
Setelah kepergian Kafeel, Kinara menatap Geffie yang tengah terkapar dan berusaha bangkit dari sana.
"Aku tidak tahu kau bisa selicik ini mas, benar benar gila kau!" ucap Kinara menghardik Geffie.
"Aku sudah mengatakannya bukan? jika aku... tidak bisa mendapatkan mu maka orang lain pun tidak ada yang boleh memiliki mu!" ucap Geffie sambil mengusap darah yang mengalir di sudut bibirnya.
"Kau benar benar gila!" teriak Kinara kemudian melenggang pergi dari sana menuju kamar hotelnya untuk berganti pakaian yang layak dan menyusul Kafeel.
***
Di sebuah taman hotel yang menjadi tempat berlangsungnya acara pernikahan Kafeel, terlihat Kinara melangkah dan bergegas menuju ke arah sana. Keadaan di sana benar benar sudah kacau, tamu undangan sudah tidak ada lagi di sana sementara seluruh dekorasi dan juga kursi untuk tamu undangan sudah porak poranda bagai di terjang angin topan barusan.
Kafeel terlihat sedang duduk dengan frustasi di bawah meja prasmanan menatap ke arah dekorasi pernikahan yang harusnya menjadi tempat paling cantik untuk pernikahannya.
"Kaf..." panggilnya lirih sambil melangkah mendekat ke arah Kafeel dan bersimpuh di sana.
Kafeel hanya melirik sekilas ke arah Kinara, ia benar benar tidak ada tenaga lagi untuk kembali marah dan menghardik Kinara.
"Aku benar benar tidak tahu mengapa aku bisa tiba tiba ada di sana Kaf... aku sungguh tidak melakukan apapun itu yang ada dipikiran mu!" ucap Kinara dengan nada yang lirih namun masih bisa di dengar oleh Kafeel.
"Sudahlah Ra! apalagi yang mau kau jelaskan semua sudah benar benar terlihat jelas..." ucap Kafeel dengan dingin sambil masih terus menatap ke arah panggung dekor seperti enggan melihat Kinara.
"Kita bisa melihat kamera pengawas bukan Kaf? aku yakin aku tidak pergi ke kamar itu..." ucap Kinara seperti memberikan sebuah ide kepada Kafeel.
__ADS_1
Kafeel yang mendengar hal itu lantas tersenyum sinis kemudian merogoh sakunya dan melempar sebuah ponsel ke arah Kinara dimana di sana terlihat sebuah vidio dari rekaman pengawas yang sudah di pause.
Kinara menerima ponsel tersebut dan mulai memutar videonya. Dalam vidio tersebut terlihat Geffie mulai memasuki kamarnya, tak berapa lama pintu kamar tersebut mulai terbuka terlihat Geffie tengah menggandeng seorang wanita dengan baju pengantin yang sama persis dengan yang ia kenakan tadi. Keduanya terlihat saling mematut bibir masing masing seakan dunia hanya milik mereka berdua. Kinara tau laki laki itu adalah Geffie hanya saja ia tidak yakin bahwa wanita yang bersamanya adalah dirinya, secara spot yang terlihat dalam kamera pengawas wanita tersebut tidak pernah tampak dari depan dan hanya terlihat dari samping atau bagian belakangnya saja.
"Ti..dak mungkin... ini bukan aku!" ucap Kinara dalam hati sambil masih terus memperhatikan vidio tersebut.
Kedua insan dalam vidio tersebut nampak tengah bahagia, dari arah lift keduanya keluar dengan posisi Geffie menggendong wanita itu dengan raut wajah bahagia kemudian memasuki kamar 101.
"Apa lagi yang mau kau jelaskan? bukannya semua sudah jelas?" ucap Kafeel dengan nada yang serak.
"Aku sungguh tidak melakukannya Kaf... bisa saja perempuan ini bukan aku Kaf..." ucap Kinara masih mencoba membela dirinya.
Mendengar hal itu Kafeel lantas bangkit kemudian menendang meja yang tadi menjadi sandarannya hingga terbalik dan membuat Kinara terkejut ketika menyaksikannya.
"Pergi sekarang Ra! aku tidak ingin melampiaskannya padamu, jangan memancing amarah ku.. pergi.." ucap Kafeel dengan nada yang tertahan.
"Ku bilang pergi." bentak Kafeel kemudian yang membuat Kinara terkejut bukan main ketika mendengar bentakan tersebut.
Kinara yang terkejut dengan bentakan Kafeel lantas perlahan mundur seakan tak menyangka bahwa Kafeel tidak mempercayainya, jangankan percaya mendengar penjelasannya sedikit saja Kafeel tidak mau. Kinara kemudian lantas melenggang pergi dari sana meninggalkan Kafeel sendirian meratapi nasibnya.
*****
Di salah satu kamar hotel yang terletak tak jauh dari kamar 101 tempat kejadian berlangsung. Nabila nampak berjalan dengan membawa dua gelas wine dan memberikan satu kepada Geffie. Dengan perlahan Geffie menerima gelas tersebut dan tersenyum tipis sambil menahan perih yang menjalar di sekujur wajah dan tubuhnya akibat ulah Kafeel.
__ADS_1
"Apa kau baik baik saja? wajah mu sekarang bahkan sudah lebam lebam tapi kau masih bisa tertawa?" ucap Nabila dengan nada yang heran.
"Kalau kau tanya sakit, tentu saja sakit anak kecil pun tau itu. Hanya saja rasa bahagia yang saat ini ku rasakan jauh lebih besar ketimbang rasa sakit di tubuh ku." ucap Geffie dengan santai sambil meneguk wine di gelasnya.
"Kau benar benar sesuatu ya." ucap Nabila dengan senyum yang mengembang.
"Dari pada mengurus wajah ku yang sedang kacau saat ini, lebih baik kau ganti bajumu sekarang, apa kau tidak gerah memakai pakaian seperti itu?" ucap Geffie sambil menatap ke arah Nabila yang masih mengenakan wedding dress di tubuhnya.
Nabila menatap sekilas dan baru menyadari bahwa dirinya memang belum berganti baju sama sekali. "Aku bahkan sampai melupakannya karena saking senangnya pernikahan keduanya gagal." ucap Nabila sambil tersenyum.
"Ide mu kali ini benar benar luar biasa, aku bahkan sampai tidak bisa berkata kata lagi." ucap Geffie dengan tersenyum.
"Tentu saja hebat, aku kan juara berakting, Kafeel saja bahkan sudah berhasil ku tipu selama masa pernikahan kami. Kurang hebat apa aku coba?" ucap Nabila dengan bangganya.
Nabila yang memang sedang kegerahan lantas dengan santainya berganti baju di sana tanpa malu sedikit pun terhadap Geffie yang saat ini sedang berada di sana.
"Apa yang kau lakukan? setidaknya gantilah pakaian mu di dalam, apa kamu tidak punya malu lagi?" ucap Geffie ketika melihat Nabila malah dengan santainya ganti baju di sana tanpa memperdulikan dirinya yang merupakan seseorang laki laki yang tentu saja mempunyai hasrat, apalagi ketika melihat sesuatu yang di suguhkan dengan percuma di depannya.
"Untuk apa aku malu? lagi pula kau sudah melihat semuanya setiap inci di tubuh ku bukan? lalu apa lagi yang perlu ku tutupi?" ucap Nabila dengan santainya sambil masih melanjutkan kegiatannya berganti baju.
"Kau benar benar gila, tapi aku menyukainya." ucap Geffie sambil tersenyum dan menatap ke arah lekukan demi lekukan tubuh Nabila yang tersuguh dengan gratis di sana.
"Tentu saja, apa kamu ingin bermain shik shik doom sekarang?" ucap Nabila sambil tersenyum nakal.
__ADS_1
"Jangan gila, aku bahkan sedang seperti ini sekarang dan kau malah mengajak berolahraga." ucap Geffie dengan kesal karena Nabila malah memancingnya di saat kondisinya seperti ini.
Bersambung