Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta

Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta
Seperti binatang


__ADS_3

Kinara sampai di rumah tepat setelah adzan maghrib berkumandang. Karena hari ini adalah hari bahagia bagi Kinara, di mana seluruh desain baju miliknya sudah di acc oleh Damar, membuat Kinara langsung membeli beberapa jenis makanan kesukaan Delisha dan membawanya pulang untuk di makan bersama.


Kinara menata makanan demi makanan yang ia beli dan menaruhnya di meja makan, dengan senyum yang mengembang Kinara mulai berjalan ke arah kamar Delisha untuk mengajaknya makan malam bersama.


"Delisha bunda bawain makanan kesukaan kamu nih, kita makan yuk." teriak Kinara sambil terus melangkahkan kakinya ke arah kamar Delisha. "Ning... Nining ayo kita makan dulu." teriaknya lagi.


Kinara merasa ada yang aneh, biasanya baik Delisha maupun Nining keduanya akan langsung menjawab jika Kinara memanggil mereka, namun mengapa kali ini tidak?


Dengan rasa penasaran Kinara perlahan mulai membuka pintu kamar Delisha, namun ketika pintu kamar terbuka sepenuhnya, keadaan di dalam kamar sepi dan kosong tidak ada siapa pun di sana.


"Ning... Nining! Delisha kemana?" teriak Kinara sambil melangkah ke arah halaman samping, siapa tahu Delisha dan Nining sedang bermain di sana. "Ning... kamu di mana?" teriaknya lagi kala tak menjumpai Delisha maupun Nining di manapun.


Di saat Kinara sedang gelisah karena tidak menemukan Delisha di manapun, dari arah kamar yang biasa di tempati oleh Kinara dan Geffie nampak Geffie keluar dari sana dengan raut wajah yang santai, seakan tidak ada gurat kebingungan dari wajahnya padahal Delisha tidak terlihat di manapun.


"Delisha ada di dalam sedang tidur." ucap Geffie dengan nada datar.


"Apa kamu yakin mas? lalu di mana Nining?" tanya Kinara tak percaya, Kinara masih merasa ada yang aneh pada Geffie.


"Nining sedang keluar, aku suruh membeli makan." ucap Geffie.


Kinara menatap Geffie dengan rasa curiga, entah mengapa Geffie terasa sangat berbeda dari gaya bahasanya memang lebih datar dan juga kalem, namun jika Kinara menelisik ke dalam manik mata pria itu, terselip tatapan penuh amarah dan siap menerkam siapapun yang mengganggunya. Bukankah keduanya sama sekali tidak sinkron?


"Aku sudah membeli makanan barusan, kamu bisa ikut bergabung kalau mau, biar aku membangunkan Delisha dulu di dalam." ucap Kinara sambil berjalan masuk melewati Geffie yang tengah berdiri di ambang pintu.

__ADS_1


Seulas senyum menyeringai terlintas singkat pada wajah Geffie kala melihat Kinara masuk ke dalam kamar, tanpa basa basi lagi setelah Kinara masuk, Geffie lantas ikut masuk ke dalam dan langsung mengunci pintunya dari dalam kamar.


"Delisha tidak ada di sini mas." ucap Kinara sambil berbalik badan. "Apa yang kamu lakukan? kamu menipuku mas?" tanya Kinara kala melihat pintu kamar di kunci oleh Geffie dari dalam.


"Delisha ada di rumah mama begitu juga dengan Nining." ucap Geffie kemudian sambil melangkah mendekat ke arah Kinara.


"Kamu membohongi ku? ada apa sebenarnya ini mas?" tanya Kinara kala melihat tingkah Geffie semakin aneh.


Geffie tak menjawab pertanyaan Kinara barusan, namun langsung melepas kaos yang ia kenakan dan membuangnya secara sembarangan, membuat Kinara semakin tak mengerti, apa sebenarnya keinginan Geffie kali ini?


"Aku memang sengaja menitipkan Delisha pada mama karena aku ingin menghabiskan malam ini berdua dengan mu." ucap Geffie sambil menarik tangan Kinara kemudian melemparnya ke ranjang.


Kinara yang di perlakukan seperti itu oleh Geffie tentu saja terkejut. Bayangan demi bayangan malam itu kembali terlintas di benak Kinara, di mana Geffie meminta haknya secara kasar dan tanpa persetujuannya.


Kinara diam mematung, bingung harus bereaksi seperti apa. Ingin sekali ia marah dan menghentikan gerakan Geffie, namun sayangnya Kinara tidak bisa melakukan hal itu karena ini merupakan kewajibannya sebagai seorang isteri.


Kinara lantas memilih untuk menutup matanya dan membiarkan Geffie mengambil haknya, hanya saja setelah beberapa menit bermain dan Geffie mulai menjelajah area mulutnya, Kinara yang merasa Geffie terlalu keterlaluan dan sangat arogan, membuat Kinara yang sudah tidak tahan lagi lantas langsung mendorong tubuh Geffie cukup keras hingga Geffie jatuh terhuyung ke lantai.


Geffie yang baru saja tersungkur lantas langsung bangkit dan tersenyum menatap ke arah Kinara.


"Ada apa? apakah permainan ku masih kurang panas di banding dia?" tanya Geffie sambil tersenyum sinis menatap ke arah Kinara.


Mendengar hal itu tentu saja Kinara langsung bangkit sambil membenarkan pakaiannya yang berantakan akibat ulah Geffie barusan.

__ADS_1


"Apa lagi sekarang mas?" tanya Kinara yang sudah kesal akan tingkah Geffie yang mulai kelewatan.


"Jangan berlagak bodoh Ra! aku bahkan sudah berselingkuh di belakang mu cukup lama, dan aku tahu hubungan tentang laki laki dan perempuan dewasa itu seperti apa, antara kamu dan Kafeel pasti sudah melakukannya bukan?" ucap Geffie dengan lantang.


Plak


Sebuah tamparan mendarat tepat di pipi Geffie setelah dengan lancangnya ia menuduh Kinara telah bercinta dengan Kafeel. Mata Kinara memerah, kali ini Geffie benar benar keterlaluan, sampai hati Geffie menuduh Kinara telah bercinta dengan Kafeel, hanya karena melihat Kinara dan juga Kafeel bersenda gurau beberapa kali. Apakah tertawa bersama dengan lawan jenis menandakan mereka telah bercinta? jika memang seperti itu, maka tidak terhitung lagi banyaknya manusia bejat di dunia ini.


"Kau!" teriak Geffie sambil menunjuk ke arah Kinara.


"Apa? sumpah demi Allah mas, aku sama sekali tidak pernah melakukan apa yang kamu tuduhkan padaku!" ucap Kinara dengan nada penuh penekanan, sedangkan matanya sudah berair seperti sungai yang hendak tumpah dan meluap.


Geffie terdiam mulutnya tidak bisa berkata kata, hatinya terus mengatakan Kinara tidak pernah melakukannya, namun pikiran Geffie mengatakan sebaliknya.


"Ketika aku mengetahui kamu mendua, aku bahkan tidak melakukan hal sekeji dirimu mas! aku masih bisa berpikir rasional walau rasanya disini benar benar sakit! apa aku sehina itu di mata mu ha?" ucap Kinara dengan setengah berteriak meluapkan emosinya yang sudah terpendam sejak lama.


"..."


"Aku ini istri mu mas! bukan wanita pemuas nafsu mu! jika kau memang menginginkan hak mu mintalah dengan lemah lembut, bukan seperti hewan yang melakukannya dengan sesuka hatinya. Sudah cukup segala kesabaran ku selama ini mas, aku bertahan demi Delisha tapi kamu... kamu bahkan tak menghiraukan itu bukan?" ucap Kinara sambil menunjuk ke arah Geffie dengan tatapan yang tajam. "Lihatlah anak mu mas! bahkan gurunya saja menyarankan ku untuk membawanya ke psikolog, apakah kamu masih belum menyadarinya juga?" imbuh Kinara dengan nada yang teramat kesal pada Geffie.


Setelah puas menumpahkan segala emosinya, Kinara kemudian lantas beranjak dari sana dan pergi meninggalkan Geffie sendirian di kamar.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2