
Malam harinya di depan butik milik Kirana, terlihat mobil milik Geffie terparkir cukup jauh dari butik, namun masih bisa menatap ke arah butik milik Kinara dari dalam mobil.
Entah mengapa Geffie seperti enggan untuk menghampiri Kinara walau ia sebenarnya ingin. Geffie hanya menatap ke arah butik dengan lampu yang masih menyala dan terbuka lebar malam itu.
"Aku akan memberikan mu waktu Ra, aku berharap kau akan kembali padaku." ucap Geffie pada diri sendiri sambil terus menatap ke arah butik Kinara.
Sepertinya malam ini Geffie memutuskan untuk menginap di jalanan dan tidur di mobil. Ia akan menunggu Kinara di mobil, walau Geffie yakin Kinara tidak akan pulang dan datang menghampirinya. Tapi yang jelas Geffie tidak ingin kehilangan Kinara dan mungkin ini adalah hal yang bisa dilakukannya saat ini. Geffie tahu jika ia memaksa pasti Kinara akan semakin menolak dan membencinya.
**
Sementara itu tepat pukul 9 malam Kinara memutuskan untuk menutup butiknya. Malam ini Kinara, Delisha dan juga Nining kembali bermalam di sini. Kemungkinan baru esok hari ketiganya akan pindah ke apartment.
Kinara di bantu dua orang karyawannya mulai terlihat berkemas dan bersiap untuk tutup.
"Bu, apakah ibu mengenal mobil di depan?" ucap Irene salah satu pegawainya.
"Ada apa memangnya?" tanya Kinara yang lantas membuat rasa penasaran dalam dirinya muncul.
"Tidak ada sih bu, hanya saja dari tadi mobil itu terparkir di sana dan seperti enggan untuk pergi." ucap Irene lagi.
Kinara yang penasaran dengan mobil yang di maksud oleh Irene lantas bangkit dan mengintip sedikit mobil tersebut. Kinara sedikit terkejut kala ternyata mobil tersebut adalah mobil milik suaminya Geffie.
"Mas Geffie! apa yang ia lakukan di sana?" batin Kinara kala melihat mobil tersebut.
"Bagaimana bu?" tanya Irene kembali yang lantas menyadarkan Kinara dari lamunannya.
"Tak perlu khawatir, sepertinya itu hanyalah orang numpang parkir. Setelah selesai kalian berdua boleh pergi, hati hati di jalan." ucap Kinara kemudian mencoba menenangkan karyawannya.
"Iya udah kalau begitu kami berdua langsung pergi ya bu." ucap Irene yang di balas anggukan oleh Kinara.
Setelah kepergian kedua karyawannya, Kinara lantas langsung mengunci pintu masuk butik dan buru buru pergi ke dalam, takut Geffie tiba tiba memaksa untuk masuk dan melakukan hal keji seperti kemarin.
__ADS_1
"Ada apa bu?" tanya Nining kala melihat wajah tegang Kinara.
"Tidak ada apa apa, Delisha sudah tidur?" tanyanya kemudian yang di balas anggukan oleh Kinara. "Ya sudah, kamu sebaiknya juga pergi istirahat ini sudah malam." ucap Kinara lagi.
"Baik bu." ucap Nining kemudian melenggang pergi dari sana.
**********
Keesokan paginya.
Geffie tersentak kaget kala mendengar kaca mobilnya di ketuk berulang kali oleh seseorang. Geffie yang belum sadar sepenuhnya, lantas memijat pelipisnya karena kepalanya yang terasa berdenyut akibat dari dibangunkan secara mendadak.
Kaca mobil Geffie perlahan turun dan menampilkan sosok sekuriti di sana. Geffie terlihat menguap beberapa kali kala ia masih terasa mengantuk namun sudah di bangunkan secara paksa.
"Ada apa ya pak?" tanya Geffie kemudian.
"Maaf pak anda tidak bisa parkir di sini karena sebentar lagi pertokoan akan di buka." ucap seorang sekuriti kepada Geffie.
"Oh iya, sebentar lagi saya juga akan pergi kok." ucapnya kemudian yang di balas anggukan oleh sekuriti tersebut.
"Aku pulang dulu ya Ra." ucapnya kemudian melajukan mobilnya kembali ke rumah.
*****
Kediaman Geffie
Geffie melangkahkan kakinya menuruni anak tangga setelah bel pintu rumahnya berbunyi. Yap hari ini adalah hari weekend jadi Geffie memutuskan untuk tinggal di rumah saja menikmati hari liburnya, yang kali ini terasa kosong karena tidak ada Kinara dan juga Delisha menemaninya.
Geffie membuka pintu perlahan dan yang ada di sana adalah seorang pria berjaket yang biasa kita sebut kurir.
"Sepertinya aku tidak memesan suatu barang." ucap Geffie dalam hati.
__ADS_1
"Dengan bapak Geffie Danu Nugraha?" tanya kurir tersebut.
"Iya saya sendiri pak." jawab Geffie.
"Saya mengantar paket atas nama anda, silahkan tanda tangan di sini." ucapnya lagi sambil memberikan sebuah amplop kecil beserta kertas untuk Geffie tanda tangani.
Setelah Geffie menandatangani kertas serah terima, ia melangkahkan kakinya kembali masuk ke rumah sambil bertanya tanya apa isi dari amplop tersebut. Di bukanya perlahan amplop tersebut lalu membacanya.
"Apa apaan ini!" ucap Geffie yang cukup terkejut kala membaca isi dari amplop tersebut yang ternyata adalah surat pemberitahuan untuk datang ke pengadilan agama besok.
Dengan perasaan yang kesal Geffie meremas surat itu hingga tak berbentuk, kemudian membuangnya ke sembarang arah.
"Aku sudah bilang tidak akan menceraikan mu Ra! sampai kapan pun tidak!" ucap Geffie.
Ting tong ting tong
Suara bel di tekan berulang, membuat Geffie yang memang dalam suasana hati yang buruk lantas berdecak kesal saat mendengar suara bel tersebut.
Dengan kasar Geffie membuka pintu depan, Geffie yang semula memang sudah kesal di tambah lagi jadi berkali kali lipat, kala melihat yang datang adalah Nabila.
"Aku merindukan mu Gef!" ucap Nabila sambil mengulum senyum semanis mungkin.
"Aku sedang tidak mood hari ini jangan mengganggu ku!" ucap Geffie dengan nada yang datar.
Nabila yang memang dasarnya mempunyai kelainan hiperseks, lantas tidak akan pergi begitu saja jika belum mendapatkan apa yang diinginkannya. Nabila mendorong tubuh Geffie masuk ke dalam rumah dengan gerakan yang seksual. Namun langsung di tangkis oleh Geffie yang memang sedang tidak mood kali ini.
"Aku bilang hentikan! bagaimana kalau Kinara tiba tiba pulang?" tanya Geffie kala melihat Nabila terus gencar memberikan serangan.
"Kinara tidak akan datang Gef, aku tahu Kinara sudah tidak pulang tiga hari belakang bukan? jadi tidak ada alasan lagi bagi Kinara tiba tiba muncul di sini." ucap Nabila tak mau kalah.
Mendengar hal itu Geffie hanya diam saja, namun Nabila dengan gerakan pelan mulai melepas dua kancing bajunya bagian atas, sehingga langsung memperlihatkan dua aset kembarnya yang seperti hendak keluar. Nabila kemudian mendorong tubuh Geffie ke belakang hingga terjerembab ke sofa ruang tengah dengan posisi terlentang.
__ADS_1
Nabila yang melihat hal itu lantas hanya tersenyum dan langsung naik ke atas Geffie tanpa aba aba. Geffie hanya diam mematung tak merespon permainan Nabila sama sekali. Hanya saja setelah beberapa menit permainan berlangsung, Nabila yang terus mer*ngsang daerah sensitif milik Geffie, lantas membuat tubuh Geffie mulai merespon dan bereaksi. Pada akhirnya yang terjadi keduanya malah saling bercinta dan menikmati tubuh masih masing dengan ganasnya tanpa mengenal tempat.
Bersambung