CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 14. Tawaran Hubungan


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 14


"Ada yang mau aku bicarakan dengan kamu. Ini sangat penting!" ucapannya dengan tegas.


"Katakanlah!" ucap Shine.


"Apa perasaan kamu untuk aku itu adalah beneran bukan bohongan?" tanya Amira dengan pelan.


"Untuk urusan perasaan aku tidak pernah berbohong," jawab Shine.


"Baiklah kalau begitu aku terima perasaanmu itu. Mulai saat ini kita akan menjalin hubungan," ucap Amira sambil menatap ke arah laki-laki berparas bule itu.


Shine tahu kalau Amira saat ini sedang memanfaatkan dirinya. Dia juga tahu kalau Amira tidak punya perasaan yang spesial untuknya. Namun, dia akan menerima apa yang diinginkan oleh Amira. Demi kebaikan dan kebahagiaan wanita yang disukainya.


"Maksud kamu sekarang ini kita berpacaran?" tanya Shine dengan menyipitkan matanya.


"Ya, kita anggap seperti itu," jawab Amira.


Shine pun tersenyum tipis. Dia mengedarkan penglihatannya ke segala penjuru ruangan rawat itu. Hanya ada mereka berempat di sana.


"Aku dan semua saudaraku tidak pernah bermain-main dalam perasaan kami. Jika kamu menerima perasaanku ini, itu berarti kamu sudah siap untuk menjadi istriku," ujar Shine dengan mendesis.


Amira terdiam. Saat ini dia merasa dilema akan keputusannya ini. Dia juga tidak mau main-main dalam memilih pasangan hidupnya. Baginya menikah sekali seumur hidup dan bahagia bersama laki-laki pilihannya di dunia sampai akhirat.


"Sebaiknya kamu pikirkan lagi akan ucapanmu itu," kata Shine, lalu dia berjalan ke arah brankar tempat Kiai Samsul berbaring.


Laki-laki yang sudah sangat tua itu tersenyum kepadanya. Shine pun meraih tangan kanannya dan menciumnya dengan takdzim.


"Apa kabar kamu Shine?" tanya Kiai Samsul jangan senyum lirih.

__ADS_1


"Baik, Abah," jawab Shine dengan senyum tulusnya.


Kedua laki-laki itu berbincang-bincang. Sementara itu, Amira duduk di sofa sambil melihat ke arah jendela luar. Dia sedang memikirkan apa yang harus dia lakukan agar bisa meyakinkan Rania dan keluarganya, kalau dia tidak punya hubungan dengan Rain.


'Ya Allah, apa yang harus aku lakukan?'


'Aku menginginkan lelaki yang bisa jadi imam dalam rumah tanggaku.'


Di saat Amira melamun, Shine juga memperhatikan dirinya dalam diam. Shine ingin Amira melakukan sesuatu itu untuk kebahagiaan dirinya sendiri. Dia merasa kalau Amira tidak akan merasakan kebahagiaan, jika mengorbankan dirinya. Shine ingin Amira juga punya perasaan untuknya meski belum sepenuh hati.


Shine di ruangan itu sampai jam 10-an, karena dia mendapat pesan dari mama ya. Mau tidak mau dia harus menemui wanita yang sudah melahirkan dirinya.


"Amira, aku pergi dulu. Aku akan bantu kamu untuk meyakinkan Rania kalau kamu dan Rain tidak punya hubungan spesial," ujar Shine yang kini berdiri di depan pintu.


Amira mendengar itu merasa sangat senang. Dia sangat berharap dengan adanya Shine, bisa membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi olehnya. 


***


Shine pulang ke rumah dan melihat keluarganya sedang berkumpul di ruang keluarga. Biasanya mereka berkumpul seperti ini akan makan bersama atau mengadakan pesta barbeque, atau bakar ikan. Namun, kali ini suasananya sangat berbeda.


"Luka memarnya lumayan sudah agak memudar. Sini mama peluk, agar kamu cepat sembuh," ucap Cantika pada putra bungsunya itu.


Shine dan Sky langsung duduk di samping Cantika dan memeluk tubuhnya. Mereka seakan melarang anak yang lainnya merebut wanita yang kini sedang melotot pada keduanya.


"Shine … Sky, menyingkir!" Alex menarik tangan kedua putranya yang sering overprotektif pada ibu mereka.


"Tidak, Papa. Mama itu milik kami!" tegas keduanya bersamaan.


Rain yang melihat itu merasa tidak mau kalah. Dia pun memeluk tubuh ibunya dari belakang dan menyandarkan kepalanya.


"Sudah, sudah. Kalian ini sudah besar, tapi kelakuan masih kayak bocah. Sayang, kamu juga sudah tua, tapi tidak mau mengalah sama putra-putramu sendiri," kata Cantika dan membuat Alex memanyunkan bibirnya.


Terdengar ucapan salam dari Bintang yang masuk ke dalam rumah. Membuat Shine dan Sky langsung melepaskan pelukan mereka pada Cantika. Mereka tahu kalau kakak perempuannya itu pasti tidak akan segan-segan memberinya pelajaran, jika masih berkelakuan seperti ini.

__ADS_1


"Maaf, aku datang terlambat," kata Bintang dan duduk di sofa tunggal.


"Ma ... Pa, ada yang mau Shine katakan," ucap Shine dengan nada pelan.


"Apa itu?" tanya Cantika.


Shine pun memberi tahu pada keluarga besarnya, kalau dia punya keinginan meminang Amira menjadi istrinya. Jika, perempuan itu sudah bisa membuka hati untuknya.


"Apa?" Tentu saja ini membuat kedua orang tuanya terkejut, bahkan Rain juga.


"Sayang, lihat kelakuan anak-anak kamu itu. Dulu kita meminta maaf pada keluarga Amira karena tidak jadi meminang dirinya untuk dinikahkan dengan Rain. Namun, kali ini Shine malah ingin meminang dia. Kepala aku rasanya mendadak sakit," ucap Cantika sambil memijat kepalanya.


"Honey, kamu jangan sakit," kata Alex yang langsung memeluk tubuh istrinya.


"Mama, tidak boleh sakit," kata Shine, Sky, dan Rain bersamaan.


"Ini gara-gara Shine. Bikin Mama sakit," lanjut Sky menyalahkan kembarannya.


"Ini bisa membuktikan kalau Amira dan Rain memang tidak punya hubungan," balas Shine tidak mau disalahkan.


Mereka semua hanya diam. Tentu dalam pikiran mereka kalau hal itu tidak akan menjadi jalan keluar.


***


Waktu pun terus berputar, kini keluarga Amira mendatangi rumah orang tua Rania dan akan menjelaskan duduk permasalahannya. Mereka berkunjung dengan niat meminta maaf dan berharap Rania dan Rain bisa berbaikan seperti dulu lagi.


Amira dan keluarganya tidak tahu kalau Shine dan Sky adalah kakak dari Rain. Mereka sangat terkejut saat melihat kedua orang itu duduk bersama keluarga besar Hakim.


"Shine?"


"Kamu sedang apa di sini?"


***

__ADS_1


Bagaimana reaksi Amira saat tahu Shine adalah kakak dari Rain? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2