
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 80
Beberapa jam sebelumnya ….
Mobil Amira melaju meninggalkan kantor perusahaan GALAXY. Dia merasakan kram di perut begitu ke luar dari pintu gerbang. Rasanya dia ingin meminta Abe untuk kembali dan bilang pada Shine kalau merasa sedang ada masalah pada bayi mereka. Perut perempuan terasa di perintil dari dalam.
"Bismillahirrahmanirrahim. A‘ūdzu billāhi wa qudratihī min syarri mā ajidu wa uhādziru, (dibaca 7 kali).
(Artinya, “Aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari keburukan apa yang kurasakan dan kukhawatirkan.”)
Amira melafalkan doa sambil memegang perutnya. Seketika perut itu normal kembali.
"Ada apa, Nyonya?” tanya Abe.
"Bisa kamu percepat Abe. Perut aku barusan sangat sakit sekali," jawab Amira.
"Baiklah, Nyonya." Abe pun menambah kecepatan sampai batas maksimum laju yang diperbolehkan.
Sementara itu di belakang mereka ada sebuah motor yang mengikuti. Dia adalah anak buah David yang bertugas mengawasi Amira.
"Target sudah mendekati tempat kalian. Bersiaplah," katanya menghubungi orang lain.
^^^"Baik, B!" ^^^
Laki-laki yang mengendarai motor itu sedang menunggu waktu yang tepat untuk membereskan Amira. Dia cukup kesal, karena mobil yang jadi targetnya itu diikuti oleh dua mobil di depan dan di belakangnya.
^^^"Target utama sudah didapatkan. Keinginan tuan David dibawa ke markas. Jadi, bawa juga istrinya ke sana!"^^^
"Baiklah," balas B ketika dia menerima perintah.
Lalu, dia pun memberi tahu rekannya yang lain untuk menculik Amira dan jangan membunuhnya. Mereka pun mengerti maksud keinginan tuannya.
B terus memantau keadaan sekitar dan target. Dia harus secepatnya mendapatkan Amira.
"Singkirkan mobil paling belakang!" perintah B kepada rekannya melalui earphone.
__ADS_1
^^^"Baik!"^^^
Tiba-tiba mobil pengawal Amira yang melaju dibelakangnya di tabrak oleh sebuah mobil yang melaju kencang dari arah samping. Tabrakan itu membuat mobil terpental dan terbalik beberapa kali balikan, serta terseret sehingga menimbulkan percikan api. Kuda besi itu baru bisa berhenti setelah menabrak sebuah tiang listrik. Lalu, mobil terbakar dan membuat suara ledakan yang sangat keras. Api langsung membumbung tinggi dengan asap pekat.
Orang-orang yang menyaksikan itu histeris dan panik. Bahkan banyak orang-orang yang sudah lanjut usia pingsan saking terkejutnya mereka.
"Panggil ambulans!"
"Lebih baik panggil pemadam kebakaran. Api itu sangat besar."
"Polisi! Panggil juga polisi!"
Orang-orang di sana sibuk memanggil aparat pemerintah dan melaporkan keadaan di sana. Kejadian itu pun langsung viral di media. Terutama media sosial yang bisa langsung diunggah saat itu juga.
Sementara itu, Amira sangat melihat kejadian tadi. Dia melihat sangat jelas bagaimana mobil bodyguardnya ditabrak oleh sebuah mobil yang tiba-tiba saja muncul dari arah samping.
"Abe, bagaimana ini? Kenapa kamu tidak menghentikan laju mobilnya? Teman kalian terbunuh!" Amira berteriak kepada sopir itu.
"Keadaan saat ini sedang genting Nyonya. Kita harus melakukan yang terbaik demi keselamatan Anda dan calon penerus keluarga Andersson," ucap Abe.
Amira hanya bisa menangis. Sungguh dia sangat sedih sekali. Di mana ada banyak orang yang rela mempertaruhkan nyawanya demi dia dan bayi yang masih di dalam kandungannya.
"Kalian bersiaplah!" perintah B kepada rekannya.
^^^"Siap!"^^^
Kali ini mobil pengawal yang melaju di depan menjadi target mereka. Pas di perempatan jalan dan sedang lampu merah di bagian jalan lainnya. Mobil yang seharusnya berhenti itu malah menancapkan gas dan menabrak mobil pengawal yang sedang melaju. Kejadian tadi terulang kembali. Mobil itu terlempar dan berguling beberapa kali, serta terseret dan menimbulkan percikan api. Orang-orang yang melihat itu langsung berlarian menghindari tempat itu. Mereka tahu kalau mobil itu akan meledak dan terbakar, karena bahan bakar bocor dan ada percikan api yang ditimbulkan oleh gesekan besi dan aspal jalan.
Ledakan yang memekakkan telinga terjadi beberapa kali. Diiringi oleh suara teriakan orang-orang, sehingga membuat keadaan di sana terasa mencekam karena rasa ketakutan yang tiba-tiba saja muncul dalam diri penduduk kota yang menyaksikan semua itu.
"Abe," panggil Amira.
Terlihat ekspresi tegang dari wajah Abe dan bodyguard yang duduk di kursi sampingnya. Tentu saja ini membuat perempuan itu semakin khawatir dan ketakutan. Lagi-lagi dia menangis karena ada korban yang jatuh lagi dari Tim Keamanan.
"Motor di belakang sangat mencurigakan," kata sang pengawal.
"Ya, aku juga sejak tadi memperhatikannya," balas Abe.
Keadaan di sana kembali hening. Namun, tiba-tiba saja mobil berbelok ke arah kanan.
__ADS_1
Motor yang dikendarai oleh B yang hendak berbelok terhalangi oleh mobil yang tiba-tiba saja muncul di sana dan menghalangi lajunya. Mobil itu tiba-tiba saja melambatkan lajunya.
"Dasar tua bangka!" umpat B saat melihat pengemudi itu laki-laki beruban. Dia pun kembali mengejar mobil Amira.
"Target merubah arah jalur perjalanannya. Periksa titik keberadaan aku saat ini. Kalian ambil tempat yang strategis agar bisa menangkapnya. Bunuh saja pengawal dan sopirnya." B memberikan perintah kepada orang di seberang sana.
^^^"Baik. Kami sudah menemukan target. Ada dua titik tempat yang bisa di jadikan untuk mendapatkan sasaran."^^^
"Bagus. Kalian bersiaplah!"
^^^"Siap!"^^^
B sudah bisa melihat mobil rekannya yang mulai memepet mobil milik Amira. Bahkan mobil mereka saling beradu satu sama lain. Suara benturan keras beberapa kali terjadi di antara si kuda besi itu.
B pun menembakkan pistol ke arah bam mobil yang dikendarai oleh Abe yang membawa Amira. Senyum lebarnya langsung tercipta saat pelurunya berhasil mengenai ban mobil.
"Bagus. Kita tinggal ambil Nyonya bercadar itu."
Mobil yang ditumpangi oleh Amira oleng dan berputar beberapa kali sebelum berhenti di tengah jalan. Lalu, dikepung oleh empat mobil dan menembakinya.
"Jangan sampai target mati!" teriak B.
Terjadi baku tembak di sana meski lawan tidak seimbang. Mobil yang membawa Amira diberondong oleh peluru sampai tidak ada tembakan balasan dari dalam sana.
B pun menyuruh salah seorang rekannya untuk memeriksa isi mobil itu. Untuk melihat apa sopir dan pengawalnya masih hidup atau sudah mati.
Ada dua orang anak buah David yang mendekat ke arah mobil itu. Mereka memeriksa dan terlihat jelas kalau kedua orang laki-laki di dalam mobil itu sudah mati bersimbah darah.
Salah seorang dari mereka memberikan kode kepada B, kalau lawannya sudah mati. Maka, dia pun berjalan menuju mobil itu. Dia membuka pintu belakang dan terlihat ada seorang wanita yang sedang meringkuk di jok belakang.
"Hallo, Nyonya Andersson." B tersenyum menyeringai.
***
😱 Amira jatuh ke tangan musuh? Bagaimana nasibnya nanti? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk baca juga karya teman aku ini. Bagus dan seru loh, ceritanya. Cus ke lapaknya kita kepoin karyanya.
__ADS_1