
"Aku... aku tidak melakukan semua hal itu untuk membuat mu semakin terpuruk. Aku melakukannya karena ingin menyokong mu Ra, aku tahu kamu wanita yang mandiri dan pekerja keras itulah mengapa aku memberikan sedikit bantuan padamu, hanya sedikit." ucap Kafeel mencoba membela diri.
"Bagi mu memang sedikit tapi bagiku? itu sangat besar Kaf, besar sekali pengaruhnya dalam hidup ku!" ucap Kinara dengan nada penuh penekanan sedangkan Kafeel yang mendengar hal itu lagi lagi terdiam tak bisa lagi membela dirinya kembali.
Entah mengapa Kinara merasa sangat terluka kala mengetahui Kafeel yang selama ini memperlancar segala hal di sekitarnya. Jika kalian berpikir Kinara bodoh, tentu saja dia bodoh, secara hari gini di mana lagi ketemu cowok yang modelannya seperti Kafeel, pasti sangat langkah bukan? Hanya saja bagi Kinara, Kafeel terlalu ikut campur dan masuk ke dalam masalahnya. Kinara tahu, bahkan benar benar tahu bahwa alasan Kafeel melakukan hal ini karena Kafeel mencintainya. Namun, bukankah jika kalian ingin membangun sebuah hubungan harus dilandasi kejujuran dan juga rasa kepercayaan pada pasangannya masing masing?
Dengan Kafeel melakukan semua hal ini di belakang Kinara, bukankah secara tidak langsung Kafeel seperti tidak percaya bahwa Kinara bisa mengatasi masalahnya sendiri?
"Aku minta maaf Ra jika itu menyakiti mu, aku hanya berpikir bagaimana caranya agar aku bisa membuat mu hidup bahagia walau dengan cara apapun. Jika memang cara yang aku gunakan salah aku minta maaf, sungguh aku benar benar tidak bermaksud." ucap Kafeel lagi dengan nada yang lirih dan tersirat sejuta penyesalan dalam ucapannya.
Kinara yang semula marah dan kecewa dengan Kafeel, melihat Kafeel seperti ini membuat hatinya luluh. Perlahan lahan rasa amarah dan kecewa itu luruh dan berganti dengan perasaan yang damai karena merasa diistimewakan oleh seseorang, yang tentu saja belum pernah Kinara rasakan sebelumnya walau ketika bersama dengan Geffie.
"Aku tahu niat mu baik Kaf, hanya saja menurut ku ini salah. Bukankah sebuah hubungan harus dilandasi dengan rasa kepercayaan? jika kamu terus melakukan ini, bukankah sama saja kamu tidak percaya jika aku bisa mengatasi masalah ku sendiri Kaf? lalu bagaimana kita bisa memulai sebuah hubungan jika kamu sendiri tidak percaya kepada pasangan mu?" ucap Kinara lagi namun dengan nada lebih lembut tidak seperti sebelumnya.
Mendengar ucapan Kinara barusan tentu saja membuat Kafeel lantas terkejut dan menatap ke arah Kinara dalam dalam. Kafeel tak menyangka jika apa yang dia lakukan sangat berpengaruh besar terhadap Kinara.
"Aku sungguh tidak bermaksud demikian Ra, ku mohon beri aku kesempatan agar aku bisa memperbaikinya." ucap Kafeel kemudian yang takut Kinara akan menolak lamarannya kemarin hanya karena niat baiknya salah arah dan terlalu terburu buru.
"Apakah itu akan berubah walau kita bersama nantinya Kaf? bukankah lebih baik kita saling introspeksi diri dulu dan menjadi lebih baik lagi sebelum ke jenjang yang lebih serius. Kita berdua sama sama pernah gagal satu kali dan aku tidak ingin kembali mengalami kegagalan yang sama." ucap Kinara dengan nada yang lembut.
Kafeel terdiam kata kata Kinara barusan ada benar juga, mungkin Kafeel terlalu terburu buru dalam mengambil langkah dan ini adalah konsekuensi yang harus dia tanggung atas segala perbuatannya.
__ADS_1
Kinara yang melihat Kafeel terdiam lesu lantas menjadi bingung, "Ada apa dengan wajah mu itu?" tanya Kinara yang penasaran dengan perubahan raut wajah Kafeel.
"Bukankah saat ini aku sedang di tolak? lalu raut wajah seperti apa yang kau harapkan jika seseorang sedang di tolak?" ucap Kafeel dengan nada yang tidak bersemangat.
"Di tolak? siapa yang sedang menolak mu?" tanya Kinara dengan bingung karena ia sama sekali tidak merasa menolak Kafeel.
"Bukankah ini jawaban dari lamaran ku kemarin Ra?" ucap Kafeel dengan tatapan bingung ke arah Kinara.
"Aku hanya bilang sebelum memulai suatu hubungan sebaiknya kita introspeksi diri terlebih dahulu dan saling menumbuhkan kepercayaan pada pasangan masing masing, di mana letak menolaknya?" tanya Kinara dengan bingung sambil mengingat kembali kata katanya yang tadi ia ucapkan.
Seulas senyum mulai terbit di wajah Kafeel kala mendengar ucapan Kinara barusan.
"Jadi aku di terima?" tanya Kafeel dengan penuh semangat.
"Itu tidak masalah, yang terpenting berarti aku sungguh tidak di tolak?" ucap Kafeel mengulang kembali pertanyaannya karena masih belum yakin dengan pendengarannya barusan.
Kinara yang melihat Kafeel begitu antusias kemudian langsung tersenyum sambil mengangguk seakan mengisyaratkan tanda setuju kepada Kafeel. Kafeel yang mengerti akan bahasa isyarat itu, lantas dengan gembira langsung memeluk tubuh Kinara kemudian mengangkatnya dan memutarnya berulang kali saking bahagianya.
"Aku di terima..." teriak Kafeel dengan bahagia disertai tawa mengiringi perkataanya.
"Kaf hentikan! aku pusing..." ucap Kinara kala Kafeel terus berputar sambil mengangkat drinya.
__ADS_1
Kafeel lantas menghentikan putarannya kala mendengar ucapan Kinara barusan, sepertinya kali ini Kafeel terlalu excited sampai melupakan Kinara dan terus berputar dengan bahagia.
"Maaf aku terlalu bahagia." ucap Kafeel setelah melepaskan pelukannya barusan.
"Baiklah, tapi satu hal yang perlu kamu ingat. Pertama jangan melakukan apapun tanpa sepengetahuan ku, kedua tidak ada kata selingkuh dalam hubungan kita, ketiga jangan rahasiakan apapun." ucap Kinara memberikan syarat.
"Siap bu bos laksanakan." ucap Kafeel dengan tak henti hentinya tersenyum hingga membuat Kinara geleng geleng kepala akan kelakuan Kafeel yang seperti anak kecil. "Lalu, bisakah aku mulai mempersiapkan pernikahan kita?" tanya Kafeel dengan hati hati.
"Boleh" ucap Kinara singkat.
"Sungguh?" tanya Kafeel yang di balas anggukan oleh Kinara. "Kamu ingin pernikahan yang seperti apa? apa kamu mau di gedung? pantai? taman? atau suatu tempat impian kamu? katakan saja Ra aku siap mewujudkannya." ucap Kafeel dengan antusiasnya.
Mendengar pilihan dari Kafeel membuatnya terdiam mencoba berpikir sejenak. "Bolehkah aku meminta yang sederhana saja?" tanya Kinara kemudian.
"Tentu saja boleh, kamu menginginkan yang seperti apa?" tanya Kafeel dengan lembut.
"Seperti... em mungkin kita lakukan di taman dengan sederhana dan hanya di hadiri oleh orang orang terdekat saja, boleh?" ucap Kinara membuat Kafeel lantas berpikir dan mecoba mengira ngira.
"Tentu saja boleh apapun yang kau inginkan tuan putri." ucap Kafeel dengan senyuman yang manis menatap ke arah Kinara.
Kinara menghela nafasnya panjang mendengar Kafeel yang terus bercerita dan mengatakan konsep pernikahan mereka. Entah mengapa terbesit sebuah ketakutan dalam diri Kinara kala ia semakin jatuh ke dalam pelukan Kafeel, Kinara takut apa yang dulu dia alami akan terulang kembali. Bukankah Geffie dulu juga semanis Kafeel? lalu akankah kali ini sikap manis yang ditunjukkan oleh Kafeel berbeda dengan yang ditunjukkan oleh Geffie, entahlah Kinara sendiri bahkan juga tidak bisa membedakan mana yang tulus mana yang tidak. Hanya saja saat ini Kinara ingin mencoba untuk melangkah ke depan dengan membuang bayang bayang masa lalunya bersama Geffie dahulu.
__ADS_1
Bersambung