Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta

Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta
Ending


__ADS_3

Keesokan harinya


Berita mengenai kematian Devan Mahendra, CEO Perusahaan W Food telah menyebar luas di Indonesia. Kecelakaan yang merenggut nyawa pemilik Perusahaan tersebut cukup membuat gempar seluruh warga dan menjadi trending topik sejak terungkap ke media.


Bagaimana tidak? mobil yang di kendarai oleh Devan masuk ke dalam jurang dan langsung meledak menewaskan Devan yang tengah berada di dalamnya. Jasad Devan benar benar rusak parah dan tidak bisa di kenali karena terpanggang di dalam mobil pribadinya.


Sedangkan Kafeel yang sudah menyaksikan berita itu sedari pagi di ruangannya, lantas terus tersenyum dengan penuh kemenangan.


"Pemakaman Devan di lakukan pagi ini bos, semua berjalan lancar dan tidak ada yang curiga akan penyebab kematian Devan sesungguhnya, kecuali kecelakaan lalu lintas itu." ucap Rendy melaporkan berita yang ia dengar.


"Bagus, jangan sampai ada yang tahu tentang hal ini pastikan semua tertutup dengan rapat." ucap Kafeel memperingatkan Rendy agar rahasia tidak bocor pada siapapun.


"Tentu saja bos." ucapnya lagi.

__ADS_1


Setelah memberikan laporan singkat tersebut Rendy lantas melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Kafeel dan hanya menyisakan Kafeel sendiri di ruangan tersebut.


"Aku tidak tahu apakah kamu suka atau tidak dengan hal ini Rian, aku yakin kamu akan mengomel ketika kamu mengetahuinya. Hanya saja, jauh di lubuk hati ku, aku tidak akan pernah bisa tenang jika pembunuh mu berkeliaran dan hidup tenang menikmati kehidupannya. Aku tidak akan pernah sanggup." ucap Kafeel dengan nada sendu di setiap kata katanya.


******


Dua tahun kemudian


Di sebuah pemakaman umum yang terletak di Ibu kota, terlihat Kafeel dan juga Kinara tengah berdiri menatap ke arah sebuah pusara yang bertuliskan nama Rian di atas batu nisannya.


Setetes air mata nampak terjatuh dari sudut mata Kinara, membuat Kinara lantas langsung mengusapnya dengan kasar ketika menyadari air mata yang kembali turun walau ini sudah berlalu selama dua tahun lamanya.


Tak jauh dari keduanya berdiri Delisha nampak berjalan dengan langkah yang terburu buru mendekat ke arah Kafeel dan juga Kinara. Malaikat kecil berpipi tembam itu kini perlahan sudah mulai tumbuh menjadi gadis yang cantik, usianya kini bahkan sudah hampir 9 tahun. Pipi yang dulu sangat tembam perlahan berubah menjadi tirus seiring dengan pertumbuhannya yang menuju ke arah remaja.

__ADS_1


"Bunda... Rian menangis... apakah kalian masih lama di sini?" tanya Delisha ketika berada tak jauh dari keduanya.


"Ya sebentar lagi bunda menyusul." ucap Kinara kepada Delisha.


Yap setelah kepergian Rian tepat di hari pernikahannya, satu tahun kemudian Kinara melahirkan bayi laki laki yang lucu dan juga tampan. Keduanya sepakat untuk memberi bayi mereka nama Rian Galaxy Adhitama, kalian benar.. keduanya mengambil nama Rian sebagai nama depan untuk anak mereka, berharap putra mereka nantinya memiliki sifat pengasih dan peduli kepada sesama seperti yang di miliki oleh Rian.


Setelah menyelesaikan urusan mereka, keduanya lantas melangkah secara perlahan meninggalkan pusara Rian. Kafeel bersyukur berkat pengorbanan dari Rian, ia dan Kinara bisa bersatu dan berakhir happy ending. Kafeel benar benar tidak bisa membayangkan jika yang terkena tembakan waktu itu adalah Kinara. Tentu saja Kafeel tidak akan bisa melanjutkan hidupnya jika hal itu benar benar terjadi.


Kafeel mengeratkan pegangan tangannya pada pinggang Kinara dan membisikkannya sesuatu.


"Happy anniversary ibu dari anak anak ku... I love you." bisik Kafeel sambil mencium pipi Kinara dengan lembut.


Sedangkan Kinara yang mendapat perlakuan manis tersebut, lantas menoleh ke arah Kafeel lalu tersenyum.

__ADS_1


"Happy anniversary... I love you too..." balasnya dengan senyum yang mengembang.


...The End...


__ADS_2