
Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...
Dukunganmu sangat berarti .
😍😍😍
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
Tunangan Dev dan Hanum akhirnya dilaksanakan pada Hari Senin 17 Juli 2023.
Dev mengundang semua kolega dan investornya.
Banyak yang memuji Dev karna memiliki tunangan yang cantik dan sopan seperti Hanum.
Namun banyak juga dalam hati yang heran karna Dev tak memilih anak konglomerat atau anak dari mereka yang sekiranya setara dengan Dev.
Hanum nampak kikuk dengan tamu kelas atas itu namun ia cukup pandai berbaur ,karna Mama Dev telah memberi begitu banyak wejangan untuknya saat sehari sebelum acara pertunangan itu.
Ica yang hatinya tak menentu itu akhirnya melihat Dev dan Hanum yang berbahagia, rasanya tak pantas jika ia terlalu khawatir pada perasaannya sendiri karna Hanum memang gadis yang baik.
Ditengah lamunannya Ica melihat Kak Damar dan orang tuanya.
“Eh apa Kak Damar termasuk kolega Dev juga, ah pasti orang tuanya”
Ica melihat Dev langsung menyapa orang tua Kak Damar.
Setelah basa basi Kak Damar menghampiri Ica.
“Aku pikir bukan Kakakmu yang tunangan”
“Eh Iya Kak, ayo makan dulu “ Ica bingung mau bilang apa.
“Iya... Makasi Ca”
Pesona Kak Damar dengan jas hitam membuat Kak Damar memiliki rating 10 dimata Ica.
“Lumayan keren sih” batin Ica.
Ica menemani Kak Damar berbincang hingga Dev memperhatikan dengan seksama.
“Bagaimana Ica bisa bersikap lembut pada laki-laki ya”pikir Dev.
Di sela-sela pertunangan Dev, Mama Ica lah yang paling berbahagia karna Dev sudah memiliki pasangan.
Untung saja Mama Dev bukan tipikal calon mertua yang pilih pilah dan terlalu mengatur.
Intinya Dev mau menikah saja sudah syukur.
Saat sedang sibuk ditengah keramaian acara Dev, Ica memilih mengajak Kak Damar untuk ke balkon rumahnya.
“Dari sini semuanya terlihat ya Ca”
“Tapi nggak ada pemandangan Kak, cuma perumahan aja”
“Tapi enak lohhh”
Damar semakin mendekat dengan Ica.
“Ca kamu nampak berbeda dengan gaun”ujar Kak Damar
“Iya, hampir semua bilang begitu Kak, apa aneh ? “tanya Ica.
__ADS_1
“Aneh apanya, aku bilang berbeda karna cantik tau” Kak Damar akhirnya berani berbicara.
“Cantik apanya ? “
“Serius cantik loo, btw aku sudah putus sama Jessi”
“Ohhh, emangnya dia mau ? “
“Mau nggak mau ya harus mau, aku capek jaga hatiku”
“Iya kalau gitu Kak Damar yang sabar aja ya, Kak Damar kan ganteng, pasti banyak yang suka dan antri buat jadi pacar Kak Damar”
“Ahhahaha, aku jadi malu kamu puji kayak gitu”
“Dihh, buat apa malu aku ngomong fakta kok dan aku juga baru kali ini muji orang”Ica hampir terkekeh namun ia menahannya agar tetap terlihat anggunly.
Ica tertawa kecil diikuti oleh Kak Damar.
Meski Ica tomboy dalam hati kecilnya ia suka dipuji oleh Ica.
Riska Montana
🌜🌜🌜🌜🌜🌜🌜🌜🌜🌜
“Ehhh si putri baru keliatan “ujar Dev saat melihat Ica dan kak Damar berjalan beriringan.
“Iya Kak, ada apa ? “
“Nggak ada sih, Cuma sebatas pandang Kakak, kamu tidak terlihat dari radar”
“Aihhh Kakak ini, giliran dah tunangan sok perhatian “
“Kapan aku nggak perhatian sama kamu”
Dev melihat Damar hingga ia menghilang dari pandangannya.
Damar, aku mengawasimu
“Kak Hanum sudah makan ? “tanya Ica saat melihat Hanum yang sedang duduk di halaman depan.
“Sudah kok Ca, kamu sendiri gimana ? “
“Sama, btw Kak Hanum titip Dev ya, tugasku sudah selesai “ucap Ica.
“Jangan bilang begitu Dev tetap butuh kamu, lagipula pertunangan ini untuk mengikat kita supaya saling mengenal satu sama lain”
Ujar Hanum.
“Iya, tapi Kak Hanum harus lebih ekstra sama dia, dia itu incaran banyak biaya betina”
“Kalau itu sih tergantung Dev aja Ca, aku nggak kekang dia kok ,nggak baik”
“Iya bagus Kak, nanti selama Kakak di Korea, aku yang awasi dia “
“Siap kapten “
Ica tersenyum lebar dia merasa tenang jika sudah bicara dengan Hanum.
Semoga aja nggak ada masalah selama Hanum di Korea.
Saat dirumah Damar terngiang-ngiang dengan wajah Ica.
__ADS_1
“Kenapa Ica begitu manis, padahal mereka sering bersama saat latihan Silat”ujar Damar dal hati. “Jantunganya sangat tak karuan saat melihat Ica dalam balutan gaun yang manis dan ia melihat Ica seperti tokoh wanita didalam fiksi, kayaknya otakku harus segera direparasi deh”.”Apalagi saat ia dan Ica duduk di balkon, wangi parfum Ica yang soft, membuatnya tambah betah dengannya, seakan tak ingin pulang “.
Damar kemudian menutup matanya.
Di tempat lain Alex sedang berfikir, apa karna biasa bersama rasa nyaman mulai tumbuh, tapi kenapa pada Nesa tidak, jelas kalau dari segi anggun dan kewanitaan, pasti Nesa pemenang soundnya, namun pada kenyataan Ica lah yang bisa menyedot perhatian dia dan Gilang dan semoga saja Fabian tidak ikut.
Di Sekolah 🏫🏫🏫
“Melamun aja Ca, gimana acara pertunangan kemarin , lancar ? “tanya Nesa.
“Yup, lancar ada Damar juga datang sama ortunya”ujar Ica.
“Kak Damar , ya wah pasti dia keren kan Ca”ujar Nesa.
“Kamu masih ada hati ya sama dia ? “Ica melihat Nesa yang antusias membicarakan Kak Damar.
“Hehehe, enggak sih kan ada Alvian “
“Jaga mata jaga hati Nes, eh btw dia kan sudah putus sama Jessi”ujar Ica perlahan seperti tetangga julid yang sedang bergosip.
“Masak ! “Nesa berteriak dan kemudian menutup mulutnya.
“Yaa”
“Waduh, aku pikir awet mereka”
“Ya, mana aku tahu”ujar Ica padahal ia tahu alasannya dengan jelas.
“Nes “
“Iya Ca”Nesa melihat Ica
“Jangan kejar Kak Damar ya, berat dia, aku nggak mau lihat kamu terluka, aku suka kamu dan Alvian bersama kamu selalu tersenyum tiap hari, bukan seperti kamu nge crusin Kak Damar”ujar Ica pada Nesa.
“Iya Ca, aku juga sadar Kak Damar itu populer dan sainganku adalah cewek-cewek cantik dan berkelas tapi Ca, kamu kan berkelas juga kenapa kamu nggak coba dekat sama Damar ? “ujar Nesa dengan santainya.
“Dihhh, jangan gila ya”
Nesa memegang tangan Ica agar Ica diam karna Jessi dan temanya masuk ke kelas dengan wajah yang kesal.
Nesa dan Ica saling pandang.
“Wah.... Pasti habis baku hantam “ujar Nesa pada Ica.
“DIAM ! “
Dio datang dan Nesa berbalik kearah depan.
Dio seperti biasa, tak banyak bicara, karna menyapa Ica atau Nesa, sudah pasti nggak akan dijawab.
“Dasar patung batu”ujar Ica dengan sengaja agar didengar oleh Dio.
Dikelas Damar.
Damar nampak sedang tertidur dikelas saat jam kosong.
Jika biasanya ia tidur-tiduran, kali ini ia benar tertidur.
Ia mengantuk karna mimpi semalam, mimpinya indah hingga ia enggan untuk bangun, namun pada saat ia terjaga, ia pikir sudah pagi ternyata masih jam 24.00,sangat sulit baginya untuk tidur lagi.
“Ahhh, mimpi semalam kepingin aku ulang lagi”ujarnya saat bangun dan kembali membayangkan mimpinya semalam.
__ADS_1
Mimpi itu membuat Damar tersenyum sendiri.