Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta

Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta
Oma Arsa?


__ADS_3

Apartment Kafeel


Terlihat Kinara tengah duduk di depan mini bar, menunggu seorang Kafeel beraksi memasakkannya sebuah makanan untuk makan malam yang enak dan tentunya luar biasa untuk menyambut kepulangan Kinara.


Kinara tersenyum menatap ke arah Kafeel yang tengah sibuk dengan berbagai bahan makanan yang berjajar berantakan di dapur. Terlihat Kinara bahkan sampai berkali kali tertawa ketika Kafeel heboh ketika memotong dan membersihkan beberapa hewan laut. Baginya Kafeel benar benar terlihat sangat se*y saat ini, benar benar seperti suami idaman di drama drama korea.


"Benar benar menggemaskan" ucap Kinara dengan lirih sambil menatap ke arah Kafeel yang masih sibuk dengan masakannya.


Lagi lagi Kinara tersenyum menatap tingkah laku Kafeel sampai kemudian bayangan tentang saat dirinya berada di penjara kembali terlintas di benaknya. Kinara menghela nafas perlahan, Kinara sangat bersyukur Arsa datang ke penjara waktu itu dan menjelaskan bagaimana Kafeel bersusah payah membantunya hingga keluar dari penjara, membuat Kinara menyadari satu hal tentang Kafeel. Kinara pernah di sia siakan oleh seseorang yang begitu berharga baginya, dan sekarang ketika Kinara di perjuangkan dengan begitu tulusnya mungkinkah dia akan menyia-nyiakannya begitu saja, tentu jawabannya tidak bukan?


Flashback on


Kantor polisi


Kinara yang waktu itu tengah duduk termenung meratapi nasibnya di dalam sel, mendadak terhenyak ketika seorang polisi datang menghampirinya dan mengatakan ada yang berkunjung dan ingin menemuinya. Kinara yang tidak tahu siapa itu hanya bisa berjalan mengikuti langkah kaki seorang polisi yang menuntunnya pada sebuah ruangan khusus untuk menjenguk tahanan di kantor polisi ini.


Dari sudut ruangan Kinara melihat seorang wanita berusia 70 tahunan tengah duduk dengan anggunnya sambil menatap ke arahnya dengan tatapan yang menelisik. Dengan gerakan yang perlahan Kinara lantas mengambil duduk di depan wanita itu dengan tatapan yang penuh rasa penasaran ke arahnya.


"Apa saya mengenal anda nyonya?" tanya Kinara dengan sopan setelah kepergian petugas polisi yang mengantarnya tadi dari ruangan tersebut.

__ADS_1


"Mungkin iya mungkin juga tidak." jawabnya dengan singkat membuat Kinara sedikit bingung ketika mendengarnya.


"Lalu apa yang membawa anda sampai jauh jauh datang ke sini?" tanya Kinara kemudian sambil berusaha mengingat ingat wanita di hadapannya ini karena rasanya wajah wanita ini begitu tidak asing untuk Kinara, hanya saja Kinara tidak mengingatnya.


"Aku datang ke sini untuk mencari tahu seperti apa wanita yang sedang diperjuangkan oleh cucu ku dan aku rasa seleranya tidak terlalu buruk." ucapnya lagi yang semakin membuat Kinara bingung ketika mendengar hal tersebut.


"Maksud anda bagaimana ya? saya benar benar tidak mengerti." ucap Kinara dengan tatapan yang bingung ke arah wanita itu.


Wanita tersebut hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari Kinara barusan. "Tidak penting kamu mengerti atau tidak, hanya saja ada satu hal penting yang harus kamu ketahui, cucu ku telah mempertaruhkan segalanya demi membantu mu, dan ia tidak pernah main main dengan perasaannya. Aku harap kamu bisa lebih bijaksana lagi dalam mempertimbangkannya. Cucu ku benar benar tidak sengaja melakukan hal itu dan aku harap kamu mau memaafkannya." ucapnya lagi dengan nada yang sedikit memohon kepada Kinara.


Sedangkan Kinara yang mendengar hal itu lantas terdiam dan mencoba mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut wanita itu dengan seksama. "Apa yang anda maksud adalah Kafeel?" tebak Kinara kemudian namun dengan nada yang sedikit ragu ragu.


Kinara yang mengetahui wanita itu hendak pergi lantas ikut bangkit dan menoleh ke arah wanita tersebut. "Apa anda adalah oma Arsa?" tebak Kinara kemudian dengan ragu ragu.


Mendengar ucapan Kinara barusan membuatnya lantas langsung berbalik dan tersenyum ke arah Kinara sekilas, kemudian kembali melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan tersebut tanpa mengiyakan atau menyanggah tebakan Kinara barusan.


Flashback off


Sebenarnya Kinara tidak terlalu tahu dan kenal dengan Arsa ia hanya pernah mendengarnya beberapa kali dari Ratih, namun bukan dalam versi anggun seperti yang mendatanginya kemarin. Dari Ratih, Kinara mendengar dan mendapat gambaran Arsa benar benar terlihat sebagai sosok seorang mertua yang sadis, pemarah dan sangat protect terhadap anaknya. Namun yang kemarin datang menemuinya benar benar kebalikannya.

__ADS_1


Kinara tidak akan menghakimi salah seorang dari keduanya karena Kinara yakin baik Ratih maupun Arsa sama sama memiliki alasan masing masing, yang dimana hanya mereka yang bisa memahaminya. Bukankah sebuah kisah tidak akan lengkap jika di dengarkan hanya dari salah satu pihak saja? Kinara yakin kedua belah pihak pasti mempunyai kisahnya masing masing. Terlepas itu adalah kenyataan atau hanya sebuah opini belakang.


Kinara nampak bangkit dan melangkah mendekat ke arah Kafeel, mulai saat ini ia memutuskan akan menerima Kafeel sepenuhnya. Asalkan tidak ada orang ketiga di antara mereka karena kesalahan terbesar dalam sebuah hubungan adalah hadirnya orang ketiga. Bagi Kinara itu adalah sebuah kesalahan terbesar yang tidak akan bisa ia maafkan walau menangis darah sekalipun.


"Apa aku perlu membantu mu?" tanya Kinara kemudian ketika berdiri tepat di sebelah Kafeel yang tengah sibuk memasak.


"Tidak perlu, aku hanya tinggal sedikit duduklah saja." ucap Kafeel sambil tersenyum cerah ke arah Kinara.


"Apa kamu yakin? aku bisa membantu mu memotong bahan atau menyajikannya?" ucap Kinara dengan yakin namun Kafeel yang mendengar hal itu malah tersenyum.


Kafeel mengelus perlahan pipi Kinara dengan lembut kemudian tersenyum manis lagi, membuat Kinara sedikit bingung akan perlakuan Kafeel saat ini.


"Aku merindukannya Ra, benar benar merindukannya. Bahkan kata kata omelan mu itu aku juga merindukannya." ucap Kafeel dengan nada yang sendu di setiap kalimatnya.


Bagi Kafeel momen ini adalah momen termanis dalam hidupnya yang kembali terjalin dengan Kinara. Sudah lama sekali Kafeel dan juga Kinara tidak melakukan we time berdua seperti ini. Terakhir kali sebelum pesta pernikahan yang gagal karena ulah Geffie dan juga Nabila waktu itu, dan Kafeel benar benar bahagia ketika saat ini momen momen tersebut kembali seperti semula walau badai sekalipun menerjang mereka waktu itu.


"Aku juga merindukannya Kaf, mari kita mulai semuanya dari awal dan melupakan segalanya." ucap Kinara sambil mengangkat tangannya mengajak Kafeel untuk bersalaman. "Aku Kinara salam kenal..." imbuhnya kemudian yang lantas di balas Kafeel dengan senyuman sambil menerima jabatan tangan Kinara di sana.


"Baiklah, perkenalkan aku Kafeel." ucap Kafeel sambil menjabat tangan Kinara.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2