
Sidang pertama
Sidang di mulai pukul 8 pagi, semua orang mulai memasuki ruangan sidang berlangsung termasuk Kinara dan juga kuasa hukumnya Rian. Tak lama setelah itu beberapa petugas dan juga hakim nampak memasuki ruangan.
"Bagaimana apakah sidang sudah bisa di mulai?" tanya petugas.
"Sejauh ini tergugat maupun kuasa hukumnya belum datang jadi kita belum bisa memulainya." ucap petugas lainnya.
"Baiklah mari kita tunggu sebentar lagi, mungkin sedang macet." ucapnya.
Kinara sungguh sangat berdebar menantikan jalannya persidangan, hanya saja hampir 15 menit persidangan berlangsung, Geffie tak kunjung terlihat juga membuat Kinara semakin gelisah.
"Baiklah, karena pihak tergugat maupun kuasa hukumnya tidak datang maka hakim memutuskan..."
Ckit
Suara pintu ruangan sidang terbuka, membuat beberapa orang di sana lantas dengan spontan menoleh ke arah pintu ruangan tersebut bertanya tanya siapa gerangan yang datang.
"Maaf bapak bapak sekalian dan juga yang mulia hakim yang terhormat saya terlambat dan baru datang." ucap Geffie di ambang pintu kemudian melangkah masuk ke dalam.
Karena kedatangan Geffie barusan, sidang pertama pada akhirnya di lanjutkan dengan mediasi. Proses mediasi berlangsung cukup alot di mana Geffie dengan kekeh menolak perceraian ini, sedangkan Kinara tetap bertahan pada keputusannya untuk bercerai dengan Geffie apapun yang terjadi. Cukup sudah kesabarannya selama ini, Kinara tidak akan kembali menjadi bodoh dan diperlakukan oleh Geffie semaunya.
Pada akhirnya sidang dilanjutkan hari senin depan, karena pada sidang pertama kali ini agenda hanya berisi mediasi antara pihak penggugat dan juga pihak tergugat.
Baik Kinara dan juga Geffie lantas mulai melangkahkan kakinya keluar dari gedung pengadilan tempat berlangsungnya sidang. Kinara berjalan dengan langkah cepat dengan niat agar tidak berhadapan kembali dengan Geffie. Namun sayangnya, Geffie lantas mengejarnya lalu menghentikan langkah Kinara dengan menarik tangan Kinara.
"Ada sih mas?" tanya Kinara dengan nada yang kesal.
"Kamu semalam tidak di butik? aku menunggu mu hingga pagi di sana." ucap Geffie dengan nada yang lembut.
__ADS_1
"Aku tidak pernah menyuruh mu ya mas, ingat itu!" ucap Kinara dengan nada tegas.
"Janganlah seperti ini, Kinara ku sangatlah lemah lembut. Dengan kamu terus begini, kamu nampak seperti bukan Kinara." ucap Geffie sambil mengelus pelan pipi Kinara, namun Kinara langsung menangkisnya dengan tatapan yang jijik.
"Jangan sentuh aku dengan tangan kotor mu mas! aku tidak sudi. Lagi pula Kinara yang dulu sudah mati tepat kala mengetahui kelakuan mu itu. Sekarang... inilah Kinara, suka tidak suka dirimu tidak ada hubungannya dengan ku." ucap Kinara lalu melenggang pergi dari sana.
Geffie yang melihat hal itu tentu saja tersinggung, ia kemudian menarik tangan Kinara dan memelintirnya ke belakang dengan posisi Kinara membelakangi Geffie namun tangan Kinara di tarik kebelakang tubuh Kinara, hingga membuatnya sedikit meringis kesakitan akibat tarikan itu.
"Aku sudah berusaha sabar menghadapi mu Ra! jika kau terus melakukan hal itu maka bersiaplah untuk kehilangan Delisha." ancam Geffie dengan nada penuh penekanan.
"Silahkan saja tapi aku yakin akulah yang memenangkannya, Delisha masih di bawah umur dan akulah yang lebih berhak mendapatkan hak asuhnya." ucap Kinara dengan sedikit tersenyum sinis.
"He kau melupakan sesuatu, itu tidak akan berhasil jika aku bisa membuktikan kau tidak layak mengasuh Delisha. Jangan lupa aku punya bukti perselingkuhan mu dengan Kafeel." ucapnya lagi.
Mendengar hal itu Kinara langsung terdiam, perasaan takut mulai datang menghampirinya namun Kinara sebisa mungkin tak ingin menunjukkannya kepada Geffie.
"Jangan bermimpi! aku dan Kafeel tidak ada hubungan apapun." ucap Kinara sambil terus memberontak meminta di lepaskan dari cengkraman tangan Geffie.
"Kau benar benar bajingan!" ucap Kinara dengan kesal.
"Apa kau baru tahu?" jawab Geffie.
Sementara itu dari arah pintu keluar gedung pengadilan agama, Rian yang melihat ada yang tidak beres dengan kliennya lantas langsung datang mendekat ke arah Geffie dan juga Kinara.
"Lepaskan tangan anda tuan Geffie, saya bisa saja menambahkan ini ke dalam KDRT yang tentu saja akan memberatkan anda di persidangan!" ancam Rian.
Geffie yang mendengar hal itu lantas langsung melepaskan cengkeramannya dari tangan Kinara lalu melenggang pergi dari sana.
"Anda tidak apa apa bu?" tanya Rian kemudian.
__ADS_1
"Tidak apa, terima kasih banyak." ucap Kinara yang di balas anggukan oleh Rian.
*********
Cafe Rainbow
Setelah dari persidangan tadi, Kinara memutuskan untuk mampir sebentar di cafe menikmati secangkir cappucino panas sekalian untuk merefresh otaknya sebentar. Pikiran Kinara kini benar benar penuh akan ucapan Geffie di depan gedung pengadilan tadi.
"Bukti apa yang di miliki Geffie sebenarnya, aku bahkan tidak pernah melakukan apapun dengan Kafeel kecuali beberapa pertemuan singkat kami, hanya itu." ucap Kinara sambil meneguk secangkir cappucino yang ia pesan tadi. "Tidak mungkin Geffie akan merekayasa bukti buktinya bukan? aku rasa pengadilan tidak akan sebodoh itu." ucap Kinara lagi.
Ketika Kinara sedang menikmati waktu istirahatnya dengan meminum cappucino panas, dari arah pintu masuk tanpa di duga Nabila dan juga Fara terlihat melangkah masuk ke dalam cafe.
"Kenapa harus ada mereka sih?" ucap Kinara dalam hati sambil melihat ke arah lain, berharap Nabila dan juga Fara tidak menyadari kehadirannya di sini.
"Wah wah ada si pelakor di sini!" ucap Nabila tiba tiba yang lantas membuat Kinara kebingungan apa maksud dari ucapannya itu.
"Bi, hentikan ini sudah keterlaluan! banyak orang lihatin kita." bisik Fara di telinga Nabila.
Kinara yang mendengar sebutan itu hanya acuh tak acuh karena memang Kinara sama sekali tidak merasa dengan apa yang Nabila tuduhkan padanya.
"Hei aku berbicara padamu!" ucap Nabila dengan kesal membuat Kinara kemudian menoleh ke arahnya.
"Oh kamu sedang berbicara padaku? aku kira bukan. Masalahnya kan di sini yang jadi pelakor itu kamu tapi mengapa malah pelakor teriak pelakor?" ucap Kinara dengan nada ketus.
"Kau... jangan kira aku tidak tahu kelakuan mu di belakang ku selama ini bersama Kafeel ya?" ucap Nabila kemudian yang lantas membuat Fara bingung dan bertanya tanya, apa hubungannya Kinara dan juga Kafeel.
"Wah hebat sekali kamu! aku bahkan tidak melakukan apa apa tapi kau dan Geffie sama sama menuduh ku berselingkuh dengan Kafeel. Kalau dipikir pikir nih ya... kalian terus saja memfitnah ku tanpa bukti, jadi apa sekalian aja ya aku selingkuh beneran? sayang banget gitu, masak aku udah dapet fitnahnya tapi gak dapet orangnya." ucap Kinara dengan nada yang sengaja di buat buat.
Mendengar ucapan Kinara barusan, Nabila lantas hendak mengangkat tangannya dan menampar Kinara, namun belum sempat tangan Nabila mendarat keburu di cegah oleh tangan kiri Kinara, sedangkan tangan kanannya mengambil vas bunga di atas mejanya kemudian mengguyur kepala Nabila dengan air dari vas bunga tersebut.
__ADS_1
"Upsi gak sengaja, lagi pula kalau dipikir pikir kamu dan air di vas itu sama bukan? sama sama mendapat barang bekas!" ucap Kinara sambil menghempaskan tangan Nabila kemudian melenggang pergi dari sana.
Bersambung