Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta

Bodohnya Aku Yang Percaya Akan Cinta
Kepercayaan yang hilang


__ADS_3

Taman tempat berlangsungnya acara.


Tidak terlalu banyak orang yang hadir di pesta pernikahan Kafeel dan juga Kinara hanya beberapa teman dekat saja. Sedangkan untuk keluarga Kafeel sendiri tidak bisa hadir karena sang nenek sedang ada di Paris, sehingga tidak bisa datang untuk melihat Kafeel melangsungkan pernikahan. Jika kalian bertanya di mana orang tua Kafeel? jawabannya adalah Kafeel berasal dari keluarga broken home, sementara Kafeel di asuh oleh sang nenek karena memang ibunya sudah sejak kecil pergi meninggalkan Kafeel tanpa alasan yang jelas. Sedangkan ayah Kafeel, sejak keduanya berpisah tepat di usianya yang ke 8 tahun sang ayah menjadi lupa diri, sering lembur, dan selalu saja mementingkan pekerjaannya dari pada dirinya.


Kafeel tak pernah mempermasalahkan sikap ayahnya yang berubah karena ia tahu berpisah dengan ibunya pastilah sangat berat untuk ayahnya, sehingga Kafeel tidak pernah menuntut ataupun mengeluh tentang sikap sang ayah.


Dari arah dalam Kafeel terlihat mulai berjalan memasuki area tempat pernikahan, dengan senyum yang tak henti hentinya terlihat di wajahnya, Kafeel lantas terus melangkahkan kakinya menuju meja untuk akad nikah.


"Kenapa rasanya aku gugup sekali." batin Kafeel dalam hati sambil tersenyum ke arah Delisha yang menatapnya sambil melambaikan tangan ke arahnya. "Jika anaknya saja sangat cantik, tentu Kinara akan lebih cantik bukan? aku sudah tidak sabar menantikannya." imbuhnya lagi dalam hati sambil terus melangkah menuju meja akad.


Kafeel mendudukkan dirinya di kursi yang sudah di sediakan untuk akad. Sang penghulu nampak berbisik pada seseorang panitia acara meminta untuk memanggil pengantin perempuan agar memasuki area pernikahan.


Seulas senyum tak henti hentinya memudar dari wajah Kafeel, ia bahkan terus menghapal nama Kinara dalam hati agar tidak salah dalam menyebutkannya ketika ijab qabul nanti.


"Kinara Nafasya Jeslyn oke aku akan mengingatnya.... kamu bisa Kaf..." batinnya dalam hati sambil terus mengulang nama Kinara di sana.


Sementara itu dari arah dalam hotel terlihat Rendy tengah melangkah sambil terburu buru menuju ke arah di mana Kafeel berada dengan raut wajah yang tidak bisa terbaca.


"Bos, bu Kinara tidak ada di kamarnya." bisik Rendy tepat di telinga Kafeel, membuat Kafeel yang semula terus tersenyum seperti orang bodoh perlahan mulai menarik senyuman itu dari wajahnya.


"Apa kamu sudah mencarinya?" tanya Kafeel dengan nada yang khawatir.


"Sudah bos tapi..." ucap Rendy tercekat seperti tidak berani meneruskannya.

__ADS_1


"Tapi apa?" tanya Kafeel dengan nada yang penasaran.


"Anda bisa melihatnya sendiri nanti bos." ucapnya kemudian yang lantas membuat Kafeel langsung bangkit berdiri dan melenggang pergi dari sana dengan langkah yang terburu buru di susul Rendy di belakangnya.


Semua yang hadir di sana lantas menatap bingung kearah Kafeel karena Kafeel tiba tiba bangkit dan pergi dengan raut wajah yang tampak suram seperti tengah terjadi sesuatu. Tidak ada yang mengetahui pasti apa yang tengah terjadi. Melihat ekspresi wajah Kafeel yang seperti suram dan tak berekspresi itu membuat Nining bertanya tanya apa yang tengah terjadi.


"Semoga tidak terjadi apapun pada bu Kinara." ucap Nining dalam hati.


"Apa yang terjadi mbak?" tanya Delisha ketika melihat Kafeel pergi meninggalkan tempat acara.


"Tidak ada Delisha tenang saja ya." ucap Nining sambil tersenyum menenangkan Delisha yang seakan tahu telah terjadi sesuatu pada bundanya.


***


Tanpa basa basi lagi Kafeel lantas mendobrak pintu kamar dengan paksa dan tanpa menggunakan kunci, kesabarannya benar benar sudah habis kali ini.


Karena pintu yang di dobrak oleh Kafeel cukup membuat suara yang gaduh, hingga mengejutkan dua insan yang sedang berpelukan di ranjang dengan mesranya.


Kafeel yang memang sudah naik pitam lantas langsung naik ke atas ranjang dan menarik tubuh Geffie hingga ia tersungkur ke lantai. Kinara yang mendengar suara gaduh lantas langsung terbangun namun dengan mata yang masih redup dan hanya melihat samar bayangan seseorang tengah di tarik dan di lemparkan ke bawah. Kinara menggelengkan kepalanya berulang kali mencoba menyadarkan dirinya.


"Apa yang tengah terjadi? ucap Kinara yang bingung ketika sudah melihat Kafeel dengan wajah yang merah padam menatap ke bawah. "Geffie? ba... baju ku kemana?" ucap Kinara kemudian yang menyadari dirinya sudah polos tanpa pakaian apapun yang menutupinya.


"Dasar bajingan keparat..... ku bunuh kau...." teriak Kafeel dengan penuh emosi dan membabi buta sambil terus memukuli Geffie berulang kali di sana.

__ADS_1


Rendy yang melihat bosnya mengamuk lantas mulai mendekat ke arah bosnya dan berusaha memisahkannya, namun Kafeel sama sekali tak gentar dan malah mendorong tubuh Rendy agar melepaskannya dan membiarkan dirinya melampiaskan amarahnya.


"Lepaskan aku! kau jangan ikut campur Ren...." teriak Kafeel dengan penuh amarah.


Sedangkan Geffie yang sudah babak belur dan tak lagi berbentuk malah sempat sempatnya tersenyum, membuat Kafeel yang semula marah tambah tersulut emosi melihat senyum mengejek dari Geffie.


"Kau..... masih berani tersenyum kau rupanya....akan benar benar ku bunuh kau!" teriak Kafeel kemudian kembali menghampiri Geffie dan menghajarnya, terlihat beberapa kali Geffie melawan namun tenaganya masih kalah jauh dengan Kafeel yang memang sudah diliputi oleh emosi.


Kinara menatap sekeliling mencari keberadaan bajunya di sana, Kinara sama sekali tidak bisa mengingatnya kenapa dia malah berakhir seranjang dengan Geffie, Kinara tidaklah segila itu yang akan melakukan hal ini. Kinara kemudian membelitkan selimut tebal untuk menutupi tubuh polosnya lalu turun dan beranjak ke sofa karena di sana Kinara melihat ada handuk kimono tergeletak di sofa.


Dengan langkah yang terburu buru Kinara langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dan memakai handuk kimono tersebut di dalam selimut yang menutupinya.


Setelah selesai memakainya, Kinara lantas berlari ke arah Kafeel dan langsung menariknya agar menghentikan aksi Kafeel.


Kafeel yang di tarik oleh Kinara lantas menepis tangan Kinara lalu menatap tajam ke arahnya.


"Kau benar benar keterlaluan Ra! kau sendiri yang bilang tidak ada orang ketiga dalam hubungan kita, tapi ini apa? bahkan di saat pesta pernikahan kita sedang berlangsung kamu malah tidur kembali dengan mantan suami mu." ucap Kafeel dengan penuh penekanan, terlihat jelas gurat kekecewaan dalam mata Kafeel membuat Kinara terdiam karena ia seakan bisa merasakan bagaimana sakit hatinya Kafeel saat ini.


"Aku sama sekali tidak melakukannya! percaya pada ku Kaf.... aku tidak mungkin melakukannya..." ucap Kinara dengan nada yang lirih, ia sendiri bingung harus bagaimana menjelaskannya di saat ia bahkan tidak tahu bagaimana bisa dirinya seranjang dengan Geffie.


"Cih persetan dengan kepercayaan, bahkan kau sendiri pun tak pernah menjaga kepercayaan itu, lalu bagaimana aku bisa percaya padamu?" ucap Kafeel dengan nada dingin dan melenggang pergi dari sana meninggalkan Kinara.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2