
Setelah membuat keributan di dalam area pemotretan, baik Nabila dan juga Luis terpaksa harus di seret oleh pihak keamanan ke luar dari gudang.
"Aaaaaaaaaaa benar benar menyebalkan!" ucap Nabila dengan kesal setelah di lempar oleh pihak keamanan keluar.
"Sebenarnya Bi... ada beberapa job yang di batalkan secara sepihak oleh..." ucap Luis ragu ragu hendak mengatakannya kepada Nabila.
"Kau benar benar ya! jangan membuat ku tambah kesal lagi." ucapnya kemudian yang langsung membuat Luis diam tak berkutik.
"Apa kau sudah menemukan tempat tinggal Kafeel?" tanya Nabila kemudian.
"Belum, aneh banget alamat mantan suami mu seperti sengaja di tutupi." ucap Luis.
"Luis Luis Luis sebenarnya apa yang bisa kau lakukan ha? kenapa semuanya tambah kacau kalau kau yang mengerjakannya." ucap Nabila lagi dengan nada meninggi kali ini. "Pergi sana kau jauh jauh, jangan ikuti aku!" ucap Nabila kemudian melenggang pergi dari sana.
"Yei dasar nenek sihir!" ucap Luis dengan kesal menatap kepergian Nabila dari sana.
****
Kediaman Geffie
Sesuai dengan permintaan Kinara, Nining pulang ke rumah untuk mengambil perlengkapan yang di butuhkan oleh Kinara dan Delisha. Kinara sengaja menyuruh Nining yang mengambilnya karena ia enggan untuk kembali bertemu dengan Geffie di sana, walau kemungkinan mereka bertemu sangat kecil karena Geffie sedang berada di kantor.
Nining melangkahkan kakinya masuk ke dalam setelah melihat pintu depan tidak terkunci, sepertinya Geffie sengaja melakukannya takut sewaktu waktu Kinara atau Delisa pulang. Nining terus melangkahkan kakinya hendak menuju kamar Delisha, namun ketika sampai di meja makan Nining cukup terkejut, kala melihat kondisi lantai yang berantakan dan penuh berserakan dengan pecahan piring dan juga makanan.
"Sampai separah ini rupanya, pantas saja bu Kinara memutuskan untuk pergi dari rumah." batin Nining dalam hati.
Nining yang merasa masih memiliki kewajiban, lantas mulai membersihkan beberapa pecahan kaca dan juga makanan yang berserakan di lantai. Butuh hampir satu jaman lebih bagi Nining untuk membuat keadaan rumah menjadi bersih dan rapi. Setelah menyelesaikan segala pekerjaannya di luar, Nining kembali menuju ke kamar Delisha untuk mengambil beberapa perlengkapan yang di perlukan Delisha kemudian baru Kinara.
"Baiklah kita mulai berkemas, bawa yang di perlukan saja tinggalkan yang tidak perlu. Ok, kita mulai." ucap Nining pada diri sendiri.
__ADS_1
Nining mulai mengemasi beberapa pakaian dan juga keperluan sekolah Delisha, Nining mengemasnya dengan rapi ke dalam koper kecil, tidak lupa Nining juga memasukkan boneka tedy bear kesukaan Delisha ke dalam koper.
Setelah semuanya selesai, Nining kemudian sedikit berjongkok untuk mengambil sesuatu di kolong ranjang Delisha. Terdapat brankas kecil di sana, dengan hati hati Nining mulai memasukkan kode sandi yang sudah di hapalnya sejak tadi pagi untuk membuka brankas tersebut.
Nining membawa semua map yang berada di dalam brankas kemudian memasukkannya ke dalam koper baju Delisha, dengan posisi di tengah tengah agar tidak terlalu terlihat. Setelah itu Nining kembali memasukkan brankas pada tempat semula dan melenggang pergi dari sana.
*********
Hari ini Kinara mengajak Delisha untuk melihat lihat apartment untuk mereka tinggali, sekaligus sebagai tempat untuknya berteduh ketika ketukan palu hakim memutuskan segala hubungannya bersama Geffie.
Kinara memang sengaja meminta ijin kepada pihak sekolah agar Delisha di ijinkan tidak mengikuti kelas hari ini, sudah lama sekali Kinara tidak jalan berdua bersama dengan Delisha seperti ini, hingga membuat Delisha yang di beri kabar itu sangat senang.
Keduanya berkeliling kota Jakarta untuk melihat lihat tempat tinggal yang cocok bagi keduanya, sekaligus sebagai refreshing dari penatnya masalah yang mereka alami belakangan ini.
"Bagaimana? apa Delisha suka tempatnya?" tanya Kinara kala berjalan keluar dari lobi sebuah apartment yang cukup terkenal di kota Jakarta, setelah melihat lihat fasilitas dan juga beberapa hal lainnya di apartment tersebut.
Tanpa mereka berdua sadari Kafeel yang memang baru saja turun dari kamarnya, lantas cukup di buat excited kala melihat Kinara barus saja keluar dari apartment. Seakan tahu apa yang tengah di butuhkan Kinara, tanpa bertanya ataupun basa basi Kafeel langsung mendial nomer Rendy di ponselnya.
"Bagaimanapun caranya buat Kinara tinggal tepat di sebelah unit apartment ku." ucap Kafeel tidak ingin di bantah.
"Apa anda yakin tuan? masalahnya apartment anda termasuk ke dalam jenis penthouse, saya kira mungkin Kinara tidak akan menyewanya, mengingat biaya sewanya yang cukup tinggi." ucap Rendy secara terang terangan.
"Kau bodoh atau bagaimana? aku adalah pemilik satu gedung apartment ini. Bukankah itu artinya aku bebas memasukkan siapapun pada unit apartment ku?" ucap Kafeel dengan kesal.
"Maksudnya tuan?" tanya Rendy lagi tidak mengerti.
"Kau bisa memberikan potongan harga atau semacamnya bukan? carilah suatu alasan! jika aku juga yang berpikir untuk apa aku menyuruh mu." ucap Kafeel dengan nada meninggi, membuat Rendy dengan spontan langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Baik bos akan saya kerjakan." ucap Rendy kemudian buru buru mengiyakan perintah bosnya daripada nanti ia kena semprot lagi, lebih baik cari aman bukan?
__ADS_1
Setelah panggilan ponselnya ia tutup, Kafeel lantas kembali melangkahkan kakinya keluar dari gedung apartment dengan senyum mengembang di wajahnya.
******
Lapangan golf
Damar yang siang itu sedang mengayunkan stik golfnya untuk memukul bola, lantas menghentikan gerakannya kala melihat Kafeel datang dengan senyuman bodoh terlukis jelas di wajahnya.
"Ada apa ini tuan Kafeel? sepertinya anda bahagia sekali." goda Damar kala melihat kedatangan Kafeel.
"Jangan menggoda ku, mood ku sedang bagus kali ini." ucap Kafeel dengan kesal.
"Baiklah baiklah, ada apa kali ini Kaf?" ucap Damar kemudian.
Mendapat pertanyaan itu Kafeel hanya tersenyum, membuat Damar lantas menggeleng geleng kepalanya melihat kelakuan Kafeel yang lebih mirip remaja jaman now. Keduanya lantas mulai menaiki buggy car menuju kafe yang tersedia tak jauh dari tempat mereka berada.
"Em aku gak tahu sih ini jahat atau gak, tapi yang jelas aku senang aja kala mengetahui Kinara memutuskan untuk bercerai dengan Geffie." ucapnya kemudian.
Sedangkan Damar yang mendengar hal itu lantas dengan spontan langsung menjitak kepala Kafeel, bisa bisanya Kafeel bahagia di atas penderitaan orang lain seperti sekarang ini.
"Aw sakit! apa apaan sih!" ucap Kafeel dengan nada meninggi, membuat si pengemudi buggy lantas langsung menghentikan laju buggy car nya kala mendengar teriakan Kafeel barusan.
"Teman saya hanya kejedot barusan, tak perlu khawatir lanjut jalan saja." ucap Damar kemudian dengan tersenyum garing, membuat si pengemudi lantas tersenyum balik lalu melajukan buggy car nya kembali.
"Kamu benar benar keterlaluan Kaf! bisa bisanya kamu bahagia di atas penderitaan orang lain seperti itu." ucap Damar kemudian.
"Lebay amat sih? lagian aku kan gak ngapa ngapain rumah tangga mereka, keduanya hancur dengan sendirinya. Lalu di mana letak kesalahan ku coba?" ucap Kafeel dengan kesal kepada Damar.
"Terserah pada mu! dasar bucin." ucap Damar yang pada akhirnya menyerah menghadapi tingkah laku Kafeel.
__ADS_1
Bersambung