CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 45. Musuh


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan segala urusannya.


***


Bab 45


Alex mendengarkan laporan hasil menyelidikan Langit yang dia kumpulkan dari beberapa orang yang dia percaya. Dari layar lebar itu terlihat beberapa foto yang tidak asing bagi Alex. Dia tahu hampir semua orang yang ditampilkan oleh putranya itu.


"Kita mulai dari orang yang bernama David. Dia adalah orang yang sudah merawat Pedro, kakak Martin," kata Langit dan semua mendengarkan dengan seksama.


"Dia adalah David Wood, seorang teknisi mesin dan pandai membuat robot. Dia itu adalah termasuk orang yang jenius. Bisa meniru hasil karya orang lain hanya dengan mengotak-atik barang yang ingin dia tiru. Tipe penjahat yang yang paling tidak disukai oleh Angkasa," ucap Langit sambil melihat ke arah kakaknya.


"Itu bukannya, type orang kesukaan kamu. Biar semua karya kamu bisa ditiru olehnya," balas Angkasa.


"Isssh, nggak bisa diajak bercanda. Biar tidak tegang begini," gerutu Langit.


"Senjata milik aku yang hilang dulu, ada kemungkinan dia bongkar juga dan membuat tiruannya. Makanya, hasilnya tidak seperti senjata buatan aku. Buktinya Shine masih hidup," jelas Langit.


Kali ini Shine yang mendengus, sebal. Namun, dalam hatinya dia merasa bersyukur karena senjata itu bukan buatan kakaknya. Dia pernah melihat senjata 909 itu sangat mengerikan. Makanya Langit ingin menghancurkannya sebelum diketahui oleh banyak orang. Dari pihak pemerintah sendiri yang dibuatkan senjata seperti itu. Begitu ketakutan dengan kedahsyatan kekuatan senjata itu. Mereka juga takut jika senjata itu jatuh pada orang yang salah. Makanya minta dimusnahkan dan ganti dengan senjata yang baru.

__ADS_1


"Kita lanjut. David adalah anak dari Barak Wood. Papa tahu siapa dia," ucap Langit.


"Iya, dia adalah orang kepercayaan grandpa (kakeknya Alex ; author lupa siapa namanya ๐Ÿ˜…) dulu," balas Alex.


"Barak sakit hati karena dia tidak tidak dipilih oleh granpa Arthur (Ayahnya Alex) sebagai kaki kanannya. Makanya dia mengundurkan diri dari kesatuan tim keamanan keluarga Andersson. Dia menduga karena granpa Arthur tidak mau mempekerjakan orang kulit hitam imigran dari Afrika," terang Langit yang menunjuk foto seorang laki-laki khas orang Afrika asli (bukan Afro Amerika).


Semua orang di sana berdecak. Alex menggeleng. Padahal dia dulu sering mengajaknya Barak bermain sepak bola. Tidak ada perlakuan berbeda dengan siapapun.


"Dari semua itu ada beberapa orang yang perlu diwaspadai. Dia adalah: Daniel sang eksekutor. Sebenarnya ada 2 eksekutor, tapi yang satu sudah mati oleh Kak Angkasa," Langit menunjuk seorang laki-laki Afro Amerika yang berwajah tegas.


"Lalu, Andreas. Seorang asisten David, berarti dia juga ahli di bidang mesin. Namun, dia juga seorang berdarah dingin yang tidak segan-segan akan menghabisi lawannya." Terlihat seorang laki-laki berkulit putih dengan rambut pirang.


"Sepertinya aku kenal," kata Sky saat Langit memperbesar fotonya.


"Tidak. Mana mungkin aku datang ke tempat seperti itu? Bisa-bisa mama marah nanti. Aku tahu orang itu. Dulu, dia itu salah satu mahasiswa yang penyendiri yang tidak pernah bergaul dengan orang lain," jawab Sky.


"Ya, bisa saja. Karena dia juga lulusan satu angkatan dengan kamu di universitas yang sama," kata Langit.


"Ini adalah orang yang harus tidak diberi ampun atau simpatik. James Black, seorang dokter ahli syaraf. Tetapi, bisa membunuh para korban hanya dengan satu jarum kecil. Dia juga ahli menembak meski bukan seorang sniper jarak jauh," tutur Langit.

__ADS_1


"Ternyata mereka rata-rata masih muda, ya," kata Akira yang kini sudah tua, meski begitu perawakan dia masih segar bugar. Mungkin karena punya istri yang masih muda (Kisah cintanya ada di novel Trio Kancil).


"Tapi, kita tidak boleh kalah dengan yang masih muda," tukas Peter.


"Apa kemampuan kamu sudah menurun Peter?" tanya Alex.


"Bukan begitu, Tuan Alex. Aku di rumah harus menangani anak-anak aku yang sudah remaja itu. Madina sering khawatir terhadap mereka, sehingga aku selalu disuruh mengikuti dan mengawasi anak-anak. Juga sering begadang," jawab Peter dengan merasa bersalah (Kisah cinta Peter ada di novel: Trio Kancil).


"Lalu, siapa itu?" tanya Shine pada foto paling tinggi.


"Dia adalah pemimpin kelompok gangster Flaminggo. Juan Carlos.ย  Cucu dari Romeo Smith, dari pihak ibunya," jawab Shine.


Alex menggebrak meja sambil berdiri. Jika dia berhasil menemui orang itu. Maka dia pun tidak akan segan-segan untuk menghabiskan laki-laki itu.ย 


Juan Carlos anak dari seorang psikopat, Ramos Carlos. Laki-laki yang rela membiayai 100 orang anak berkulit putih untuk menjadi tentara bayarannya hanya untuk menghabisi para musuhnya. Selain itu, mereka juga menjadi sosok yang menakutkan bagi para imigran gelap dari Afrika atau Amerika Latin. Bahkan orang Asia yang mempunyai pengaruh di Amerika. Dia paling tidak suka dengan orang asing.


Romeo Smith dan Ramos Carlos adalah musuh besarย keluarga Andersson yang selalu menggaungkan kesetaraan manusia dan menentang adanya rasis. Bahkan mereka menerima pekerja dari semua kalangan tidak melihat warna kulit, agama, ras, atau warga negara. Menjadikan keluarga Andersson pahlawan bagi para kaum minoritas dan pendatang.


"Juan Carlos, masih hidup? Mana mungkin? Bukannya dia itu salah satu orang yang mati saat kalian menghabisi kelompok mafia Itu dulu?" Akira melirik ke arah Alex.

__ADS_1


***


Semakin pelik saja masalah keluarga Andersson. Dendam masa lalu akan mulai terbuka sedikit demi sedikit. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2