
Sementara itu di dalam sebuah rumah kontrakan.
Setelah Irene menerima telpon dengan nomor asing di ponselnya yang ternyata adalah Kinara bosnya, membuat Irene lantas langsung luruh ke bawah sambil meremas bajunya dengan erat. Ia benar benar tidak tahu kalau perbuatannya akan menimbulkan bencana besar dan juga melukai orang orang di sekitarnya.
"Saya tidak bermaksud bu... benar benar tidak bermaksud." ucapnya dengan lirih sambil menahan isak tangisnya.
Bayangan demi bayangan waktu itu mendadak kembali terlintas di pikirannya seperti kaset rusak yang terus berputar tanpa Irene inginkan, membuat Irene langsung menjambak rambutnya dengan kasar sambil menangis tersedu sedu saking frustasinya.
*Kau akan mendapatkan nikmat yang sesungguhnya jika bermain dengan ku....
Ayolah sayang, kenapa kau sangat jual mahal seperti itu? aku yakin kau pasti akan menikmatinya nanti...
Kemarilah sayang dan goyangkan pinggul mu....
Hahahaha*
"Diammmmmm! aku membenci mu! aku benar benar membencimu!" teriak Irene dengan kesetanan sambil membanting barang barang di sekitarnya. "Kau sudah mati tapi kau masih saja mengganggu kewarasan ku! aku membencimu...." teriaknya lagi dengan histeris.
Flashback on
Irene yang waktu itu baru pulang dari bekerja tak sengaja melihat seorang pria di tengah jalan yang sedang berjalan dengan sempoyongan kemudian jatuh ke bawah. Irene yang melihat hal itu lantas menatap sekeliling mencoba untuk meminta bantuan, namun tidak menemukan seorang pun di sana untuk di mintai tolong, Irene kemudian lantas mendekat ke arah laki laki itu berniat untuk menolongnya.
"Anda tidak apa pak?" tanya Irene dengan posisi sedikit berjongkok untuk melihat kondisi laki laki itu.
__ADS_1
Bau alkohol terasa menyengat di indra penciuman Irene ketika ia mendekat ke arah laki laki itu.
"Dia mabuk, apa sebaiknya aku pergi saja dari pada terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Lagipula dia seorang laki laki bukan? dia pasti bisa menjaga dirinya sendiri." ucap Irene dalam hati sambil bangkit dari sana dan hendak pergi.
Melihat Irene yang hendak pergi laki laki itu lantas mengerang kesakitan, membuat langkah kaki Irene lantas terhenti ketika mendengar erangan itu.
"To.... tolong saya..." ucapnya lirih dengan merintih kesakitan membuat Irene langsung menatap ke arahnya dengan iba.
"Mau saya panggilkan ambulans pak?" ucap irene sambil melangkah kembali ke arah laki laki itu.
"Tidak perlu, bisa bantu saya saja berjalan ke sana. Teman saya sedang menunggu di sana." ucap laki laki itu sambil menunjuk ke arah sebuah gang tak jauh dari tempat mereka.
"Apa anda yakin pak? ini sudah malam tidak mungkin ada orang di gang tersebut." ucap Irene lagi.
Irene yang melihat wajah yakin laki laki itu lantas mulai membantu memapahnya berjalan ke arah gang yang di tunjuk laki laki ini. Irene dan laki laki itu terus berjalan memasuki gang, suasana gelapnya malam dan kesunyian terasa sangat mencekam malam itu, membuat Irene merasakan perasaan yang tidak enak ketika ia terus di bawa masuk ke dalam gang.
"Pak ini jalan buntu dan hanya ada gudang kosong, di mana teman anda?" tanya Irene sambil menatap ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan teman yang di bicarakan oleh laki laki ini.
Ketika Irene tengah fokus menatap ke sana ke mari tanpa ia sadari laki laki itu lantas tersenyum menatap ke arah Irene. Dengan gerakan yang tiba tiba Irine lantas di tarik dan di bawa masuk ke dalam gudang kosong lalu di lemparkan begitu saja.
Irene yang terkejut akan perubahan sikap laki laki itu lantas langsung memundurkan tubuhnya perlahan, Irene mendadak menjadi ketakutan ketika melihat wajah laki laki itu. Tanpa aba aba laki laki itu lantas langsung menarik kaki Irene dan berusaha membuka rok yang sedang ia kenakan.
Sebisa mungkin Irene berteriak dan meronta mencoba untuk melarikan diri dari cengkraman laki laki itu, namun tenaganya tentu saja kalah dengan laki laki di hadapannya ini.
__ADS_1
Irene terus memukul bahkan menjambak rambut laki laki itu, namun yang di lakukan laki laki itu malah tertawa dengan keras seakan menikmati perlakuan Irene yang terus meronta itu.
"Kau sangat se*i jika terus memberontak seperti itu... aku akan melakukannya dengan lembut, aku yakin kau pasti menyukainya." ucapnya dengan tawa menguar keras menggema di gudang kosong tersebut.
Irene benar benar kehabisan tenaga, sudah berbagai cara ia lakukan namun selalu saja berakhir dengan kungkungan laki laki itu. Sampai pada akhirnya mahkota yang ia jaga selama bertahun tahun berhasil direnggut paksa oleh laki laki itu, membuat air mata jatuh begitu saja membasahi wajahnya.
***
Beberapa tahun kemudian
Butuh waktu berbulan bulan bagi Irene untuk menyembuhkan luka traumanya, Irene bahkan sempat mendapatkan bimbingan psikiater karena pemerkosaan waktu itu. Berkali kali Irene pindah pekerjaan karena ia sedikit sensitif terhadap kontak fisik dengan laki laki, sampai kemudian ia bertemu dengan Kinara yang merubah segala kehidupannya. Bersama dengan Kinara secara perlahan luka itu mulai membaik dan Irene sudah bisa lebih santai ketika berbicara dengan pelanggan laki laki. Kinara benar benar adalah sosok bos yang lembut namun mengayomi membuat Irene betah ketika bekerja dengannya.
Sampai kemudian seorang wanita datang dan menawarkan kontrak eksklusif kepada butik Kinara, dengan antusiasnya Irene menelpon Kinara dan memberikan kabar tersebut. Namun mendadak semuanya berubah ketika ia tak sengaja melihat keluar dan melihat wanita tersebut masuk satu mobil bersama laki laki yang sudah merenggut sesuatu yang berharga miliknya. Irene yang semula sudah mulai membaik mendadak down ketika teringat kembali kejadian waktu itu.
Melihat laki laki itu hidup bahagia dan makmur, membuat Irene yang tengah jatuh ke dalam jurang masa lalu lantas menjadi gelap mata dan ingin melakukan balas dendam.
Dengan diam diam Irene membeli sebuah obat di situs gelap yang bisa membuat kerja jantung menjadi lebih cepat dan menimbulkan penyumbatan darah, secara kasar obat ini akan membuat seseorang yang meminumnya meninggal terkena serangan jantung. Obat ini mudah larut, jika hanya di otopsi bagian tertentu obat ini tidak akan terlihat, namun jika dilakukan otopsi secara teliti dan menyeluruh obat ini akan tercium walau hanya beberapa persen saja. Tidak ada yang menjamin juga ini akan berhasil, namun Irene hanya bertaruh pada takdir dan perasaan frustasi yang memenuhi hatinya.
Irene benar benar tidak bisa membiarkan laki laki itu bahagia seakan tidak terjadi apa apa, sedangkan Irene benar benar hancur dan hampir gila karena perbuatannya.
Flashback off
Bersambung
__ADS_1