Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta

Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta
Apakah ini hanya gurauan bagimu?


__ADS_3

Unit apartment Kinara


Terlihat Kafeel melangkahkan kakinya perlahan memasuki unit apartment Kinara, ditatapnya beberapa perabot yang masih ada di sana, benar benar tersusun rapi dan bersih.


Kafeel melangkah dengan gontai membuka kamar milik Kinara dan mendudukkan dirinya di ranjang milik Kinara.


"Bahkan harum tubuh mu masih tercium di sini Ra..." ucap Kafeel dengan nada yang sendu sambil mengusap pelan kasur yang ia duduki.


Kafeel menatap sekeliling dengan tatapan yang penuh dengan perasaan menyesal yang teramat dalam hingga kemudian pandangannya terhenti pada sebuah almari pakaian milik Kinara. Kafeel yang sedari tadi memang sudah tertarik dengan almari itu, lantas mulai bangkit dan mendekat ke arah almari. Dibukanya dengan perlahan pintu almari tersebut, Kafeel cukup terkejut ketika melihat ternyata di dalam almari tersebut masih banyak pakaian yang tidak di bawa oleh Kinara.


"Bukankah ini..." ucap Kafeel terjeda ketika menyadari bahwa pakaian pakaian yang di tinggalkan oleh Kinara adalah hadiah yang Kafeel berikan padanya sebelum pesta pernikahan waktu itu.


Melihat hal tersebut Kafeel lantas terduduk lemas sambil memegangi salah satu pakaian di tangannya kemudian mengusap kasar wajahnya.


"Bahkan kau juga meninggalkannya Ra, ternyata kau benar benar telah pergi..." ucap Kafeel dengan nada yang sendu.


*****


Salah satu gedung perusahaan terkenal di ibu kota, terlihat Nabila memasuki lobi dengan langkah yang begitu ringan dan bahagia karena hari ini dia akan melakukan sesi photo shoot dengan salah satu aktor ternama di ibu kota.


"Aku sudah tidak sabar menantikannya" ucapnya dalam hati dengan senyum yang tak henti hentinya surut dari bibir Nabila.


Nabila terus melangkahkan kakinya menuju ke arah ruangan yang biasa di gunakan untuk photo shoot. Hanya saja seseorang lantas menghentikan langkah kakinya yang hendak memasuki ruangan tersebut.


"Maaf kak Nabila ya?" ucap salah satu staf laki laki yang lantas menghentikan langkah kaki Nabila.


"Iya ada apa?" tanya Nabila.

__ADS_1


"Oh syukurlah kakak di sini, saya barusan ingin menghubungi kakak kalau jadwal pemotretan hari ini di batalkan karena ada berbagai kendala." ucapnya kemudian.


Mendengar hal itu tentu saja membuat Nabila terkejut bukan main karena sebelumnya Nabila sama sekali tidak mendapat pemberitahuan apapun, tapi mendadak ketika ia datang malah di batalkan.


"Apa kamu yakin? lalu kapan kira kira sesi pemotretannya kembali di lakukan?" tanya Nabila kemudian.


"Waduh kalau kapannya kami belum tahu, nanti kami akan memberikan info lanjutan kepada kakak setelah mengurus beberapa kendala yang terjadi." ucapnya. "Kalau begitu saya permisi kak." imbuhnya kemudian melenggang pergi dari sana, sedangkan Nabila yang mendengar pembatalan tersebut langsung berwajah muram karena ia harus membuyarkan imajinasi liarnya ketika berfoto dengan aktor favoritnya itu.


**


Kamar mandi


Di dalam bilik kamar mandi Nabila tengah duduk sambil memasang raut wajah kesal karena sesi pemotretannya gagal. Sampai kemudian setelah selesai dengan panggilan alamnya Nabila yang semula hendak keluar dari bilik kamar mandi, menjadi terdiam ketika mendengar beberapa orang tengah memperbincangkan sesuatu.


"Hahaha kasihan banget ya si Nabila harus di ganti dengan model lain? aku yakin nih dia pasti sudah membayangkan akan melakukan adegan intim dengan aktor itu tapi mendadak harus gagal huhu sedih... hahahaha." ucap sebuah suara yang lantas membuat langkah kaki Nabila tertahan di depan.


"Apa? aku digantikan? bukannya pemotretannya di undur?" ucapnya dalam hati bertanya tanya sambil terus menguping pembicaraan wanita wanita itu di luar bilik.


"Aku setuju, lagi pula di dunia hiburan seperti ini menjadi simpanan atau bahkan sugar baby sudah menjadi hal lumrah dan tidak asing lagi." ucapnya kemudian.


"Exactly, sudah ah ayo kembali bekerja." ajak wanita satunya.


Setelah kepergian kedua wanita itu dari kamar mandi, Nabila lantas keluar dari bilik dengan langkah yang kesal kemudian membasuh mukanya dengan gerakan yang kasar lalu menatap ke arah cermin.


"Kafeel kau benar benar keterlaluan!" ucap Nabila dengan menatap tajam ke arah bayangan dirinya sendiri di cermin.


*****

__ADS_1


Unit apartment Kafeel


Terlihat Kafeel tengah duduk termenung di sofa ruang tengah apartment miliknya sambil menatap kosong ke belakang.


"Bos" panggil Rendy yang berjalan mendekat ke arahnya.


"Apa lagi kali ini Ren? jangan menambah lagi beban pikiran ku kali ini." ucap Kafeel dengan nada yang lirih namun masih terdengar oleh Kafeel.


"Saya tidak tahu ini termasuk penting atau tidak karena saya hanya menemukan terakhir kali kepergian Kinara tanpa tahu ke mana arah tujuannya." ucap Rendy.


Mendengar hal itu Kafeel lantas membenarkan posisinya dan menatap penuh dengan harap ke arah Rendy.


"Katakan" ucap Kafeel kemudian sambil membenarkan posisinya.


"Kinara terakhir terlihat di parkiran depan apartment ini bersama dengan Rian mengendarai sebuah mobil BMW warna hitam metalik. Hanya saja sayangnya saya tidak bisa melacak keberadaan mobil milik Rian setelah kepergiannya dari apartment ini." ucap Rendy menjelaskan.


"Apa kamu sudah mencoba untuk mengecek rekaman pengawas di jalan raya dan sekitarnya?" tanya Kafeel masih tidak percaya Rendy tidak bisa melacaknya.


"Sudah tuan, hanya saja saya selalu saja kehilangan arah dan berakhir pada kegagalan." ucap Rendy sambil menunduk.


"Bagaimana mungkin Rian hilang begitu saja? kau kira Rian itu jin yang bisa menyembunyikan Kinara? jangan melawak kamu Ren!" teriak Kafeel tidak terima dengan hasil penyelidikan Rendy yang berakhir dengan sia sia tanpa petunjuk yang jelas.


"Saya minta maaf bos... saya minta maaf" ucap Rendy berkali kali mengucap kata maaf karena memang baru kali ini Rendy tidak bisa melacak keberadaan seseorang, padahal sebelumnya bandar narkoba sekalipun Rendy akan dengan mudah melacaknya. Sungguh berbeda sekali dengan Rian yang mendadak menghilang seakan akan Rian telah memprediksikan hal ini akan terjadi.


"Kau selalu saja minta maaf dan terus minta maaf! kau kira semua perintahku adalah sebuah gurauan? kau tidak tahu rasanya ketika perasaan bersalah membumbung tinggi memenuhi kepala dan juga hatiku bukan? kau kira rasa sakit ku hanya gurauan bagimu..." ucap Kafeel setengah berteriak sambil menatap tajam ke arah Rendy namun Rendy hanya bisa menunduk dan tidak berani menatap mata Kafeel ketika marah.


"Bu... bukan begitu maksud saya bos... sungguh saya tidak ada maksud menganggap perasaan anda hanya gurauan." ucap Rendy dengan lirih namun masih bisa di dengar Kafeel. "Saya akan pergi dan membawa kabar baik untuk anda bos, saya tidak akan datang jika tidak membawa kabar itu." ucap Rendy kemudian melenggang pergi dari sana, sedangkan Kafeel hanya menatap kepergian Rendy dengan kesal.

__ADS_1


Arggggg


Bersambung


__ADS_2