
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 22
"Rania, ingat, ya. Kamu jangan sampai ketahuan oleh Rain. Benar apa kata Raihan dan Rayyan, kalau kamu harus memberi pelajaran dulu suami kamu itu."
^^^"Lalu, kalau aku rindu sama Kak Rain, gimana?"^^^
"Ya kunjungi saja secara diam-diam. Asal jangan sampai kamu ketahuan oleh Rain."
^^^"Oke. Kak Shine juga semangat, ya, untuk mendapatkan hati Kak Amira^^^
"Tentu saja. Pokoknya aku akan menikah dengan Amira sebelum kamu kembali."
^^^"Aduh, nanti aku harus main kucing-kucingan lagi sama Kak Rain. Saat menghadiri pesta pernikahan Kak Shine dan Kak Amira, dong!"^^^
"Hahaha, bagus itu. Biar ada tantangan."
Shine dan Rania berbicara di telepon selama lebih dari 15 menit. Selama itu pula Amira menghabiskan makanannya. Lalu, dia pun pindah duduk ke samping kursi perempuan bercadar itu.
"Astaghfirullahal'adzim." Amira terkejut begitu dia menyingkapkan niqab yang menutup mukanya saat dia makan. Sudah ada Shine duduk di sampingnya.
"Ada apa?" tanya Amira sambil melihat ke arah pemuda yang kini sedang tersenyum manis kepadanya.
"Rindu ... jadi ingin bertemu denganmu," jawab Shine jujur.
Jantung Amira tiba-tiba saja bertalu-talu dan hatinya merasa sangat senang. Namun, sebisa mungkin dia menahan bibirnya agar jangan tersenyum lebar. Sebab, itu menunjukkan betapa bahagianya dia saat mendengar Shine rindu kepadanya.
"Gombal," lirih Amira sedang dalam hatinya merasa senang. Akhirnya senyum pun tercipta di wajahnya yang tertutup oleh cadar.
__ADS_1
'Untung saja aku memakai cadar. Kalau tidak, pasti dia bisa melihat senyuman aku ini.'
Shine mengeluarkan sebuah buku dan menyerahkannya kepada Amira. Tentu saja perempuan itu sangat terkejut, karena buku yang sama dulu juga pernah diberikan Rain kepadanya, sebelum pernikahan itu terjadi.
"Kenapa kamu memberikan buku ini kepadaku?" tanya Amira dengan nada dingin, karena ini mengingatkannya akan kisah masa lalu dia.
"Aku membeli buku ini saat mengunjungi sebuah pameran buku dan aku rasa ini akan sangat cocok dibaca untuk kamu atau wanita muslimah lainnya," jawab Shine dengan tatapan berbinar.
"Aku sudah punya buku seperti ini," balas Amira masih dengan nada dingin dan tatapan tidak suka.
"Apa Rain juga memberikan buku seperti ini kepada kamu?" tanya Shine penasaran dan agak terkejut juga.
"Ya," jawab Amira singkat.
Meski begitu Amira tetap menerima buku dari Shine. Dia menghargai pemberiannya, walau isinya sudah dia hafal karena dulu dia membaca buku itu beberapa kali.
Saat Amira akan beranjak dari kursi, tanpa sengaja kaki dia tersandung dan terjatuh ke dalam pangkuan Shine. Ini untuk yang ke berapa kalinya dia terjatuh tepat di pangkuan laki-laki yang kini menatapnya dengan nakal.
Shine tersenyum nakal dan tatapannya jenaka membuat Amira terpana. Seakan gadis itu terjerat oleh pesona sang ahli waris keluarga Andersson.
"Mau sampai kapan kamu duduk di pangkuanku. Aku akan merasa sangat senang kalau kita melakukan hal ini di ruangan kamu. Tidak di tempat umum seperti ini karena ada banyak mata yang melihat kita," bisik Shine yang kini mengungkung Amira antara dirinya dengan meja kantin.
Amira yang baru tersadar, langsung dengan cepat berusaha melepaskan dirinya. Dia berdiri dengan gugup dan malu. Gadis bermata sayu dan memiliki bulu mata lentik itu mengedarkan penglihatannya ke segala penjuru kantin. Ternyata ada beberapa orang yang sedang memperhatikan dirinya saat ini.
'Astaghfirullahal'adzim. Ya Allah, aku malu sekali!' Amira pun langsung bergegas pergi.
"Kenapa sih, jika bersama Shine selalu aku yang dibuat malu," gumam Amira dengan kesal dan berlari kecil menuju ke ruang kerjanya.
Belum juga Amira menutup pintu ruang kerja, ada tangan seseorang menahan agar pintu itu tidak tertutup. Dia pun melihat ada Shine di sana.
"Ada apa?" tanya Amira masih menahan pintu agar Shine tidak masuk ke dalam.
__ADS_1
"Ada perlu sama kamu," jawab Shine dengan santai.
"Katakan saja!" titah Amira berusaha ketus padahal dalam hatinya dia merasa deg-degan.
"Kita menikah, yuk!" ajak Shine.
Untuk beberapa saat Amira terdiam dengan mata membulat dan dibalik sadarnya mulut dia menganga. Dia sangat terkejut dengan ucapan Shine yang tiba-tiba seperti ini.
"Apa kamu sadar dengan yang kamu ucapkan barusan?" tanya Amira.
"Iya, tentu saja. Aku ingin mengajak kamu menikah. Kalau perlu sekarang juga tidak apa-apa," jawab Shine dengan binar di bola matanya.
Bagi Amira ini bukan pertama kalinya Shine ngajak dirinya menikah. Meski begitu sekarang terasa berbeda baginya. Rasanya dia ingin menjawab 'iya' sangat ini juga.
"Kamu tahu sendiri kalau di hatiku masih ada Rain. Apa kamu mau menikahi seorang wanita yang di dalam hatinya ada laki-laki lain?" tanya Amira.
Perempuan itu ingin menguji dia terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan takut jika terjadi sesuatu ke depannya diantara mereka yang merupakan calon ipar.
'Sulit banget ini mendapatkan hatinya. Padahal aku yakin kalau saat ini Amira telah memiliki perasaan lebih kepada aku.'
'Apa aku harus menguji dengan yang lebih ekstrim?'
"Sepertinya tidak ada orang yang menginginkan suatu hubungan sementara hatinya terpaut kepada orang lain," jawab Shine.
Amira terdiam. Dalam hatinya kalau dia juga menyukai Shine. Hanya saja diatakut kalau ke depannya akan ada fitnah antara dia dengan Rain. Seandainya saja tadi Shine berkata kalau dia percaya dirinya, maka tanpa ragu akan mengatakan 'bersedia'. bagaimanapun pernikahan itu harus dilandasi saling jujur, percaya, menghargai, dan menghormati. Tentunya diikuti dengan komunikasi yang baik antar pasangan.
"Aku akan pulang ke Amerika besok lusa. Siapa tahu kamu berubah pikiran karena merasa tidak bisa menahan rindu kepadaku, jadi menerima ajakan aku ini," ucap Shine.
Kedua orang itu saling menatap dalam jarak yang dekat. Amira rasanya ingin berkata pada laki-laki itu, sebaiknya jangan pulang ke Amerika.
"Jaga diri kamu baik-baik, ya! Jangan terlalu sibuk dan lupa makan," lanjut Shine dan setelah itu dia pun menutup pintu itu.
__ADS_1
***
Apa yang akan dilakukan oleh Amira? Hal apa yang akan dilakukan oleh Shine untuk membuat Amira jujur dengan perasaannya? Tunggu kelanjutannya, ya!