Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta

Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta
Hari pernikahan


__ADS_3

Setelah hari itu kehidupan Kinara dan juga Kafeel berjalan dengan mulus tanpa hambatan sama sekali. Keduanya benar benar menikmati setiap waktu kedekatan mereka dengan bahagia. Kehidupan Kinara benar benar kembali bahagia seperti kehidupan masa lalunya dulu. Bersama dengan Kafeel, Kinara lantas mulai bangkit dan menyusun kembali hatinya satu persatu yang dulu sempat retak karena perselingkuhan Geffie dan juga Nabila waktu itu.


Kinara yang semula tidak terlalu percaya akan cinta dan kelembutan perlahan mulai kembali pulih dan menyusun kembali hatinya. Kinara tidak tahu apakah tindakannya kali ini benar atau tidak, hanya saja Kinara mencoba untuk mengikuti kata hatinya yang terus berkata bahwa Kafeel adalah laki laki terbaik yang di kirim Sang Ilahi untuk mengobati luka hatinya.


Tidak hanya Kinara, bahkan Adhitama dan juga Ratih kini telah mengantongi restu dari Arsa membuat keluarga mereka semakin lengkap dan kembali utuh. Satu minggu setelah dari supermarket dan mendapat restu yang secara tiba tiba, baik Adhitama dan juga Ratih kembali melangsungkan pernikahan dengan sederhana dan hanya di hadiri oleh beberapa keluarga dekat saja.


Benar benar kembali seperti semula dan pada tempatnya. Walau Rian masih menyimpan rasa untuk Kinara, namun ia sudah benar benar merelakan Kinara bersama dengan Kafeel. Ya titik tertinggi mencintai seseorang adalah melepaskan, memang tidaklah mudah melepaskan seseorang yang kita cintai begitu saja, namun Rian berharap ia bisa melewatinya dengan baik dan membuktikan bahwa cintanya benar benar tulus dan tanpa pamrih.


Jika kalian tanya apakah sakit? tentu saja, Rian adalah manusia biasa yang tentu saja akan merasa sakit bila melihat wanita yang dicintainya bersanding dengan yang lain. Namun Rian akan selalu berusaha untuk move on dan menyembuhkan luka hatinya seiring dengan berjalannya waktu.


*******


Beberapa bulan kemudian


Di sebuah ruang tunggu yamg di desain dengan begitu indah, terlihat Kinara sedang duduk dan berpose dengan gaun pengantin yang cantik melekat pada tubuhnya. Aura kecantikan Kinara begitu terpancar walau ia hanya menggunakan riasan yang tipis namun tetap tidak mengurangi kecantikan yang terpancar di wajah Kinara.


Kinara tersenyum dengan lebar menatap ke arah kamera yang kini tengah memotret dirinya. Di saat Kinara sedang berpose untuk pemotretannya, terlihat Arsa datang dan langsung mendekat ke arah Kinara yang tengah duduk di sebuah bangku panjang yang cantik.


"Apa anda juga ingin berfoto dengan mempelai wanita nyonya?" tanya Fotografer tersebut dengan ramah.

__ADS_1


"Tentu saja, kenapa kau malah bertanya?" ucap Arsa dengan kesal namun Kinara hanya tersenyum ketika mendengar hal itu.


Kinara menggeser sedikit pantatnya agar Arsa bisa duduk di sana. Kinara dan juga Arsa kemudian memulai pemotretan mereka, begitu banyak pose foto yang di minta oleh Arsa hingga membuat sang Fotografer tersebut lantas geleng geleng kepala ketika melihat kelakuan absurd dari Arsa. Sedangkan Kinara yang mendapat permintaan itu hanya bisa mengikuti kata kata Arsa sambil menahan tawanya.


"Dasar nenek nenek" gerutu Fotografer tersebut dengan nada lirih karena kesal akan permintaan Arsa yang tidak ada habisnya.


"Apa katamu barusan? dasar anak muda tidak punya sopan santun!" teriaknya dengan kesal ketika mendengar ucapan Fotografer tersebut walau samar samar.


"Bukan begitu nyonya anda salah dengar, saya tidak mengatakan apapun... saya malah memuji anda yang terlihat begitu awet muda di usia anda yang sudah nenek nenek." ucap Fotografer tersebut berdalih agar Arsa tidak marah dan tersinggung dengan ucapannya yang tadi.


"Benarkah apa yang kau katakan itu?" tanya Arsa yang tidak langsung percaya begitu saja akan ucapan Fotografer tersebut.


"Tentu saja" ucapnya mencari aman, sedangkan Kinara yang melihat ekspresi wajah Fotografer tersebut hanya bisa tersenyum geli menahan tawanya.


"Terimalah ini dan campurkan pada minuman mu setelah selesai acara, jangan bilang kepada Kafeel kalau Oma yang memberikannya nanti yang ada tuh anak malah minta lagi dan lagi. Ingat ya setelah selesai acara!" ucap Oma dengan nada yang setengah berbisik kepada Kinara sambil memberikan sebuah bungkusan yang mirip seperti obat herbal.


"Apa ini Oma?" tanya Kinara dengan penasaran ketika menerimanya.


"Hanya obat herbal biasa jangan lupa untuk di minum nanti." ucap Oma lagi sambil mengedipkan sebelah matanya kemudian bangkit dan pergi meninggalkan Kinara dengan berjuta tanda tanya yang berputar di kepalanya.

__ADS_1


"Dasar Oma ada ada saja." ucap Kinara setelah kepergian Oma dari sana sambil meletakkan tote bag pemberian Oma di sebuah meja yang di khususkan untuk beberapa hadiah dan bingkisan yang di terima oleh mempelai wanita.


Setelah Oma pergi satu persatu teman dekat Kinara dan juga beberapa keluarga serta teman sekolahnya satu persatu mulai masuk ke dalam ruangan dan bergantian berfoto bersama Kinara.


Senyuman tidak pernah luntur sama sekali dari wajah cantiknya. Pujian demi pujian ia dapatkan satu persatu dari beberapa temannya yang mengatakan Kinara sangat cantik hari ini, membuat Kinara terus terusan tersipu malu. Sepertinya kecantikan yang terpancar bukan karena make up ataupun polesan wajahnya, melainkan karena kebahagian yang tak luntur dari hatinya membuat aura Kinara semakin terlihat terpancar dan membuat kagum siapapun yang melihatnya.


"Apakah masih ada yang ingin berfoto lagi?" tanya Fotografer kepada Kinara mengingat acara ijab qabul akan segera di mulai sebentar lagi.


"Sepertinya sudah tidak ada" ucap Kinara.


"Baiklah kalau begitu sudah saatnya acara di mulai, mempelai wanita silahkan memasuki tempat acara." ucap sang Fotografer lagi.


Seorang tim dari WO lantas mulai berjalan mendekat ke arah Kinara dan menuntunnya untuk mengikuti langkah kakinya.


Kinara lantas bangkit perlahan dan melangkahkan kakinya mengikuti langkah kaki tim dari WO tersebut. Kinara benar benar gugup saat ini, walau ini bukan pernikahan pertamanya namun tetap saja Kinara masih merasa gugup ketika melangsungkannya kembali.


Dalam langkah kakinya yang mulai berjalan mendekat ke arah tempat dilangsungkannya acara samar samar Kinara mendengar suara lantang seseorang tengah menyebut namanya dalam ijab qabul. Sebuah janji suci yang kembali terucap namun dengan sosok pria yang berbeda, seulas senyum terlihat terbit di wajah cantiknya ketika mendengar suara tersebut berhasil mengucap ijab qabul dengan nada suara yang yakin dan tanpa kesalahan sama sekali.


"Dia berhasil mengucapkannya dengan lantang rupanya..." batin Kinara dalam hati ketika mendengar suara samar tersebut.

__ADS_1


Setelah suara ijab qabul terdengar kini perlahan berganti dengan suara teriakan dari tamu undangan yang hadir saat ini. Jika di dengar dari suaranya sepertinya suaminya itu mengundang banyak orang untuk menjadi saksi cinta suci mereka bersatu.


Bersambung


__ADS_2