BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Seratus Empat


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Ica mulai takut jika hubungannya dengan Kak Damar tercium oleh gengnya.


Ica tahu mungkin itu tak masalah tapi sesuai janji Ica hanya ingin dia dan Kak Damar saja yang tahu.


Ica berfikir mana mungkin Nesa dengan leluasa bisa bertanya satu hal tanpa alasan.


“Ca kamu jadi bawa origami yang aku suruh itu kan ? “


“Jadi Dio ,ini “sambil memberikan origami ke Dio.


“Oke makasih” Ujar Dio lalu membuat sesuatu untuk tugas kemarin.


Tanpa sadar Ica memperhatikan gerak gerik Dio.


“Lama-lama Dio manis juga tapi kenapa sih dia baru bikin dirinya seperti ini, kenapa nggak dari awal masuk aja”batin Ica.


“Oiya nanti sore latihan ya”ujar Ketua Kelas pada semuanya.


“Ya ampun aku lupa kalau jadwal aku nambah lagi”ujar Ica .


“Semangat ya Ica aku hanya jadi tukang tutup tirai aja hehehe”ujar Nesa tertawa.


“Puas aja kamu tertawa Nes besok giliran kamu tampil sendirian wekkk”


“Biarin deh nanti aku mau cari drama yang gampang kek upin ipin gitu”


“Upin ipin sembarangan aja “


“Dih suka-suka aku dong”


Sepulang Sekolah


Ketua Kelas Ica membagikan perannya masing-masing dan Ica merasa tertekan karna punya dia yang paling tebal.


“Aissshhh “gumamnya lalu duduk dan mulai menghafal.


“Semuanya baca dulu ya teksnya aku mau keruang jahit sebentar buat kasih gambar kostum yang akan kita pakai nanti”ujar Ketua Kelas pada semuanya.


“Oke”


Ica membaca dengan seksama peran Putri Salju yang akan ia mainkan nantinya dan matanya terbelalak dengan adegan paling terakhir.


“Ca ini kita lakukan ya ? “ujar Dio tiba-tiba yang sudah ada didekat Ica dan ica langsung membuat mode pertahanan.


“Katanya si Ketua sih enggak pas adegan itu tirainya ditutup jadi hanya sekedar pura-pura gitu”


“Ohh kirain harus “ujar Dio dengan wajah lega.


“Emangnya kamu mau ? “tanya Ica sambil bercanda.


“Mau sih kalau emang harus”ujar Dio tenang.


Ica kaget saat mendengar jawaban dari Dio yang diluar dugaan Ica.


“Ehhhh” gumam Ica sambil fokus lagi pada teksnya dengan wajah yang bersemu merah.


Setelah membaca cukup lama, akhirnya mereka semua menghafal perannya masing-masing hingga tiba ke adegan Dio dan Ica yang berciuman diakhir ceritanya.


Dio mendekati Ica dan Ica takut jika ada sesuatu atau seseorang yang mendorong Dio hingga ia menyosor pada Ica, Ica yakin ia tak akan tidur dengan tenang dan pasti satu sekolah akan membicarakannya.


Dio seakan senang saat melihat ekspresi Ica yang terlihat jelas ketakutan itu.


Jadi Dio dengan sengaja semakin mendekati Ica dan berlama-lama di depan wajah Ica.

__ADS_1


“Isssssshhhhh kok dia lama banget sih”


“Nahh gitu pas kok Dio “ujar Ketua Kelas pada Dio.


Sementara itu Alex yang saat itu mendapatkan peran sebagai kurcaci, matanya melotot merah dan wajahnya penuh dengan kebencian karna kesal saat melihat Dio yang sengaja berlama-lama didepan wajah Ica.


“Sialan !!! “umpatnya sambil mengepalkan tangannya.


Setelah latihan hari itu dirasa cukup kelas 11IPS akhirnya bubar.


Hanya dua orang yang mengingat latihan tadi yaitu Ica dan Dio, bagaimana tidak saat drama nanti mereka akan sedekat itu dan ditonton oleh orang banyak.


Ica berfikir ia harus pergi ke Mars untuk menjadi warga sana.


“Ca aku duluan pulang ya”Ucap Dio pada Ica.


“Ehh iya jawab Ica ,Lahh kok aku jadi ramah sama dia ? “batin Ica karna ia heran dengan dirinya.


Ica masih sibuk memainkan hapenya dan saat ia keluar dari ruang latihan teater ternyata Kak Damar masih disana.


Ica terkejut karna ia tak tahu Kak Damar menunggu dia.


“Kakkkkkk !!! “Pekik Ica karna takut ada yang tahu.


“Aisshhh kamu kenapa sih ! Biarin aja “ujar Kak Damar yang stay cool.


“Ca kalau sembunyi-sembunyi aku capek”ujar Kak Damar,mana suaranya keras sekali.


“Kak sini deh aku jelasin”ujar Ica menarik tangan Kak Damar menuju ke ruang ekskul silat dan menjauh dari ruang teater.


“Kakak ikut program beasiswa itu kan “


“Iyalah “


“Nah itu aku mau Kakak bebas dari gosip “ujar Ica.


“Emang ada hubungannya Ca ? “


“Btw makasih saran kamu Ca tapi kamu kan yang punya sekolah ini Ca, masak kamu juga mau kejar beasiswa ? “tanya Kak Damar pada Ica.


“Iya mau dong Kak, makanya aku belajar”cibir Ica merasa diremehkan dengan Kak Damar karna anak pemilik sekolah akan mudah dapat beasiswa.


“Kamu memang nggak pacaran tapi kamu suka ganggu siswa-siswi lain “


“Tapi aku dah mau berhenti Kak,nyoba sih “ujar Ica lagi.


“Kalau perubahan kamu itu baik, aku akan dukung seribu persen deh”


“Oke makasih “ujar Ica sambil tersenyum.


“Ayo kita pulang Ca dan besok aku sudah nggak nginep lagi dirumah kamu Ca byeee “ujar Kak Damar dengan centil.


“Ihhh syukur dehhhh aku jadi bebas mau pakai baju apa aja”ujar Ica.


“Emangnya bajumu sehari-hari kayak gimana ? Baju robekkah ? “


“Iya”jawab Ica.


“Anak orkay bajunya robek “ujar Kak Damar pada Ica.


“Biarin”


Ica melihat ponselnya dan wajahnya tersenyum.


“Yessss !!! “


“Ada apa Ca ? “tanya Kak Damar bingung karna Ica yang sumringah seperti itu.


“Band The Rose akan datang kesini Kak”


“Ohh aku tahu itu tapi nggak ngefans , kamu mau nonton ? “

__ADS_1


“Iya Kak, drummernya ganteng banget kayak oppa Korea”


“Isi otakmu itu oppa mulu deh Ca, dikit-dikit mirip Oppa”


“Coba deh Kakak lihat ini”sambil menunjukkan foto si drummer itu.


“Aku tahu ini kok “ujar Kak Damar.


“Kamu sudah dapat tiketnya ? “tanya Kak Damar.


“Aku sudah minta tolong sama Dev”ujar Ica sambil mengedipkan matanya.


“Bagus deh kalau gitu”


Saat sore hari dirumah Ica, Kak Damar sudah beberes dan sebentar lagi Mama dan Papa Kak Damar akan datang untuk menjemput si Pangeran berkuda putih ini.


“Ca “


“Eh Mama ada apa Ma ? “tanya Ica pada Mamanya yang masuk ke kamarnya.


“Jadi selama Kak Damar disini kamu jadi jarang keluar dan agak kalem, kamu malu sama dia atau kamu tidak terlalu akrab sama dia ? “tanya Mama Ica.


“Emm biasa aja kok Ma, aku nggak malu hanya saja akhir-akhir ini lagi banyak tugas aja”ujar Ica bohong, seandainya Mamanya tahu jika ia dan Kak Damar sudah melakukan adegan yang luar biasa saat mereka semua tak ada di rumah.


“Ya sudah lagi sebentar Mama dan Papa Damar akan datang kamu keluar ya Ca “pinta Mama Ica pada Ica.


“Sippp Ma pasti aku keluar kok”


Sesuai yang dikatakan oleh Mama Ica, sekitar pukul 4 Sore, Mama dan Papa Kak Damar datang dan Ica juga sudah stand by dari tadi, namun yang tak ada malah Kak Damar.


“Ca panggil Damar sana “ujar Mama Ica.


“Iya Ma”


Ica menuju kamar Damar yang posisinya paling pojok, kamar itu memang digunakan khusus tamu.


“Kak Damar”panggil Ica dari luar.


“Kak Damar panggil Ica lagi namun tak ada suara.


“Masak sih Kak Damar tidur “ujar Ica penasaran.


Ica membuka pintunya yang tidak terkunci dan Kak Damar sedang memakai celana.


Wajah Ica langsung memerah dan segera kembali menutup pintu.


Kak Damar kaget bukan kepalang saat Ica tiba-tiba masuk.


“Kak....Mama dan Papa Kakak sudah nunggu di ruang tamu”ujar Ica dari balik pintu dengan nada yang bergetar.


“Oke Ca”ujar Kak Damar sambil menahan rasa malu.


“Kak aku nggak lihat apapun kok”ujar Ica lagi.


Kak Damar tak menanggapi omongan Ica karna tak mungkin Ica tak melihat apapun, sekarang semua hak miliknya telah dilihat oleh Ica bagaimana ia bisa tidur dengan tenang.


Setelah berbasa-basi akhirnya ortu Kak Damar pamit pulang dan tau lupa mengucap terimakasih karna mau dititipkan Damar selama tiga hari.


Ica ingin mengibarkan bendera kebebasan karna tak ada lagi yang akan menghalanginya untuk memakai baju sesuka hatinya.


“Yessss”ucap Ica saat Kak Damar menghilang dari pandangannya.


Sementara Kak Damar terus kepikiran tentang hal tadi.


Rasanya ia tak bisa tidur dengan nyenyak, ia juga menyalahkan dirinya yang tidak kunci pintu karna ia pikir Ica tak akan masuk dengan tiba-tiba.


💬 Ica


*Kak Maaf ya tapi jika aku boleh jujur aku lihat motifnya 😝😝*


Wajah Damar merah padam karna menahan rasa malu, teganya Ica melanjutkan kejadian tadi dengan SMS dia, awas saja jika bertemu besok.

__ADS_1


__ADS_2