BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Empat puluh satu


__ADS_3

🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Sepanjang hari saat disekolah Ica tak hentinya memikirkan Dio, tapi untuk sekarang ini Dio sudah kembali ke bentuk semula dengan kacamatanya dan rambut zaman oldnya.


Namun perubahan yang Ica lihat kemarin masih menyimpan segudang tanda tanya dalam benak Ica.


“Ca, ada promo loh di gerai ice cream didepan itu, Ca”


Ica diam karna raganya disana tapi pikirannya ke langit ketujuh.


“Woe Ica” Ucap Nesa sambil menggoyangkan tubuh Ica.


“Ehh... Iya... Apa ? “ Ica gelagapan.


“Ke dunia alice ya kamu Ca” Ucap Nesa sambil tertawa kecil.


“Nggak,tadi kamu bilang apa ?”ucap Ica malu.


“Ada promo beli satu gratis 1 , lumayan kan”


“Kok bisa gitu Nes ? “ Ica tak percaya.


“Gerainya lagi ultah, makanya ada promo, pulang sekolah kita kesana ya”ajak Nesa.


“Oke”


“Selamat Pagi Ica, Nesa”ujar Dio.


“Pagi “ucap Ica dan Nesa bersamaan, Ica menjadi grogi setelah melihat penampilan Dio kemarin, apa efek aku kelamaan jomblo ya, batin Ica.


“Selamat pagi anak-anak”


“Selamat Pagi Bu”(kompak)


Ica kembali terkejut “ya ampun jantungku lemah amat sih, semenjak aku melihat Dio kemarin, jantungku jadi sering Skot jam”ujar Ica sambil menggosok dadanya.


“Hari ini kita akan membuat mading dan bagi kelompok sesuai bangku saja ya, berempat jadi yang didepan bisa balik kebelakang Oke”


“Yesss”ucap Nesa sambil melihat Ica.


Ica tersenyum melihat Nesa dalam batin Ica dia berfikir jika bagi kelompok terus seperti ini, sampai kapanpun ia akan terus bersama Dio.


Bu guru Bahasa Indonesia menulis temanya didepan papan tulis yaitu :


Lingkungan Sehat


Hari itu setiap kelompok mulai menulis apa saja yang akan mereka bahas nantinya.


Dio dan Ica team yang cocok dan Ica hari itu juga tidak memikirkan hal yang lain karna ia sedang fokus pada pelajaran saja.


“Besok kita patungan buat beli bahan ya”ujar Nesa


“Oke”ucap yang lain.


Sore hari di sekolah


“Ca... Lihat tuh yang lagi bucin “ucap Kak Damar pada Ica.


“Iya, aku seneng lihatnya”ucap Ica memperhatikan Nesa dan Kak Alvian

__ADS_1


“Ehh lagi bentar lok kita pulang, kayaknya pasir waktu cepat berputar “ujar Ica .


“Iya... Karna kita menikmatinya Ca”ujar Kak Damar.


“Kita lanjut sebentar terus, pulang”ajak Kak Damar.


“Iya deh”ujar Ica sambil menyeka keringatnya menggunakan tisu.


Setelah selesai latihan Ica segera mandi dan biasanya Ica yang paling terakhir.


Ica masuk kekamar mandi khusus olahraga .


Ica nyaris berteriak saat dia melihat Dio dikamar mandi, Dio sedang naik keatas kloset karna bajunya tersangkut, Ica yang ingin keluar tertahan karna ada anak-anak ekskul lain yang juga akan mandi.


Ica menahan detak jantungnya yang tak beraturan begitu juga Dio.


Memang dari luar tak terlihat ada orang karna klosetnya agak tinggi, lagipula Dio sudah membuka kunci kamar mandi jadi Ica berfikir tidak ada orang dan langsung mendorong tanpa mengecek kembali.


Dio masih menggunakan handuk, terlihat lekuk badannya yang agak terbentuk.


Ica sangat dekat dengan Dio hingga bisa mendengar nafas satu sama lain.


Setelah dirasa cukup aman Dio keluar dan Ica tak jadi mandi.


Dia tak sanggup dengan kejadian barusan.


Apalagi Dio, dia sangat malu karna baru pertama kali ia bertelanjang dada didepan seorang gadis apalagi itu adalah Ica.


Ditempat Ica biasa menunggu jemputan ia terus merutuki dirinya yang tidak hati-hati.


“Kenapa bisa aku mendapatkan kejadian memalukan seperti tadi”Ica masih menutup wajahnya karna shock.


“Ehhh.... Kodok ngapain kamu tutup matamu begitu ? “tanya Dev.


“Iya... Aku sekalian pulang kalau aku ada waktu setiap ekskul aku jemput kamu, yuk naik dah mau malam ini”


“Iya”ujar Ica sambil mengatur nafasnya.


“emmmhhh... Kamu nggak mandi ya, baumu menyebar menusuk relung hati yang paling dalam”ujar Dev sambil menutup mulut.


“Ramai sekali disana ada ekskul lain juga, karna sudah sore jadi aku langsung pulang”jawab Ica.


“Tumben sekali”


“Iya lagi malas aja”


Dev tak lagi menanyakan pada Ica karna jika ada jawaban malas pasti sekian dan terimakasih kelanjutannya.


Dio tak langsung pulang, ia masih sangat kaget.


“Ya ampun kenapa, ini sungguh diluar dugaan, ini sama sekali nggak ada direncakan, tubuhku yang murni ternodai oleh Ica “ ucap Dio semakin bergidik.


Ica berendam di bathup menggunakan air panas.


Cukup rasanya akhir-akhir ini ia mengalami hal-hal yang memalukan seperti Gilang, kemudian Dio.


“Aku merasa melihat isi dunia”batin Ica badannya mulai panas dingin.


Malam itu Om Marcel datang mengunjungi Mama Ica dan Ica hanya melihatnya dari lantai atas.

__ADS_1


“Om Marcel makin berani dengan Mama dan dia terang-terangan mengunjungi Mama “


Nenek Ica juga terlihat setuju dan tidak mengatur Mama Ica.


❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️


“Ca tadi Om Marcel kesini dan dia bawa sate bu layak kesukaan kamu”


“Iya Ma tadi Ica lihat Om Marcel”


“Kamu mau makan ini ? “tanya Mama Ica dengan hati-hati.


“Boleh deh Ma kebetulan aku lapar dan apa Dev juga dapat ? “Tanya Ica pada Mamanya sambil memegang bungkusan sate tersebut.


“Iya Dev sudah dapat kok Ca, Om Marcel beli empat bungkus”ucap Mama Ica sembari memperhatikan isi kamar Ica.


“Kalau gitu aku makan ya Ma, Mama nggak makan lagi ? “


“Nggak Ca, Mama sudah kenyang kok, kalau gitu Mama permisi dulu , piringnya Mama letakkan dimeja ya”ujar Mama Ica lalu menutup pintu kamar.


“Iya Ma makasih “


Ica membuka bungkusan sate bulayak dan memakannya hingga habis dan piringnya licin berkilat.


“Pas banget makan ini saat pikiran kalut kayak gini”ucap Ica kemudian kedapur untuk mencuci piring.


Saat mencuci piring lampu dapur dimatikan oleh seseorang.


“Tak... “terdengar suara stop kontak dimatikan.


“Aku tahu itu kamu Dev” ujar Ica lalu mengomel setelah kakinya tersandung oleh meja makan.


“Sorry Caaaaaa..... “ujar Dev. Kemudian berlari.


“Tingkahnya masih saja seperti anak-anak, aku jadi kasihan sama Kak Hanum, pasti dia sukar menghadapi sikap Dev yang mirip air di daun talas itu”


Ucap Ica lalu kembali ke kamarnya untuk tidur.


Jam sudah menunjukkan pukul 22.00,tiba saatnya semua orang kembali ke peraduan setelah rutinitas panjangnya terkecuali orang yang punya shift malam.


Langit yang tadinya berbintang kini berubah menjadi gelap karna saat ini masih musim penghujan.


Hujan mulai jatuh setitik demi setitik hingga besar, membasahi seluruh isi bumi malam ini.


Suasana hujan membuat Ica bertambah nyaman tidurnya.


Hingga paginya ia terlambat bangun sekolah.


Dengan mata yang mengantuk ia segera menuju kamar mandi.


Sat set sat set ala Ica membuatnya siap di meja makan dengan mata yang lucu.


“Pasti mimpi ke langit ketujuh dah kamu ya”ujar Dev sambil menyuap roti bakar.


“Biarin yang penting aku nggak telat kesekolah wekkk !!! “


Ica tak mau kalah.


Ica juga heran pada Dev kenapa ia selalu bangun pagi padahal Ica tahu kalau saudara itu tiap malam bermain game.

__ADS_1


“Hebat kamu Dev”batin Ica sambil meminum susu cokelatnya.



__ADS_2