Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta

Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta
Pintar menipu


__ADS_3

Hai untuk reader setia BAYPAC author mau ngasih tahu nih di mulai dari bab ini mungkin akan ada konflik yang agak ekstrem, berhubung author yang gak terlalu suka sama alur cerita yang lempeng lempeng gitu aja, jadi author sempilin sedikit sedikit konflik di setiap babnya. So jangan bosan untuk terus mengikuti kisah Kafeel dan juga Kinara 🤭.


Warning


Di mohon untuk tidak menge-judge author karena mencari ide itu susah, terima kasih banyak bagi yang sudah mampir 😁.


Selamat membaca


****


Taman komplek


Kinara mulai memutari taman kompleks perlahan dengan wajah yang cemberut, Kinara benar benar tak habis pikir dengan Rian dan juga Kafeel yang terus saja ribut sedari tadi tanpa memperhatikan sekeliling.


"Benar benar keterlaluan mereka berdua." ucap Kinara dalam hati sambil terus mengayun kakinya berlari mengelilingi taman kota beberapa kali.


Setelah lelah berkeliling sebentar, Kinara lantas menghentikan langkahnya kemudian duduk di bangku taman tak jauh dari tempatnya berdiri. Melihat Kinara duduk di bangku taman, membuat Kafeel dan juga Rian lantas mendekat ke arah Kinara sambil tersenyum cerah menatap Kinara yang tengah duduk.


"Apa kamu haus Ra?" ucap Kafeel dan juga Rian secara bersamaan membuat Rian dan juga Kafeel lantas saling pandang satu sama lainnya.


"Astaga... tidak kah kalian lelah terus seperti itu sedari tadi?" ucap Kinara sambil menatap ke arah Kafeel dan juga Rian secara bergantian.


"Tidak!" ucap Kafeel dan juga Rian yang lagi lagi bersamaan membuat Kinara lantas menepuk jidatnya karena tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi keduanya.


"Baiklah, aku haus bisakah aku minta air sekarang?" ucap Kinara kemudian dengan wajah yang memelas.

__ADS_1


Mendengar hal itu baik Kafeel maupun Rian lantas langsung ngibrit mencari penjual air di sekitar taman tersebut. Sedangkan Kinara yang melihat hal itu lantas tidak bisa lagi berkata kata selain menatap kepergian keduanya dengan heran.


"Apa yang harus aku lakukan dengan mereka? kenapa malah jadi seperti ini sih?" ucap Kinara pada diri sendiri sambil menatap kepergian keduanya hingga menghilang dari pandangannya.


**


Sementara itu di sebuah mobil tak jauh dari tempat Kinara berada, seorang laki laki tengah menatap dengan intens ke arah Kinara. Tak ada yang di lakukan laki laki itu kecuali hanya diam dan menatapi Kinara dari dalam mobilnya. Seulas senyuman terlihat terbit dari bibir laki laki itu seperti tengah mendapat sebuah ide yang mendadak terlintas di benaknya.


"Di saat aku dengan mati matian membangun kembali usaha ku dia malah asyik asyikan di sini dan bersenda gurau seperti itu. Sepertinya perempuan ini lebih menarik ketimbang dengan Nabila." ucapnya dengan menatap sinis ke arah Kinara.


Laki laki tersebut kemudian lantas merogoh saku jasnya dan mengambil ponsel miliknya, lalu mendial nomer Rafi di sana.


"Halo" ucap sebuah suara yang terdengar di seberang sana.


"Baik tuan Devan sesuai dengan permintaan anda." ucap Rafi dengan nada yang tenang.


"Bagus." ucapnya kemudian sambil menutup panggilan teleponnya dengan raut wajah yang tidak bisa terbaca.


Ya benar, dia adalah Devan Mahendra pemilik salah satu brand makanan yang tersebar di seluruh Indonesia dan juga mancanegara. Jika kalian bertanya dia siapa? biar author bantu mengingatkannya ya, Devan muncul pada episode pertengahan di mana Nabila baru saja bercerai dengan Kafeel waktu itu. Devan sendiri adalah saingan bisnis Kafeel yang sudah sejak lama ingin menumbangkan Kafeel namun sayangnya selalu saja gagal lagi dan lagi.


Segala cara sudah ia lakukan untuk menumbangkan Kafeel mulai dari trik kotor, orang dalam, hingga menggunakan Nabila mantan istrinya. Namun sayangnya selalu saja gagal lagi dan lagi membuat Devan yang semula memang membenci Kafeel semakin di buat kesal akan kesuksesan Kafeel yang semakin melambung tinggi.


"Aku tidak akan membiarkan mu bahagia begitu saja Kaf, cukup tender kemarin yang gagal dan kali ini aku tidak ingin gagal lagi." ucapnya Devan sambil tersenyum dengan sinis kemudian melaju meninggalkan tempat itu.


**

__ADS_1


Kafeel yang memang sedang berhenti di salah satu stand yang menjual air mineral, lantas menghentikan langkahnya ketika ia melihat Rendy berjalan mendekat ke arahnya. Dari raut wajah Rendy yang serius membuat Kafeel lantas menebak bahwa masalah kali ini bukanlah sebuah hal kecil.


"Ada apa?" tanya Kafeel kemudian ketika jarak keduanya sudah dekat.


"Saya melihat mobil Devan tak jauh dari sini bos, sepertinya ia tahu bos sedang ada di sini." ucap Rendy melaporkan apa yang ia lihat.


Sedangkan Kafeel yang mendengar hal itu lantas mengerutkan keningnya dengan bingung. "Lalu apa hubungannya dengan ku?" tanya Kafeel kemudian sambil menatap penasaran ke arah Rendy.


"Saya khawatir Devan sedang menyusun sebuah rencana untuk kembali menghancurkan anda bos." jawab Rendy dengan nada yang penuh dengan ke khawatiran.


"Cih apa lagi yang akan dia buat kali ini? benar benar tidak ada lelahnya, apakah separuh hidupnya hanya akan dia lakukan untuk menganggu ku? benar benar orang gila." ucap Kafeel dengan meremehkan karena baginya hal yang di lakukan Devan selama ini tidak pernah berpengaruh apapun pada Kafeel.


"Lalu kita harus bagaimana bos?" tanya Rendy kemudian karena jujur saja ia tetap merasa khawatir meski selama ini semua yang di lakukan Devan sama sekali tidak ada pengaruhnya pada Kafeel.


"Awasi apa yang akan ia sentuh kali ini, jika ia sudah kelewatan baru kita bertindak." ucap Kafeel dengan nada yang tegas sambil menatap lurus ke arah depan.


"Siap bos" ucap Rendy mengerti kemudian melenggang pergi dari sana memberikan ruang bagi bosnya untuk kembali mengejar Kinara.


Setelah pembicaraannya tersebut Kafeel lantas melangkahkan kembali kakinya menuju ke arah di mana Kinara berada, namun ketika ia sampai di sana Kinara sudah tidak ada di bangku taman tersebut sedangkan Rian terlihat sedang celingukan di sana mencari keberadaan Kinara namun tak kunjung ia temui di manapun, membuat Rian lantas menjambak rambutnya dengan kesal.


Kafeel yang juga melihat Kinara tidak ada di sana lantas tersenyum sambil menatap air mineral di tangannya. Kafeel benar benar tak habis pikir bahwa Kinara tadi mengerjai dirinya dan juga Rian dengan trik kecil yang bodohnya baik Kafeel maupun Rian percaya akan hal itu tanpa curiga sedikit pun.


"Kinara memang benar benar paling bisa jika perihal melarikan diri, aku selalu saja terkecoh olehnya." ucap Kafeel sambil terus menatapi botol air mineral tersebut dengan senyum mengembang di wajahnya, mengingat dirinya juga berhasil di tipu oleh Kinara barusan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2