Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta

Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta
Ada yang aneh


__ADS_3

Sementara itu Ratih yang memang sudah kelelahan ketika bermain dengan Delisha lantas sedikit melipir dan duduk di sebelah Kinara.


"Silahkan di minum bu, maaf kalau Delisha sedikit merepotkan." ucap Delisha sambil menyerahkan segelas jus jeruk kepada Ratih dengan beberapa cemilan pendamping di sebelahnya.


"Tidak perlu sungkan, biasakan anak anak di umur Delisha itu lagi aktif aktifnya jadi biarkan saja, lagi pula sudah beberapa tahun ini ibu selalu kesepian karena Rian jarang pulang ke sini dan selalu sibuk di ibu kota sehingga membuat ibu sering kesepian. Dengan adanya Delisha ibu jadi bisa mengobati rasa kesepian ibu." ucap Ratih dengan tersenyum ke arah Kinara seakan akan ia benar benar bahagia karena kedatangan Kinara di sana.


"Syukurlah bu, tadinya aku sangat takut untuk pergi ke suatu tempat karena aku tidak punya siapa siapa lagi selain putri ku, hanya saja setelah bertemu dengan ibu aku menjadi lega karena sosok ibu mengingatkan ku pada orang tua ku." ucap Kinara dengan nada sendu pada setiap kata katanya.


Mendengar ucapan Kinara barusan membuat Ratih bersimpati dan langsung menggenggam tangan Kinara dengan erat seakan menguatkan Kinara.


"Nak boleh ibu katakan satu hal?" tanya Ratih tiba tiba membuat Kinara lantas tersenyum dan mengangguk pelan menanggapi pertanyaan Ratih barusan. "Rian adalah anak yang baik nak walau ia sedikit keras kepala namun ia sangat baik kamu tidak akan menyesal jika membangun rumah tangga kembali bersama Rian." ucap Ratih dengan lirih namun mampu merubah ekspresi wajah Kinara.


"Maaf bu, Ara belum siap untuk membina kembali rumah tangga karena Ara pernah gagal satu kali, pernah hampir menikah dan gagal juga membuat Ara lebih berhati hati lagi dalam melanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Rasanya Ara belum siap untuk memulai kembali saat ini." jawab Kinara dengan sopan karena ia tidak mau melukai hati Ratih yang seperti berharap kepadanya.


"Baiklah ibu tidak akan memaksa tapi jika nanti kamu berubah pikiran katakanlah secara langsung kepada ibu." ucap Ratih pelan, Ratih tahu bagaimana rasanya mengalami kegagalan dalam rumah tangga itulah mengapa Ratih tidak memaksakan kehendaknya pada Kinara kali ini.


"Bu boleh Ara tanya sesuatu?" ucap Kinara tiba tiba.


"Tentu saja katakanlah" jawab Ratih dengan cepat.


"Apa ibu menyukai bisnis? soalnya Ara melihat beberapa majalah bisnis di meja tadi, kalau ibu mau membuka sebuah bisnis Ara bisa bantu." ucap Kinara kemudian mencoba memancing Ratih.


Ada sesuatu yang membuat Kinara curiga, entah ini hanya kebetulan atau apa? ketika Kinara masuk ke dalam rumah Ratih Kinara melihat berbagai majalah bisnis yang terletak di meja, baik yang baru maupun yang lama. Mungkin menurut beberapa orang akan terlihat wajar wajar saja, namun ada yang aneh dalam majalah majalah tersebut di mana pada keseluruhan majalah tersebut terdapat foto Kafeel di sampul bagian depan majalah. Tidak hanya satu bahkan semua majalah, seakan akan seperti bu Ratih memang mengumpulkan majalah yang terdapat berita tentang Kafeel di dalamnya.

__ADS_1


"Ah tidak perlu ibu hanya iseng saja membelinya untuk mengurangi rasa kesepian ibu." ucap Ratih dengan mengalihkan pandangannya seakan enggan untuk menatap ke arah Kinara ketika memberikan jawabannya barusan.


Kinara hanya diam ketika mendengar jawaban dari Ratih barusan, Kinara sama sekali tidak ingin memaksa jika memang Ratih belum siap tentang hal ini.


"Mungkin lain kali" ucap Kinara kemudian dalam hati sambil memperhatikan dengan seksama wajah wanita paruh baya itu yang mengingatkannya kepada seseorang yang ia kenal.


*****


Sementara itu Kafeel yang memang bertekad akan menemukan Kinara kali ini memutuskan untuk menunggu hingga Rian pulang dan mengikuti kemana pun Rian pergi.


"Aku tidak akan kehilangan jejak mu lagi kali ini." ucap Kafeel pada diri sendiri sambil fokus menatap ke arah pintu keluar perusahaan firma hukum tempat Rian bekerja.


Siang hari....


Malam hari....


Kafeel terus mengikuti kemanapun laju mobil Rian pergi, Kafeel benar benar tidak ingin menyianyiakan kesempatan yang datang kali ini. Dari dalam mobilnya terlihat Rian tengah memasuki butik milik Kinara dan berbincang bincang cukup lama dengan karyawan karyawan Kinara, membuat Kafeel lantas mengerutkan keningnya akan kelakuan Rian yang seakan akan malah bertindak seperti suami siaga bagi Kinara.


"Cih sok sokan care bilang aja lagi modus dan memanfaatkan situasi, dasar buaya cap kadal." ucap Kafeel dengan kesal sambil terus berkomat kamit mengatai Rian.


Cukup lama Rian berada di butik kira kira hampir satu jam setengah, membuat Kafeel sedikit bosan karena terus di buat menunggu. Sampai kemudian tidak berapa lama mobil milik Rian mulai keluar membuat Kafeel lantas kembali mengikuti laju mobil milik Rian perlahan di belakang.


Kafeel lantas berdecak kesal ketika lagi lagi Rian terlihat melipir ke sebuh Resto dengan nuansa eropa yang begitu kental terlihat dari berbagai ornamen yang terpasang sebagai dekorasi Resto mereka.

__ADS_1


Lagi lagi Kafeel di buat menunggu dan kali ini cukup lama membuat Kafeel melirik ke arah jam tangan miliknya yang sudah menunjuk ke arah jam sepuluh malam. Itu artinya Rian sudah berada sekitar 3 jaman lebih berada di dalam.


"Mungkinkah dia sedang melakukan makan makan? kenapa lama sekali dia di dalam?" ucap Kafeel bertanya tanya pada diri sendiri.


Baru saja Kafeel mempertanyakan hal tersebut dari dalam mobilnya Kafeel melihat para karyawan Resto tersebut terlihat bersiap untuk menutup toko tersebut, membuat Kafeel lantas terkejut bukan main karena ia sama sekali tidak melihat kepergian atau bahkan Rian yang keluar dari Resto tesebut.


Kafeel kemudian lantas melajukan mobilnya masuk ke Resto kemudian turun untuk bertanya kepada beberapa karyawan.


"Maaf apakah Resto ini sudah tutup?" tanya Kafeel kemudian mencoba mencari alasan.


"Iya tuan kami mohon maaf, setiap hari jum'at Resto tutup lebih awal. Jika tuan ingin makan atau berkunjung datanglah kembali esok." ucap karyawan tersebut dengan ramah.


"Lalu apa kamu melihat seorang pelanggan yang membawa mobil itu?" tunjuk Kafeel ke arah mobil Rian yang masih terparkir rapi di area depan Resto sedari tadi.


"Oh itu adalah mobil pak Rian pemilik Resto ini tuan." jawab karyawan itu singkat yang lantas langsung merubah mimik wajah Kafeel.


"Lalu apakah dia ada di dalam?" tanya Kafeel yang penasaran.


"Maaf beliau sudah pulang, beliau tadi berganti mobil dan keluar dari pintu belakang, itu sudah menjadi kebiasaan lama bos kami ketika hendak pulang tuan." ucap pelayan tersebut yang langsung membuat Kafeel terdiam seribu bahasa. "Saya permisi dulu tuan ingin melanjutkan beres beres dan pulang." ucapnya kemudian ketika melihat Kafeel hanya diam dan tidak lagi meneruskan pertanyaannya.


"Apa aku di tipu?" ucap Kafeel kemudian dengan menatap kosong ke depan seakan terkejut bercampur dengan rasa kesal karena waktu yang ia habiskan untuk mengikuti Rian sedari pagi terbuang sia sia.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2