BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Sebelas


__ADS_3

🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Oliv melihat pasangannya tertidur pulas.


Ia kemudian beranjak untuk bersiap kerja.


“Kamu cuti aja dulu ya”


“Liv.. .. “


“Iya”


“Kapan lagi ? “


“Nanti kalau aku mood”


“Liv... “ Lalu mengecup bibir Oliv


“Jangan gitu, aku harus kerja Bara !!! "


“Aku juga mau kerja “


“Kamu istirahat aja dulu ya, aku harus profesional “


“Baiklah Liv”


“Ingat jangan bawa ini ke kantor ya”


“Iya”


🏢🏢🏢


“Selamat Pagi Bu Oliv”


“Selamat Pagi”


Itulah Oliv meskipun ia lelah pasti ia datang ke kantor tepat waktu.


“Ma.... Tolong tanda tangan kontrak ini”


“Baiklah”


“Dev... Kamu sudah baca grup keluarga ? “


“Sudah Ma”


“Pergilah membeli baju yang bagus dan kalau bisa ajak Ica sekalian “


“Iya Ma”


“Ma.... “


“Iya”


“Aku mau ajak Sonya kesana “


Oliv yang tadinya fokus dengan hapenya melirik kearah Dev.


“Sonya anaknya investor itu ? “


“Iya”


“Baguslah kalau begitu, kamu bawa dia juga beli baju ya”


“Nggak perlu Ma, pasti dia punya banyak baju “


“Kamu jangan begitu, berilah kesan yang baik pada dia”


“Iya iya nanti aku bawa dia pergi “


đź’¬


Sonya....


Aku akan membawamu


Untuk beli baju


Tapi bersama dengan adikku


Apa kau tidak keberatan ?


đź“©*Sonya*


Sama sekali tidak


Dan Terimakasih Dev....


“Hahhhhh Mama ada-ada aja sih “


🏬🏬🏬


Dev dan Sonya terus mengobrol di mobil sementara Ica merasa iri pada keanggunan Sonya lebih tepatnya ia cemburu.


“Si Dev sangat sopan pada gadis itu” batin Ica


“Ca... Pertandingan kamu besok kan ya”


“Iya”


“Aku akan datang”


“Kau kan emang selalu datang”


“Pertandingan apa ? “tanya Sonya


“Pertandingan pencak silat tingkat Nasional “

__ADS_1


“Wah... Hebat banget pantas saja Ica penampilannya agak tomboy”


“Tomboy matamu” batin Ica lagi.


“Ohh.... “ucap Ica.


Ditoko baju Ica merasa bosan karna Dev dan Sonya sibuk berdua.


“Kamu mau ambil warna apa Ca ? “Tanya Sonya tiba-tiba.


“Aku warna krem saja”


“Aku mau warna pink saja, ayo aku bantu kamu pilih model yang cocok”


“Yaaaa.... “ucap Ica dengan malas.


“Kamu pedekate dengan kakakku” ucap Ica diruang ganti.


“Bisa dibilang kayak gitu “


“Apa yang buat kamu tertarik sama dia, dia itu jorok”


“Ahhh... Semua cowok kan gitu”


“Dari luar aja dia keliatan rapi, bersih tapi aslinya jorok loohhh”


“Hehe nggak apa kok”


“Tuh....gaunnya cocok sama kamu” ucap Sonya mengalihkan pembicaraan.


Padahal dalam hatinya ia iri kepada Ica karna lekuk badannya yang lebih bagus darinya.


“Ini kedua kalinya aku pakai gaun”


“Kamu nggak suka ? “


“Iya... Aku kurang suka”


“Kamu kan anak pemilik perusahaan jadi harus bisa berpenampilan juga “


“Henggg”ucap Ica lagi dengan setengah hati.


“Kalau sudah ayo kita bungkus “ajak Sonya


“ Ogeyyyy”


“Kalian sudah selesai ? “tanya Dev yang sedang duduk di kursi.


“Iya”


“Aku bayar dulu ya”ucap Dev lagi


Kedua gadis itu hanya mengangguk seperti orang bodoh.


Malam Tunangan...


“Selamat datang”ucap Tante Yosiko pada keluarga Oliv.


“Wah aku kaget juga mendengar ini tapi syukurlah kamu punya tunangan”


“Iya Liv, jangan remehin aku dong “


“Aku nggak remehin kamu, cuma khawatir aja”sambil berbisik.


“Liv makasih looh katering nya”


“Sama-sama”ujar Oliv pada Tante Yosiko.


Disana semua berkumpul, Paman Dev dan keluarga dari besan-besannya juga.


Ica paling malas jika kumpul keluarga kayak gini.


Padahal dari keluarga Neneknya hanyalah dia dan Dev yang paling disayang.


Sementara sepupunya dari saudara neneknya sudah besar-besar semuanya.


“Dev nggak datang Liv ? “


“Dia masih jemput teman ceweknya ? “ujar Oliv.


Yosiko menoleh saat mendengar itu.


“Sudah punya pacar ? “


“Belum pacaran baru aja kenal”


“Ohhh gitu”


Namun tak lama orang yang dibicarakan datang.


“Dev... Ini siapa ? “


“Ini Sonya temanku Tante”ujar Dev merasa malas untuk membahas Sonya.


“Teman apa teman ni, kita dukung loo kalau lebih dari teman”


“Ahh Tante bikin takut Sonya aja deh, kita emang baru dekat beberapa minggu lalu”ujar Dev namun matanya melihat kearah Yosiko yang juga menatapnya.


“Ayo duduk Sonya, sampai lupa”ujar Tante Dev yang lain.


Dev memberikan amplop pada Yosiko dan ia bersalaman diikuti oleh Sonya.


Yosiko terus memperhatikan Sonya dengan sorot mata yang sangat menusuk.


Setelah basa basi dan doa bersama acara tunangan dimulai dan pasangan memakaikan cincin tunangan.


Yosiko tampak bahagia hari itu, tapi isi hatinya penuh dengan kesedihan karna ia harus meninggalkan Dev.

__ADS_1


“Yosi, aku sapa keluarga kamu dulu ya”ujar Tunangan Yosiko ya. g bernama Deny itu.


“Oke Deny” Ucap Yosiko pelan


Sebagian keluarga Ica yang cowok sudah mulai siap-siap main kartu dan minum dan Dev juga ikut.


Sementara yang wanita akan karaoke.


Semua sibuk dengan acaranya masing-masing dan Ica mencari udara segar.


Ica hanya duduk main hape sambil menikmati musik karaoke yang suaranya mulai random kayak pilihan baju.


“Bisa-bisa gendang telingaku infeksi kalau kayak begini” ujar Ica.


Entah berapa lama Ica duduk main hape dan ia ingin ke kamar mandi untuk merapikan bajunya yang membuat ia ingin murka.


“Apa Sonya itu ingin mengerjai aku”batinnya.


“Untung si Sonya itu pulang duluan”.


Ica berjalan perlahan namun saat akan ke kamar mandi ia melihat Dev dan Yosiko berciuman dengan intens, Ica ternganga dan mundur beberapa langkah, untuk saja Dev dan Yosiko tidak melihatnya.


Ica sangat shock, dimalam pertunangan Tante Yosiko ia dan Dev malah berciuman layaknya sepasang kekasih.


“Apa yang harus aku lakukan”


Ica terngiang-ngiang oleh apa yang ia lihat barusan, pikirannya jadi kacau balau hatinya hancur melihat kedua orang yang ia sayangi berbuat hal yang mencoreng keluarganya.


Setelah cukup lama Dev datang dari arah dapur namun tidak dengan Tante Yosiko.


“Kenapa dimalam tunangannya, Tante Yosiko melakukan itu bersama Dev, Kakaknya sendiri dan keponakannya juga”


Dev bertingkah seolah tidak terjadi apapun dan kembali bergabung minum dengan calon suami Tante Yosiko.


Ica memandang jijik kearah Kakaknya ia sangat kecewa dan terluka.


“Aku akan tanyakan padanya besok, aku yakin tadi itu pasti bukan kebetulan semata”


đź’¬*Nesa*


Ca...


Besok kita semua mau dukung kamu di pertandingan....


Fight


....


đź“©


Makasi Nesa


Semalaman saat pulang dari rumah Tante Yosiko, Ica tak bisa tidur, berulang kali ia membalik bantalnya agar bisa tidur, rasanya ia masih shock dan belum percaya, ia berharap apa yang ia lihat tadi adalah mimpi, tapi ia sangat yakin itu bukan mimpi.


“Dev.... Aku malu punya Kakak seperti kamu”


🥑🥑🥑🥑🥑🥑🥑🥑🥑🥑🥑🥑🥑🥑🥑


Benar yang dikatakan oleh Nesa, saat pertandingan penonton dari SMA SEMESTA sangat sedikit.


Tapi Ica tidak peduli terlebih ia melihat Mamanya di bangku penonton.


Saat awal pertandingan Ica sempat memikirkan Dev dan Tante Yosiko, hingga ia terpukul dia kali.


“Ayo Ica kamu pasti bisa”teriak Nesa


“Ica.... Ica.... “


“Icaaa........ “


“Icaaa....... “


Support dari Gengnya membuat Ica tersadar dan mulai melakukan yang terbaik.


Ica memang sudah diprediksi akan menang lagi tapi Ica kecewa karna penontonnya sangat sedikit.


Nenek Ica yang tahu permasalahan ini akhirnya turun tangan.


Ia mencari bagian kesiswaan yang tidak datang saat Lomba pencak silat dengan alasan sibuk.


“Apa maksud kalian dengan tidak datang mendukung sekolah kalian sendiri ? “


“Maaf Bu Emma tapi ada berita bahwa Ica melakukan kesalahan saat olahraga dan tidak mau minta maaf”


“Hubungannya apa dan apa itu merugikan kalian ? “


“Kami hanya kecewa dengan Ica Bu, seakan ia semena-mean disini karna anda adalah Neneknya yang memiliki sekolah ini”


“Kalian lihat tidak saat ia berbuat itu”


“Tidak... Tapi ada videonya “sambil menunjukkan video Ica.


“Ini kan hal biasa saat olahraga dan hanya karna ini, Ica sudah mengikuti prosedur sekolah ini dengan di skors setelah perlombaan tapi kalian keterlaluan”


“Aku kecewa dengan kalian”


“Kami hanya mau yang terbaik untuk sekolah ini Bu Emma karna sekolah ini berprestasi “


“Berprestasi tapi dengan sikap kalian yang hanya menilai dari setengahnya ? “


“Kalian tidak datang saat cerdas cermat pun aku tahu tapi aku diamkan, sekarang aku sudah cukup dan bereskan barang kalian semua”


“Apaaa !!! “


“Bu Emma saya tahu dia cucu anda tapi apa sampai seperti ini ? “


“Yaaaa”

__ADS_1


“Aku tidak mau ada guru yang pilih kasih disini !!! “


__ADS_2