Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta

Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta
Seorang sampah seperti mu!


__ADS_3

"Lalu apa yang terjadi selanjutnya Ning?" tanya Kinara lagi sambil mengusap pelan pundak Nining mencoba menenangkannya.


Nining terdiam sesaat seperti ragu akan apa yang hendak ia ucapkan.


"Tak apa jika kamu tidak ingin melanjutkannya Ning saya mengerti." ucap Kinara kemudian.


"Tidak apa bu, itu hanyalah masa lalu." ucap Nining kemudian. "Awalnya saya mencoba untuk bertahan, namun setiap harinya perilaku suami saya berubah drastis, ia menjadi kasar, arogan dan selalu marah marah pada saya. Saya kira itu hanya hal wajar, kala perilaku suami saya berubah pada saya karena saya tidak bisa memberinya momongan. Sampai kemudian malam itu saya mendengar suami saya menelpon dan mengatakan kepada lawan bicaranya akan menyingkirkan saya bu." ucap Nining lagi dengan tangis yang tidak bisa terbendung lagi.


Kinara memeluk Nining dan memberikannya ketenangan, mendengar cerita Nining barusan membuat Kinara menjadi lebih bersyukur lagi karena ternyata di balik peliknya masalah rumah tangga yang ia hadapi, masih banyak lagi prahara rumah tangga dan juga konflik yang lebih parah darinya.


"Sudahlah, mari kita lupakan itu hem. Seperti kata mu itu hanyalah masa lalu bukan?" ucap Kinara lagi sambil tersenyum ke arah Nining.


"Maaf kan saya yang malah jadi curhat sama ibu." ucap Nining.


"Tidak apa santai saja." ucap Kinara kemudian.


"Dari cerita saya barusan, saya harap ibu bisa mengambil hikmahnya. Lakukan apa yang membuat ibu bahagia, jangan karena orang lain ibu bertahan dan menggali lubang neraka ibu sendiri. Berbahagialah bu, ibu orang baik saya yakin pasti banyak yang sayang sama ibu, walau kedua orang tua ibu sudah tiada." ucap Nining kemudian.


Mendengar nasehat dari Nining hati Kinara seakan damai, Nining sudah Kinara anggap sebagai saudara sendiri tak ada rahasia di antara keduanya, walau Nining hanyalah seorang yang membantunya mengurus Delisha.


"Terima kasih banyak Ning, sekarang pergilah istirahat bersama Delisha saya masih ada pekerjaan yang ingin saya selesaikan terlebih dahulu." ucap Kinara kemudian yang di balas anggukan oleh Nining.


Nining kemudian lantas beranjak dari sana sesuai dengan instruksi dari Kinara. Setelah kepergian Nining, Kinara langsung mendial nomer Rian di ponselnya. Kali ini keputusannya sudah bulat, mungkin ini adalah jalan terbaik bagi Kinara dan juga Geffie.


"Halo" ucap Rian di seberang sana.


"Saya sudah memutuskan apa yang bapak minta tempo hari." ucap Kinara kemudian.


"Baiklah jika begitu ibu bisa mengirimkan segala berkas berkasnya ke email saya." ucap Rian lagi.

__ADS_1


"Bisakah anda mempercepat prosesnya?" tanya Kinara kemudian.


"Saya tidak bisa menjaminnya, namun saya akan berusaha semaksimal mungkin." ucap Rian.


"Berapa lama waktu yang di butuhkan?"


"Pada umumnya mungkin akan memakan waktu sekitar 6 bulan, tapi jika ibu meminta untuk di percepat saya akan mengusahakannya." ucap Rian dengan nada yakin.


"Baiklah, saya tunggu kabar baik dari anda." ucap Kinara kemudian mengakhiri panggilan telponnya.


****


Di kediaman Geffie.


Geffie melangkah keluar dari kamarnya dengan kesal, setelah baru saja menerima telpon dari Ardi yang mengatakan Kinara menjemput Delisha barusan. Geffie berkali kali merutuki kebodohannya yang tidak bisa menahan diri dan mengendalikan amarahnya dengan benar. Geffie melangkahkan kakinya ke ruang tengah, jam menunjukkan pukul 9 malam tapi Kinara dan juga Delisha tak kunjung pulang juga.


Pandangannya terhenti pada meja makan, di sana Geffie melihat berbagai menu kesukaan Delisha tersusun rapi di sana, sayangnya kini makanan itu terlihat dingin dan terdapat beberapa lalat yang nampak terbang di atasnya karena makanan tersebut di biarkan terbuka.


"Aku tidak akan membiarkan mu di sentuh oleh siapapun Ra! tidak akan!" ucapnya dengan nada yang begitu mendalam.


**************


Keesokan harinya.


Nabila melangkahkan kakinya memasuki area photo shoot. Hari ini adalah agenda pemotretan dirinya dengan salah satu brand makanan ternama di Indonesia. Seulas senyum tak henti hentinya mengembang di wajahnya kala memasuki lorong lorong menuju tempat pemotretan berlangsung, bukan tanpa alasan brand ini merupakan salah satu brand ternama dan terkenal pilih pilih dalam memilih modelnya, dalam kata lain hanya model model tertentu yang bisa bekerjasama dengan brand ini.


"Loh kak Nabila kenapa ada di sini? apakah manager kakak tidak memberitahu kakak sebelumnya?" tanya salah satu staf yang melihat kedatangan Nabila.


"Memangnya ada apa?" tanya Nabila penasaran.

__ADS_1


"Kontrak anda di batalkan dan kami sudah menggantinya dengan model terbaru." ucap staf itu.


"Apa? bagaimana bisa?" tanya Nabila dengan terkejut.


"Saya tidak tahu masalahnya apa, lebih baik kakak tanya langsung pada manager kakak, saya permisi." ucapnya kemudian pergi.


Disaat Nabila masih tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, dari arah belakang Luis managernya datang dengan langkah tergesa ke arah Nabila.


"Aku kan sudah bilang tunggu, kenapa kamu nekad datang ke sini sendiri sih?" tanya Luis dengan ngos ngosan.


"Kenapa kamu tidak bilang kalau kontrak di batalkan?" tanya Nabila kemudian.


"Em aku ingin mengatakan, hanya saja..."ucap Luis namun terpotong karena Nabila melenggang pergi meninggalkannya.


Awalnya Luis mengira Nabila hanya akan pergi dan pulang, namun tanpa di duga ia malah datang ke tempat pemotretan berlangsung di mana di sana juga terdapat Devan sang CEO brand makanan tersebut.


"Ah kebetulan sekali anda ada di sini tuan Devan yang terhormat. Apa maksud anda menggonta ganti model tanpa pemberitahuan yang jelas seperti itu?" ucap Nabila setengah berteriak membuat suasana pemotretan yang semula santai dan juga ramah berubah menjadi tegang.


Rafi sekertaris Devan nampak maju ingin mengusir Nabila dari sana, namun tanpa di duga Devan malah menahannya membuat Rafi mengurungkan niat untuk mengusir Nabila dari sana.


"Oh jadi kamu Nabila Khansa Rahmani mantan istri Kafeel?" ucap Devan tiba tiba yang lantas membuat Nabila terbengong mendengar ucapan Devan yang mengetahui dirinya telah bercerai dengan Kafeel.


"Jaga ucapan anda." ucap Nabila tidak suka sambil melihat sekeliling, ia tahu kini dirinya telah menjadi pusat perhatian di tengah banyaknya kru dan staf yang tengah bertugas.


"Asalkan kamu tahu? perusahaan ku mengontrak dirimu karena kau adalah nyonya Adhitama, dan sekarang ketika gelar itu sudah putus apakah menurut mu kau masih pantas berada di sini?" ucap Devan dengan nada yang dingin.


"Kau berani sekali mengatakan hal itu dengan mulut mu!" ucap Nabila dengan kesal hendak menampar wajah Devan, namun keburu di tahan oleh Rafi yang langsung mendorongnya hingga jatuh terduduk di lantai.


"Pergilah dari sini! perusahaan ku tidak menerima seorang sampah seperti mu yang tidak bisa setia dengan pasangannya." ucap Devan kemudian sambil mengkode bagian keamanan untuk mengusir Nabila dari sana.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2