
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.
***
Bab 65
Shine memperhatikan orang-orang yang ada di sana. Dia bisa menghitung berapa jumlah laki-laki dan perempuan yang sedang mengadakan pesta kebun itu. Total keseluruhan 53 orang, 20 orang laki-laki dan 33 orang wanita. Hal yang belum dia ketahui adalah apakah para wanita itu ahli dalam beladiri dan menggunakan senjata atau hanya para wanita penghibur biasa.
Berbeda dengan James yang sudah pengertian kehidupan orang-orang di dunia gelap atau militer. Dari cara mereka berjalan dan juga gerak tubuhnya, James bisa tahu apakah orang itu ahli beladiri atau tidak. Lewat otot tangan dan garis-garis urat yang ada di wajah, dia juga bisa tahu kalau orang itu ahli dalam senjata atau tidak.
Martin yang pernah hidup di jalanan bagaimana cara menghibur diri, sebelum persiapan untuk mempertaruhkan nyawa mereka. Salah satunya dengan bersenang-senang yang dapat menghilangkan rasa takut dalam dirinya.
James memasukkan bubuk obat ke beberapa botol minuman dan beberapa gelas minuman yang tidak jauh darinya. Dia merasa sangat senang saat ada berapa orang dari mereka mengambil dan meminumnya.
'Bagus. Setidaknya mereka akan tidur sampai keesokan hari. dan saat bangun sudah berada di dalam penjara.' (James)
Saat ada beberapa orang yang mulai hilang kesadarannya, James mau minta bantuan kepada Martin untuk menyembunyikan keberadaan mereka. Selain itu dia juga minta Martin untuk melucuti senjata dan mengikat kedua tangan serta kakinya.
Shine masih mengawasi mereka yang sedang bersenang-senang. Ada rasa jijik saat melihat perempuan itu dijamah oleh banyak laki-laki. ada juga satu laki-laki dikerubungi oleh banyak wanita.
'Dasar orang-orang gila tidak tahu malu!' (Shine)
__ADS_1
Saat salah seorang laki-laki yang meminum minuman beralkohol yang tadi sudah dicampur obat tidur oleh James, tiba-tiba saja jatuh di tengah-tengah kerumunan teman-temannya. Saat itu juga keadaan mereka menjadi panik.
"Apa yang terjadi padanya? kenapa dia tiba-tiba jatuh tidak sadarkan diri?" tanya salah seorang temannya dan yang lain yang pun memeriksa keadaan laki-laki yang tidak sadarkan diri tadi.
"Sepertinya dia tertidur mungkin karena terlalu tegang memikirkan serangan dari kelompok Anderson dini hari nanti," jawab temannya yang lain.
'Apa? Mereka sudah tahu akan strategi yang dibuat oleh pihak militer.' (Shine)
'Benar kata Alex, mereka tidak bisa dipercaya karena mungkin saja ada salah seorang penghianat yang akan membocorkan strategi mereka.' (James)
Keadaan pesta itu pun berlanjut kembali setelah laki-laki tadi dibawa oleh temannya ke sebuah rumah yang tidak jauh dari sana. Mereka diberi waktu sampai pukul 10.00 malam untuk bersenang-senang. Selanjutnya mereka harus tidur dan mempersiapkan diri untuk pertempuran dini hari nanti.
***
Tim Alex mengendap-ngendap mencari jalan yang tidak ada rekaman CCTV nya. Mereka mendatangi bagian samping rumah yang lampunya adalah keadaan mati. Akira pun mencoba membuka satu jendela. Begitu berhasil ketiganya langsung masuk melalui jendela itu.
"Berhati-hatilah! Kita tidak tahu apa yang kita masuk di saat ini," kata Alex sambil berbisik.
Sementara itu, tim Angkasa masuk lewat halaman belakang. Mereka memanjat melalui pohon yang di dekat balkon sebuah kamar yang ada di sana. Untungnya pohon itu memiliki dahan yang menjulur ke dekat salah satu kamar yang lampunya dalam keadaan mati.
"Kita masuk lewat lantai dua dan jangan sampai ketahuan karena ada beberapa kamar masih dalam keadaan menyala," bisik Peter.
__ADS_1
Angkasa, Sky, dan Peter berjalan dengan sangat hati-hati. Sebab, mereka tidak tahu apakah kamar itu ada penghuninya atau tidak.
Tim Langit, saat ini tidak bisa berkutik. Hal ini karena ada beberapa orang dari kelompok Flamingo berdatangan ke arah samping kanan bangunan itu.
"Kalian siap-siaplah! Karena dini hari nanti keluarga Andersson akan datang menyusup ke pulau ini," teriak salah seorang kepada teman-teman lainnya.
"Siap!" teriakan panas semangat dari para anak buah Juan.
"Ini kesempatan kita untuk menghabisi Shine, Sky, dan Langit. Jangan biarkan ketiga orang itu selamat!" lanjutnya lagi dengan menggebu-gebu.
"Siap!" teriak mereka kembali.
'Ternyata aku masuk target mereka juga.' (Langit)
***
Bagaimana nasib Shine, Sky, dan Langit saat pertempuran nanti? Apakah mereka akan selamat atau tidak? Tunggu kelanjutannya, ya.
Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk baca juga karya aku yang lainnya. Ini sudah tamat kalian bisa baca secara maraton.
__ADS_1