
Nabila yang menatap kepergian Kinara dengan tergesa, lantas tersenyum penuh kemenangan. Ternyata semudah itu memprovokasi Kinara, Nabila tak perlu menggunakan otot tinggal memutar otak dan menjalankan mulutnya satu lalat langsung melipir dengan sendirinya.
"Tepat sasaran" ucap Nabila dengan singkat.
Setelah melihat kepergian Kinara dengan hati yang puas, Nabila lantas melangkahkan kakinya menuju unit apartment Kafeel dan mulai memencet tombol bel di sana. Nabila yang tahu ia pasti akan di usir jika terlihat di layar monitor yang terpasang di depan pintu, lantas langsung sedikit menggeser posisinya agar tidar terlalu terlihat di sana.
Tak berapa lama pintu mulai terbuka, sepertinya tebakan Nabila benar dengan menggeser posisinya Kafeel tidak akan tahu jika yang di depan pintu adalah dirinya.
"Ada apa mantan ibu bos?" ucap Rendy yang lantas membuat Nabila kemudian mendongak kala yang terdengar di sana adalah suara Rendy bukan Kafeel.
"Di mana Kafeel?" tanya Nabila dengan nada yang ketus sambil berusaha melihat ke dalam.
Rendy yang mengetahui Nabila pasti akan memaksa menerobos masuk ke dalam, lantas langsung keluar dan menutup pintu dengan rapat agar si rubah di hadapannya ini tidak bisa masuk ke dalam barang sejengkal pun.
"Apa yang kau lakukan sebenarnya!" teriak Nabila dengan kesal karena Rendy menutup pintunya tiba tiba sehingga Nabila tidak bisa ke dalam dan mencari Kafeel.
"Anda sudah tidak berhak berada seatap apalagi bertanya sesuatu yang tidak penting tentang bos saya, sebaiknya anda pergi dari sini selagi saya masih bersikap baik." ucap Rendy dengan tegas sambil memasang badan karena Nabila terus saja berusaha untuk ke dalam walau pintu sudah tertutup dengan rapat.
"Jangan kurang ajar kamu! saya itu juga bos mu!" bentak Nabila dengan nada tinggi tapi Rendy hanya tersenyum mendengar bentakan itu, tak ada tatapan gentar sedikitpun di mata Rendy membuat Nabila semakin di buat kesal melihat ekspresi yang di berikan oleh Rendy.
"Bukankah harusnya anda pergi ke dokter dari pada ke sini? sepertinya anda telah kehilangan ingatan anda sebagian. Hubungan anda dan tuan Kafeel itu sudah berakhir, jadi jangan berlagak seakan akan anda masih istri sah bos saya!" ucap Rendy dengan nada yang menyindir seakan akan langsung menampar Nabila dengan kata katanya.
__ADS_1
"Kau asisten gila minggir!" teriak Nabila lagi kali ini dengan dorongan yang sedikit keras.
Rendy yang sudah mencapai batasnya lantas tanpa permisi langsung menggendong tubuh Nabila layaknya karung beras dan membawanya pergi dari unit apartment Kafeel.
"Turunkan aku! dasar tidak sopan!" teriak Nabila sambil terus meronta dari gendongan Rendy.
Rendy menulikan telinganya dan terus melangkahkan kakinya membawa tubuh Nabila pergi dari sana. Rendy lantas menekan tombol di lift dan menunggu beberapa menit di sana. Setelah pintu lift terbuka Rendy mulai menurunkan tubuh Nabila di dalam lift.
"Jika anda tidak turun dan kembali lagi kesini, maka saya akan menelpon polisi dan mengatakan anda telah mengganggu ketentraman penghuni apartment dan membuat onar di sini. Bagaimana? apakah anda masih berniat melanjutkan langkah anda?" ancam Rendy sambil berdiri di luar pintu lift memperingati Nabila agar tidak lagi kembali ke sini.
Mendengar ancaman Rendy barusan membuat Nabila lantas terdiam seribu bahasa, pada akhirnya hingga pintu lift tertutup dengan sempurna dan mulai turun, yang Nabila lakukan hanya diam dengan menatap tajam ke arah Rendy hingga pintu lift tertutup.
"Dasar wanita gila!" ucap Rendy kemudian melenggang pergi dari sana.
Sementara itu setelah mendengar kenyataan yang tak di duga duga sebelumnya oleh Kinara. Kinara lantas melangkahkan kakinya menuju ke meja resepsionis untuk bertemu dengan customer servis yang menanganinya beberapa waktu lalu.
Kinara di tuntun menuju satu ruang kerja lalu dipersilahkan duduk di sana sambil menunggu customer servis datang. Tak perlu menunggu waktu lama seorang wanita kisaran umur 30 an dengan pakaian kerja yang lengkap datang menghampirinya.
"Selamat siang bu Kinara, ada yang bisa saya bantu?" sapanya di mana pada nametag nya tertulis nama Linda.
"Saya ingin menanyakan sesuatu perihal diskon yang di berikan oleh pihak apartment kala itu, apakah masih ada? saya ingin merekomendasikannya kepada teman saya." ucap Kinara mencari alasan.
__ADS_1
Mendengar ucapan Kinara barusan mendadak wajah customer servis itu berubah, ia nampak terkejut mendengar penuturan Kinara barusan.
"Em kami mohon maaf bu, kuota tersebut sudah habis dan terakhir di isi oleh anda." ucap Linda mencoba beralasan, tentu saja ia tidak akan mengatakan bahwa diskon besar besaran kemarin hanyalah akal akalan Kafeel saja untuk membuat Kinara tinggal di dekatnya.
"Oh begitu ya sayang sekali." ucap Kinara dengan raut wajah kecewa. "Baiklah kalau begitu boleh saya minta struktur apartment ini dan juga beberapa keunggulannya agar saya bisa merekomendasikannya kepada teman saya, sekalian tolong di jelaskan unit unitnya ya." ucap Kinara kemudian.
Linda tersenyum kala mendengar permintaan Kinara barusan, Linda kemudian lantas bangkit dan mengambil sebuah brosur untuk di tunjukkan kepada Kinara.
"Jadi begini bu, apartment kami terdiri dari beberapa unit yaitu unit studio, unit dengan dua kamar dan unit penthouse." ucap Linda sambil menunjuk ke tower pada brosur tersebut. Ada satu hal yang memancing rasa penasaran Kinara kala mendengar penjelasan dari Linda barusan, mengapa Linda tidak menunjuk unit penthouse di lantai paling atas tempat di mana dia dan juga Kafeel tinggal, bukankah itu sangat mencurigakan?
"Lalu di lantai atas?" tanya Kinara kemudian mencoba memancing Linda.
"Mohon maaf bu di lantai atas biasanya di tempati oleh pemilik gedung apart...ment... maaf maksud saya karena di lantai atas sudah di huni anda dan pak Kafeel jadi saya tidak menyebutkannya karena di lantai atas sudah ada pemiliknya atau penghuninya." ucap Linda kemudian berdalih kala dirinya tidak sengaja keceplosan mengatakan lantai paling atas di huni oleh pemilik gedung apartment.
Kinara terdiam, pikirannya berkelana ke mana mana. Ucapan Nabila adalah sebuah kebenaran, sebelum datang ke sini Kinara bahkan sempat mensearch tentang pemilik apartment golden place yang ternyata nama yang muncul di sana adalah Kafeel Hafizhan Adhitama. Bukankah teka teki yang selama ini melintas di kepalanya mulai terjawab, bodohnya Kinara ia bahkan baru ingat bahwa ternyata Damar adalah sahabat dari Kafeel, bukankah dengan begini semuanya sudah terjawab dengan sendirinya?
"Jangan bilang kebangkrutan perusahaan papa dan juga kesaksiannya waktu itu semua sudah diatur oleh Kafeel? orang macam apa Kafeel? kenapa rasanya Kafeel lebih mengerikan di banding dengan Geffie." ucap Kinara dalam hati bertanya tanya.
"Maaf bu... bu Kinara..." ucap Linda kemudian kala melihat Kinara malah terbengong ketika mendengar penjelasannya.
"Terima kasih atas penjelasannya, maaf saya masih ada urusan permisi." ucap Kinara kemudian langsung bangkit dan melenggang pergi dari sana.
__ADS_1
Bersambung