Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta

Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta
Unit Penthouse


__ADS_3

Sementara itu kini Geffie tengah uring uringan, semalaman penuh Geffie tidak tidur menunggu Kinara pulang. Namun hingga pagi, Kinara tak kunjung juga datang membuat Geffie rasanya sangat frustasi dibuatnya.


Hari ini sesuai rencana awalnya yang tertunda, Geffie melajukan mobilnya menuju perusahaan Damar. Iya tahu, mungkin ini tidak akan berhasil namun belum genap rasanya kalau Geffie tidak mencobanya.


Geffie melangkahkan kakinya menuju ruangan CEO berada.


"Pak Damar nya ada?" tanya Geffie ketika bertemu dengan sekertaris Damar di sana.


"Perwakilan dari Perusahaan Gio tech ya?" tanya sekertaris tersebut dan di balas anggukan oleh Geffie.


"Silahkan tunggu di ruangan itu pak, pak Damar sedang keluar." ucapnya lagi.


Mendengar hal itu Geffie lantas mengangguk dan melangkahkan kakinya menuju ruangan yang ditunjuk oleh sekertaris Damar tadi.


Setelah kepergian Geffie dari sana, sekertaris tersebut nampak menghubungi Damar untuk memberikan kabar kedatangan Geffie.


"Halo ada apa Lisa?" tanya Damar dari seberang sana.


"Perwakilan dari perusahaan Gio tech telah datang pak." ucapnya.


"Biarkan saja, aku akan datang sebentar lagi." ucap Damar kemudian memutus sambungan teleponnya.


****


Di sebuah kafe yang terletak di dekat lapangan golf.


Setelah menerima telpon dari sekretarisnya, Damar nampak tersenyum sumringah sambil menatap ke arah Kafeel, hingga membuat Kafeel bingung akan maksud tatapan dari Damar.


"Aku ada berita bagus untuk mu bro." ucap Damar dengan senyum yang mengembang.


"Ada apa?" tanya Kafeel dengan penasaran.


"Geffie sedang di kantor ku, ingin mencari investor untuk produk terbarunya, bagaimana menurut mu?" ucap Damar kemudian yang lantas membuat seulas senyum terpampang jelas di wajah Kafeel.


"Kau pasti lebih tahu apa yang harus kau lakukan bukan?" tanya Kafeel balik.

__ADS_1


"Tentu saja, jangan khawatir dan serahkan semuanya pada ku." ucap Damar dengan bangga.


"Aku suka gaya mu." ucap Kafeel sambil menunjuk ke arah Damar.


****


Perusahaan Damar.


Damar melangkahkan kakinya menuju ruangannya dengan langkah yang bangga. Lusi sang sekretarisnya nampak bangkit dari duduknya kala melihat kedatangan Damar.


"Dimana dia?" tanya Damar tanpa basa basi.


"Ada di ruang tunggu pak, sudah menunggu sejak dua jam yang lalu." ucap Lusi.


Sedangkan Damar yang mendengar hal itu tentu saja tertawa tanpa suara, Damar benar benar puas telah membuat Geffie menunggu selama dua jam lamanya. Damar yakin saat ini Geffie pasti tengah kesal terhadapnya.


Damar kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang tunggu dan menemui Geffie di sana.


"Selamat siang menjelang sore bapak Damar." sapa Geffie kala melihat kedatangan Damar.


Geffie yang mendengar hal itu tentu saja tersinggung, namun ia berusaha untuk tetap tersenyum di depan Damar.


"Pak Damar bisa saja, kebetulan saya yang di percaya untuk membujuk anda agar mau berinvestasi pada perusahaan kami, apakah itu sudah menjawab pertanyaan anda?" balas Geffie dengan senyum terpaksa.


"Ahh begitu, kalau dipikir pikir benar juga pendapat bos mu itu." ucap Damar dengan gaya nampak berpikir. "Bukankah kelebihan mu juga merayu isteri orang lain, jadi gampang lah ya jika hanya merayu sebuah perusahaan untuk berinvestasi." imbuh Damar kemudian.


Mendengar hal itu membuat Damar tersulut api emosi, tangannya mengepal kala mendengar sindiran demi sindiran yang di lakukan Damar padanya.


"Sebaiknya kita jangan mencampuradukkan masalah pribadi dengan pekerjaan pak, itu tidak baik dan bisa menurunkan kinerja masing masing." ucap Geffie kemudian sambil masih mencoba menahan amarahnya yang sudah di ubun ubun.


"Wah jika itu pendapat mu, maka kita berdua tidak akan cocok menjadi partner bisnis. Aku tipikal pimpinan yang menganggap keduanya sama sama penting, perusahaan dan juga masalah pribadi. Bukankah dua duanya harus berjalan imbang agar hidup lebih sejahtera?" ucap Damar sambil terkekeh geli.


"Bukankah anda sudah keterlaluan pak?" tanya Geffie yang sudah tidak tahan lagi akan sindiran yang terus menerus ditujukan kepadanya.


"Oh apa kamu tersinggung? saya hanya mengatakan sebuah fakta bukan fitnah. Jika kamu mudah sekali tersinggung, jangan sekali kali bermain api. Bukankah begitu bapak Geffie?" ucap Damar lagi.

__ADS_1


Geffie tak bisa lagi berkata kata, ia benar benar kalah telak. Sindiran demi sindiran yang di lontarkan Damar padanya benar benar membuat Geffie sangat kesal, namun tidak bisa berbuat apa apa karena pangkatnya lebih rendah di banding Damar.


"Sepertinya kedatangan saya kemari adalah sebuah kesalahan, saya permisi dulu kalau begitu." ucap Geffie kemudian.


"Oh tentu hati hati di jalan ya." balas Damar.


Hahahaha


Tawa mulai terdengar memenuhi ruangan tersebut tepat setelah kepergian Geffie dari sana. Damar benar benar puas telah membuat Geffie kalah telak seperti itu.


"Dia terlalu menyepelekan lawannya. Kafeel bukanlah seseorang yang remeh untuk di lawan. Apakah di rumahnya tidak ada kaca? hingga dia berani beraninya melawan Kafeel, benar benar sudah gila." ucap Damar pada diri sendiri setelah puas tertawa.


******


Di butik milik Kinara.


Kinara yang tengah sibuk mengurus beberapa persiapan produksi bajunya, lantas di kejutkan dengan deringan ponsel miliknya. Kinara yang mendengar deringan itu, lantas langsung mengambil ponsel dan menggeser ikon berwarna hijau pada layar ponselnya.


"Halo dengan bu Kinara?" tanya sebuah suara dari seberang sana.


"Iya dengan saya sendiri." ucap Kinara kemudian.


"Kami dari Apartment Golden Place ingin memberikan informasi tentang unit apartment yang ibu tanya kan tadi. Karena ini adalah perayaan yang ke 5 tahun apartment ini, pihak kami memberikan diskon besar besar kepada para penyewa baru dengan kuota yang terbatas. Apakah ibu berminat?" tanya operator tersebut.


Kinara yang mendengar hal itu lantas terdiam sejenak mencoba berpikir, karena Apartment Golden Place merupakan sebuah gedung apartment yang belakangan ini di minati dan sering di buru oleh beberapa kalangan. Jika ia di tawari diskon besar besaran tentu saja ia harus menerimanya bukan?


"Baiklah saya setuju, boleh saya tahu yang tersedia saat ini unit apa saja?" tanya Kinara kemudian.


"Karena ibu merupakan kuota terakhir hari ini, unit yang tersedia di apartment kami adalah penthouse yang terletak di lantai paling atas. Ibu tidak perlu khawatir tentang kebisingan, karena di lantai atas hanya terdapat dua unit penthouse dan salah satunya yang akan ibu tempati." ucap operator tersebut.


"Berapa banyak diskon yang di berikan pihak apartment?" tanya Kinara karena ia tahu unit apartment penthouse harganya sangatlah fantastis. Jika Kinara tinggal di sana dan menggunakan harga normal pasti itu akan sangat memberatkannya, apalagi nanti setelah dirinya resmi bercerai.


"Untuk unit penthouse kami memberikan diskon 50 persen, bukankah itu sangat bagus bu?" ucap operator tersebut.


"Baiklah saya setuju."

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2