
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.
***
Bab 89
"Tuan Shine, Nona Amira sudah pergi keluar mansion bersama dengan Nick beberapa menit yang lalu," kata laki-laki itu melapor.
"Apa?" Shine dan Sky terkejut.
Amira saat ini sedang berada dalam sekapan Nick. Mereka pergi menuju ke markas musuh. Perempuan itu hanya bisa berdoa dalam hatinya. Minta kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar dia dan bayinya bisa selamat.
'Semoga saja saya bisa menyadari keberadaanku.' (Amira menekan batu permata di cincin pernikahannya)
Di saat darurat seperti ini, dulu suaminya mengajarkan agar dia selalu tetap tenang dan waspada. Sebab, jika kita dalam keadaan tenang tidak akan membuat curiga pihak musuh.
Nick melihat Amira yang terdiam sambil memejamkan mata. Laki-laki ini tahu kalau perempuan yang duduk di sampingnya bukanlah tipe wanita yang mudah panik. Bahkan dia mengakui kalau perempuan yang tidak pernah dilihat wajah olehnya ini selalu bertindak tenang dan tidak suka terburu-buru.
Shine juga terpengaruhi oleh sikap tenang istrinya, sehingga dia lebih suka santai. Saat mengerjakan tugasnya pun dengan tenang tidak mau diburu-buru.
Shine mengendari motor untuk mengejar istrinya. Dia sudah menemukan titik keberadaan Amira melalui GPS yang terpasang di cincin pernikahan mereka.
Sementara itu, Sky mengontrol pergerakan anggota Tim Keamanan di kediaman keluarganya. Dia ingin menjaga ibunya. Melihat wanita yang disayangi dan dicintainya terbaring tidak sadarkan diri membuat dia marah.
__ADS_1
"Tim Alpa ikuti Shine, Tim Beta kalian akan menyusul, setelah mereka masuk ke markasnya," titah Sky kepada beberapa orang dari Tim Keamanan.
"Siap!" jawab mereka semua.
"Tim Gama, bersiap dengan pesawat dan helikopter. Jika keadaan darurat hancurkan saja markas dari atas!" perintah Sky dan itu membuat semua orang tercengang. Suatu perbuatan yang tidak pernah mereka lakukan dalam waktu 30 tahun ini.
Tim Keamanan tahu maksud dari strategi ini. Yaitu membumi hanguskan tempat itu dengan bom atau rudal jarak jauh.
Sky tidak akan membiarkan musuh bersisa. Dia akan menghabisi semua mereka yang sudah mengusik keluarganya.
***
Shine sudah bisa menyusul mobil yang membawa Amira. Dia menggunakan motor milik Langit pemberian Mazda dahulu. Nick, tidak tahu dengan kendaraan itu. Sebab, motor itu hanya dipakai oleh Langit ketika dia sedang menyamar atau menyembunyikan identitas dirinya.
'Ya Allah, jaga dan lindungi suami aku. Berikanlah kekalahan pada orang-orang jahat ini.' (Amira)
Nick melihat ke arah Amira yang menggerakkan jari-jari tangannya. Dia tidak tahu apa yang ada dipikiran wanita itu. Dia berpikir kalau istri tuannya ini sedang berdoa.
"Nick, kita akan memasuki wilayah markas," ucap sopir dan itu bisa dengan jelas didengar oleh Amira.
"Tahan dulu. Kita berputar dulu satu putaran," ucap Nick. Ini harus mereka lakukan untuk mengawasi keadaan sekitar sebelum memasuki markas pusat mereka. Bisa saja ada lawan atau musuh yang membuntuti mereka.
"Baik."
__ADS_1
Nick menyadari ada motor yang mengikutinya sejak tujuh menit lalu. Dia curiga, karena itu waktu yang terlalu lama jika suatu kebetulan.
Shine menyadari kalau musuh sudah mulai curiga kepadanya. Maka dia memisahkan diri setelah menempelkan alat pelacak pada mobil itu.
Setelah satu putaran di daerah itu, mobil yang membawa Amira pun masuk ke wilayah tengah hutan. Mereka memasuki hutan yang lebat oleh dedaunan. Amira merasa itu adalah tempat yang sangat seram karena tidak berasa tanda-tanda kehidupan. Bahkan tidak terdengar suara hewan yang hidup di hutan.
'Ini di daerah mana?' (Amira)
Kanan dan kiri dipenuhi oleh pohon dan jalanan pun tidak beraspal. Meski hari masih sore dan matahari masih tinggi di sebelah barat, tetapi tidak ada cahaya yang masuk ke sana.
Sementara itu, Shine yang mulai mengikuti mereka mulai kehilangan sinyal keberadaan mobil dan Amira. Tentu saja ini membuat dia tidak tenang.
"Ke mana sebenarnya mereka pergi?" Shine masih melajukan motornya di tengah hutan itu.
Shine kini hanya mengandalkan insting saja. Dia yakin kalau perasaan cintanya kepada sang istri akan membawa dia kepadanya.
'Amira di mana pun kamu berada, aku pasti akan bisa menemukan kamu.' (Shine)
***
Akankah Shine bisa menyelamatkan Amira? Bagaimana dengan si Trio Kancil yang kembali beraksi bersama? Tunggu kelanjutannya, ya!
Maaf ya teman-teman, aku up sedikit. Tangan sedang aku sakit sejak awal bulan ini, tidak bisa pengang hp lama-lama. 😭😭. Jari-jari aku kaku dan mudah kebas rasanya. Jadi ngetik harus sebentar-sebentar istirahat.
__ADS_1