Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta

Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta
Pergilah Ning...


__ADS_3

Kinara sampai di apartemennya malam hari setelah seharian membereskan segala hal sebelum ia pergi. Kinara memasuki apartemennya dengan langkah yang gontai kemudian mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu sambil memijit perlahan pelipisnya yang terasa berdenyut.


Dari arah kamar Delisha terlihat Nining baru saja keluar dari sana dan langsung mendekat ketika melihat Kinara duduk di sofa.


"Apa ibu mau saya buatkan teh hangat?" ucap Nining ketika melihat wajah lelah Kinara.


"Boleh Ning terima kasih" ucap Kinara pelan.


Nining kemudian lantas ke dapur dan mulai menyeduh teh hangat untuk Kinara.


"Kasihan sekali bu Kinara" ucap Nining sambil menyeduh teh.


Setelah teh bikinannya jadi Nining lantas kembali melangkahkan kakinya menuju ke arah di mana Kinara berada.


"Silahkan di minum bu." ucap Nining singkat kemudian bangkit hendak beranjak pergi.


"Ning kemarilah sebentar." panggil Kinara kemudian dan langsung menghentikan langkah kaki Nining yang hendak melangkah pergi dari sana.


"Ada apa bu?" tanya Nining sambil mengambil duduk di sebelah Kinara.


"Besok bantu aku beres beres beberapa barang, setelah itu kamu boleh pergi." ucap Kinara dengan ambigu membuat Nining lantas tidak mengerti maksud dari ucapan Kinara barusan.


"Maksudnya gimana ya bu?" tanya Nining.


"Saya melepaskan mu Ning pergilah dan buka usaha mu sendiri saya akan memberikan modal usaha untuk mu, gunakan dengan baik dan bertemu laki laki yang baik." ucap Kinara sambil tersenyum ke arah Nining.


"Bagaimana mungkin bu, saya benar benar sudah nyaman bersama ibu dan Delisha. Jangan seperti ini bu... ijinkan saya untuk tetap ikut dengan ibu." ucap Nining sambil menggenggam tangan Kinara.


"Saya tidak bisa Ning karena besok saya akan pergi dari kota ini, saya sudah lelah Ning terlalu banyak kenangan menyakitkan di kota ini." ucap Kinara dengan nada yang sendu di setiap ucapannya.


"Tidak apa bu, jika bu Kinara menginginkan ketenangan dengan cara meninggalkan kota ini maka bawa saya juga bu mencari ketenangan yang ibu inginkan. Saya tidak perlu di bayar juga tidak apa bu, ibu cukup memberi saya makan saja itu sudah cukup." ucap Nining dengan nada yang menahan tangis membuat Kinara lantas luluh ketika melihat ketulusan yang terpancar dari mata Nining.

__ADS_1


"Jangan seperti ini Ning, jika kamu memang bersedia kita bisa mencari ketenangan itu bersama. Kita mulai lagi semuanya dari nol." ucap Kinara kemudian sambil memeluk tubuh Nining.


Keduanya kemudian lantas berpelukan dan saling mencurahkan rasa hatinya masing masing. Dua orang yang sama sama pernah di sakiti di masa lalu, membuat Kinara dan juga Nining memiliki cara pikir yang hampir sama dengan rasa hati dan juga keinginan yang sama yaitu sama sama ingin mencari kebahagiaan dan melupakan masa lalu mereka yang menyakitkan.


****


Mansion Nabila


Suara bel pintu rumah berbunyi dengan nyaring membuat Nabila yang sedang berada di dalam lantas langsung bergegas menuju pintu utama untuk melihat siapa yang datang.


"Geffie! ada apa kau ke sini dengan membawa koper?" tanya Nabila yang menatap aneh ke arah koper besar yang terletak di sebelah Geffie.


"Boleh aku tinggal di sini untuk sementara waktu?" ucap Geffie tiba tiba yang lantas di balas tatapan bingung oleh Nabila ke arah Geffie.


"Jangan aneh aneh deh, memangnya apa yang terjadi dengan mu?" tanya Nabila kemudian sambil menatap Geffie dari atas hingga bawah.


Mendapat pertanyaan dari Nabila barusan Geffie bukannya menjawab malah langsung masuk menyelonong ke dalam dan duduk di sofa ruang tamu. Melihat hal itu Nabila lantas sedikit kesal lalu menutup pintu cukup keras kemudian mendudukkan dirinya di sebelah Geffie.


"Katakan padaku sekarang?" ucap Nabila kemudian.


"Lalu?"


"Semua barang di sita termasuk rumah dan juga mobil, jadi aku sekarang butuh tempat tinggal dan hanya nama mu yang terlintas di pikiran ku saat ini." tambah Geffie dengan nada yang datar sambil menyandarkan punggungnya ke sofa.


"Lalu bagaimana kedua orang tua mu? bukankah mereka tinggal bersama mu?" tanya Nabila dengan penasaran karena hanya melihat Geffie datang sendirian.


"Ya aku usirlah" ucap Geffie singkat namun membuat Nabila melongo tidak percaya ketika mendengar ucapan Geffie barusan.


"Gila kau, durhaka tuh jangan main main." ucap Nabila kemudian sambil bergidik ngeri.


"Ada apa dengan tatapan mu itu? lagi pula aku juga tidak segila itu. Aku mengusir mereka tapi juga memberikan keduanya uang untuk menyewa rumah kontrakan. Bukankah aku sangat bermurah hati?" ucap Geffie membanggakan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Terserah padamu, yang jelas aku tidak suka keributan segera cari rumah dan pindah dari sini." ucap Nabila kemudian bangkit hendak melangkah pergi ke arah kamarnya.


Geffie yang melihat Nabila meninggalkannya lantas langsung bangkit dan mengejar Nabila kemudian memeluknya dari belakang dan mengecup leher Nabila sekilas.


"Apa kamu ingin bermain shik doom malam ini?" tanya Geffie tiba tiba dengan nada berbisik tepat di telinganya.


"Tentu saja, asalkan kau yang bermain dan aku yang menikmati, bagaimana?" ucap Nabila kemudian dengan nada yang juga seakan akan tengah berbisik pada Geffie.


"Tentu saja siapa takut!" ucap Geffie kemudian sambil menggendong tubuh Nabila layaknya karung beras dan membawanya ke kamar untuk melakukan olahraga panas mereka yang tertunda beberapa waktu karena luka di tubuh Geffie akibat pukulan Kafeel yang membabi buta kala itu belum sembuh sepenuhnya.


***


Unit apartment Kafeel


Lagi lagi malam ini Kafeel terlihat tengah menghisap rokok miliknya kemudian menghembuskannya perlahan ke udara secara berulang kali.


Rendy secara perlahan melangkahkan kakinya mendekat ke arah di mana Kafeel berada untuk melaporkan segalanya sesuatunya hari ini.


"Bagaimana?" tanya Kafeel secara to the point ketika melihat kedatangan Rendy yang mendekat ke arahnya.


"Geffie sudah di pecat dan keluar dari rumah dinasnya. Hanya saja..." ucap Rendy namun menggantung karena takut Kafeel akan marah ketika mendengarnya.


"Hanya apa?" tanya Kafeel sambil berbalik badan ke arah Rendy sambil mematikan puntung rokok miliknya.


"Geffie datang ke mansion anda tuan, sepertinya Geffie akan tinggal di sana sementara waktu." jelas Rendy kemudian.


"Cih parasit ketemu parasit benar benar menggelikan." ucap Kafeel dengan tertawa sinis. "Bukankah aku menyuruh mu menghancurkan sehancur hancurnya? tapi mengapa rasanya Geffie malah menikmatinya, apa kamu sedang mempermainkan ku sekarang?" ucap Kafeel kemudian dengan menatap tajam ke arah Rendy, sedangkan Rendy yang di tatap Kafeel lantas langsung menelan salivanya dengan kasar ketika mendengar ucapan Kafeel barusan.


"Bo... Bos tenang saja ini baru permulaan." ucap Rendy kemudian.


"Buat dia merasakan dinginnya lantai jeruji besi dan pastikan dia tidak bisa tenang berada di sana." ucap Kafeel kemudian memberikan perintah.

__ADS_1


"Baik bos" ucap Rendy singkat kemudian melenggang pergi dari sana.


Bersambung


__ADS_2