Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta

Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta
Aku menemukannya


__ADS_3

Taman kota


Setelah seharian berkeliling mencari sekolahan yang cocok untuk Delisha, baik Kinara dan juga Ratih memutuskan untuk mampir ke taman kota sambil menikmati suasana di sore hari sekalian wisata kuliner di sana. Karena ketika sore hari di taman kota terdapat stand stand kuliner dengan beraneka ragam makanan yang berjajar rapi di sepanjang taman kota.


"Bunda mau itu... mau itu..." ucap Delisha sambil menunjuk ke arah permen kapas dengan bentuk yang begitu cantik dan memikat hati.


"Iya iya sebentar." ucap Kinara dengan lembut.


Kinara yang mendengar rengekan Delisha lantas mulai mengeluarkan beberapa lembar pecahan uang kemudian memberikannya kepada Nining. "Pergilah Ning belilah sesuatu yang kalian inginkan, aku akan menunggu kalian di sini." ucap Kinara sambil tersenyum yang lantas di balas Nining dengan anggukan kepala.


"Hore hore... ayo mbak..." ajak Delisha kemudian.


Delisha yang mendapat persetujuan dari Kinara lantas langsung menarik tangan Nining ke arah permen kapas yang tak jauh dari mereka.


Helaan nafas terdengar dari Kinara ketika


pandangan mata Kinara terkunci pada permen kapas yang menggantung berjajar cantik di sana. Melihat permen kapas yang seperti itu mengingatkannya kembali pada tingkah lucu Kafeel ketika bazaar waktu itu.


Seulas senyum lantas terbit dari wajah Kinara ketika mengingat kembali kenangannya bersama dengan Kafeel selama perjalan bisnis waktu itu.


"Bukankah dulu terasa sangat menyenangkan?" ucap Kinara dalam hati sambil masih terus menatap ke arah permen kapas itu.


Ratih yang melihat Kinara diam mematung sambil tersenyum, lantas menepuk pelan pundak Kinara karena ia mengira Kinara tengah kesambet saat ini.


"Jangan seperti itu nak, kamu membuat ibu takut melihat senyum mu." ucap Ratih menegur Kinara sambil menatapnya dengan bergidik ngeri.


Kinara yang tak sadar dengan senyumannya barusan lantas menatap ke arah Ratih dengan tatapan yang bingung dan bertanya tanya.

__ADS_1


"Aku? memangnya kapan bu?" tanya Kinara kemudian dengan raut wajah yang penasaran.


"Sudahlah sebaiknya kita duduk di sana saja sekarang, sambil menunggu Delisha dan juga Nining membeli makanan." ucap Ratih kemudian sambil menunjuk ke arah bangku yang tidak jauh dari mereka.


Kinara yang mengikuti arah tunjuk Ratih lantas mengangguk setuju akan saran Ratih, setelah itu keduanya lantas melangkah perlahan ke arah bangku taman tersebut dan duduk di dana.


"Terima kasih banyak ya bu atas hari ini Kinara beruntung bisa bertemu ibu di kota ini." ucap Kinara sambil tersenyum ke arah Ratih setelah keduanya duduk di bangku taman yang tadi di tunjuk oleh Ratih.


"Tak perlu sungkan nak, ibu sangat bahagia bisa membantu kalian bertiga seperti ini. Jadi kamu tidak perlu sungkan jika butuh apapun panggil saja saya." ucap Ratih dengan tulus sambil menggenggam erat tangan Kinara dan tersenyum ke arahnya.


"Boleh aku memeluk ibu?" ucap Kinara tiba tiba yang lantas membuat Ratih tersenyum dan membuka tangannya lebar lebar ketika mendengar permintaan Kinara barusan.


Kinara yang melihat Ratih membuka tangannya dengan lebar, membuat Kinara langsung masuk kedalam pelukan wanita paruh baya itu dengan erat. Kinara benar benar merindukan sosok ibunya yang telah pergi meninggalkan dunia ini, bertemu dengan Ratih di sini membuat dirinya kembali melihat sosok ibunya dalam diri Ratih.


"Ibu aku benar benar merindukan mu." ucapnya dalam hati ketika berada di pelukan Ratih.


"Terima kasih banyak bu" ucap Kinara lagi dengan nada yang lirih sambil melepas pelukannya perlahan dengan Ratih dan menatap perempuan paruh baya itu dengan senyuman di bibirnya.


Sementara itu tanpa keduanya sadari tak jauh dari keberadaan mereka seseorang terlihat tengah menatap ke arah Kinara dan juga Ratih. Ia mengambil foto kedua orang itu secara diam diam kemudian mengirimnya kepada seseorang.


"Halo bos saya sudah menemukan keberadaannya." ucapnya pada seseorang di seberang sana.


"Bagus, awasi terus mereka dan laporkan segalanya padaku." ucap seseorang di seberang sana.


"Tentu saja bos." ucapnya singkat kemudian mengakhiri panggilan teleponnya.


"Wah aku benar benar beruntung, dengan menemukannya aku akan mendapat bonus besar dari si bos nih." ucapnya dengan bahagia setelah panggilan telponnya ia tutup barusan.

__ADS_1


*****


Unit apartment Kafeel


Rendy terlihat melangkahkan kakinya dengan terburu buru ke arah Kafeel. Rendy yakin berita kali ini akan membuat bosnya itu bahagia dan tidak terus terusan bersedih.


"Bos..." panggil Rendy dengan semangat tanpa mengetahui Adhitama tengah berada di sana. "Eh bos besar, maaf saya tidak tahu jika ada anda." ucap Rendy yang langsung tersenyum canggung ketika mengetahui keberadaan Adhitama di sana yang hanya di balas Adhitama dengan anggukan.


Kafeel yang melihat kedatangan Rendy lantas hanya meliriknya sekilas seakan acuh tak acuh. "Tak apa laporkan saja padaku, ada apa kali ini?" ucap Kafeel kemudian dengan nada sinis karena setelah Rendy mengatakan janjinya waktu itu Rendy benar benar tidak pernah menampakkan wajahnya hingga saat ini.


"Saya sudah mendapatkan lokasinya tuan dan saya yakin kali ini tidaklah salah dan benar benar akurat." ucap Rendy dengan yakin sambil memberikan iPad yang berisi foto foto Kinara bersama seorang wanita namun hanya terlihat punggungnya saja.


Kafeel menerima iPad itu dengan perasaan yang campur aduk, berharap kali ini Rendy benar benar menemukan Kinara.


Sedangkan Adhitama yang juga ikut mendengar berita itu lantas tersenyum, pada akhirnya ia bisa melihat penderitaan putranya itu berakhir.


"Pergilah Kaf datangi dia dan minta pengampunan padanya." ucap Adhitama sambil menatap ke arah Kafeel yang nampak terlihat begitu bahagia ketika menatap foto Kinara di layar iPad yang di berikan oleh Rendy barusan.


Kafeel yang mendengar saran Adhitama barusan, lantas tanpa berpikir panjang lagi langsung bangkit berdiri dan meletakkan iPadnya secara sembarangan kemudian melangkah pergi di ikuti Rendy di belakangnya.


"Anak itu benar benar mirip dengan ku." ucap Adhitama dengan senyum bahagia di wajahnya ketika melihat kepergian Kafeel dari sana.


Setelah kepergian Kafeel dari sana Adhitama kembali mendudukkan dirinya di sofa. Di ambilnya segelas wine yang berada di meja dekat dengan iPad yang masih menyala meski setelah Kafeel pergi dari sana.


Gerakan tangan Adhitama terhenti ketika tanpa sengaja ia melihat foto di iPad tersebut yang tak asing baginya. Adhitama yang tadinya hendak mengambil segelas wine lantas beralih mengambil iPad di meja. Digesernya perlahan foto demi foto tersebut, meski wanita yang bersama Kinara hanya terlihat punggungnya saja tapi Adhitama yakin dia adalah wanita yang di kenalnya.


"Ratih..." ucapnya lirih sambil mengusap pelan layar iPad tersebut dengan perasaan yang merindu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2