
Beberapa hari kemudian
Hari ini adalah hari di mana sidang lanjutan dari sidang perceraian pertama antara Geffie dan juga Kinara berlangsung. Kali ini sidang tidak hanya akan memutuskan diterima atau tidaknya gugatan perceraian yang di layangkan oleh Kinara, namun juga pemutusan hak asuh anak di tambahkan dalam agenda sidang kali ini.
Memang Kinara sudah menduga akan hal ini sebelumnya, jika Geffie pasti tidak akan membiarkan hak asuh anak jatuh ke tangannya begitu saja. Hanya saja Kinara tidak menyangka bahwa Geffie akan benar benar melakukannya. Bayangan kata demi kata ucapan Geffie pada saat sidang pertama terus terngiang di kepalanya, hingga membuat kepalanya sedikit berdenyut.
"Geffie tidak akan sungguhan merekayasa semua buktinya bukan?" ucap Kinara dalam hati bertanya tanya pada diri sendiri. "Jikalau Geffie memang merekayasa buktinya, toh aku juga mempunyai bukti yang kuat tentang perselingkuhannya dengan Nabila." imbuhnya dengan percaya diri.
Kinara kemudian lantas mengeluarkan ponselnya dan mengecek galeri foto, beberapa waktu lalu ketika Kinara memergoki Geffie dan juga Nabila tengah bercinta di rumahnya, Kinara memang sengaja memfoto keduanya untuk menjadikannya barang bukti di pengadilan. Hanya saja, setelah Kinara membuka hampir seluruh isi galeri fotonya, mendadak bukti foto itu menghilang dan tidak ada di mana pun. Kinara yang mengetahui hal itu tentu saja kaget bukan main, masalahnya itu adalah bukti autentik yang dapat ia gunakan di persidangan.
"Tidak mungkin fotonya menghilang begitu saja bukan? aku bahkan jelas jelas memotretnya waktu itu!" ucap Kinara sambil terus menggeser layar ponselnya mencari keberadaan foto tersebut.
***
Ruang persidang
Kinara dan juga Rian terlihat sudah duduk di dalam ruang persidangan begitu juga dengan Geffie dan kuasa hukumnya. Ada sedikit perasaan khawatir yang tiba tiba muncul dalam dirinya setelah mengetahui foto tersebut menghilang dari galeri fotonya.
"Semoga saja semua berjalan dengan lancar." ucap Kinara dalam hati.
__ADS_1
Sidang berlangsung cukup lama dan membahas banyak hal waktu itu, mediasi yang terakhir kalinya kembali di lakukan dengan tujuan mencoba mendamaikan keduanya. Namun sayangnya, hasilnya sama seperti sidang pertama di mana Kinara yang kekeh dengan keputusannya untuk bercerai, sedangkan Geffie menolak dengan keras perceraian ini.
Karena keputusan keduanya sungguh bertolak belakang, petugas kemudian meminta bukti bukti yang memberatkan Geffie mulai di hadirkan. Awalnya semua berjalan lancar dan bisa di pastikan permintaan Kinara untuk bercerai dengan Geffie akan di kabulkan. Hanya saja, tepat ketika agenda kedua di lanjutkan yaitu tentang hak asuh anak, pihak Geffie terlihat mulai mengotot menuduh Kinara telah berselingkuh dan menelantarkan anak.
Kinara yang mendengar hal tersebut tentu saja tersentak, rasanya saat ini Kinara ingin sekali menampar Geffie dan menutup mulut kuasa hukumnya, hanya saja Kinara harus bersikap tenang dan tak menimbulkan kegaduhan atau tindakan yang dapat memberatkannya dalam persidangan ini. Kinara memasrahkan semuanya pada Rian karena ia yakin Rian lebih profesional dalam urusan ini.
Satu persatu saksi mulai di datangkan ke ruangan sidang, Kinara sedikit bersyukur karena Kafeel mau membantunya dalam persidangan kali ini. Sedangkan Geffie malah menatap tak suka tepat ketika Kafeel bersaksi. Setau Kinara, Rian hanya mengatakan akan ada dua saksi untuk membantunya kali ini. Namun tiba tiba, tanpa di duga Rian memanggil saksi ketiga di sana.
"Saksi ketiga? bukannya hanya ada dua?" batin Kinara dalam hati.
Perlahan lahan saksi ketiga mulai berjalan memasuki ruangan persidangan yang langsung menyita perhatian beberapa orang yang kebetulan ada di ruang sidang kala itu.
Melihat kehadiran papanya di sana membuat senyuman lantas terbit di wajah Geffie. Dengan percaya dirinya, Geffie mengira sang papa akan membelanya dan menyudutkan Kinara agar hak asuh Delisha jatuh ke tangan Geffie. Namun yang terjadi malah sebaliknya membuat ekspresi Geffie mendadak berubah.
"Saya bersaksi bahwa menantu saya bukanlah seseorang yang di tuduhkan oleh anak saya, dia sama sekali tidak pernah selingkuh melainkan anak saya lah yang telah menodai pernikahan ini. Saya membawa beberapa bukti anak saya sedang asyik bercinta dengan wanita lain selain isterinya, penyelewengan yang dilakukan oleh Geffie tidak hanya sekali melainkan beberapa kali. Saya rasa sungguh tidak akan patut jika cucu saya di asuh oleh seorang ayah yang tidak bertanggung jawab seperti anak saya. Bukan saya tidak membela anak saya, hanya saja cucu saya lebih membutuhkan ibunya ketimbang ayahnya." ucap Ardi dengan nada santai namun berhasil membuat Kinara maupun Geffie terkejut berkali kali lipat kala mendengar penuturan Ardi.
Kafeel tersenyum puas mendengar kesaksian Ardi barusan, tidak sia sia apa yang sudah ia lakukan kemarin. Dengan begini Kinara pasti akan lebih bahagia dan tidak lagi terjebak dalam rumah tangga yang penuh dengan kesedihan.
Flash on
__ADS_1
Apartment Kinara.
Setelah mengoles salep ke sekujur luka Kinara, ponsel milik Kinara terdengar berdering di mana tertulis nama Nining di sana. Kafeel yang tahu Nining pasti tengah khawatir, lantas mengangkat telpon tersebut dan mengatakan bahwa Kinara tengah beristirahat setelah mengalami kecelakaan kecil tadi, Kafeel tidak mengatakan detailnya kenapa, namun ia hanya mengatakan bahwa Kinara terjatuh di tangga darurat.
Setelah selesai mengangkat telpon dari Nining tanpa sengaja Kafeel melihat ponsel Kinara tidak terkunci. Kafeel yang tiba tiba penasaran lantas membuka galeri foto milik Kinara. Awalnya Kafeel hanya melihat foto foto Kinara bersama dengan Delisha, namun sebuah foto Geffie dan juga Nabila yang bercinta di sofa ruang tamu menyita perhatiannya.
"Dasar binatang! apakah Geffie tidak mampu menyewa sebuah hotel? hingga melakukannya di sofa ruang tamu. Begitu menjijikkan!" ucap Kafeel dengan jijik.
Kafeel kemudian lantas mengirim foto foto tersebut lalu menghapusnya dari galeri foto milik Kinara.
"Maafkan aku Ra, aku tahu ini akan kamu gunakan sebagai bukti. Hanya saja, aku ingin membuat mu sedikit bergantung dengan ku dan membuka matamu bahwa aku dan Geffie adalah dua hal yang berbeda, hingga tiba saatnya kau mau menerima ku tanpa adanya bayang bayang Geffie di hidup mu." ucap Kafeel sambil menatap ke arah Kinara yang tengah tertidur pulas akibat pengaruh obat penenang.
Flashback off
Setelah kesaksian Ardi barusan dan beberapa barang bukti baru yang muncul, Hakim memutuskan mengabulkan gugatan cerai yang di layangkan Kinara pada Geffie. Tidak hanya itu, hakim juga memutuskan bahwa hak asuh anak resmi di berikan kepada Kinara.
Tangis bahagia mulai terlihat di wajah Kinara kala mendengar putusan hakim tersebut. Hal ini benar benar di luar dugaan Kinara. Kinara kemudian lantas menatap ke arah Kafeel dengan tersenyum dan Kafeel pun membalasnya dengan tersenyum pula. Kafeel benar benar paham, Kinara kali ini tengah bahagia karena bisa memenangkan hak asuh anak sekaligus bercerai dengan laki laki yang sudah menggores luka di hatinya itu.
"Semoga kamu ke depannya akan lebih bahagia Ra." ucap Kafeel dalam hati.
__ADS_1
Bersambung