Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta

Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta
Berwajah aneh


__ADS_3

"Upsi gak sengaja, lagi pula kalau dipikir pikir kamu dan air di vas itu sama bukan? sama sama mendapat barang bekas!" ucap Kinara sambil menghempaskan tangan Nabila kemudian melenggang pergi dari sana.


Nabila yang di perlakukan seperti itu hanya bisa melongo, Nabila benar benar terkejut dengan apa yang di lakukan Kinara barusan. Semua pasang mata menatap aneh ke arah Nabila berada, bahkan ada yang sampai menertawakannya karena di siram oleh air dari vas bunga.


"Kinara yang sekarang hebat ya Bi? aku gak nyangka dari Kinara yang polos berubah menjadi wonder women begitu." ucap Fara sambil terkagum kagum menatap kepergian Kinara dari sana.


"Diam kau! bukannya membantu ku, kau malah terkesima dengan aksi Kinara." ucap Nabila kesal kepada Fara yang malah mengagumi aksi Kinara barusan. "Apa kalian lihat lihat!" ucapnya kemudian dengan nada yang berteriak kepada beberapa pengunjung cafe lalu melenggang pergi dari sana.


******


Sementara itu di dalam mobil yang dikemudikan oleh Kinara, Kinara lantas tertawa dengan puas kala mengingat kembali aksinya tadi. Sudah dari lama sekali sebenarnya Kinara ingin melakukan hal itu, hanya saja belum menemukan timing yang tepat saja untuk melakukannya.


"Baru kali ini aku bisa tertawa sekencang ini, benar benar menyenangkan tadi hahahaha." ucapnya sambil menikmati alunan musik rock yang terdengar pada mp3 mobilnya.


Kinara kemudian melajukan mobilnya menuju ke apartment, ia yakin kali ini Delisha pasti sudah menunggunya sedari tadi. Namun sebelum pulang Kinara menyempatkan untuk mampir ke sebuah resto makanan cepat saji.


"Delisha pasti suka." ucap Kinara sambil melangkah turun dari mobilnya.


Kinara kemudian lantas melangkahkan kakinya masuk dan langsung mengantri untuk memesan menu yang diinginkannya. Tak terlalu ramai saat itu, hanya terdapat tiga orang saja di depannya yang datang lebih dulu daripada dirinya.


Sambil menunggu antrian, Kinara memainkan ponselnya melihat beberapa galeri foto miliknya yang berisi foto foto gembul putri kecilnya itu, benar benar terlihat menggemaskan hingga membuat Kinara senyum senyum sendiri saking gemasnya.


"Bu Kinara?" ucap sebuah suara laki laki yang berasal dari depan, Kinara yang mendengar hal itu lantas langsung mendongak dan menatap ke arah depan.


"Oh pak Rian." ucapnya singkat sambil tersenyum.


"Ini bukan jam kerja bu santai saja, tidak perlu terlalu formal seperti itu. Lagipula usia kita bukankah tidak jauh berbeda?" ucap Rian kemudian sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


"Anda menyuruhku santai tapi masih saya memanggil bu." sindir Kinara yang lantas membuat Rian langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Baiklah baiklah kita lakukan bersama." ucap Rian kemudian.


"Permisi, nomer antrian selanjutnya..." teriak seorang petugas kala melihat baik Rian maupun Kinara tidak ada dari mereka yang melangkah maju untuk memesan.


Mendengar hal itu keduanya lantas tertawa, kala mengingat mereka berdua malah asyik mengobrol bukannya memesan makanan. Rian kemudian lantas menyuruh Kinara untuk lebih dulu memesan baru dirinya, padahal jelas jelas Rian lah yang mengantri lebih dulu sebelum Kinara.


Obrolan terus berlanjut antara Rian dan juga Kinara, keduanya nampak hanyut dalam topik pembahasan yang mengalir begitu saja antara keduanya sambil menunggu pesanan mereka selesai. Tak sampai satu jam pesanan keduanya lantas datang.


"Senang saya bisa mengobrol dengan mu, lain kali kita akan menyambungnya lagi." ucap Kinara kemudian melakukan salam perpisahan.


"Tentu dengan senang hati, jika ada apa apa jangan sungkan untuk menghubungi saya." ucap Rian sambil tersenyum ramah begitu juga Kinara.


"Sampai jumpa." ucap Kinara yang lantas di balas Rian dengan anggukan, kemudian melenggang pergi dari sana memasuki mobilnya.


*****


Kinara melangkahkan kakinya keluar dari lift menuju unit apartemennya. Ketika sampai tepat di depan pintu, Kinara menatap ke arah unit apartment Kafeel dengan raut wajah yang tidak terbaca.


"Apa Kafeel mau menjadi saksi dalam sidang perceraian ku?" tanya Kinara dalam hati yang tentunya hanya di balas keheningan. "Sebaiknya aku tanyakan saja besok dari pada penasaran." ucap Kinara kemudian pada diri sendiri.


Setelah memasukkan kode password miliknya, Kinara lantas masuk dan melepas sepatunya kemudian bergegas ke dalam untuk segera bertemu dengan Delisha.


"Delisha bunda pulang..." ucap Kinara dengan nada setengah berteriak.


Kinara berjalan ke dalam dengan raut wajah yang bingung, pasalnya terdengar suara tawa menguar di ruang tengah yang tentu saja itu bukanlah suara Delisha maupun Nining. Kinara yang sedang berjalan masuk lantas mempercepat langkah kakinya penasaran akan suara siapa itu barusan.

__ADS_1


Ketika sampai di sana, Kinara melihat sosok seorang pria yang sedang membelakanginya tengah asyik bermain dengan Delisha. Jika dilihat dari perawakannya Kinara hapal betul siapa itu, hanya saja Kinara tidak yakin bahwa laki laki yang bermain dengan anaknya adalah Kafeel seperti dalam pikirannya.


"Delisha main sama siapa?" tanya Kinara kemudian.


Mendengar suara Kinara barusan Delisha lantas tersenyum, sedangkan pria tersebut langsung memutar tubuhnya dan menatap ke arah Kinara berada.


"Hahahaha apa yang sedang kalian lakukan?" ucap Kinara sambil tertawa dengan keras membuat Nining dan juga Delisha ikut tertawa terpingkal pingkal, sedangkan Kafeel yang jadi korban malah celingukan seperti tengah kebingungan dengan apa yang sedang terjadi.


Kinara yang melihat sikap bingung Kafeel lantas langsung melangkah mendekat ke arah Kafeel dan memberinya sebuah cermin untuk berkaca. Kafeel sedikit terkejut kala menatap mukanya di cermin yang lebih mirip badut namun dengan riasan yang tidak simetris sama sekali. Kini Kafeel tahu alasan semua orang yang ada di sana tertawa kala melihatnya sedari tadi.


"Delisha... kamu benar benar ya..." ucap Kafeel bangkit kemudian mencoba mengejar Delisha.


Keduanya lantas mulai berkejaran dan terus berlari ke sana kemari, membuat Kinara lantas geleng geleng kepala melihat kelakuan keduanya. Cukup lama keduanya terlibat aksi kejar kejaran, sampai kemudian Kafeel berhasil menangkap Delisha lalu menggelitiknya hingga puas dan memohon ampun padanya.


"Bunda bawa fried chicken, kita makan dulu yuk." ajak Kinara kemudian.


"Yeyeye fried chicken, Delisha mau..." ucap Delisha dengan girang, kemudian bangkit dan berlarian ke arah meja makan di ikuti Nining di belakangnya.


Sementara Delisha dan Nining makan, Kinara lantas menuju ke arah Kafeel yang tengah duduk di sofa sambil berusaha membersihkan noda make up hasil karya Delisha menggunakan bajunya.


"Gunakan ini untuk membersihkannya baru setelah itu cuci muka." ucap Kinara sambil memberikan tisu basah beserta micellar water dan juga kapas kepada Kafeel.


Kafeel menerima pemberian Kinara tanpa protes kemudian mulai membersihkan wajahnya. "Terima kasih banyak." ucap Kafeel kemudian yang di balas senyuman oleh Kinara.


"Harusnya aku yang berterima kasih karena sudah menemani Delisha bermain." ucap Kinara sambil tersenyum manis ke arah Kafeel, membuat Kafeel jadi salah tingkah kala melihat senyuman itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2