
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
“Hey kalian cowok-cowok ada saran nggak ? “ Tanya Ica
Suara jangkrikk
Krik....
Krikkk....
Krikkk.....
“Dasar !!! Awas kalian ya”
“Apa yang kalian ributkan, lakukan apa saja pasti kita setuju ya kan “
“Iya” (Cowok-cowok kompak)
“Oke “(ucap Ica menyeringai)
“Peralatan biar aku aja yang bawa nanti aku bantu sewain ya dan untuk dekor kita bisa mulai nanti sore “
“Sore kalian datang semua ya”
“Iya” (Jawab satu kelas kompak)
“Jadi ntar sore kamu nggak latihan Ca ? “
“Nggak dari ulangan kemarin kita sudah off latihan”
“Nanya gitu, pasti mau ketemu Alvian ya”
“Iya sih aku pengen lihat dia”
“Ohh gitu sekarang aja kamu cari dia”
“Nggak mau ah.... Nanti dikira aku menggatal”
“Ihh biarin aja dia kan emang pacar kamu”
“Hai Ca... “
“Dia lagi “batin Ica
“Besok acara kelasmu apa ? “
“Rahasia lah”
“ooo rahasia”
“Aku pergi dulu”
“Kamu cuek banget sama Kak Tama”
“Biarin aja kenapa sih, kamu mau sama dia ? “
“Nggak....!!! “
“Itu supir aku, tumben nggak kena macet, aku duluan ya”
“Iya Ca”
Dirumah
“Noh ini bajunya baru saja diantar”
Ica sedang video call dengan Nesa.
“Bagus banget sihhh aargghhh. .... Pasti kelas kita paling bagus”
“Pastinya, cowok-cowok itu kan bilang ngikut aja, awas kalau mereka protes”
“Iya Ca”
đź’ đź’ đź’ đź’ đź’ đź’ đź’ đź’ đź’ đź’
“Hanum..... “
“Ehhhh.... Yovi kamu ngapain kesini ? “
“Aku lewat aja kok “
“Ohh gitu”
Terlihat Dev yang baru datang, kali ini dengan motor.
“Yovi maaf aku duluan Dev sudah jemput aku”
“Oke.... “
“Ehhh.... “
“Itu Yovi ngapain Num ? “
“Katanya Cuma lewat aja tadi”
“Mungkin dia naksir sama kamu”
“Mana mungkin, kalau dia naksir pasti dari awal dia bilang sama aku Dev”
“Yahhh.... Mungkin dia butuh waktu untuk bilang”
“Yaa.... Biarin aja deh, kok jadi bahas dia”
“Dev.... Aku lupa cerita beberapa hari yang lalu, ada cewek yang cari aku”
“Cewek.... Siapa ? “
“Namanya Sonya dan dia cerita semua tentang kamu, kamu benar anaknya dari perusahaan Montana ? “
“Emmm.... Iya Num”
“Kalau gitu kita nggak cocok Dev”
Dev menghentikan motornya di tepi jalan tepat didepan sungai dekat rumah Hanum.
“Kenapa kamu bilang begitu Hanum”
“Aku hanya merasa tidak pantas Dev “
“Jangan bicara hal itu lagi Num, aku yang menjalani ini semua “
“Aku.... Lihat aku.... Aku hanyalah gadis biasa”
“Gadis biasa bagi kamu, tapi bagi aku, kau yang mampu bikin aku semangat Num”
“Aku takut kamu bakal ninggalin aku Dev, setelah aku status kamu”
“Hai Kak Dev “
Dev terkejut dengan suara yang tidak asing.
“Ica... Kamu pergi kemana ? “
__ADS_1
“Aku baru pulang dari sekolah Kak, dekorasi buat bazar “
“Hai Kak Dev “
“Hai juga Nesa”
“Ca... Karna ketemu kamu disini, ini Hanum”
“Hai Hanum aku Ica adiknya Dev”
“Iya salam kenal ya”
“Aku Nesa temannya Ica”
“Kak aku balik duluan ya”
“Iya Ca”
Ica dan Nesa melanjutkan perjalanannya.
“Pacar Kakak kamu Ca”
“Mungkin”
“Kenapa tadi nggak tanya”
“Nanti aja dia cerita kok”
“imut ya”
“Iya kayak barbie”
Disekolah
“Kita pakai ini ? “
“Iya.... Kalian kan nggak bantuin jadi pakai aja, kalian yang jualan ya”
“Tapi baju ini ? “
“Bagus kan hanya kalian saja kok”
“Ya emang kita doang cowok dikelas “
Baju yang dipakai murid cowok dikelas Ica adalah bertema prince dan sangat manis.
Karna unik baju itu mengundang murid-murid kelas lain untuk berkunjung apalagi Gilang yang pakai, pas banget dan keren.
“Ca foto aku”
“Lagi dah lagi sudah lima kali aku fotoin kamu”
“hehehe bajunya bagus”
“Iyalah aku yang pilih “
“Kak mau bobanya satu”
“Yang rasa apa ? “
“Rasa coklat”
“Pakai toping apa ? “
“Oreo”
“Ini ya sudah jadi”
“Makasih”
“Ohh Oke, Ca tolong fotoin “
“Iya iya”
“Kita banyak dapat pelanggan hari ini dan Ica keren deh sama tema kamu”ujar Ningsih.
“Syukur deh kalau gitu, semoga tiga hari kedepan jualan kita tetap laris”
“Sippppp”
“Semangat kelas 11IPS”
“Semoga tahun depan jadi lebih berkesan dan kita semua diberi kesehatan “
“Yeyyyyy”(ujar semua siswa 11IPS)
“Aku nggak ada lihat Fabian deh”ucap Ica pada Nesa.
“Dia lagi bucin”
“Ohh gitu berapa lama sih dia bertahan dia kan orangnya cepat bosan”
“Nggak tahu”
Waktu semakin siang dan semua siswa banyak yang sudah pulang.
“Ca... Aku bantu kamu rapiin”
“Iya... Makasih Gilang “
Gilang tak sengaja menyentuh tangan Ica.
Keduanya kaget dan menarik tangannya masing-masing.
“Maaf Ca”
“Aku juga minta maaf”
“Ca... Ini mau taruh dimana ? “
“Disini aja”
“Oiya nanti kamu mau beli bahan lagi ? “
“Iya... “
“Aku boleh ikut ? “
“Boleh”
“Beneran ? “
“Iya”
“Yesss.... “batin Gilang
⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️
“Jadi kamu biasa belanja disini ? “
“Iya harganya juga nggak jauh sama harga pasaran”
__ADS_1
“Aku kira kamu nggak pernah belanja”
“Belanja dong, sesekali aku juga mau belanja, kamu pikir aku manja”
“Iya awalnya “
“Gilang mau makan malam dirumah aku nggak ? “
“Makan malam ? “
“Iya”
“Tumben kamu ngajak aku ? “
“Karna kamu sudah temenin aku belanja”
“Boleh deh, kamu yang masak ya”
“Boleh kalau kamu mau sakit perut “
“Emm... Jangan deh”
“Semua sudah cukup ni, ayo kita bayar “
“Oke”
“Semua totalnya 100k ya”
“Ini”
“Pacarnya ya kak ? “tanya kasir yang familiar dengan Ica
“Bukan ! “
“Aku kira pacarnya soalnya cocok”
“Bukan “ucap Ica lagi lalu mengambil barangnya.
“Aku aja yang bawa”ujar Gilang
“Paan sih, aku juga bisa kalau bawa ginian”
“Kamu nggak ada pekanya Ca, kalau difil kan cowoknya yang bawa belanjaan”
“Dihhh .... Korban film”
“Ca.. “
“Emmm.... Ujung-ujungnya aku juga yang tenteng sampai rumah”
Ica memperhatikan motor Gilang yang adalah motor sport.
“Kalau digantung jadinya lucu”
“Hehehe”
“Ayo deh”
“Sorry besti”
“No problem “
Sesampainya dirumah Mama dan Nenek Ica sudah pulang bahkan Dev juga.
“Mama, Nenek kalian sudah pulang ? “
“Iya Ca... Baru aja sampai”
Dev tersenyum girang saat melihat Ica diantar Gilang.
“Kak... Jangan coba-coba ganggu Gilang ya”
“ahh mana ada, kamu kok curiga sama Kakak sih”
“Iya dari jauh Kakak senyum gitu, aku langsung negatif thingking “
“Ma... Hari ini aku ajak Gilang makan malam disini, boleh kan ? “
“Iya sayang Mama juga bawa oleh-oleh nanti ambil ya Gilang”
“Iya Tante makasi”
“Mama dan Papa sehat ? “
“Sehat kok Tante”
“Ma... Ssssssttt”Ica memanggil Mamanya.
“Iya sudah Mama beliin ada di kamar “
“Jangan sampai di tahu sama Dev Ma”
“Oke aman Ca”berbisik.
Gilang nampak grogi dengan makan malam dirumah Ica karna dirumahnya ia jarang bertemu dengan Mama Papanya apalagi makan malam.
Dikeluarga Ica makan malam adalah hal yang wajib jika semuanya berkumpul, itu yang Ica jelaskan pada Gilang saat dijalan tadi.
Ica mengajak Gilang untuk nonton diruang tivi dan Dev ikut juga sedangkan Mama dan Neneknya langsung beristirahat.
Gilang nampak tegang saaat Dev begitu menempel padanya.
“Hobby kamu apa ? “
“Aku hobby nyanyi Kak “
“Ohh gitu ooo berarti yang Ica tonton beberapa waktu silam itu kamu ya”
“Ya betul Kak”
“Bisa main gitar”
“Bisa Kak”
“Duet yuk”
“Ehhh.... “
“Keluarga aku ada ruang music sesekali Ica juga main piano “
“Seriusan Ca, kamu main piano”
“Aku nggak pandai kok”
“Lagu apa yang kamu suka ? “
“Stay with Me”
“Ah aku juga bisa “
“Yuk deh kita keruangan sekarang “
__ADS_1
Gilang