CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 101. Gosip Tentang Shine


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 101


Shine pagi-pagi mengajak anak-anak tahfidz untuk berolahraga bersama. Mereka berlari mengelilingi kampung setelah itu berenang di sungai, karena air di sana sangat jernih jadi mandi sekalian. Hal yang tidak pernah dilakukan oleh Shine di Amerika. 


"Mister Bule, apa mau menangkap ikan sekalian buat sarapan hari ini?" tanya salah seorang anak yang bernama Alif.


"Boleh saja, kalau begitu aku akan membuat perangkapnya," jawab Shine sambil beranjak mencari batang bambu yang banyak berserakan di samping sungai.


Bermain, mandi, dan menangkap ikan bersama membuat anak-anak itu sangat bahagia. Shine juga merasakan hal yang sama. Setelah hampir 1 jam mereka bermain air akhirnya memutuskan untuk pulang karena waktu sarapan akan tiba.


Begitu sampai di rumah ternyata Amira sedang berdiri di teras depan rumah menunggu kepulangan mereka. Terlihat wanita bergamis warna mocca itu sedang bermondar-mandir.


"Assalamualaikum, Honey," salam Shine langsung memeluk sang istri. Namun, Amira lekas menepuknya agar melepaskan pelukan itu karena malu sama anak-anak.


"Wa'alaikumsalam. Sayang, kalau mau berpelukan jangan di depan anak-anak," bisik Amira.


Shine hanya bisa menyeringai nakal. Malah diam-diam dia mencuri cium di kening Amira. Tentu saja ini membuat wanita itu gemas dan mencubit perut suaminya.


Shine juga ikut membantu mengajari anak-anak tahfidz. Awalnya Kiai Samsul dan Ustadz yang lainnya ragu kalau Shine bisa mengajari mereka. setelah melihat cara dia mengajari anak-anak dengan cara metode yang baru membuat Kiai Samsul bangga kepada menantunya ini.


Saat Shine kecil dulu  diajari mengaji di ruang terbuka dengan suasana santai dan diminta untuk menghafal 3 sampai 10 ayat setiap hari. Gurunya mengajari cara menghafal kata perkata dan di sambungkan sampai menjadi satu ayat sempurna.


Sifat Shine yang mudah berbaur dengan anak-anak membuat dia disukai oleh mereka. Meski begitu ada saja yang iri kepadanya. Seperti anak Pak RT yang sejak dulu menaruh hati kepada Amira. Laki-laki itu mempengaruhi para warga desa, kalau orang bule itu suka mempermainkan wanita.

__ADS_1


"Kalian harus berhati-hati, jangan sampai terpedaya oleh ketampanannya," ucap Doni kepada ibu-ibu yang ada di warung.


"Tapi, dia baik, kok! Setiap bertemu selalu menyapa," balas Mbok Mirah yang punya warung.


"Kalau sama aku biasa saja, tuh," balas seorang wanita muda.


Shine memang selalu bersikap ramah dan sopan pada orang yang sudah tua. Namun, dia akan bersikap biasa saja kepada wanita muda atau ibu muda. Itu dia lakukan agar tidak ada fitnah. Laki-laki itu sadar diri sedang berada di daerah orang lain. Dia tidak bisa bersikap seenaknya sendiri. 


"Yang aku dengar dari anak-anak tahfidz, kalau menantunya Kiai Samsul itu baik dan humoris," kata ibu salah seorang murid tahfidz yang belajar sama Kiai Samsul.


"Itu pasti cuma pura-pura. Pokoknya jangan sampai ada yang terpedaya oleh laki-laki bule itu," lanjut Doni.


"Setahu aku, dia itu memaksa Amira menikah dengannya. Kata Aminah dulu Amira menikah mendadak dengan laki-laki bule dari Amerika. Makanya dulu Kiai Samsul dan Ummu Habibah pergi ke Amerika di jemput pakai mobil," timpal ibu berbadan gempal.


"Oh, iya. Dulu ada beberapa orang yang membawa beberapa mobil dan membawa Kiai Samsul dan Ummu Habibah. Mereka bilang di bawa ke Amerika buat menikahkan Amira," sahut ibu berbadan kurus.


***


Shine rasanya ingin merombak rumah sederhana milik mertuanya ini. Namun, dia merasa tidak sopan dan kurang menghargai kepunyaan orang lain. Kecuali, jika Amira sendiri yang mengajukannya. Meski Shine sudah menawarkan hal itu kepada sang istri, tetapi Amira mengatakan Abah akan menolaknya. Sebab, dulu juga Amira pernah menawarkan sendiri untuk membangun ulang rumah, ditolak oleh Kiai Samsul. Katanya selagi masih layak di huni, tidak perlu dibangun ulang.


Saat ini Amira dan Shine sama-sama sedang mengejar puncak surga dunia. Meski mereka tahu itu tidak akan membuahkan hasil, karena saat ini Amira masih belum boleh hamil. Laki-laki itu menyentuh seluruh tubuh istrinya dengan penuh cinta dan dibalas dengan hal yang sama oleh sang istri. Suara kepuasan keluar dari mulut keduanya secara hampir bersamaan.


"Alhamdulillah," ucap Shine dengan napas memburu.


Shine memberikan kecupan di kening istrinya dan mengucapkan terima kasih. Mereka sudah berbagi peluh dan kesenangan bersama.


"Sebaiknya kita mandi sekarang sebelum Abah dan Ummu bangun," lirih Amira dengan napas terputus-putus.

__ADS_1


"Istirahat dulu sepuluh menit, ya. Agar ada tenaga untuk menggendong kamu, Honey," bisik Shine dan membuat Amira malu.


Sebenarnya Kiai Samsul dan Ummu Habibah tahu dengan apa yang sedang dilakukan oleh putri dan menantunya itu. Suara Amira dan Shine saat bercinta sangat menggangu. Bukan suara yang keluar dari mulut, tetapi derit ranjang mereka yang bikin gaduh.


"Sepertinya mereka sudah selesai," bisik Ummu Habibah kepada Kiai Samsul.


"Sebaiknya Abah cepat pergi mandi sebelum mereka, lalu ke masjid," lanjut wanita tua itu.


Kiai Samsul pun bergegas bangun dan mandi juga tidak begitu lama. Sebisa mungkin sebelum Shine dan Amira ke luar kamar dia sudah pergi ke masjid.


***


Amira yang pergi ke warung untuk membeli terasi, karena ingin membuat sambal, mendengar pembicaraan ibu-ibu tentang suaminya. Mereka membicarakan tentang sesuatu yang tidak benar tentang Shine.


"Laki-laki bule itu katanya suka tidur dengan wanita manapun. Jadi kita harus bisa menjaga diri. Begitu juga dengan anak gadis-gadis kita," kata seorang wanita berbaju daster bunga.


"Iya, apalagi bule itu wajahnya tampan. Pasti mudah untuk menggaet anak gadis kampung ini," tambah ibu berdaster hijau.


Para wanita yang sedang berbelanja di warung berbicara ketakutannya dengan laki-laki bule itu. Tanpa mereka sadari kalau Amira sudah berdiri di belakangnya. Dia juga bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.


"Assalamualaikum," salam Amira dan membuat para wanita yang ada di warung itu terkejut. Mendadak wajah mereka menjadi pucat karena takut pembicaraan yang sedang mereka bahas itu terdengar oleh Amira.


"Wa'alaikumsalam," balas mereka dengan suara bergetar.


***


Apa yang akan Amira bicarakan kepada para wanita di warung itu? Bagaimana tanggapan Shine saat nama baiknya dicemarkan oleh hal seperti ini? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


__ADS_2