
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
“Dari tadi lihatin tangan kamu terus, ada apa ditanganmu”
“Ini”
“Dari siapa ? “
“Dari Aris”
“Cantik banget sih”
“Iya, aku juga mikirnya gitu”
“Ca... Kamu mau anterin aku ke kelas Alvian nggak ? “
“Nggak !!! “
“Kok kamu gitu sih”
“Kamu mikir dong Nes aku ini center of interest disini, pasti aku di digosipin, aku belum mau kena gosip dulu, ada ulangan semester ini”
“Kalau gitu aku kesana sendiri ya”
“Ya... Aku lihat kamu dari jauh aja ya”
“Iya Ca... Maaci mmuacchhh”
“Mmuachhhhh”
“Ikutan dong” Ujar Alex
“Uekkkkkkk”
“Ca gimana kemarin, kan kemarin kelompok kamu yang kasih makan hewan”
“lancar aja sih, Cuma hujannya deras banget “
“Kamu sama si cupu itu kan ? “
“Iya, jangan diperjelas napa”
“Hehe”
“Ica”
“Isshhh siapa lagi ini”
“Aku Kakak kelas 12 dari kelas IPS”
“Terus”
“Aku mau minta nomor kamu”
“Dihh pedenya double kill ini orang”
“Nggak “
“Ayolah aku suka sama kamu”
“Nggak nggak, aku nggak mau”
“Oke deh tapi aku nggak akan nyerah “
“ Sialan !!! Pede banget sih iya kan Nes ? “
“Nesa !!! “
“Itu kan Tama”
“Terus kenapa ? “
“Dia termasuk sepuluh cowok ganteng disekolah ini, huuu aa Tama”
“Nes kayaknya kamu itu keturunan biaya betina deh, nggak bisa lihat yang bening sedikit “ujar Alex.
“Wajar dong kita itu butuh support system “
“Kamu sering bilang begitu saat lihat cowok “ ujar Alex
“Aku ngomong apa adanya lagipula mataku ini selalu benar “Nesa tak mau kalah.
“Aku jadi kasihan sama cowok-cowok itu”tambah Alex lagi.
“Iya.... Pandangan Nesa benar-benar membuat aku bergidik”
“Iya”Gilang hanya bilang itu saja.
“Fabian gimana pedekatemu sama anak kelas sebelah itu”
“Sukses dong, kita sudah jadian”
“Hooo cepat banget sih !!! “
“Ngapain lama-lama”
“Dio.... “
“Iya ada apa ? “
“Nanti malam ikut yuk”
“Kemana ? “
“Party”
“Boleh dah”
“Nah gitu dong “
“Kalian ngapain ajak dia, kan dia kayak gitu tampilannya”
__ADS_1
“Nggak apa, kita kerjain aja dia”
“Sipppp”
Waktu yang ditentukan akhirnya tiba, Dio datang sesuai janjinya.
“Kita mau party dimana ? “
“Di club lah”
“Oh okey”
Dio mengikuti kemauan geng Ica tersebut namun Ica dan Nesa tidak ikut.
“Ayo Dio kamu bisa minum nggak ? “
“Emm aku belum pernah coba sih”
“Ayo coba “
“Iya”
Dio mencoba seteguk kepalanya pusing.
Mereka kemudian lanjut karaoke dan bermain kartu.
Dio mencoba bertahan meskipun ia terlihat tak biasa dengan hal seperti ini.
Mereka party hingga jam sepuluh malam.
Kepala Dio rasanya nyut nyutan dan ia pulang dengan perlahan agar tidak terjatuh.
Pagi harinya Dio terkejut karna grup khusus kelas ramai.
Semuanya menghujat Dio.
Dio bingung apa yang terjadi namun ia melihat screenshot yang dikirim lewat akun ig tanpa nama bahwa dia sedang minum namun hanya dia saja yang di photo sedangkan Alex, Fabian dan Gilang tidak ada.
*Penampilannya cupu tapi kelakuannya kayak gini*
*Iya nggak nyangka deh*
Dio menghela nafas panjang, mau mengelak pun itu sudah jelas dia, tapi siapa yang memotret, jelas-jelas dia dan teman yang lain sedang minum bersama.
Dio tak sanggup saat memakai seragam sekolah dan pasti ia akan menerima cacian dari teman sekelasnya.
Dan benar saja sampai sekolah ia langsung di bully.
“Ehhhh Dio kamu keterlaluan ya”
“Ngerusak nama kelas kita aja !!! “
“Bodohhh”umpat yang lain.
Fabian, Gilang dan Alex hanya buang muka saat Dio dicaci, tidak ada pembelaan, Dio hanya melihat mereka dan kembali ketempat duduknya.
Terlihat Ica yang tetap seperti awal ketemu, dingin tapi kali ini ia lebih dingin.
“Seharusnya kamu nolak tapi kamu mau, kamu sama saja dengan cowok -cowok lain”
“Ca.... “
“Apaan Nes”
“Kamu mau dengar nggak ? “
“Dengar apa ? “
“Dengarkan curhatku tentang dirinya”
“Malah nyanyi”batin Ica
“Aku jadian sama Alvian”
“Wihhh hebat banget, kapan dia nembak kamu ? “
“Kemarin... Aku ketemuan sama dia”
“Wihhh keren”
“Iya dong”
“Terus kamu bisa dong move on dari Kak Damar “
“Ihh siapa sih Kak Damar, aku nggak kenal “
“Sombong amat”
“Biarin “
“Ca kamu nyari pacar dong”
“Nggak mau”
“Biar kita double dad”
“Jangan kegatelan deh Nes, emang sama Kak Alvian bisa bertahan berapa lama ? “
“Kamu jangan gitu dong, dukung temanmu ini”
“Ya aku dukung deh”
“Nah gitu dong “
“Eh Ca... Kamu sudah lihat grup”
“Sudah “
“Tumben kamu nggak ikutan bully dia “
“Aku kan sudah bilang, bulan ini aku harus kalem, demi beasiswa, kamu tahu kan aku banyak masalah akhir-akhir ini”
__ADS_1
“Iya juga sih”
“Btw pulang sekolah langsung main yuk ke rumah aku”
“Iya deh, tapi ada cogan nggak ? “
“Ada “
“Serius”
“Iya”
“Siapa, kalau Dev aku kan sudah tahu”
“Selera Dev bukan kayak kamu tahu, kemarin aku lihat dia senyum-senyum chating sendiri, aku yakin dia punya mangsa baru”
“Dev playboy”
“Nggak juga sih cewek banyak yang deketin dia tapi kamu tahu kan, karna status dia”
“Jadi belum bisa tahu mana yang tulus ya”
“Tepat sekali”
“Kenapa nggak dijodohin aja Ca”
“Sihhhh stop stop Nes jangan bilang kayak gitu, kalau bilang jodohin aku nggak sanggup dengarnya “
“Kenapa ? “
“ Banyak pernikahan yang gagal karna perjodohan Nes”
“Ohh gitu “
“Kalau bisa kita hindari aja deh”
Nesa mengangguk seolah mengerti.
“Selamat Pagi anak-anak tolong catat ya jadwal ulangannya”
“Baik Bu”
“Dio nanti ikut ke ruang guru ya”
“Iya Bu”
“Pasti dia dipanggil gara-gara foto itu”
“Iya pastinya”
Alex, Fabian dan Gilang tampak tegang.
“Lex.... Gimana nih”
“Aku juga nggak tahu”
“Bisa mati kita kalau ketahuan”
“Iya.... “
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
Jakarta....
“Wahhh bayinya lucu sekali sih”
“Iya makasi ya Oliv, kamu sudah mau datang, Tante makasi”
“Iya sama-sama kok”
“Ini buat kamu”ujar Oliv sambil memberikan hampers bayi
“Repot amat sih kayak siapa aja”
“Nggak apa kok”
“Eh... Liv gimana kabar Montana ? “
“Stabil kok “
“Wah bagus berarti ya”
“Iya semoga kedepannya tetap begitu “
“Bagaimana kabar Dev, sudah ada calon ? “
“Belum, aku setiap membahas itu dengan Dev pasti bertengkar “
“Ya ampun Liv, kamu juga sih terlalu dini buat kenalin dia kedunia bisnis”
“Aku cuma mau yang terbaik buat dia “
“Tapi kasihlah dia kelonggaran Liv”
“Iya aku niatnya gitu, buktinya aku nggak paksa dia buat nikah sama siapa, asalkan dia cinta saja “
“Baguslah, biasanya kalau dasar cinta pasti dia langgeng kan”
“Iya aku berharap banyak sama Dev “
“Minum dulu Liv, suami aku belum pulang “
“Ohh gitu jam berapa dia pulang ? “
“Jam delapan malam”
“Liv kamu belum ada pacar ? “
“Belum”
__ADS_1
Ica Montana