Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta

Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta
Bunda pulang...


__ADS_3

Keesokan paginya


Kinara dan Kafeel terlihat sudah landing di Bandar Udara AS di kota Malang, keduanya sengaja memilih penerbangan pagi pagi buta agar bisa sampai di Malang tepat paginya. Kinara benar benar tak sabar untuk bertemu dengan putri gembulnya itu, padahal hanya beberapa hari tidak bertemu namun bagi Kinara terasa sangat sangat lama. Rasanya Kinara ingin sekali segera mencubit pipi Delisha yang mengembang itu.


"Delisha, bunda pulang nak..." ucapnya dalam hati sambil terus melangkahkan kakinya keluar dari Bandara.


Kafeel dan Kinara melangkahkan kakinya keluar dari bandara kemudian masuk ke dalam mobil untuk pergi menuju ke rumah kontrakannya.


(Jika kalian tanya mobilnya dari mana padahal Kafeel pergi melewati jalur udara? jawabannya yaitu karena sebelumnya Rendy sudah memesankan mobil agar bisa di gunakan sesuka hati Kafeel untuk pergi berkeliling kota Malang.)


***


Beberapa menit berkendara


Kinara dan Kafeel lantas sampai di rumah kontrakannya, ketika Kafeel memarkirkan mobilnya dan turun dari mobil terlihat sebuah mobil nampak terparkir di sana, membuat Kafeel dan juga Kinara lantas saling pandang satu sama lainnya, seakan bertanya mobil milik siapa yang terparkir di luar rumah kontrakan Ratih tersebut.


"Apakah Rian sudah pulang?" tanya Kafeel kemudian yang mendadak terpikir dengan Rian.


"Harusnya sih belum kecuali dia berkendara semalam." ucap Kinara menerka.


"Lalu siapa?" tanya Kafeel.


"Apa kita perlu melihatnya?" tawar Kinara pada Kafeel.


"Tidak perlu, kamu masuklah saja ke dalam dan temui Delisha biar aku yang melihatnya." ucap Kafeel kemudian yang di balas anggukan oleh Kinara.

__ADS_1


Setelah keduanya sepakat akan saran dari Kafeel barusan Kinara lantas melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah kontrakannya. Sesekali Kinara nampak menoleh ke arah belakang untuk melihat apakah Kafeel sudah pergi atau belum. Dan Kafeel yang melihat itu malah tersenyum sambil melambaikan tangannya agar Kinara bergegas masuk ke dalam tepat ketika pandangan keduanya bertemu.


Kinara yang melihat hal itu lantas tersenyum kemudian mempercepat langkah kakinya dan melambaikan tangannya pelan sebelum benar benar masuk ke dalam rumah kontrakannya, membuat Kafeel yang melihat tingkah Kinara tersebut sangatlah gemas dan ingin mencubit Kinara.


"Apa yang aku pikirkan?" ucapnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan senyum seperti orang gila, ketika sebuah pikiran kotor melintas di saat melihat tingkah Kinara barusan.


***


Di dalam rumah kontrakannya Kinara mencari keberadaan putrinya itu, di jam jam segini biasanya Delisha akan belajar memasak masakan yang sederhana di usianya, apalagi mengingat hari ini adalah weekend sudah bisa di pastikan bahwa Delisha sedang ada di dapur saat ini.


Delisha memang memiliki hobi memasak, setiap weekend ia selalu meminta di ajari membuat sesuatu. Walau ia masih kecil dan tentu saja akan membuat dapur berantakan karena ulahnya, namun Kinara tidak pernah sama sekali melarang Delisha untuk melakukannya. Kinara malah senang putrinya memiliki sebuah bakat yang dapat di selami dan mungkin akan menjadi karir yang akan di gelutinya ketika dewasa nanti.


"Delisha bunda pulang...." teriak Kinara ketika dirinya sampai di ambang pintu dapur, seperti dugaannya Kinara melihat Delisha tengah mengaduk adonan di sebuah ember dengan ekspresi wajah yang imut.


Senyum yang mengembang terlihat jelas di wajah gadis kecil itu ketika melihat kedatangan Kinara setelah beberapa hari mendadak menghilang tanpa kabar ataupun vidio call, membuat Delisha begitu merindukan Kinara walau hanya berpisah beberapa hari saja.


"Delisha kangen bunda..." ucapnya ketika sudah berada di pelukan Kinara cukup lama.


Kinara yang mendengar ucapan putrinya barusan lantas mengecup rambut Delisha dengan sayang kemudian mengelusnya perlahan. "Bunda juga kangen Delisha... apa selama bunda pergi Delisha jadi anak yang baik?" tanya Kinara kemudian sambil menatap manik mata Delisha yang terlihat sangat berbinar itu.


"Tentu saja dong bun... iya kan mbak?" ucap Delisha kemudian dengan nada yang yakin sambil menatap ke arah Nining yang tengah melihat keduanya dengan tatapan yang terharu.


"Tentu saja, bu Kinara tidak perlu khawatir tentang itu. Jika Delisha nakal mbak akan langsung mencubitnya biar kembali menjadi anak yang pintar." ucap Nining sambil memperagakan cubitan yang membuat Delisha lantas melongo ketika membayangkan dia benar benar di cubit seperti itu oleh Nining.


"Mbak... " panggil Delisha dengan nada yang sengaja memanjang agar Nining tidak meneruskan niatannya.

__ADS_1


Sedangkan Kinara dan juga Nining yang mendengar panggilan khas dari Delisha barusan, lantas tertawa karena melihat wajah Delisha yang sangat lucu itu. Kinara yang gemas lantas mencubit hidung Delisha cukup lama membuat Delisha lantas cemberut akan kelakuan Kinara barusan.


"Baiklah baiklah bunda minta maaf ok?" ucap Kinara kemudian yang melihat wajah ngambek putrinya. Namun Delisha yang mendengar permintaan maaf bundanya hanya diam dan pura pura masih marah dengan Kinara. "Apa kamu masih marah? yah sayang sekali padahal tadi bunda mau gabung dan bantuin kamu, tapi kelihatannya kamu masih marah sama bunda... kalau begitu mending bunda tidur saja deh daripada di cuekin." ucap Kinara kemudian sambil bangkit dan pura pura berakting hendak pergi masuk ke dalam kamar.


"Bundaaaaa..." panggil Delisha kemudian dengan nada yang memanjang ketika melihat Kinara hendak meninggalkannya.


"Katanya kamu tadi marah sama bunda?" ucap Kinara dengan nada yang di buat buat, membuat Delisha yang mendengar hal itu lantas langsung menggeleng kepalanya dengan cepat agar Kinara tidak jadi melanjutkan langkahnya untuk pergi ke kamar.


Seulas senyum lantas terbit dari wajah Kinara ketika melihat Delisha melakukan hal tersebut.


"Baiklah kalau begitu mari kita buat bersama..." ucap Kinara kemudian yang lantas membuat Delisha tersenyum dengan bahagia ketika mendengarnya.


*****


Sementara itu di kediaman Ratih


Kafeel yang penasaran dengan mobil yang terparkir di depan rumah Ratih, lantas melangkahkan kakinya masuk ke dalam untuk melihat siapa tamu yang datang ke rumah Ratih.


Dengan perlahan tapi pasti Kafeel mulai melangkahkan kakinya dengan pasti sambil terus bertanya tanya di dalam hati karena mobil tersebut seperti tidak asing baginya.


"Ma Kafeel..." ucap Kafeel sambil berjalan terus masuk ke dalam mencoba berlagak tidak tahu sedang ada tamu di sana. Padahal tanpa Kafeel tahu bahwa tamu di sana adalah orang orang terkasihnya. "Papa... Oma... kalian di sini?" tanya Kafeel kemudian ketika melihat Adhitama dan juga Arsa tengah berada di dalam.


Baik Arsa, Adhitama dan juga Kafeel yang tidak sengaja bertemu di kediaman Ratih lantas hanya bisa saling pandang satu sama lain karena terkejut akan kebetulan yang terjadi di antara keempatnya tanpa mereka duga sebelumnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2