
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 39
Keesokan harinya Kiai Samsul dan Ummu Habibah, datang menjenguk shine bersama Amira. Terlihat raut wajah mereka yang senang saat mereka bertemu.
"Assalamu'alaikum, Abah ... Umma," salam Shine.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh. Bagaimana kabarmu, Shine?" tanya Kiai Samsul.
"Alhamdulillah, baik, Abah," jawab Shine.
"Senang bisa melihat kamu lagi," kata Umma.
"Aku juga senang bisa bertemu dengan Abah dan Umma," balas Shine.
Shine melirik ke arah Amira. Gadis itu juga diam-diam melirik ke arahnya dan cepat menunduk jika kepergok. Tentu saja ini membuat gemas dirinya.
"Abah, aku dan Amira ingin menikah sekarang," kata Shine tiba-tiba dan membuat semua orang terkejut. Termasuk Alex dan Cantika yang baru masuk ke ruangan itu.Â
Tentu saja Kiai Samsul dan Ummu Habibah langsung melihat ke arah putri semata wayangnya. Mereka ingin mendengar penjelasan dari perkataan calon mantunya itu.
"Shine, bukannya kalian sudah menentukan bulan depan untuk melangsungkan hari pernikahannya," ucap Cantika sambil berjalan mendekat.
Cantika dan Ummu Habibah berpelukan begitu juga dengan Alex dan Kiai Samsul. Mereka saling memberikan salam.
"Amira dan aku sudah tidak tahan, Ma. Kita takut malah menjadi zina dan dosa," ucap Shine dan Amira melotot ke arahnya.
Pemuda itu malah menyeringai nakal dan mengacungkan dua jarinya. Amira pun mendengus akan kelakuan kekanak-kanakan calon suaminya ini.
__ADS_1
"Bagaimana ini, Kiai Samsul? Anak-anak sepertinya sudah tidak tahan ingin segera menghalalkan hubungan mereka," tanya Alex pada calon besannya.
Kiai Samsul dan Ummu Habibah saling menatap. Mereka sedang memikirkan apa yang terbaik bagi keduanya.Â
"Sebaiknya sesuai rencana awal saja. Mereka menikah bulan depan," kata Kiai Samsul.
Terlihat kekecewaan di wajah Shine karena gagal mendapatkan dukungan dari sang calon mertua. Dia pun mangalihkan perhatiannya kepada Amira yang kini sedang menunduk dan memainkan jari-jari tangannya.
'Kenapa mereka malah tidak setuju kalau kita menikah cepat, sih!' (Shine)
Cantika hanya tersenyum tipis dan mengusap punggung Shine dengan pelan. Lalu, dia mengatakan, "Makanya cepat sembuh. Biar pas jadi pengantin kamu bisa berdiri dengan gagah dan bersanding dengannya."
Mata Shine yang tadi sendu kini berbinar-binar. Dia juga ingin terlihat gagah dan pantas untuk menjadi mempelai Amira.
'Benar juga. Aku harus terlihat gagah dan tampan. Muka aku saat ini masih ada sisa luka meski sudah diolesi obat setiap hari tiga kali sehari.' (Shine)
"Kalau Minggu depan?" ucap Sky tiba-tiba, yang sejak tadi pemuda itu tidur di sofa.
"Maaf, aku ke kamar mandi dulu," balas Sky lalu berlari ke arah kanan.
***
Meski sudah bernegosiasi, tetap saja keputusan yang diambil adalah rencana yang pertama kali. Mereka akan menikah bulan depan.
"Apa kataku juga, bulan depan … nggak ada kutukan nikahan mendadak," ucap Shine.
"Hei, satu bulan juga itu sudah terhitung mendadak. Kalau tahun depan, baru tidak mendadak," kilah Sky tidak mau kalah dengan kembarannya.
Meski Shine kecewa, tetapi dia bisa tersenyum karena sang kekasih membuatkan makanan kesukaannya. Yaitu rendang dan gado-gado, jika jenis masakan Nusantara. Akan tetapi, dia tidak boleh makan yang banyak-banyak dulu. Biar lukanya kering di luar dan di dalam.
'Ini pasti kerjaan Rania. Makanya Amira membuatkan makanan kesukaan aku.' (Shine)
__ADS_1
"Suapi," pinta Shine dengan berbisik.
Mau tidak mau Amira pun menyuapi laki-laki itu. Shine pastinya sangat senang sekali.
Melihat hal itu sebenarnya Kiai Samsul tidak suka, bagaimanapun mereka itu belum sah menjadi suami istri. Namun, Umma mencoba menenangkan.
'Sudah setujui saja mereka menikah sekarang!' (Sky)
"Sebaiknya kita bicarakan lagi rencana pernikahan itu," kata Kiai Samsul kepada Alex.
Shine dan Amira yang mendengarkan hal itu, langsung mengalihkan perhatian mereka pada orang-orang tua yang kini berkumpul kembali dan duduk di sofa.
***
Martin, Angkasa, dan Langit sedang membicarakan kasus yang terjadi beberapa hari yang lalu. Apalagi para tersangka itu mati mendadak.
"Aku bisa buat bom yang seperti ini juga. Memang biasanya para mafia, gangster, atau yakuza yang punya jabatan tinggi dan penting, selalu dipasangi bom dengan pengendali jarak jauh. Ini untuk menjaga rahasia kelompok," jelas Langit.
Martin menatap kagum pada Langit. Si jenius ahli pembuat senjata canggih dan barang unik yang menggunakan mesin.
"Tapi, aku juga menemukan zat yang asing pada tubuh mereka, entah apa itu. Aku semalaman begadang dan belum selesai memeriksanya. Hanya saja aku merasa kalau mereka sudah diberi obat yang membuatnya hilang rasa takut atau tidak takut akan hal apapun demi tujuan yang ingin dicapai," ucap Angkasa.
"Apa itu sejenis nar_koba?" tanya Martin.
"Bukan, ini jenis yang lain. Sepertinya tidak membuat ketagihan seperti barang haram itu," jawab Angkasa.
"Apa kalian mengenal laki-laki bernama David?" tanya Martin.
***
Kayaknya beneran nih, Shine dan Amira mau nikah ðŸ¤. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1