
Mobil yang di kendarai Kinara sampai di basement apartemennya. Kinara diam sejenak kemudian menatap ke arah kaca spion. Wajahnya sudah mulai membiru disertai dengan sedikit luka sobek di ujung mulutnya, dan juga bekas cakaran yang sudah tidak beraturan ada di mana mana. Kinara lantas mencari syal atau kerudung di mobilnya, ia tidak bisa keluar dengan pakaian dan juga penampilan seperti ini. Kinara yakin ia pasti akan langsung jadi pusat perhatian atau kemungkinan terburuknya di sangka orang gila.
"Brutal sekali mama kalau menyerang. Aku harus mengatakan apa pada Delisha jika wujud ku seperti ini?" ucapnya dalam hati.
Kinara kemudian lantas memakai kerudung tersebut dengan hanya di lilit bak bak gadis eropa atau turki, lalu memakai kaca mata hitam untuk menutupi bekas biru di wajahnya, meski tidak dapat ditutupi secara keseluruhan tapi dengan begini Kinara tidak akan jadi pusat perhatian.
Kinara kemudian lantas turun dari mobil sambil memegangi baju bagian atasnya yang terbuka karena kancingnya lepas. Dengan perlahan Kinara mulai melangkahkan kakinya memasuki lift dan segera memencet tombol lantai paling atas di sana.
Ting
Suara pintu lift terbuka, membuat Kinara segera bergegas keluar dari lift dan menuju unit apartemennya, beruntung Kinara hanya menjumpai beberapa orang saja di lobi, mungkin karena ini masih jam kerja jadi suasana apartment masih lumayan sepi. Kinara mengedarkan pandangannya sejenak memastikan lantai tempat unit apartemennya kosong, ia tidak mau kalau tiba tiba saja bertemu dengan Kafeel pasti akan gaduh dan bertanya ini itu.
"Semoga saja dia sedang di kantor." batinnya dalam hati sambil terus melangkah menuju ke pintu unit apartemennya.
Kinara mulai memasukkan angka demi angka key password-nya, sampai tiba tiba pintu unit sebelah terdengar terbuka membuat Kinara lantas bergegas memencet password tersebut namun malah berujung gagal karena saking gugupnya.
"Kenapa dia harus keluar sih?" ucap Kinara dalam hati sambil terus mencoba memasukkan password nya namun gagal karena sudah ketiga kalinya ia memasukkan angka yang salah. Jadilah ia harus menunggu selama 30 detik sebelum kembali memasukkan password. "Ah benar benar sial sekali hidup ku." gerutunya dalam hati.
Sementara Kafeel yang baru saja keluar dari unit apartemennya, menatap dengan curiga seorang wanita bertudung yang berdiri di depan pintu unit apartment Kinara dengan mencurigakan. Kafeel yang berpikir itu penyusup lantas langsung bergegas menghampirinya.
"Permisi cari siapa ya?" tanya Kafeel sambil menelisik wanita itu namun wanita tersebut malah memunggunginya. "Jika kamu diam saja dan terus bersikap mencurigakan seperti ini saya akan menelpon bagian keamanan untuk mengusir mu!" ancam Kafeel kala tak ada reaksi apapun dari wanita di hadapannya.
__ADS_1
Sampai kemudian...
"Ini aku Kinara" ucap Kinara pada akhirnya namun dengan posisi tetap memunggungi Kafeel.
"Kinara? Ada apa dengan penampilan mu?" tanya Kafeel dengan penasaran.
"Tidak ada hanya mengikuti tren saja." ucap Kinara berdalih sambil kembali mulai memasukkan password nya dan akhirnya berhasil. "Aku masuk ke dalam dulu ya." ucap Kinara sambil tangan kanannya membuka pintu unit apartemennya bersiap untuk masuk.
Entah mengapa rasanya ada yang mencurigakan bagi Kafeel, hingga kemudian membuat dirinya lantas menahan pundak Kinara bermaksud untuk bertanya lebih lanjut.
Kinara nampak meringis kala tangan Kafeel menyentuh pundaknya, padahal Kafeel hanya memegangnya pelan tanpa tenaga berniat untuk menghentikan langkah kaki Kinara agar tidak masuk.
"Apa kamu terluka Ra?" tanya Kafeel kemudian, sedangkan Kinara langsung menggeleng dengan pelan sambil tetap dengan posisi membelakangi Kafeel.
"Jangan menyembunyikannya dari ku Ra, kamu sungguh tidak pandai berbohong." ucap Kafeel kemudian.
Mendengar hal itu Kinara nampak ragu, namun Kafeel mulai mengangkat dagu Kinara perlahan, ingin melihat apa yang sedang disembunyikan oleh Kinara.
"Astaga apa yang telah terjadi dengan mu? katakan pada ku siapa yang berani beraninya melakukan ini pada mu?" ucap Kafeel dengan nada meninggi kala melihat keadaan Kinara.
"Kaf tenanglah ini hanya kecelakaan kecil tak perlu khawatir." ucap Kinara kemudian mencoba menenangkan Kafeel.
__ADS_1
"Kau bilang kecil? kecil dari mananya Ra? bahkan orang buta juga tahu hal itu!" teriak Kafeel yang kesal karena Kinara terlalu menganggap sepele segalanya.
"Tapi orang buta tidak bisa lihat Kaf, kamu sebenarnya ingin marah atau ngelawak?" ucap Kinara lirih.
"Oh iya juga ya?" batin Kafeel kala mendengar ucapan Kinara. "Tapi yang jelas, aku tidak suka kamu yang terlalu menganggap remeh luka sekecil apapun! sekarang istirahatlah dulu aku akan menelpon seseorang." ucap Kafeel kemudian sambil menuntun Kinara untuk duduk di sofa lalu beranjak pergi dari sana menelpon seseorang.
**
Sepuluh menit kemudian bel pintu mulai terdengar, membuat Kinara bertanya tanya siapa tamu yang datang. Kafeel kemudian lantas melangkah ke arah pintu depan kemudian membukakannya.
"Kau benar benar keterlaluan ya Kaf! aku bahkan sampai mengebut hanya untuk sampai di sini sebelum 10 menit. Emangnya ada apa sih? siapa yang sakit? kamu?" ucap Dika nyerocos karena kesal akan Kafeel yang menyuruh dia datang ke sini dengan cepat, padahal jam prakteknya di rumah sakit masih berlangsung.
"Sttttt kau itu bisa tidak mulut mu tidak berisik begitu! bukan aku yang sakit, segera periksa dia dan jangan lewatkan apapun." ucap Kafeel kemudian sambil menunjuk ke arah Kinara yang tengah duduk di sofa dan menatap bingung ke arah keduanya.
Dika yang mengikuti arah tunjuk Kafeel tentu saja terkejut karena gadis yang ditunjuk oleh Kafeel bukanlah Nabila mantan istrinya melainkan orang lain.
"Wah gila kau Kaf... tumbang satu langsung muncul satu yang baru, benar benar luar biasa kau." ucap Dika dengan tatapan yang terkesima, namun langsung mendapat tatapan tajam dari Kafeel yang tak suka mendengar ucapan Dika barusan. "Baiklah baiklah santai saja bro." ucap Dika kemudian melangkah pergi mendekat ke arah di mana Kinara berada.
Dika lantas mulai memeriksa setiap luka yang ada di tubuh Kinara satu persatu dengan lebih teliti lagi dan juga hati hati(lebih tepatnya cari aman aja sih, dari pada singa di sampingnya mengamuk).
"Apa kamu baru saja mendapat KDRT?" tanya Dika kepada Kinara kala melihat beberapa bekas luka di tubuhnya yang mirip dengan KDRT.
__ADS_1
Kinara yang mendapat pertanyaan itu lantas langsung menggeleng dengan keras, bisa bahaya jika Kafeel benar benar mengira ini adalah perbuatan dari Geffie, pasti akan jadi berbuntut panjang nantinya.
Bersambung