CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku

CEO Narsis: Kau Ditakdirkan Untukku
Bab 68. Penyerangan (2)


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 68


"Benar kata orang-orang, ternyata kamu memang cerewet dibandingkan dengan Alex," ucap Juan sambil tersenyum merendahkan William.


"Terserah kamu saja. Sekarang yang aku inginkan adalah menuntut kamu untuk bertanggung jawab untuk semua kejahatan yang sudah kamu lakukan," lanjut William.


Saat William dan Juan berbicara, diam-diam David mengarahkan senjatanya ke arah Alex. Lalu dia pun menembakkan peluru itu agar arah ke arah dada atau kepala Alex.


DOR!


DOR!


Di waktu yang bersamaan Alex pun menghindar dan mengarahkan pistolnya ke arah David. Dia melihat pergerakan tangan David di balik tubuh Andreas. Instingnya mengatakan kalau lawannya itu hendak berbuat curang.


Juan menyembunyikan dirinya dengan sebuah dinding besi yang ada di dekatnya. laki-laki tua renta itu menjadikan dinding sebagai tameng dirinya.


Fatih dan William pun dengan cepat mencari tempat berlindung dari serangan peluru musuh. Lalu, mereka ikut mengarahkan senjata mereka pada musuh.


DOR! DOR!


DOR! DOR!


Saat ini mereka senang mengalami baku tembak. Bahkan Juan yang sedang duduk di kursi roda pun bisa menembaki mereka dengan senjata tercanggih buatan David, yang meniru senjata buatan Langit.


DOR! DOR!


Peluru yang dilancarkan oleh Juan itu dari tipe senjata 909. Yaitu peluru yang bisa berpencar menjadi ular bagian.


"Jika tahu dia akan menggunakan senjata seperti ini, aku juga akan minta pada Langit," gerutu William.

__ADS_1


Saat ini William hanya membawa senjata yang bisa menembus apapun. Pistol yang setipe dengan senjata milik Shine. Hanya saja pistol milik William terasa lebih ringan jika dibandingkan dengan senjata milik keponakannya itu.


"Jangan seperti itu kakak Willy. Senjatamu juga hebat. Coba tembak dinding baja yang menghalangi Juan pasti bisa ditembus olehnya," bisik Alex.


Dia baru ingat kelebihan senjatanya ini. Lalu, dia pun memperkirakan di mana letak bagian vital dari tubuh lawannya.


DOR!


"A-kh!"


"Tuan Juan!" teriak David dan Andreas bersamaan.


"Wow, tepat sasaran, ya?" William merasa sangat senang sekali.


Tanpa disangka Juan pun masih bisa menembak secara brutal ke arah tiga orang itu. Untungnya posisi mereka langsung tiarap di lantai. Jika tidak, maka tubuh mereka sudah memiliki banyak luka bolong berbentuk kecil dari serpihan peluru itu.


"Dasar psikopat gila! Masih bisa-bisanya dia memberikan serangan balik," umpat William.


"Kakek Willy!"


"Oke."


DOR! DOR! DOR!


"Kya-aaak!"


William menjadi peng-eksekutor untuk para musuhnya. Dia menembakkan peluru atau timah panas secara langsung ke bagian organ vital tubuh lawannya.


Ternyata Juan menjadikan tubuhnya sebagai tameng untuk melindungi David dan Andreas. Tentu saja hal ini di luar prediksi mereka bertiga.


"Aku tidak menyangka kalau dia akan melakukan hal seperti ini," ucap Alex dan diiyakan oleh William.


"Tuan Juan!" teriak David dan Andreas bersama.

__ADS_1


Kedua orang itu sangat bersedih melihat Tuannya rela mengorbankan dirinya sendiri untuk melindungi mereka. Sudah ada 4 peluru yang bersarang di bagian tubuhnya. Bagi Juan kalau dia sudah tidak punya harapan lagi untuk hidup, jadi sekalian saja dia menjadikan tubuhnya sebagai tameng.


"Ha-bi-si me-reka se-mua!" perintah Juan kepada David dan Andreas.


"Baik, Tuan. Kami akan menjalankan perintah sesuai dengan keinginan Anda," ucap David.


DOR! DOR!


Kedua orang itu pun langsung mengarahkan senjata pistol canggih dan terbaru buatannya ke arah Alex dan saudara-saudaranya. Tadinya senjata itu untuk Shine dan Sky. Namun, senjata itu malah untuk ayah dan kerabat lainnya dari calon target.


Serangan mereka kali ini berhasil mengenai tubuh William. Sebab posisi dia paling dekat dan juga dia hanya berlindung di balik sofa yang berukuran kecil.


William menyerang kesakitan saat punggung sebelah kanannya mendapat berapa tembakan. Untungnya dia menggunakan seragam khusus miliknya yang anti peluru dan api. Peluru itu tidak tembus ke badannya, hanya saja beberapa tulang rusuk pasti mengalami retak atau patah tulang.


DOR! DOR!


DOR! DOR!


Alex dan Fatih pun langsung memberikan tembakan balasan ke arah David dan Andreas. Kali ini Andreas yang mengorbankan dirinya untuk David. Dia adalah seorang asisten yang sangat loyal kepada tuannya.


"Andreas!" teriak David sampai air matanya luruh.


David punya dua orang yang sangat dia sayangi seperti adiknya sendiri. Yaitu Pedro dan Andreas. Pedro sudah masih di tangan adiknya sendiri. Kali ini Andreas akan mati di tangan musuhnya.


David tidak tahu kalau peluru yang ditembakkan oleh Alex, hanyalah peluru yang akan memuat orang tidur dalam jangka waktu yang sangat lama. Saking paniknya dia sehingg tidak sadar kalau pada tubuh Andreas tidak mengeluarkan darah sedikit.


"Aku tidak akan pernah memaafkan kalian!" teriak David.


***


Mendekati babak terakhir di pulau Leon 😁. Bagaimana kisah Shine, Sky, dan Langit? Tunggu kelanjutannya, ya! Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk baca juga karya aku yang lainnya juga.


__ADS_1


__ADS_2