serius ? “


“Iya”


Nesa membenamkan wajahnya kedalam tangannya dan tiduran.


“Nesa kenapa ya”


Bel pertama dimulai dan pada pagi hari yang indah dan matahari yang bersinar kemerahan , matematika juga ikut berpartisipasi dalam keindahan alam raya.


Terlihat beberapa siswa yang mengantuk karna hari ini ada guru magang yang menggantikan guru biasanya.


Seperti biasa jika ada guru magang, Anak-anak akanm malas untuk belajar, mereka lebih suka menggoda guru itu .


“Ada yang ditanyakan lagi “


“Bu.... Ibu cantik sekali, sudah punya pacar Bu ? “


“Belum ada”


“Aku mau dong “ujar Alex


“Iya jika mau sama Ibu, bisa ngasih apa ? “


“Cinta Bu saranghaeyo “ujar Alex diiringi gelak tawa dari seisi kelas 11IPS


Ica memandang Nesa, ia nampak tak bersemangat mengikuti pelajaran.


“Ca... Kamu ada tipe-x ? “


“Ada Nes”


Saat istirahatpun Nesa tidak ikut hingga menjadi bahan pembicaraan teman-teman sekelasnya.


“Mungkin dia marahan sama Ica”


Ica mendehem kesal dan anak-anak itu segera bubar.


“Nes... Aku bawain kamu es teh susu ni”


“Makasi Ca, aku galau sekali”


“Galau kenapa ? “


“Minho meninggal ? “


“Haaaa Minho siapa ? “


“Drama Korea yang aku tonton”


“Yaelah... Kamu nangis gara-gara drakor ? “


“Kamu nggak paham sih rasanya”


“Iya deh tapi jangan sedih lagi dong, nanti aku ajak ke Korea store, aku yang traktir “


“Beneran ? “


“Iya”


“Makasih Ica”


“Emang ceritanya gimana ? “


“Dia kecelakaan padahal aku suka sekali sama dia huaaaaa”


“lahhh kok nangis lagi”


“Aku benar-benar nggak kuat lihat dia mati”


“Iya iya cup cup “


Siang itu saat pulang sekolah Ica dan Nesa akhirnya pergi ke Korea store.


Sampai disana ada kejadian yang kurang menyenangkan.


Saat masuk ke store Ica dan Nesa diperhatikan dari atas hingga kebawah oleh pegawai disana.


“Ca... Kenapa kita dilihatin sampai segitunya”bisik Nesa


“Aku juga nggak tahu, tapi kayaknya dia kira kita nggak punya uang deh “


“Masak sih ? “


“Iya kalau dilihat dari caranya”


Ica dan Nesa merasa kesal karna pegawai itu mengikutinya kesana kemari.


“Mba... Tolong jangan ikutin kita dong, nanti juga aku panggil kalau kita butuh sesuatu”

__ADS_1


“Iya mba saya ikutin prosedur aja”


“Tapi aku risih loo”


“Bukannya gimana mba ini hanya kerjaan saya “


“Oke” jawab Ica dengan ketus.


Walaupun ditegur oleh Ica pegawai itu masih mengawasi Ica.


Beberapa pegawai juga membicarakannya.


“Apa sih mau mereka”batin Ica.


“Nes kamu sudah dapat yang kamu mau ? “


“Sudah Ca”


“Ayok deh”


Ica mengeluarkan black card untuk membayar.


“Mba... Jangan bercanda ini emang ini asli”


“Dihh dari tadi kalian nyebelin banget ya !!! “ujar Ica tak tahan dengan kelakuan para pegawai di Korea store.


“Aku nggak mau ya kalau ini hanya mainan”ujar kasir itu lagi.


“Buat apa aku kasih mainan ke kalian”ujar Ica.


“hemmmm.... Aku coba ya”


Mata kasir itu terbelalak saat kartunya bisa.


“Ini... “


“Mba lain kali jangan nilai orang dari penampilannya ya”


“Maaf Mba”


“Saya emang kayak gini bukan berarti saya nggak punya uang”


Ica keluar dengan perasaan dongkol.


“Apa penampilanku mirip pembantu Nes”


“Nggaklah Ca, mungkin banyak anak-anak yang kesini cuma lihat-lihat saja”


“Tapi bukan berarti dia boleh kayak gitu, biarpun hanya lihat pasti suatu saat dia beli kan namanya juga pelanggan“


“Iya juga sih”


“Dasar toko prikkk, aku pikir bagus, besok kalau kita mau kesini lebih baik pakai dress ala-ala nuna Korea”


“Bisa juga “ucap Nesa sambil berdecak kagum melihat apa yang baru dibelikan oleh Ica.


“Ca... Makasih ya”


“Makasi buat apa ? “


“Gimana hubunganmu sama Alvian ? “


“Segitu-segitu aja belum ada kemajuan”


“Sabar, mungkin dia masih belum berani”


“Iya... Tapi bosen juga pedekate kelamaan “


“Haiiissssss belum sebulan”


“Aku maunya cepat Ca, supaya pas malming ada diajak, pas nonton ada diajak”


“Kamu ini kayaknya seneng banget ya sama cowok”


“Bukan gitu, kita itu butuh mood booster buat hidup kita yang suram ini dengan melihat oppa ganteng dan cowok ganteng”


“Iya... Jadi kan nanti sore kerumah aku”


“Jadilah”


15.00


“Astaga.... Aku lupa... !!!“Pekik Ica.


“Padahal Dio sudah ingetin aku”


Ica menyambar baju dan segera ke kamar mandi.


“Apaan sih Ica itu, keluar masuk nggak jelas”


“Emmm..... Aris.... Antar aku yuk ? “


“Aku antar pakai apa, bukannya Dev yang bawa mobil “


“Astaga iya juga sih”


“Telepon aja Ca”


“Butuh waktu lama buat dia kesini, tahu kan padatnya dijalan kayak gimana “


“Kalau gitu kamu naik ojol aja”


“Oke deh”


Setelah memesan ojol Ica segera ke sekolah.


Ya hari ini adalah jadwal gantian kelompok Ica yang memberi makan hewan.


Ica mengusap matanya yang masih mengantuk akibat ketiduran saat pulang sekolah.


Ica datang bersamaan dengan Dio dan pas ketika sampai sana hujan turun dengan derasnya.


..........


................


Tidak ada obrolan, tingkat gengsi Ica pada Dio dan kekesalannya karna Dio selalu menyaingi Ica.


“Ca... Kamu mau kue”


Perut Ica yang kerongcongan karna tadi belum makan apapun mulai berulah.


“Aku sudah kenyang “


“Jangan nolak Ca, kalau hujan kayak gini biasanya perut lebih cepat laparnya”


“Emmm.... “


“Makanlah”


“Aku ambil “ucap Ica malu-malu.


“Ini ada air juga”


“Kamu emang bawa dua”


“Iya aku sengaja, aku nggak bisa makan sendirian “


“Ohh gitu, aku ambil bukan berarti kita bisa akrab ya”


“Iya “ucap Dio tersenyum.


“Kamu tinggal dimana ? “


“Di jln anggrek “


“Lumayan jauh dari sekolah”


“Iya”


“Semua hewan sudah selesai dikasih makan,kan tadi ya”


“Iya”


“Laporannya sudah kamu buat”


“Iya”


📞*Nesa*


“Ca... Masih hujan nih aku mau kesana ? “


“Iya... Aku juga masih di sekolah”


“Oh... Jadwal kamu ya hari ini ? “


“Iya... “


“Cie yang lagi berduaan ditengah hujan, aku selalu bahagia saat hujan turun karna aku dapat mengenalmu untukku sendiri”bernyanyi.


“Hissshhhh jangan ganggu aku”


“Bercanda”


Dio melepas kacamatanya dan mengibaskan rambutnya yang basah dan melap dirinya dengan tisu.


Ica memperhatikan sekilas lalu berpaling lagi.


“Dia lumayan juga sih, aduhh bodoh apa yang aku pikirin”


“Kamu nge gym ? “( sialan !!! Mulutku nggak punya harga diri)


“Ya... Aku emang nge gym, apa kelihatan ya”ujar Dio.


“Dikit”ujar Ica perlahan.


“Kamu ada saudara disini ? “


“Tidak ada”


“Ohh... “


“Kalau kamu ? “


“Aku ada Kakak laki-laki “


“Yang sering antar kamu itu ? “


“Itu sepupu aku yang berkamuflase jadi pacar aku”


“Kok gitu ? “


“Dia takut banyak yang minta nomernya”


“Wahh unik juga ya, jadi pacar pura-pura”


“Nggak juga sih “


“Eh hujannya sudah agak reda, ayo kita pulang sebelum hujannya deras lagi”


“Kamu mau ikut ? “


“Aku mau naik ojol aja”


“Oke aku tunggu sampai ojol nya datang “

__ADS_1


“Makasih”ucap Ica berat seperti ia mengangkat beban 20 kg.


Dirumah ia melihat Dev yang menelepon nampak wajahnya tidak suka.


“Aku nggak mau tahu ya, jika inves ini gagal , aku akan tarik dana aku”


“Marah mulu kayak CEO CEO di drakor”


“Aku emang belajar jadi CEO di drakor Ca, btw kamu pernah nonton drakor ? “


“Pernah sih beberapa “


“Bias kamu jadi dari drakor itu ya ? “


“bukan itu NCT kak”


“Tumben kamu jujur “


“Dah terlanjur kamu ekplorasi “


“Habisnya aku masuk kamar kamu aja nggak boleh , sedangkan kamu, keluar masuk kamarku”


“Btw badan kamu basah nggak ganti baju ? “


“Ini mau gantian “


“Atau “


“Atau aku mau gantiin ? “


“Dasar cabul !!! “


“Bercanda”


“Kakak masak apa ? “


“Kakak .... Masak ? Ihhh hancur semuanya, kakak pesanin aja ya”


“Iya Kak, hufftt Nesa nggak jadi kerumah gara-gara hujan”


“Emang Nesa kamu ajak kesini”


“Iya... Bosan aku sama orang bodoh dirumah”


“Siapa yang kamu bilang bodoh”


“Kakak sama Aris,emang siapa lagi”


“Dihhh mulutmu durhaka sekali”


“Biarin”


Setelah keramas dan ganti baju Ica mendatangi Dev yang menonton TV.


“Kak aku tadi kesal sekali pas belanja”


“Belanja dimana ? “


“Di Korea Store “


Dev bergeming sebentar


“Emang ada apa ? “


“Baru masuk aja, aku dilihatin dari atas sampai bawah Kak”


“Emang wajar sih dia lihatin kamu, kok kamu tersinggung”


“Dia ngeliatnya nggak biasa Kak, kayak aku itu mau maling disana”


“Wajahmu kriminal mungkin”


“Nggak lucu “


“Iya lanjut dah ceritamu”


“Terus aku suruh jangan ikutin aku, ehh dia juga jawab ini prosedur segala macam kak, dan kartu aku dikira kartu mainan “


“Ohhh.... Bagus deh”


“Kok bagus sih !!! “


“Nanti kita kesana lagi, pantas penjualan disana sepi, aku ada inves disana dan aku mau tarik dana aku”


“Oh gitu “


“Ohh gitu seakan paham saja “


♎♎♎♎♎♎♎♎♎♎♎♎♎♎


“Iya pokoknya itu dah”


“Intinya dua bulan ini penjualannya merosot mungkin ini penyebabnya “


“Bisa jadi Kak”


“Setiap orang yang kesana dijutekin “


“Bisa juga yang kamu katakan”


“Mungkin orang yang awalnya mau beli bisa nggak jadi karna pelayanannya”


“Kalau kita kesana bajunya jangan yang bagus Ca”


“Kok gitu Kak”


“Berdasarkan ceritamu, mereka itu melihat dari penampilan kan”


“Iya”


“Kakak mau lihat bagaimana mereka memperlakukan pelanggan biar Kakak bisa menarik dana Kakak, banyak loo Kakak investasi disana karna disana itu yang punya teman Mama juga “


“Haisshhh memang Mama itu semua temannya ngga ada yang benar”


“Bukan masalah temannya Ca, tapi pegawainya”


“Iya Kak”


“Sekarang apa besok kita kesana ? “


“Besok aja Kak, lihat hujannya mau turun lagi”


“Iya”


Paginya Ica kembali telat bangun padahal alarmnya bunyi terus.


“Kakak nggak bangunin aku”


“Kamarmu kamu kunci, gimana mau bangunin kamu”


“Aku kan safety kamar”


“Safety safety, telat kapok dah kamu”


“Jahat”


“Makanya jangan begadang main hape”


“Aku mana ada main hape”


“Kamu lupa kakak tidur dimana, Kakak dengarlah suara kamu ketawa ketiwi kayak nek lampir”


“Kasar sekali mulut Kakak”


Dev hanya diam karna jika ia tanggapin pasti akan panjang.


đź’¬*Nesa*


Ca... Aku bawa bekal nih


Nanti kamu coba ya


đź“©


Oke besti


Dev melirik Ica yang tersenyum sendiri.


“Dihh kayak kucing birahi”


“Kak Dev... Kamu kakak yang paling kasar !!! “


“Biarin”


“Hooaammmm”


Aris keluar dari kamarnya dengan mata yang masih mengantuk.


“Dev hari ini aku terakhir disini”


“Oohh gitu”


“Mama dan Papa sudah balik”


“Syukur deh kalau mereka sudah balik”


“Bye Aris”


“Bye Ica”


“Oh iya aku juga beli ini buat kalian”


Mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.


“Nih “


“Cincin”


“Ya.... “


“Ini produksi keluarga aku, keluaran terbaru “


“Kamu ngambil ? “


“ Ngambil apanya, aku beli tau”


“Emang kamu punya uang ? “


“Ada dong “


“Ayo pakai”


“Wah keren sekali makasi Ris”


“Makasi Aris “


“Iya”


"Ca kamu jadi jalan sekolah nggak ? "


"Jadi kak"


"Ayo cepat, aku mau pergi kerja juga nih"


Dev berjalan cepat diikuti Ica yang berlarian"

__ADS_1


__ADS_2